
Setelah memastikan bahwa di tempat tersebut tidak ada seorang pun, membuat Ika bisa leluasa mengeluarkan unek-uneknya.
"KENAPA HARUS GUE HAH?" teriak Ika histeris.
"Arggghhhh bere**** Lo gara-gara perbuatan Lo gue yang kena imbasnya hiks hiks" tambahnya semakin histeris.
"Andai saja waktu itu gue nggak lemah, pasti itu tidak terjadi hiks hiks" ucapnya mengacak rambutnya frustasi mengingat kejadian kelam itu.
"HAHAHA mana ada orang yang mau denganku yang kotor ini hiks"
"Termasuk dia Hahaha"
"Hahaha dia lebih memilihnya daripada diriku hiks hiks ya gue sadar dia memang lebih sempurna di bandingkan dengan gue yang kotor ini hiks hiks"
"Arggghhhh gue benci kalian, kalian tidak pernah mengerti dengan apa yang gue rasakan hiks hiks"
Ika kalab sampai-sampai dia tidak sadar jika ada yang sedari tadi memperhatikan apa yang dia lakukan.
Ika baru tersadar jika matahari sudah terbenam setelah mengeluarkan semua keluh kesahnya yang tak mengingat waktu itu.
"Astaga udah mau malam njirr kok gue baru sadar ya kelamaan disini" guman Ika menepuk jidatnya.
"Huh tenggorokan gue sakit gara-gara teriak" ucapnya lagi.
"Mana lapar lagi" gerutu Ika mengelus perutnya yang keroncongan.
"Sabar ya cacing-cacing, sebentar lagi tuan mu yang cantik ini bakalan kasih kalian makan" ucap Ika terkekeh geli.
__ADS_1
"Untung disini sepi!!! bisa-bisa gue disangka gila bicara sendirian hihihi" Ika terkikik dengan tingkah sambil melihat sekitar. namun..
mata Ika melotot tidak percaya setelah pandangannya bertemu dengan seseorang yang menatap aneh ke arahnya.
"Alamak mati gue, sejak kapan dia berada disana" gumam Ika menelan salivanya susah payah.
"Tapi tunggu itu orang apa hantu ya?" tanya Ika pada dirinya sendiri.
"Hai ganteng, Lo orang apa hantu?" tanya Ika konyol.
Namun orang yang di tanya hanya menatapnya dengan datar.
"Astaga jangan-jangan hantu beneran lagi" ucap Ika yang mulai ketakutan.
"AHH TOLONG ADA HANTU" teriak Ika histeris sambil berlari meninggalkan tempat tersebut.
Sedangkan orang yang di maksud hanya menatapnya dengan datar.
"Huh nasib-nasib ketemu kek gitu seperti itu" ujarnya lagi.
"Mudah-mudahan saja gue nggak ketemu lagi sama makhluk begituan, bisa-bisa gue ikutan tidak waras" imbuhnya lagi kemudian beranjak dari duduknya untuk kembali ke resort yang sudah di pesannya.
**************
Ika terus berlari sambil berteriak histeris yang membuat orang yang di lewatinya menatap aneh ke arahnya.
saking tidak fokusnya, dia bahkan menerobos pintu yang sialnya terkunci
__ADS_1
Brukkkk
"Ahh si** siapa sih yang taroh pintu disini" ringis nya sambil mengelus jidatnya yang terpentok.
"Njirr gue di kunciin" gerutunya.
"buka woi gue masih di luar, kalian jangan bercanda woi mana disini dingin lagi" kesal Ika mengendor pintu dengan keras.
"Mana hp gue nggak bawa hp lagi" ucap Ika menendang pintunya dengan kesal.
"Apa yang Lo lakukan disini?" tanya seseorang dari belakang Ika.
"Ya pengen istirahat lah, Lo nggak lihat ya gue dari tadi mengendor-ndendor pintu untuk masuk. mana sahabat gue pada luknat semua lagi pakai kunci pintu segala" gerutu Ika tanpa melihat lawan bicaranya.
"Ehh siapa tu" guman Ika tersadar dengan suara asing yang mengajaknya berbicara.
Dengan perlahan dia membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang mengajaknya bicara.
Matanya langsung melotot melihat orang yang di temui nya tadi sedang berada di hadapannya sekarang.
"Ahh hantu...." teriak Ika kemudian..
brukkk
"Astaga dia lagi!!!" gumamnya memijat pelipisnya yang berdenyut.
"Mana pingsan lagi" gerutunya kemudian berlalu tanpa berniat membantu.
__ADS_1
namun di tengah perjalanan dia kemudian berbalik karena tidak tega meninggalkan orang itu sendirian di luar pintu yang cuacanya dingin lagi.
"Dasar merepotkan" gerutunya kemudian mengangkat tubuh Ika untuk di bawa masuk ke dalam resort yang di tempatinya.