Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Remake ex novel Forbidden Love - TMDDK Episode 1 - Malam Pertama


__ADS_3

Ayu tidur membelakangi pria yang kini telah sah menjadi suaminya. Ia memeluk erat bantal dan guling sembari berusaha untuk tetap terjaga sepanjang malam itu.


"Aku tidak boleh tidur! Atau aku akan dimangsa olehnya." Kata ayu dalam hati.


Hatinya berdegup kencang dan napasnya sedikit sesak.


Ia benar-benar berharap malam segera berlalu.


Keesokan harinya, ayu membuka matanya. "Ya ampun! Bagaimana aku bisa tertidur lelap!" Ia duduk dan melihat kondisi piyama yang ia kenakan. Ia berusaha memastikan bahwa semalam tidak terjadi apa-apa.


Ayu melihat ke sisi ranjang dan tak didapati sosok pria itu.


"Semoga saja dia sudah berangkat."


Ayu turun dari ranjang dan segera membersihkan diri. Ia kini tinggal di rumah suaminya. Suaminya adalah seorang dokter yang telah berpengalaman dan sangat mapan. Mungkin sebagian besar orang berpikir bahwa ayu adalah wanita yang sangat beruntung karena bisa menikah dengan pria seperti itu. Tapi memang yang nampak dari luar selalu terlihat lebih indah daripada isi di dalamnya.


Ayu menikah tanpa cinta. Ia menikah karena perjodohan yang telah direncanakan sebelumnya.


Beberapa minggu sebelum akad. Ayu mengalami sakit perut. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit tak jauh dari rumahnya.


"Apa? Operasi?" Mama ayu kaget mendengar berita yang disampaikan oleh seorang dokter.


Ayu yang berada dibalik ranjang UGD tak kalah kagetnya.


"Maa.." ayu mencoba memanggil mamanya.


"Iya ayu?"


"Ayu kenapa ma?"


"Kata dokter kamu harus operasi usus buntu nak.."


"Aduuuh.. aku takut ma.."


"Tenang nak.. ini demi supaya kamu gak kesakitan lagi seperti ini.. jadi kamu yang kuat ya nak."


Operasipun tak dapat dihindarkan. Setelah beberapa hari melewati masa pemulihan usai operasi. Ayu akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah.


Seminggu usai kejadian itu, ayu mendapat kabar mengejutkan dari kedua orangtuanya. Ia tak sengaja mendengar pembicaraan mereka saat akan melewati kamarnya.


"Mama sih setuju aja pa.."


"Ya sudah kalau begitu coba mama bicara sama ayu. Papa rasa kalau mama yang ngomong dari hati kehati pasti dia mau mendengarkan."


Ayu berlari ke kamar dan mengunci pintunya. Ia tidak mau bertemu dengan siapapun. Hatinya kalut.


"Kenapa sih mereka ingin cepat cepat aku menikah! Apa mereka uda gak suka aku tinggal disini? Padahal barusaja aku berusaha untuk lulus dari S1 ku untuk membuat mereka bangga. Tapi kenapa sekarang mereka ingin memberikan anak satu-satunya kepada keluarga orang lain?"



Tok tok tok.


"Ayu.. apa kamu ada didalam? Mama mau bicara sebentar nak.. tolong buka pintunya ya nak.."


"Gak mau! Ayu gak mau menikah! Apalagi sama orang yang ayu gak kenal!"


Mama ayu terkejut mendengar respon ayu barusan. Sepertinya putri semata wayangnya telah mengetahui bahwa akan dinikahkan.


"Ayu.. tolong buka dulu nak.."


"Gak mau!"


Mama ayu mencoba memberi ayu ruang untuk sendiri.

__ADS_1


"Sepertinya ayu masih shock."


"Tapi apa dia tidak lapar ma? Dia belum makan sama sekali sejak sore tadi."


"Nanti malam dia pasti akan turun saat kita sudah tidur."


Benar saja apa yang dikatakan mama ayu. Pada tengah malam, ayu sudah seperti seekor tikus yang mencari makanan di dapur. Ia membuka lemari pendingin dan betapa terkejutnya dia melihat kue black forest kesukaannya. Buru-buru dia ambil dan letakkan di atas meja makan. Tak perlu menunggu lama untuk menghabiskan black forest berdiameter 15 cm . Setelah kenyang ia pun kembali lagi ke kamar.


Keesokan harinya ayu terbangun seperti biasa. Ia membuka pintu kamarnya dan mengecek situasi sekitar sebelum keluar.


"Sepi sekali, kemana semua orang?"


Ayu pun memutuskan berjalan keluar dan langsung menuju ke dapur. Karena semalam ia hanya memakan kue, tentu saja ia kelaparan di pagi hari.


Tapi sayangnya ia tidak menemukan apa-apa di dapur. Akhirnya ia hanya membuat segelas air gula saja demi mengganjal perutnya yang lapar.


Tiba-tiba suara pintu ruang tamu terbuka. Ayu gelagapan karena ketahuan keluar dari kamar. Sepertinya tidak cukup waktu untuk kembali lagi ke kamarnya yang ada di lantai atas. Dia pun bersembunyi di bawah meja makan.


Mama ayu memasuki dapur. Ia baru saja membeli masakan yang telah matang untuk disajikan kepada tamu.


