
Episode sebelumnya..
"Hahaha ayo kejar aku kalau bisa.."
Ayu berlari di tepi pantai dengan bertelanjang kaki. Sedangkan dibelakangnya kemal berlari mengejar ayu yang cukup jauh memimpin.
"Hosh.. hoshh.. wanita ini lincah sekali.. atau aku yang sudah lama tidak berolahraga. Ya sepertinya juga karena faktor umur." Batin kemal.
Kemal berhenti karena lelah mengejar ayu. Ayu yang melihat itupun akhirnya berhenti berlari dan berbalik mendekati kemal.
"Apa kamu baik-baik saja?"
"Yaa.. sepertinya aku tidak bisa mengejarmu karena kamu berlari sangat lincah dan cepat."
Kemal dan ayu duduk bersama di tepi pantai sambil menikmati pemandangan terbenamnya matahari.
"Jadi apa kamu bersenang-senang hari ini?" Tanya kemal
"Ya.. aku sangat senang. Terimakasih sudah mau mengajakku ke tempat ini."
"Anything for you.."
"Apa?" Ayu kaget mendengar ucapan kemal barusan.
"Maksudku adalah aku ikut senang kalau kamu juga senang."
"Oh.." ayu tersenyum.
"Jadi mulai sekarang kita berteman?"
"Berteman?" Batin ayu
Wajah ayu tampak heran.
"Iya.. berteman.. aku ingin memulai hubungan kita dengan pertemanan yang baik. Kamu mau kan ayu?"
"Hmm tentu..Ya ampun bagaimana ini.. aku lupa waktu sampai larut begini.. aku minta maaf.."
"Gapapa ayu.. bagaimana kalau kita bermalam disini dan kembali besok pagi? Apa kamu bersedia?"
Karena ayu merasa bersalah, tidak ada cara lain selain tidak menolak ajakan kemal.
"Ba-baiklah kalau begitu.. kamu pasti juga butuh istirahat karena sudah mengemudi sejauh ini."
Walaupun ayu mengatakan dia mau bermalam disana tapi wajahnya tampak ragu dan takut akan suatu hal.
Kemal yang memperhatikan itu lalu berkata, "kamu tenang saja, tidak akan terjadi hal semacam itu. Bukankah aku sudah berjanji padamu ayu?"
"Ap-apa? Hal semacam.. apa ya ampun iyaa aku tidak sedang memikirkan itu kok.. baiklah aku akan ambil tasku." kata ayu sambil berusaha menghindari percakapan dengan kemal barusan.
sikap ayu yang berusaha menghindar dan menyangkal tampak menggemaskan dan semakin membuat kemal menyukai ayu.
-----
__ADS_1
Pagi telah tiba, ayu dan kemal segera bergegas untuk kembali ke kota dan memulai rutinitas hariannya.
"Halo.. iya iya saya sudah perjalanan ke sana. Tunggu sebentar."
Barusaja kemal mendapatkan telepon darurat dari rumah sakitnya.
Ini adalah pertama kalinya ayu melihat wajah kemal yang terlihat sangat serius. Bahkan ayu tidak berani bertanya tentang hal apa yang terjadi di rumah sakit hingga membuat kemal tampak berbeda dengan kemal yang kemarin sangat hangat kepadanya.
Kemal melirik ayu yang diam seribu bahasa.
"Maafkan aku.." kata kemal.
"Hmm.. maaf untuk apa?" Tanya ayu.
"Maaf kita pulang terburu-buru seperti ini. Apa kamu baik-baik saja?"
"Oh itu.. aku gak papa kok.."
"Ada operasi mendadak yang harus aku tangani sebentar lagi. Jadi.."
"Iya aku paham kok.."
"Kamu beneran gak papa?"
"Iyaa beneran gak papa."
"Aku khawatir kamu sekarang takut melihat aku yang sedang seperti ini."
"Seperti apa?"
"Tapi aku berharap kamu terbiasa nantinya dan dapat menerima aku apa adanya. Jujur ayu.. tidak ada hal dariku yang selama ini berusaha aku tutupi."
"Hmm iya.."
"Maaf aku akan sedikit mengebut ayu berpeganganlah."
Wuuussshh.....
-----------
"Halo.. iya ma.. ayu baik-baik saja kok."
"Apa suamimu memperlakukanmu dengan baik?"
"Apa? Oh dia baik kok ma.. mama gak usah khawatir.."
"Baiklah, apa kalian sudah tidur bersama? Kudengar kalian kemarin pergi ke pantai untuk honeymoon?"
"Ya ampun mama kok nanya yang begituan sih.. ayu jadi malu.. lagian mama tahu darimana kalau ayu ke pantai kemarin?"
"Kemal beberapa hari ini sering menghubungi mama. Dia banyak sekali bertanya tentangmu. Seperti apa saja makanan kesukaanmu, apa hobimu, tempat favorit dan bagaimana kamu semasa kecil."
"Apa!? Mama cerita semuanya kepadanya?"
"Tentu saja.. dia kan suamimu.. dia menanyakan semua itu kan pasti karena dia ingin mengenalmu lebih jauh sayang.. Lagipula kan itu bagus buat hubungan kalian. Itu tandanya dia mulai menyukaimu.."
__ADS_1
"Apa? Apa benar pria itu menyukaiku?" Batin ayu.
"Hmm yasudah ma, nanti ayu telepon lagi ya.. ayu mau mandi dulu nih uda sore. Bye ma.."
"Take care ya sayang.."
"Iya ma.."
--------------
Dikamarnya ayu masih mengingat ingat kembali saat-saat bersama kemal di pantai.
"Hehehe.. dia lucu juga ternyata.." gumam ayu sambil tersenyum tipis.
Tin..tin..
Suara klakson mobil membuyarkan lamunan ayu. Ia beranjak dari tempat tidur dan melihat ke luar jendela kamarnya.
"Dia sudah datang."
Ayu mondar mandir tidak jelas.
"Kenapa aku gugup ya?"
Ayu bingung harus berbuat apa. Entah kenapa dia malu bertemu dengan kemal.
Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki kemal yang sedang menuju ke kamar ayu.
"Ayu? Apa kamu dikamar? Apa kamu sudah makan malam?" Tanya kemal.
"A-aku.. ya aku dikamar."
Ayu merapikan bajunya dan berusaha terlihat natural seperti tidak terjadi apa-apa.
Kemal telah berada di depan pintu.
"Aku membeli sate ayam saat perjalanan pulang kerumah. Ayo kita makan bersama."
"Oh sate? Oke..ayo makan sate." ayu berjalan mendekati kemal dan melewati pria itu sambil tersenyum kecil. Sate adalah makanan kesukaan ayu. Ayu tahu pasti mama yang telah memberitahu kemal tentang sate.
"kalau begitu aku turun dulu ya.. kamu mau mandi dulu kan?"
"Ya.. jika kamu sudah sangat lapar, kamu boleh makan tanpa aku."
"Tidak.. tidak.. aku akan menunggumu. Bagaimana bisa aku makan tanpa kamu yang sudah membelikan satenya."
"Hahaha baiklah aku akan mandi dengan cepat."
Ayu terkejut karena baru pertama kalinya ia melihat kemal tertawa. Anehnya lagi, ayu tersipu melihat kemal yang ternyata tampan.
"Kemana aja kamu selama ini ayu?" Batin ayu.
Jantungnya masih berdebar-debar.
"Jangan sampai kemal mendengar suara jantungku. Aku harus cepat turun." Batin ayu.
__ADS_1
to be continued