Ternyata Jodohku Adalah Dia

Ternyata Jodohku Adalah Dia
Hari Kelulusan


__ADS_3

Mereka terus mengobrol ringan untuk melepas kepenatan setelah mengerjakan tugas-tugasnya.


"Huh gue bingung lanjut apa nggak, kalau kalian lanjut kuliah atau cari kerja?" tanya Rina yang memecah keheningan diantara mereka.


"Hmm kalau gue sih sepertinya lanjut" jawab ziska.


"Sama gue juga" ucap Kiki menimpali.


"Gue pun" jawab indah.


"Gue nggak tahu lanjut atau tidak, kalian tahu sendiri kan kalau gue sering sakit-sakitan" jawab Fitri lesu.


"Kalau gue pasti lanjut dong" jawab Lia.


"Kalau gue sepertinya cari kerja dulu deh untuk ngumpulin duit buat kuliah, kalian tahu sendiri kan gimana perekonomian keluarga gue" jawab Ika sendu.


"Hmm iya juga sih, emang Lo doang yang perekonomiannya di bawah rata-rata. gue juga kali" jawab ziska.


"Makanya gue mau cari kerja dulu, gue nggak mau ngerepotin ibu gue lagi. Ini aja, dianya udah banting tulang sana sini buat biayain gue sampai selesai, walaupun gue punya beasiswa tapi kan itu nggak cukup apalagi banyak sekali pengeluaran untuk acara nanti" jelas Ika.


"Sama ayah gue juga gitu" jawab Rina sendu.


"Sudah-sudah kok pada meloy sih, mending kalian tidur supaya besok bisa pada seger untuk menyiapkan keperluan besok sidang skripsinya" ucap Lia menengahi.


"Hehehe iya juga, ok on the way ke alam lain" jawab Ika semangat kemudian bergegas mencari tempat tidur yang nyaman begitupun dengan yang lainnya.


Namun.....


"Ets tunggu bentar ada yang pengen gue omongin" Ucap Fitri dan Ika tiba-tiba secara bersamaan.


"Hahaha kok samaan sih" ucap Ika tertawa


"Entahlah. Lo aja duluan" ucap Fitri.


"Lo aja lah" jawab Ika.

__ADS_1


"Kalian mau bicara apa sih? kalau nggak penting gue tidur ni" ancam Lia.


"eh jangan, ini penting banget tahu nggak" jawab Ika


"Makanya buruan cerita" ucap ziska yang mulai mengantuk.


"Lo duluan aja" putus Fitri.


"Lo aja duluan" jawab Ika.


"Oke deh" sahut Fitri ragu-ragu.


"Buruan cerita Rubaidah" ujar Kiki kesal yang membuat Ika menatapnya jengah.


"Ish nggak sabaran amat si Lo" sungut Ika jengah.


"bisa diam nggak sih kalian, Fitri mau cerita tu" omel Rina kesal yang hanya di balas cengengesan oleh keduanya.


"Lo kok melamun sih? buruan cerita gue ngantuk ni" desak Lia menguap lebar membuat Fitri tersentak kaget.


"Mau apa? nikah? sama siapa? wah parah Lo langkahin gue" cerocos Ika tanpa jeda membuat Kiki langsung menoyor kepala.


"Dasar nggak sopan" kesal Kiki.


"Sakit tahu" gerutu Ika mengelus kepalanya.


"Lanjut" ucap Rina mulai tegas tanpa mempedulikan keduanya yang masih berdebat. semua mata terahkan ke arah Fitri yang masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.


'Ya Robb gue belum siap cerita deh dan sepertinya ini bukan waktu yang tepat deh, gue takut Ika malah membenci gue jika tahu yang sebenarnya. Maafkan gue Ka tapi gue nggak bisa nolak kemauan kedua orang tua gue' guman Fitri menatap Ika sendu, namun tidak ada yang menyadari itu.


"Ya elah melamun lagi dia, buruan cerita woi" seru Indah mulai kesal membuat Fitri tersentak kaget dan langsung kembali menatap wajah mereka dengan serius.


"Sebenarnya gue mau........Pup" ucap Fitri cepat kemudian ngacir masuk ke kamar mandi sebelum mendapat amukan dari mereka.


hening hening

__ADS_1


tak lama kemudian .....


"FITRI" teriak mereka kesal yang membuat sang empunya terbahak-bahak di dalam kamar mandi.


"Ah sial*** Lo" teriak mereka lagi namun tak ada sahutan lagi dari WC.


"Jadi sudah nggak ada yang mau cerita kan, gue udah ngantuk banget" tanya indah jengah menatap ke arah Ika begitupun yang lainnya


"Huh gue sudah nggak mood cerita. mendingan bocant gue dan semoga saja mimpiin yayang Didi" ucap Ika ngelantur yang membuat mereka hanya memutar bola matanya jengah.


******


"congratulations untuk kita bersama" ucap para sahabatnya bersamaan sambil memeluk satu sama lain.


"Gue nggak nyangka bakalan ada momen seperti ini" ucap wiwing bangga.


"Akhirnya setelah sekian lama menunggu, kita bisa lulus juga ternyata" gurau Nidya yang di sambut gelak tawa mereka.


"Hahaha iya juga" jawab Kiki membenarkan.


"Gue nggak sabar untuk pulang agar ketemu sama yayang Didi" ucap Ika yang mulai ngelantur.


"Ya sudah pulang sono" usir Nidya jengah.


"Ya elah, sensi banget sih mbak" ucap Ika mengerucutkan bibirnya.


"Kita party yok untuk merayakan hari kelulusan ini" Ajak Ani.


"Maaf guys gue nggak bisa gabung ni, ibu gue udah nunggu dari tadi tu" ucap Ika tak enak sambil menunjuk ke arah keluarganya yang menunggu.


"Ya sudah deh, besok saja gimana?" usul Ani.


"Setuju" jawab mereka bersamaan.


"Gue duluan ya guys dah" pamit Ika kemudian bergegas menuju tempat keluarnya menunggu.

__ADS_1


__ADS_2