"Semoga ayu sudah tidak marah lagi.. aku ingin sekali mengatakan bahwa bisa jadi yang ia dengarkan hanya sebagian saja informasinya. Andai dia tahu yang sebenarnya terjadi, pasti dia akan berubah pikiran." Gumam mama ayu.


Ayu yang sekali lagi mendengar diam-diam kali ini berusaha memberanikan diri untuk keluar dan menghadapinya.


"Apa yang sebenarnya terjadi ma?"


"ADUH! Ya ampun ayu.. kamu ngagetin mama aja! Jadi daritadi kamu dibawah situ?"


"Iya ma.. ayu mau tahu apa yang terjadi ma? Kenapa papa tiba-tiba mau ayu nikah sama pria yang ayu belum pernah temui?"


"Siapa bilang kamu belum pernah ketemu sayang.. kamu uda pernah ketemu sama pria ini.."


"Siapa ma?"


Belum sempat mama menjawab terdengar suara ramai orang di ruang tamu. Mama ayu mengintip dan tampak tamunya berdatangan.


"Apa? Tamu? Siapa?"


"Hari ini kamu lamaran ayu."


"APA!"


"Sssstt.."


"Tapi ma.. ayu kan bilang belum siap ma.. lihat nih ayu belum mandi juga."


"Yauda kamu mandi dulu nak.."


"Mama! Aku gak mau nikah ma.."


"Ayu.. ayu.. dengarkan mama.. ini bukan hanya demi kebaikan kamu tapi juga keberlangsungan perusahaan yang papa sudah besarkan sejak kamu masih kecil. Sudah beberapa bulan ini papa mengalami penurunan."


"Apa? Jadi pernikahan ini?"


"Mama mohon kamu bisa mengesampingkan egomu sejenak nak.. mama yakin cepat atau lambat kamu akan mengenal pria itu. Dia pria yang baik nak.. mama yakin dia bisa bahagiain kamu."


"Ayu butuh waktu buat berpikir ma. Ayu ke kamar dulu."


Beberapa menit kemudian ayu keluar dan turun menemui para tamu.


Betapa terkejutnya dia saat mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah dokter yang mengoperasi dirinya saat sakit usus buntu.


__ADS_1


"Dokter?"


"Iya ayu.. dokter kemal ini papa uda kenal lama loh.. orangnya pekerja keras dan tanggung jawab."


"Maaf kalau mengagetkanmu ayu. Boleh saya perkenalkan diri sekali lagi?"


Ayu mengangguk.


" Perkenalkan nama saya Kemal Dirgantara. Saya bekerja sebagai dokter di rumah sakit xxx. Usia saya saat ini 30 tahun. Mungkin itu dari saya kalau ada yang mau ditanyakan silakan."


"Tidak.. sudah cukup." Jawab ayu singkat.


"Jadi apa kamu bersedia menjadi istri saya?"


"Iya aku bersedia."


Mama dan papa ayu tampak sangat senang mendengar keputusan ayu yang tak terduga.


Acarapun dilanjutkan dengan pemilihan tanggal pernikahan ayu dan kemal.


---------------------


Setelah mandi ayu turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


Tapi langkahnya melamban setelah ia melihat ada seseorang di dapur.


"Kamu siapa?"


"Oh saya ART mbak.. nama saya sri."


Perempuan itu tampak berusia sekitar 40 tahun.


"Saya ayu."


"Mbak ayu mau sarapan sama apa saya akan siapkan.."


"Hmm.. ada roti kah bi? Saya akan buat sendiri, bibi bisa lanjut."


"Tapi.. tadi mas kemal bilang saya harus siapkan sarapan setelah mbak ayu bangun."


"Gapapa bi.. untuk sarapan aku bisa bikin sendiri kok. Terimakasih."


Sepanjang hari ayu menghabiskan waktunya untuk menonton drakor dikamar.


Sebuah aktivitas yang biasa dilakukan wanita saat gak ada kerjaan. Hingga tak terasa hari telah semakin gelap.


"Sepertinya sudah waktunya dia pulang."


Ayu bingung apa yang harus dia lakukan. Dia tidak ingin bertemu atau bahkan berbicara dengan pria itu. Dia masih merasa canggung dan malu.


Sore harinya, bi sri telah pamit untuk pulang. Sebelum pulang bi sri telah menyiapkan makan malam untuk ayu dan kemal.


Selang beberapa menit setelah kepulangan bi sri, kemal pun pulang.


Ayu nampak sedang duduk di ruang tv dan menyaksikan acara favoritnya. Ayu tidak menyadari kedatangan suaminya itu.


"Ehem.." kemal mencoba mencuri perhatian ayu tapi tampaknya ayu masih fokus dengan acara tv.


Kemalpun pergi kekamar dan mandi. Setelah itu ia pun mulai makan malam tanpa ayu.


Tak lama kemudian ia mendekati ayu kembali tapi ternyata ayu telah tertidur didepan tv yang masih menyala.


Kemal mengambil selimut untuk ayu. Sebenarnya bisa saja dia menggendong ayu ke kamar. Tapi itu akan membuatnya dibenci oleh ayu jika ayu sampai sadar saat ia belum siap tubuhnya disentuh oleh kemal. Kemal juga tidak ingin membangunkan ayu yang terlihat begitu pulas.

__ADS_1


"Selamat tidur istriku.." kemal pun kembali ke kamarnya setelah menyelimuti ayu dan mematikan tv.


To be continued.


__ADS_2