
"Maaf membuat kalian menunggu" ucapnya datar dan dingin kemudian berlalu menuju kursinya sebagai pemimpin rapat diikuti oleh asisten kepercayaannya.
'Astaga jangan katakan jika dia CEO yang di maksud Susi tadi? oh God gue harus gimana nih, kenapa harus dia sih' Ika masih bergelud dengan pikirannya sendiri tanpa mempedulikan apa yang di katakan orang itu.
"Ada apa dengan mu? apa Lo sakit, kenapa wajahmu memerah" bisik Susi menarik Ika untuk duduk kembali dan memeriksa kening Ika untuk memastikan keadaannya.
Ika langsung tersentak kaget mendengar ucapan dari Susi.
"Ah gue nggak apa-apa" ucap Ika kikuk sambil menatap horor kepada orang itu.
"Gue kira Lo sakit? cepat naik kesana, Lo sudah sedari tadi di persilahkan olehnya" bisik Susi kembali.
"Ah iya iya" jawab Ika cepat kemudian beranjak dari duduknya menuju kedepan untuk mempresentasikan hasil laporan mereka.
'Ika fokuslah, anggap dia tidak ada disana. jika tidak karier mu akan di pertaruhan' gumam Ika dalam hati sambil menghirup udara dalam-dalam.
"Silahkan mulai nona!" tekan Rudi untuk ketika kalinya mulai kesal.
mendengar gadisnya di bentak membuat Reyhan menatap tajam ke arah asistennya itu.
'Kok gue merinding ya' guman Rudi dalam hati sambil mengusap tengkuknya yang tiba-tiba merinding.
__ADS_1
Dia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah atasannya. Nah dia baru sadar jika atasannya itu lah yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan tajam siap menerkam mangsanya membuat Rudi hanya bisa meneguk salivanya kasar.
'Astaga matilah aku, kenapa aku tidak sadar jika gadis yang berdiri di depan sama dengan foto itu' gumam Rudi mengasihani diri sendiri.
"Hmm nona bisa memulainya" ucapnya lagi tersenyum kikuk.
Ika baru tersadar jika sedari tadi menjadi pusat perhatian karena sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Ha iya maafkan saya tuan, baiklah terimah kasih atas kesempatan yang berikan kepada saya. langsung saja........" Ika pun mulai menjelaskan tentang hasil laporan akhir bulan dari divisinya dengan baik dan lancar membuat semua yang ada disana kagum dengannya kecuali 1 orang yang memandangnya dengan amarah.
"Terimakasih" ucap Ika sambil tersenyum manis kemudian duduk kembali di tempatnya.
setelah beberapa saat rapat itupun selesai, ketiga rekan kerjanya berhambur mendekat ke arah Ika.
"Wah Lo hebat Riska" puji Susi memeluk Ika senang.
"Gue nggak nyangka Lo bisa tampil dengan memukau seperti tadi padahal kan Lo masih baru bergabung dengan kami" ujar Dika menimpali.
"Selamat ya Ka" ucap Radit semakin kagum kepada Ika.
"Hahaha kalian bisa saja, ini juga berkat kalian yang membantu" ujar Ika menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
Reyhan yang masih berani di ruang meeting itu hanya mendekus tak suka melihat tatapan cinta dari salah satu rekan kerja gadis kecilnya itu.
'Awas kau ya berani mendekati milikku' geram Reyhan dalam hati sambil menatap tajam ke arah Radit.
Rudi yang menyadari ketidaksukaan atasannya itu melihat gadisnya di dekati oleh orang lain hanya bisa menghela nafas panjang.
'Huh jangan bangunkan singa yang sedang tertidur ini' gumam Rudi dalam hati sambil menatap kasihan ke arah Radit.
"Bagaimana kalau kita rayakan keberhasilan Riska akhir pekan nanti sekaligus untuk menyambut kedatangan Riska di divisi kita" usul Radit tiba-tiba agar bisa lebih dekat dengan gadis incarannya.
"Huh ide bagus tu" ucap Susi setuju.
"Bagaimana ka?" tanya Radit penuh harap.
"Baiklah" jawab Ika pasrah melihat tatapan penuh harap dari mereka.
"Yeah asyik" ucap Susi senang.
Begitu pun dengan Radit, dia sangat senang karena Ika menerima tawaran darinya. dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengungkapkan perasaannya kepada Ika.
mereka berempat pun berjalan keluar meninggalkan ruangan itu, untuk kembali ke ruangannya. tanpa menyadari tatapan tak suka dari seseorang apalagi pada saat melihat gadis kecilnya di dekati secara terang-terangan di depannya.
__ADS_1