Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Mengelak


__ADS_3

Setelah makan malam bersama, Ika segera pamit untuk istirahat.


Sesampainya di kamar, dia langsung merebahkan tubuhnya dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika dia dan Reyhan bersama pasti dia harus menyiapkan mental untuk menghadapi wanita penggoda diluar sana.


"Astaga kenapa pikiran gue sampai ke sana sih" umpat Ika menepuk jidatnya.


"Yang harus Lo pikirkan adalah apa orang tua kak Rey mau menerima Lo di dalam keluarganya? walaupun kak Rey bilang kalau orang tuanya tidak pemilih tapi tetap saja mereka pasti mencari mana yang terbaik dan sepadan dengan mereka, sedangkan Lo jauh dari kriteria mereka" ucap Ika sendu.


"jika pun nanti mereka setuju, lalu bagaimana jika mereka tahu masa lalu gue? apa mereka akan mencemooh ku seperti yang lainnya?" ujarnya lagi menghela nafas panjang.


"Gue harus menceritakan tentang ini pada kak Rey. Apapun keputusan yang kak Rey ambil, gue akan menerimanya dengan lapang dada" ucap Ika yakin.


kemudian mencari posisi yang nyaman untuk segera masuk ke dalam mimpi, namun baru saja dia akan terlelap, akan tetapi suara handphone nya berbunyi nyaring membuat Ika memngerutu kesal.


Room chat


My husband 🖤


"apa kamu sudah tidur?"


"Aku menunggumu diruangan ku untuk makan siang bareng besok"

__ADS_1


"ingat ya besok, aku tunggu jawaban darimu dan aku harap jawabannya adalah 'iya' 😘"


"Good night my wife 😘😘"


Chat beruntun dari Reyhan, membuat Ika membulatkan matanya melihat nama kontak yang tertera disana, sejak kapan dia menyimpan nomor Reyhan dan namanya astaga.


"Oh God kenapa wajahku tiba-tiba panas begini sih" ucap Ika mengipasi wajahnya merona merah.


"Kak Rey bener-bener ya" ucap Ika tersenyum senang membaca pesan yang di kirim Reyhan tanpa berniat membalas karena dia tidak tahu lagi harus berkata apa.


************


Saking tak sabarnya dia sampai melupakan keadaan para rekan kerjanya malam tadi.


"Hai guys" sapa Ika dengan senyum mengembang.


"Kalian kenapa kok pada diam sih?" tanya Ika bingung melihat tingkah rekan kerjanya itu.


sedangkan orang yang di tanya hanya diam dan menunduk takut.


"Kalian kenapa sih?" sungut Ika mulai kesal.

__ADS_1


"maafin gue soal semalam yang paksa Lo minum minuman itu" cicit Susi memelas.


"Ya elah gue kirain kenapa" ujar Ika menepuk jidatnya.


"yang ada nih gue yang harusnya minta maaf pada kalian karena gue berulah hehehe" cicit Ika menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"wajah kalian kenapa?" tanya Ika mengalihkan pandangannya ke arah Radit dan Dika.


"Gue jatuh dari tangga semalam" jawab Radit asal.


"Ck alasan Lo jatuh dari tangga segala, bilang saja kali ini karena pak CEO kita yang aneh itu tiba-tiba datang langsung main tonjok saja" gerutu Dika tak terima sehingga mendapatkan pelotokan tajam dari Radit.


"Ha kak Rey... eh maksud ku pak Reyhan itu?" tanya Ika memastikan bahwa pendengaran tidak salah.


"Iyalah siapa lagi, memangnya Lo ada hubungan apa sih sama pak CEO sampai-sampai kemarin mengamuk seperti itu?" tanya Dika penasaran yang di balas anggukan kepala dari Susi.


mendengar itu membuat Ika langsung meneguk salivanya susah payah karena bingung mau jawab apa. kan memang mereka tidak menjalin hubungan apapun dengan CEO tampan itu karena dia belum menjawab pertanyaan dari Reyhan kemarin.


"loh ada hubungannya spesial ya sama pak CEO?" tuduh Susi memicingkan matanya melihat kebungkaman Ika.


"tidak tidak ada, gue nggak ada hubungan apa-apa kok sama dia. dia tu cuman senior gue di sekolah dulu. ya gitu" jawab Ika gelagapan.

__ADS_1


__ADS_2