Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Curhat


__ADS_3

Menjelang dini hari mereka semua pun bersiap-siap untuk pulang kerumah masing-masing.


"Gue gugup banget njirr, coba pegang tangan gue" bisik Ika pada Nidya sambil memberikan tangannya yang dingin karena gugup.


Nidya yang mendengar bisikan dari Ika hanya menggelengkan kepalanya.


"Semangat!! maju terus pantang mundur!!!" balas Nidya menyemangati.


"Sip dah" jawab Ika mengacungkan jempol kepada Nidya sambil naik ke motor yang di tumpangi Supa.


Di perjalanan pulang, sama seperti sebelumnya tidak ada pembicaraan yang terjadi antara keduanya. Mereka masing-masing larut dalam pikiran masing-masing.


'Kenapa jadi gini sih? ajak gue bicara kenapa susah banget ih. Masa iya gue duluan yang ngajak bicara ish kan gue malu kalau duluan bicara' gerutu Ika kesal.


'kalau sampai dirumah nanti gue harus ngomong apa ya, masa iya gue ajak dia singgah kan nggak mungkin gue ngajak dia singgah jam segini bisa-bisa dia berpikiran buruk tentang gue. Ish apa segitu tak sukanya padaku sehingga dia tidak menghiraukan ku sama sekali' guman Ika sendu sambil menahan rasa dingin selama diperjalanan


Tak lama kemudian mereka pun sampai didepan rumah Ika. dengan cepat Ika turun dari motor tersebut tak lupa pula mengucapkan terimakasih karena hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutnya.


"Terimakasih" ucap Ika singkat kemudian bergegas masuk ke pekarangan rumahnya.


"Hmm iya" jawab Ardi singkat kemudian berlalu pergi.


Karena jam sudah menunjukkan pukul 00.30 WITA jadi terpaksa Ika harus mengendap-endap agar tidak membangunkan seisi rumahnya dan untungnya dia belum di kuncikan pintu jadi tidak perluh repot-repot untuk membangunkan ibunya yang sudah terlelap.

__ADS_1


Ika kemudian membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan baju tidur yang selalu dia pakai setiap harinya kemudian bergegas masuk ke dalam kamarnya. Namun dia tidak bisa tidur karena masih teringat dengan kejadian tadi, dia pun memutuskan untuk menghubungi Nidya yang dia tahu Nidya belum tidur karena seperti biasa Nidya paling suka begadang menemani pacarnya itu.


ROOM CHAT


📤To Nidya


'Woi Lo udah tidur belum?'


'Woi?'


'hello baby'


'Woi'


'Gue mau curhat😟'


📥 From Nidya


'Kenapa?'


📤To Nidya


'Huh gimana ya mulai nya?'

__ADS_1


📥From Nidya


'ya terserah mau dari mana😒'


📤 To Nidya


'Gue merasa tidak sebanding deh sama dia, tahu nggak gue rasanya seperti air dan minyak walaupun berada dalam wadah yang sama tetapi tidak akan bisa bersatu😞'


📥 From Nidya


'Tapi setidaknya masih dalam satu wadah sehingga jaraknya tidak terlalu jauh'


'Lo nggak boleh langsung insecure gitu, lagian Lo belum berjuang masa langsung nyerah saja. Setiap orang pasti punya kekurangan masing-masing jadi Lo nggak usah khawatir memikirkan hal-hal yang tidak penting. Jalani saja sesuai seperti air yang mengalir asalkan Lo nggak terbawa arus. Lo harus jadi diri Lo sendiri jangan sampai hanya karena dia Lo melupakan jadi diri Lo sendiri. Lagian jika jodoh pasti tidak akan kemana, mau dia cungkir balik ataupun lari ke ujung dunia sekali pun kalau dia jodoh Lo pasti akan kembali ke sisi Lo lagi'.


'Jadi Lo nggak usah mikir macam-macam lagi, pepet saja sampai dapat💪'


📤 To Nidya


'Makasih Lo memang the best 😘'


📥 From Nidya


'Sip dah👍😉'

__ADS_1


Setelah mendapat sedikit pencerahan dari Nidya, membuat perasaan Ika menjadi sedikit tenang. Dia pun menyemangati diri sendiri dan segera menuju ke alam mimpi.


'Semangat Ika, sebelum yayang Didi sendiri yang menyuruh mu pergi dalam hidupnya Lo harus tetap berjuang, bodo amat dengan penolakannya nanti' ujar Ika cekikikan menyemangati diri sendiri. Dia kemudian bergegas tidur agar tidak terlambat ke kampus besok apalagi besok adalah hari pertamanya magang.


__ADS_2