
"Apa Lo serius dengan apa yang Lo ucapkan tadi?" tanya Rudi serius setelah sampai di parkiran.
"Menurut Lo?" bukannya menjawab Reyhan malah balik bertanya.
"huh sudahlah" gusar Rudi melihat sahabatnya itu.
"Kembali ke perusahaan" ucap Reyhan datar.
"Maaf tuan, anda mempunyai pertemuan dengan Mr Bean di kota x sekalian makan siang disana" jawab Rudi kembali formal mengingatkan atasannya itu.
"Batalkan saja" jawab Reyhan enteng.
"Sekali lagi maaf tuan, pertemuan ini tidak bisa di batalkan" tegas Rudi.
"CK tua bangka itu lagi, ya sudah cepat kesana" jawabnya malas.
"Baik tuan" ucap Rudi sopan.
"Awas saja jika dia berbuat ulah lagi, akan ku ratakan perusahaannya itu" gerutu Reyhan memijit pelipisnya yang berdenyut.
Rudi hanya tersenyum tipis mendengar gumaman dari atasan sekaligus sahabatnya itu.
Diperjalanan hanya ada keheningan diantara mereka karena larut dengan pikiran masing-masing.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit akhirnya mereka sampai di tempat yang sudah di janjikan.
Mereka pun melenggang masuk disalah satu resort mewah yang sudah di pesan oleh Mr Bean.
"Maaf membuat anda menunggu Mr Bean" ucap Rudi sopan.
__ADS_1
"Ah kami juga baru sampai tuan jadi tidak perlu khawatir" jawab Mr Bean tersenyum ramah.
"Silahkan duduk tuan" lanjutnya mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Sebelum memulai, perkenalkan dia adalah anak saya satu-satunya namanya Arumi yang akan membantu pada saat projects berlangsung" ucap Mr Bean memperkenalkan anaknya dengan bangga.
"Arumi" ucap Arumi tersipu sambil sesekali melirik ke arah Reyhan yang sedari tadi setia dengan wajah datarnya.
"Rudi, asisten tuan Reyhan" jawab Rudi kikuk.
"Lanjut ke intinya" tegas Reyhan yang tidak suka basa basi.
hal itu membuat Arumi mengeram tertahan karena baru kali ini ada yang menolak pesonanya, padahal dia sudah mengenakan pakaian yang membuat para kaum Adam memuja lekuk tubuhnya itu.
"Ha iya tuan" jawab Mr Bean kikuk yang membuat Rudi tersenyum tipis.
Setelah menjelaskan tentang projects yang akan mereka lakukan dengan mempertimbangkan berbagai keuntungan kedua belah pihak, akhirnya di sepakati dengan menandatangani kontrak kerja sama diantara mereka.
"Hmm" Reyhan hanya mengangguk
"Kalau begitu kami permisi dulu tuan, nona" pamit Rudi yang melihat atasannya yang sudah tidak nyaman, bagaimana tidak karena sedari tadi Arumi terus menatap Reyhan dengan tatapan menggoda namun Reyhan tak menghiraukannya.
"Kenapa buru-buru sekali tuan" cegah Mr Bean halus karena dia berencana untuk mendekatkan anaknya dengan pengusaha sukses ini supaya perusahaan juga bisa berkembang dengan pesat jika anaknya menikah dengan Reyhan.
"Kami masih ada pertemuan lagi tuan setelah ini" jawab Rudi sopan.
"Kalau begitu kami permisi" lanjutnya.
"ah iya" jawab Mr Bean menahan kesal.
__ADS_1
Mereka kemudian berlalu meninggalkan ayah dan anak itu.
setelah keduanya tidak terlihat lagi, Arumi pun mendesak ayahnya untuk mendapatkan Reyhan.
"Ayah Arumi nggak mau tahu, Reyhan harus jadi milik Arumi" rengek Arumi manja kepada sang ayah.
"Kamu tenang saja sayang, ayah akan pastikan jika Reyhan akan menjadi milikmu" ucapnya tersenyum licik.
**********
"Tinggalkan gue sendiri" ucap Reyhan setelah sampai di parkiran.
"Anda mau kemana tuan?" tanya Rudi.
"Bukan urusan Lo, mending Lo pulang duluan nanti gue nyusul" perintahnya mutlak.
"Ya sudah, gue balik duluan dan awas ya Lo macam-macam lagi" peringat Rudi sebagai sahabat bukan lagi sebagai bawahan dan atasan.
"Ck berisik pergi sana" usirnya.
Reyhan kemudian berlalu pergi tanpa menghiraukan umpatan dari sang sahabatnya itu.
Dia kemudian berjalan menyusuri pinggiran pantai dengan airnya yang jernih itu, sepanjang jalan dia selalu mendapatkan tatapan memuja dari kaum hawa yang melihatnya namun seperti biasa dia tak pernah menghiraukan mereka.
dia mencari tempat yang sering dia datangi ketika dia kesini dulu jika sedang penat dengan urusan pekerjaannya.
namun tak di sangka disana dia melihat sosok cantik yang sedang asyik dengan dunianya sendiri sambil sesekali menangis dan kemudian tertawa lagi.
"Dasar nggak waras tapi kenapa wajahnya sangat familiar ya" gerutunya bergidik melihat tingkah sosok tersebut.
__ADS_1
tanpa menghiraukan sosok yang ada di depannya itu, dia kemudian berjalan melewati sosok tersebut karena tempat yang akan dia tuju berada dekat dengan tempat yang sosok itu tempati sekarang.