
---___episode sebelumnya___---
Laura: tidak tidak.. tidak mungkin aku beneran amnesia . coba aku ingat lagi..
iya memang benar aku kecelakaan mobil saat aku lari dari pernikahan waktu itu.
tapi..... ingatan-ingatanku waktu sebelum itu kemana? aku hanya mengingat ambisiku saat naik mobil dengan kecepatan tinggi karena ingin bisa segera bertemu dengan kemal. itu saja.
...
"Lelucon apa ini kemal!? Aku tidak habis pikir kamu bawa wanita itu kerumah ini? Dimana akal sehatmu!? Atau sebenarnya kamu masih cinta sama mantanmu itu?" Teriak ayu dari dalam kamar. Lantang sekali ayu bicara hingga hampir seisi rumah dapat mendengar.
"Kumohon pelankan suaramu..! Tidak pantas kamu meninggikan nada suara mu kepadaku ayu!"
Jawab kemal
"Oh jadi membiarkan wanita lain tinggal serumah dengan anak dan istri itu lebih pantas? Baiklah terserah kamu! Abaikan aku dan alea! Urus saja wanitamu itu!"
"Tidak mungkin aku mengabaikan kamu dan alea! Kalian tanggung jawab ku!"
"Lalu? Ada tanggung jawab apa kamu pada wanita itu?"
"Dia sedang amnesia ayu.. beri dia waktu untuk mengingat kembali setelah itu dia akan dijemput oleh calon suaminya."
"Kenapa tidak tinggal saja dengan calon suaminya?!"
"Karena sekarang yang dia ingat adalah ingatan 10 tahun yang lalu saat ia masih menjadi kekasih ku"
"1 bulan ! Ah tidak tidak 2 minggu saja ! Aku akan mengizinkan dia tinggal . Jika sampai waktu itu dia tidak pulih juga aku tidak peduli kamu harus meninggalkan dia! Atau aku dan alea yang akan meninggalkan kamu!"
Ayu mengakhiri perdebatannya dengan pergi menjemput alea di sekolah tanpa menghiraukan laura yang sedari tadi duduk di ruang tamu dan mendengarkan dengan seksama.
"Pergilah kamu.. sebaiknya jangan kembali.. karna kemal hanya untuk ku.. sejak awal ia milikku.." kata laura dalam hati
Kemal keluar dan menemui Laura.
Laura berdiri dan menatap kemal dengan tatapan innocent seakan dialah korbannya.
"Maa.. maafkan aku kemal.. " kata laura dengan nada lemah
"Its ok . Kamu harus istirahat, ada kamar tamu di atas, pakailah.."
"Terimakasih banyak atas pengertian mu kemal.."
Laura pergi keatas dan melihat kamar yang tampaknya milik kemal dan ayu. Ia sengaja memilih kamar itu.
Kemal sedang minum wine di dapur. Setelah itu ia ingin segera beristirahat. Kini Ia telah berbaring di ranjang yang cukup lama ia tinggalkan.
Tanpa menyadari ada keberadaan laura di kamar mandinya, kemal telah terlelap. Sedangkan laura tahu bahwa kemal telah masuk ke dalam perangkap nya.
Senyuman licik tersungging jelas dalam pantulan cermin kamar mandi.
Laura keluar dari kamar mandi dengan handuk putih yang menutupi tubuh polosnya. Disamping ranjang, perlahan ia membuka kait handuknya naik ke atas tubuh kemal.
Kemal tak bergerak ia tetap terlelap. Pelan-pelan laura menutup mata kemal dengan seutas kain hitam dan membuka satu persatu kancing kemeja kemal hingga kini pria itu telah telanjang dada.
kemal tersadar dan menyentuh tangan laura. Sontak laura kaget dan berhenti.
"Kamu sudah datang sayang.. kamu tidak marah lagi kan..? Kamu sangat menginginkan ini bukan? Aku juga.. apa ini sebuah permainan? Dengan menutup mata? "
Laura hanya diam dan melanjutkan aktivitasnya membuka resleting celana kemal.
