Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Seperti Dia, Pemaksa


__ADS_3

Setelah sebulan telah berlalu, Ika kesana kemari melamar pekerjaan di berbagai tempat, akhirnya dia mendapat panggilan dari salah satu pihak perusahaan untuk melakukan interview karena berkasnya sudah lolos.


seperti saat ini dia sangat bersyukur bisa di terima di perusahaan tersebut yang sedang berkembang pesat saat ini bahkan sudah memiliki berbagai cabang di ibukota bahkan di luar negeri pun. Setelah menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dia akhirnya di terima di perusahaan itu walaupun hanya sebagai karyawan biasa tetapi gajinya sangat luar biasa besar dibandingkan dengan perusahaan lain. yang pastinya gajinya itu bisa dan sangat cukup untuk membiayai keluarganya dan bahkan dia juga bisa melanjutkan kuliahnya.


Sepanjang perjalanan Ika terus mengembangkan senyumnya, dia tidak sabar untuk menghubungi ibunya yang berada di tanah kelahirannya itu karena berkat doanya lah dia bisa sampai seperti sekarang ini. Namun....


Sampai dia tersadar setelah mobil yang di tumpanginya tiba-tiba berhenti


"Apa sudah sampai?" tanya Ika melihat sekitarannya namun dia sama sekali tidak mengenal tempat ini.


"Maaf nona, di depan terjadi keributan yang menyebabkan jalanan macet" jelas supir taksi itu dengan sopan.


Ika pun mengalihkan pandangannya ke depan tempat keributan terjadi.


Melihat keributan itu, membuat moodnya berubah drastis, dia sangat kesal melihat orang itu yang berbuat kasar kepada orang yang lebih tua darinya. Di sana terdapat 3 orang, yang satu adalah wanita paruh baya yang sepertinya seumuran dengan ibunya sedang marah-marah dan berusaha membela diri sedangkan yang satunya sepertinya pasangan kekasih karena sang wanita terus merengek dan bergelayut di lengan kekar prianya yang sedang memarahi wanita paruh baya itu.


Ika mengedarkan pandangannya lagi melihat sekitar ketiga orang yang bertikai itu, sama sekali tidak ada satu pun yang berniat menolong ibu itu. Hal itu membuatnya semakin dongkol,


"Pak saya berhenti di sini, ini ongkosnya" ucap Ika sambil menyodorkan uang kepada sopir taksi itu


"Terimakasih nona" ucap supir taksi itu sopan


Ika hanya mengangguk dan tersenyum kemudian keluar dari mobil untuk menghampiri ketiga orang itu.


"Heyy apa yang anda lakukan" bentak Ika menangkap tangan kekar yang hampir saja mendarat di pipi ibu itu, untung saja dia cepat berlari kesana jika tidak, mungkin ibu itu akan terkena tamparan keras.


Dengan kasar Ika menghempaskan tangan kekar itu dengan sebisanya sampai pria itu hampir terjatuh untung dia bisa menyeimbangkan tubuhnya jika tidak maka dia tidak punya muka lagi hanya karena perempuan pengganggu ini.


"CK anda tak usah ikut campur nona, asal nona tahu wanita tua ini yang salah" decaknya.

__ADS_1


"Hey kurang ajar, kalian yang menyebrang tiba-tiba" bantah ibu itu tak terima.


Ika hanya memijit pelipisnya yang terus berdenyut.


"Fine walaupun ibu ini yang salah tapi tidak seharusnya anda melakukan tindakan kasar, apakah dengan kekerasan maka dapat menyelesaikan masalah ha" ucap Ika yang dengan kesabaran yang menipis.


"Tapi nona wanita tua itu yang salah karena membawa mobil dengan ugal-ugalan untung kami cepat menghindar jika tidak.." jelas gadis muda yang bergelayut tadi dengan suara yang menjijikkan menurut pendengaran Ika.


"Dan lihat gara-gara wanita tua itu, saya terluka" tambahnya sambil memperlihatkan tangannya yang lecet, mungkin karena terjatuh di aspal kali ya, pikir Ika.


Mendengar itu sang prianya pun mengalihkan perhatiannya kepada wanitanya itu, dengan cepat dia mengelus lembut kening itu dengan sayang.


"Apakah masih sakit?" tanyanya lembut.


Ika tambah kesal melihat drama yang ada didepannya.


"Ck menjijikkan" guman mereka Ika dan wanita tua itu bersamaan sehingga membuat mereka berdua saling pandang dan tertawa kecil karena entah mengapa pemikiran mereka sama.


"Ada nona" jawab orang tersebut tersenyum kikuk.


"Ok mari kita buktikan siapa yang salah disini dengan melihat cctv yang ada di seberang sana" sahut Ika menyeringai yang membuat pasangan itu memucat pasalnya sedari awal memang mereka yang salah namun karena ambisinya yang berencana untuk menjebak ibu itu untuk mendapatkan uang.


"Sepertinya saya harus cepat membawa pacar saya kerumah sakit" sahutnya dengan cepat.


"Tapi pertanggung jawabannya bagaimana?" tanya Ika pura-pura polos.


"Tidak usah repot-repot nona, kami sudah tidak kenapa-kenapa iya kan sayang" tolaknya dengan cepat.


Sang wanita muda itupun hanya mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Ya sayang sekali, tidak sesuai ekspektasi gue, padahal gue kira dia akan ajak gue baku hantam" gumam Ika sendu melihat incarannya kabur.


wanita paruh baya itu hanya terkekeh geli melihat tingkah Ika yang berbeda dengan yang lain, biasanya kan gadis muda sebayanya pasti akan berlaku se anggun mungkin dan menjaga sikap sedangkan dia, dengan beraninya menantang orang yang lebih kuat darinya jika bukan karena mulutnya yang pandai bersilat lidah mungkin dia tidak akan selamat, pikir ibu itu menilai.


"Terimah kasih telah menolong saya" ucap ibu itu tulus.


"Ah nyonya tak perluh sungkan, kan sesama manusia harus saling menolong" balas Ika tersenyum.


"Dahi nyonya terluka" tambah Ika yang baru memperhatikan kondisi wanita paruh baya yang ada di depannya.


"Ah saya tidak apa-apa kok cantik dan jangan terlalu formal, panggil saya aunty saja" ucap ibu itu yang membuat Ika tersipu karena di puji.


"Kalau begitu saya permisi ya aunty" pamit Ika sopan.


"Kamu mau kemana?" tanya ibu itu lagi.


"Pulang aunty" jawab Ika mengerjap polos yang membuat ibu itu gemas untuk mencubit pipinya.


"Saya akan mengantar mu, hitung-hitung sebagai ucapan terimakasih saya karena telah menolong ku" ucap ibu itu tulus.


"tidak perlu repot-repot, saya bisa pulang sendiri aunty" tolak Ika sopan.


"Saya tidak menerima penolakan" ucapnya Keukeh


'Huh seperti orang itu saja, pemaksa' guman Ika dalam hati


'astaga ngapain gue mikirin dia sih' tambahnya sambil memukul pelan kepalanya.


"Ayo" ajak ibu itu lagi.

__ADS_1


"Ya sudah" Ika hanya pasrah mengikuti kemauan ibu ini


__ADS_2