
"jadi gitu ayu.. nanti lama-lama kamu akan terbiasa hahaha.." diyah tertawa sambil menggandeng lengan ayu. Wanita itu tahu bahwa sejak tadi Izal sedang memperhatikan dirinya dan ayu. Sebagai anggota tim senior dia ingin terlihat baik dimata izal.
"Terimakasih kak atas arahannya." Jawab ayu.
"Ya .. ya.. besok kita lanjutkan lagi ya.. sudah waktunya pulang, ayo berkemas."
"Iya kak.."
"Panggil saja aku diyah.."
"Ok diyah.."
Semua staf satu persatu pulang meninggalkan ruangan hanya menyisakan ayu dan izal yang masih duduk ditempatnya masing-masing.
"Kamu belum pulang ayu?"
"Ah ya sebentar lagi."
"Mau aku antar?"
"Oh tidak terimakasih kak.."
Wanita itu kembali menatap layar ponselnya sambil sesekali tersenyum.
Dia sedang membalas pesan singkat dari suaminya, kemal.
Apa kau sudah selesai? Bagaimana hari pertama bekerja? Apa semua lancar? Aku sedikit khawatir.
Maaf baru menghubungimu. Aku diterima! sekarang aku sudah selesai bekerja. Semua baik-baik saja. Jangan khawatir.
Aku kesana sekarang.
"Ayu? Ayu?"
"Oh ya ampun maaf ada apa kak?"
Izal berulang kali memanggil namanya. Tapi ayu tampak asyik sekali dengan ponselnya.
"Aku mau pulang sekarang. Kamu bagaimana?"
"Aku dijemput kak."
__ADS_1
"Oh papa kamu?"
"B-bukan.."
"Temen?"
"Bukan juga.."
"Lalu siapa?"
Drrt.. drrrt..
Ponsel ayu berdering di waktu yang menurut ayu tepat.
"Maaf kak sepertinya aku sudah dijemput. Aku permisi dulu ya kak.."
"Oh ok."
Ayu buru-buru keluar ruangan dan diluar kantor sudah menunggu sebuah mobil Alphard berwarna putih milik kemal.
Kemal sudah berdiri diluar mobil menanti ayu. Ia melihat dari kejauhan istrinya yang sedang berusaha menyebrang.
Tentu saja kemal tidak tinggal diam. Ia langsung menghampiri ayu untuk membantu wanita itu menyebrang.
"Awaaassss!!" Triak ayu.
Triakan ayu barusan sampai ke telinga izal yang baru saja keluar dari kantor.
Betapa terkejutnya izal melihat pemandangan didepannya.
Ayu sedang memeluk erat tubuh seorang pria.
"Siapa pria itu? Apa yang baru saja terjadi?" Batin izal.
---
"Apa kamu baik-baik saja?" Bisik ayu. Suaranya terdengar lemah.
"Aku baik-baik saja.." jawab kemal.
tak terasa ayu sontak memeluk kemal. entah kenapa dia sangat takut jika terjadi sesuatu pada kemal. karena walau bagaimanapun juga kemal masih suaminya.
__ADS_1
"Syukurlah.. ya ampun aku sampai lemas."
"pantas saja ditubuh bertumpu padaku. kakinya masih lemas karena kejadian barusan." batin kemal
"Maaf lain kali aku akan lebih hati-hati."
setelah ayu merasa kakinya kembali kuat, ia melepas pelukannya.
"Yasudah ayo pulang."
"sepertinya kamu harus mentraktirku makan karena kamu sudah diterima bekerja disini."
"hahaha.. baiklah aku akan mentraktirmu. apa yang mau kamu makan?"
"aku mau makan soto ayam saja. aku ingin makan yang berkuah."
"kedengarannya enak juga."
"aku punya langganan ayo kesana."
"baiklah.. ayo.."
---
Yang sebenarnya terjadi tadi.
Tiba-tiba sebuah sepeda motor melaju sangat kencang dan akan menabrak kemal.
"Awaaassss!!" Triak ayu.
Untungnya kemal cukup lincah dan cekatan di usianya ia masih dengan cepat menghindar sebelum tubuhnya tertabrak.
tak sia sia dia berolahraga setiap pagi hari demi menjaga kebugaran dan bentuk tubuhnya.
---
sementara di tempat lain izal masih memperhatikan ayu dan pria itu sampai masuk ke dalam mobil dan pergi.
tangannya sontak mengepal kuat.
"tidak bisa begini. aku tahu kamu masih menyukaiku ayu. aku tahu kamu suka aku sejak kuliah kan! aku sudah sejauh ini agar bisa melihat dirimu lagi. jadi aku tidak akan menyia-nyiakanmu lagi ayu. aku janji itu." batin izal.
__ADS_1