Kemal yang menerima perlakuan istimewa itu begitu menikmati.
Laura sangat bahagia dan ikut menikmati setiap sentuhan lembut yang diberikan pria yang dicintainya.
Semua terjadi dan mengalir begitu saja. Bibir mereka saling terpaut satu sama lain hingga semakin lama semakin besar hasrat keduanya untuk menyatukan tubuh mereka.
"Euummhh... " Laura menahan erangannya diiringi air mata yang membasahi pipinya.
Ini adalah yang pertama baginya, tentu terasa sangat menyakitkan.
"Aaahhh sakiiit sekali.. untung saja kemal bermain pelan" ucapnya dalam hati.
Disisi lain, kemal masih mengira bahwa wanita yang sedang ia tiduri ini adalah ayu.
"Ayu.. aku tau kamu tidak akan bisa marah lebih lama, aku akan memuaskanmu sayang." kata kemal
__ADS_1
"Ahhhh!!!" Laura tak tahan lagi menahan desahannya kala milik kemal telah masuk sedalam-dalamnya menyentuh rahimnya, ia tidak peduli jika kemal sadar akan suaranya.
Tapi ternyata kemal tetap melanjutkan gerakannya. Semakin lama semakin cepat hingga keduanya bersama merengkuh kenikmatan.
Setelah beristirahat sejenak, mereka melakukannya kembali. Kali kedua ini permainan terasa lebih lama.
Kemal menarik laura ke ujung dipan dan melakukan doggy-style.
"Aaahh.. gila ini sangat nikmat..." Ucap laura lirih
Sambil *** dan memilin p******* laura, Kemal terus mendorong miliknya maju mundur kedalam v***** wanita itu.
"Aaahh yes .. aah ahh.. ahh.. aah.." Ditengah erangan laura yang tak tertahankan, ia mendengar suara mobil ayu tiba di garasi.
"Pas sekali kamu datang, lihatlah sebentar lagi kamu akan kalah! Dan aku menang!" Kata laura dalam hati
.
.
Ayu telah sampai di garasi, bersama alea ia langsung menuju kamar putrinya di lantai bawah dan mengemasi beberapa baju alea.
"Ma .. alea pingin es krim.."
"Iya nanti mama belikan ya sayang kalau sudah dirumah nenek, sekarang kamu ganti baju dulu.."
Ayu berniat untuk mengantarkan alea ke rumah orangtuanya sementara karena ia tidak ingin membuat alea mengingat hal hal yang tidak seharusnya diketahui oleh anak dibawah umur.
Setelah semua telah siap, ayu mengantar alea ke mobil lebih dulu.
"Alea tunggu disini ya, mama ambil koper sama camilan buat kamu"
"Iya ma.."
Ayu tidak mengatakan pada alea bahwa kemal telah pulang.
"Lebih baik alea tidak pernah tau"
Kata ayu dalam hati.
Ia melangkah kembali ke dalam rumah.
"Apa? Suara ini? Yang benar saja! Apa yang mereka lakukan?!"
Ayu segera naik ke atas, benar saja ia mendapati pemandangan yang tidak terduga. Ayu tertegun sejenak melihat suaminya sedang sangat menikmati tubuh wanita lain.
"Aaaah aku mau keluar sayang.. aaaarrrrgg aaargg aarrgg.. " kemal telah mencapai puncaknya, semua cairan miliknya telah masuk sedalam-dalamnya kedalam rahim laura. Beberapa detik kemudian cairan putih dan hangat itu mengalir mencari celah keluar dibalik benda milik kemal yang masih tertancap dibibir v***** laura.
Tubuh kemal terjatuh diatas punggung laura sambil sesekali mencium tekuk leher laura dan memijat lembut p******a wanita itu.
Semua itu telah ayu saksikan dibalik pintu.
Air mata ayu tak bisa berhenti mengalir. Hatinya telah benar-benar hancur. Harusnya sejak awal ia tidak menyetujui ide kemal untuk membiarkan wanita asing tinggal dirumahnya.
