Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Ajakan


__ADS_3

Sesampainya di kosan Ani mereka semua pun berebutan tempat tidur. Setelah mendapatkan tempat masing-masing mereka kemudian beristirahat dengan tenang.


"Huh terpaksa deh gue tinggal di rumah Tante gue selama magang" keluh Ika menghela nafas panjang.


"Kenapa nggak kos aja gitu supaya nggak bolak balik lagi" usul indah enteng.


"Maunya gue memang gitu, tapi kalian tahu kan mama gue kayak gimana" ucap Ika lesu.


"Ya wajar sih kalau mama Lo protektif gitu secara kan Lo anak tunggal apalagi Lo perempuan lagi" ujar Rina.


mendengar itu, Ika hanya bisa menghela nafas panjang. Mau bagaimana lagi itu adalah pilihan terakhir untuknya.


"Huh gue nggak bebas tahu nggak kalau tinggal dirumah orang. ya meskipun keluarga tapi tetap saja ruang gerak gue terbatas" keluh Ika lagi.


"ya memang gitu, makanya gue lebih milih kos daripada tinggal dirumah orang" kata indah.


"Terima saja lagian cuman 2 bulan kan" ucap wiwing.


"Ya itu pilihan terakhir" jawab Ika menenggelamkan wajahnya di bantal.


*****


menjelang sore mereka kemudian bersiap-siap untuk pulang.


"Gue duluan ya" ucap wiwing berlalu pergi.


"iya hati-hati dijalan" jawab mereka bersamaan.


"sip dah" ucap wiwing mengacungkan jempol.


"Gue juga balik duluan deh, kalian tahu kan gue ruang gerak gue sekarang gimana tidak seperti dulu" pamit Rina.

__ADS_1


"Is gue tu kesel tahu nggak sama adik Lo itu, udah berkeluarga pun tapi tingkahnya masih saja kekanak-kanakan" ujar Ika kesal.


"Ya gitulah, gue ma bisa apa. lagian gue nggak mau ada masalah lagi cuman gara-gara ini doang" jawab Rina tersenyum melihat kekesalan temannya.


"serah deh serah, hati gih di jalan jangan ngebut-ngebutan" ujar Fitri.


"Iya iya, kalian bawel amat sih" ujar Rina menggelengkan kepalanya.


"Cih ini juga demi kebaikan Lo tahu nggak. lagian kasihan aspalnya jika Lo cium hahahha" ucap Ika terbahak-bahak.


"sialan Lo" ujar Rina menjitak kening Ika .


"kasar amat sih, sakit tahu nggak" omel Ika mengelus keningnya yang kena tampol.


"biarin" ejek Rina lari terbirit-birit meninggalkan mereka yang masih menertawakan Ika.


"Awas Lo ya" teriak Ika tak terima melihat Rina kabur.


"ayo lagian sudah sore pun" ucap Nidya menimpali.


"Ya udah ayo" ucap ziska kepada Indah.


mereka kemudian kembali ke rumah masing-masing.


Diperjalanan pulang seperti biasa Ika dan Fitri tidak pernah diam, mereka mengobrol tanpa henti.


"Temani gue dong nanti malam ke sekdes" ajak Fitri.


"Ngapain?" tanya Ika.


"Ada pertemuan nanti malam disana, gue malu datang sendiri" ucap Fitri memelas.

__ADS_1


"Gimana ya?" jawab Ika sambil berpikir.


"please, yayang Didi Lo juga datang loh." bujuk Fitri.


"Beneran Lo" jawab Ika berbinar binar.


"iya" jawab Fitri mengangguk mengiyakan dengan tersenyum puas.


"Ya sudah deh, gue ikut tapi berangkat nya sama yayang Didi bagaimana? Gue nggak mau tahu harus sama yayang upa gue" ucap Ika dengan berbinar-binar.


"Kalau itu mah Lo tenang saja" ucap Fitri senang karena Ika ikut.


"Tapi gue malu, lagian gue kan nggak ada urusan disana" ujar Ika .


"Lo tinggal duduk cantik saja disana, nggak usah ngapa-ngapain juga" ujar Fitri


"Ish Lo ma enak, lah gue gimana?" ucap Ika kesal.


"Atau Lo ajak Nidya deh supaya gue ada teman ngobrol gitu" usul Ika.


"Ya sudah nanti gue ajak Nidya juga deh" ucap Fitri ngalah.


"Lo memang teman terbaik gue" puji Ika senang.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka sampai.


"Lo ingat kan nanti malam" ucap Fitri mengingatkan.


"Lo tenang saja, chat saja kalau Lo siap-siap supaya gue juga siap-siap nantinya" jawab Ika mengacungkan jempolnya.


"Oke deh" kata Fitri berlalu.

__ADS_1


__ADS_2