"Kemaaaaaal!!!!" Ayu berteriak sekeras-kerasnya sambil membanting pintu kamarnya
Kemal terkejut bukan main, ia berusaha mengumpulkan kesadaran nya setelah melayang karena kenikmatan yang diberikan tubuh laura. Ia membuka penutup matanya dan benar saja ia melihat ayu diambang pintu menangis.
Lalu siapa yang ia tiduri sejak tadi?
"Laura!"
Segera ia melepaskan pelukan laura dan miliknya yang masih menegang lalu berhambur mencari kain handuk yang dikenakan laura tadi. Kemal segera mengejar ayu istrinya yang sudah turun ke lantai bawah.
"Ayu!! Buka pintunya aku bisa jelaskan .. tolong dengarkan aku ayu!!! Buka pintunya!!! Ayu buka pintunya!!!" Kemal memukul jendela mobil ayu.
" Aku berusaha untuk tidak menunjukkan ini didepan putriku tapi sekarang malah lebih buruk!" Kata ayu dalam hati
Mobil ayu terus mundur dan berlalu pergi meninggalkan kemal yang tampak sangat kacau.
Diperjalanan ayu hanya diam sambil menahan tangisnya yang terasa sesak didada.
Melihat itu alea tak berani membuka suara walaupun banyak sekali pertanyaan yang ada dibenaknya. Tampaknya sikap dewasa yang ditunjukkan alea ini turun dari mamanya semenjak 4 tahun terakhir dia hidup tanpa sosok papa.
Dikediaman kemal.
Laura telah membersihkan diri didalam kamar mandi. Kemal juga mandi di kamar mandi lain.
__ADS_1
"Sakit kemal lepaskan! Kau menyakitiku!"
Kemal menarik tangan5 laura dan menyeret wanita itu keluar rumah.
kemal mencoba menghubungi Andi namun nomor berada di luar jangkauan.
"tidak kemal jangan usir aku! kamu harus tanggung jawab! kamu yang menarikku lebih dulu! apa kau ingat?"
"aku? menarikmu? tidak mungkin!"
"jangan mengelak kemal itulah kenyataannya, dan aku tidak punya siapa-siapa disini apa kau tega mengusirku?"
"pergi!"
"baiklah aku akan pergi."
laura perlahan meninggalkan rumah kemal.
wanita itu kini hilang entah kemana.
tiba-tiba terdengar suara petir menyambar dan hujan deras.
"sialan!"
kemal bergegas menuju mobilnya dan pergi mencari keberadaan laura.
"tidak ada dimanapun? kemana dia?"
"itu dia"
laura sedang berdiri di depan sebuah cafe , dia berteduh disana.
kemal menghentikan mobil tepat didepannya.
"masuklah!"
laura menuruti kata-kata kemal.
dimobil suasana hening. kecuali terdengar suara gemeratak gigi laura yang menggigil hebat menahan dingin. bibirnya pucat dan perlahan kesadarannya mulai pupus. ia pingsan.
"dia demam"
sesampainya dirumah, kemal merawat laura. ia mengesampingkan emosinya dan jiwa dokternya kembali.
ponsel kemal berbunyi.
"Andi "
"ada apa menelponku tadi? apa terjadi sesuatu pada laura?"
"tidak papa dia hanya demam."
"kumohon jaga dia untukku sebentar dokter kemal.aku masih ada beberapa urusan yang tidak bisa kutinggalkan. besok pagi aku akan mengunjungi dia. kirimkan alamat rumah mu."
"baiklah. "
"terimakasih.. aku tutup ."
.
.
kemal menghela napas panjang. kepalanya terasa pusing . dia bingung harus bagaimana sekarang. tidak mungkin dia pergi meninggalkan laura sendiri dirumah untuk bertemu dengan ayu.
"Ya Tuhan kumohon jaga ayu dan alea"
ditempat lain. alea sedang bermain dengan ibu ayu. sedangkan ayu duduk di jendela kamarnya menatap hujan yang turun dengan derasnya .
"rasanya hatiku sakit sekali.. aku harus bagaimana sekarang? aku benci pria itu! aku benci !!!"
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung..