Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Season 3 #Episode 6


__ADS_3

Keesokan harinya cika dan kemal telah sampai di luar negeri.


Sesampainya di bandara mereka langsung menuju ke hall tempat pertemuan. Disana telah berkumpul banyak dokter yang juga berasal dari berbagai negara.


.


.


.


thor: Baiklah thor skip ya.. intinya bisa dibayangkan mirip konferensi tingkat tinggi.


.


.


Disela istirahat kemal mencoba menghubungi alea untuk memberitahu tentang keberadaannya.


"halo? Alea?"


"Iya, papa?"


"Alea sedang apa?"


"Ini lagi main pa.."


"Alea sama siapa dirumah sekarang?"


"Alea sendirian pa.. mama sama papa rick kerja. Tapi sebentar lagi biasanya kakek kesini."


"Oh gitu.. hmm papa nanti sore boleh main kesana? Papa sekarang sedang di Malaysia ini masih rapat di gedung xxx"


"Wah! Beneran papa ada disini?! Ayoo cepet kesini dong pa!" Alea excited banget


"iya sayang tunggu papa ya.. nanti papa bilang mama dulu ya"


"Siap pa.."


"Yauda alea , papa lanjut rapat dulu ya.. nanti kalau kakek belum juga datang, alea hubungi papa."


"Oke pa.."


.


..


...alea bener bener seneng banget mendengar kemal berada dekat dengannya. Alea pun berpikir bagaimana jika ini adalah kesempatan untuk dirinya ikut kemal saja kembali ke Indonesia. Tapi disisi lain alea takut jika ayu tidak menyetujuinya.


.


.


.


"Aku bisa tebak, alea pasti sangat senang mengetahui dirimu berada disini." Kata cika


"Yaa.. begitulah.. dia ingin aku cepat cepat kesana."


"Kalau begitu pergilah.. setelah rapat ini aku juga ingin beristirahat sejenak dan pergi shopping keesokan harinya."


"Ah ya.. kau pasti mendapat banyak titipan oleh oleh dari rekan satu timmu ya.."


"Ya tentu saja.. mereka tidak pernah membiarkanku tenang sejenak. Selalu saja merepotkanku.. hehehe.."


"Its ok justru itu yang membuatmu tampak selalu ceria. Aku suka energi positif mu itu."


"Apaan sih.. hahaha udah ah kok jadi ngomongin aku.." pipi cika memerah.


.


.


.


Sesuai janjinya pada alea, kemal menghubungi ayu lebih dulu sebelum pergi bertamu menemui alea.


"Halo.."


"Iya halo mas ada apa?"


"Ayu, aku sedang ada rapat di Malaysia sekarang , boleh aku mampir sebentar melihat alea?"

__ADS_1


"Oh iya kah? Tentu saja boleh.. hmm kebetulan aku pulang sebentar lagi.."


"Ok.."


"Hmm.."


"Ada apa ayu?”


"Oh nggak.. gak apapa.. yauda nnt ketemu dirumah ya.."


"Tunggu ayu jangan tutup dulu, aku tau ada yang ingin kamu katakan tadi, apa aku tidak boleh kerumahmu oleh rick?"


"Bukan..bukan gitu.. rick welcome aja kok mas kalau mau ketemu sama alea."


"Terus ada apa?"


"Aku.. ceritakan nanti kalau sudah ketemu aja mas. Yaudah aku beres beres dulu ya mas."


"Oke.."


"Bye.."


"Bye.."


.


.


.


Ting tong..


Alea melihat ke jendela, ayu telah berdiri disana.


Ceklek.


"Mama.."


"Iya alea.."


Alea menengok ke arah belakang ayu, mencari sosok yang ditunggu tunggu.


"Alea cari siapa?"


"Oh mungkin masih dijalan sayang.. ayo kita siapin makan malam buat papa dulu."


"Ok ma.."


.


.


Beberapa jam kemudian , bel pintu berbunyi.


"Mama itu pasti papa kan? Aku buka ya pintunya.."


Ayu menjawab dengan senyuman. Dalam hati ayu berkata, "kenapa perasaanku jadi begini.. hal seperti ini adalah yang seharusnya terjadi beberapa tahun yang lalu. Tapi.. kenapa jalan hidupku begini.."


Di ruang tamu alea sudah bersama dengan kemal.


Anak kecil itu terlihat sangat ceria beda dengan biasanya.


Ayu yang mengetahui kemal telah tiba, langsung mempersilakan untuk makan bersama.


Di meja makan,


"Kemana suamimu?"


"Oh dia sering lembur akhir akhir ini dia jarang makan malam dirumah."


"Yaa.. om rick sepertinya pulang larut malam, karena alea sudah tidur dan tidak pernah bertemu om."


"Hm... Bagaimana kondisi kandungan mu? Apa kau sudah periksa?"


"Ah ya aku sampai lupa cek seharusnya jadwalnya kemarin."


"Kalau tidak keberatan aku bisa mengantarmu besok sebelum aku pulang ke indo."


"Alea mau pa!"


"Tidak tidak.. aku bisa cek sendiri kok. Kalau kamu gak ada jadwal besok, sepertinya alea masih ingin bertemu lebih lama denganmu. Kau bisa mengajaknya bermain kan sebelum pulang.?"

__ADS_1


"Tentu saja aku bisa."


Kemal merasa ada sesuatu yang ayu sembunyikan. Dia bisa tahu jika ayu ada masalah pasti ayu terbiasa mengernyitkan dahinya tanpa disadari. Tapi kemal berusaha menepis pemikiran itu karena bisa saja itu karena efek kehamilan trisemester pertama nya sehingga membuat ayu tampak lesu dari biasanya.


Braaaaassszzzz...


Tiba-tiba terdengar suara hujan deras.


Mereka semua terdiam karena hujan yang turun deras secara tiba-tiba.


"Pasti hujannya tidak akan lama."


Kemal melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan.


2 jam kemudian.


Kemal barusaja menutup buku cerita milik alea. Dia telah selesai membacanya dan membuat alea tertidur pulas.


Kemal menarik selimut dan mencium kening putrinya "selamat tidur sayang , mimpi indah.."


.


Ayu masih terduduk di ruang tamu sambil mengunyah keripik kentang.


.


Kemal keluar dari kamar alea dan menghampiri ayu.


"Sudah tidur mas?"


"Iya.."


Kemal mengambil tas kerjanya.


"Loh mas mau kemana?"


"Aku harus pulang, tidak baik kalau aku berlama lama disini. Rick juga sebentar lagi akan segera pulang kan?"


Ayu berhenti mengunyah dan tertunduk diam.


Kemal yang semula sudah menjinjing tasnya kini kembali meletakkan tas itu di kursi setelah melihat perubahan emosi pada ayu.


"Ayu.. ada apa? Semua baik baik saja kan?"


"Nggak mas! Semua gak baik baik saja!"


Kemal tampak terkejut .


"Kenapa nasibku selalu begini sih mas! Apa aku gak boleh hidup bahagia?" Sambil menangis ayu berusaha menyampaikan uneg-uneg yang selama ini ia pendam sendirian.


Ia tidak tahu harus cerita ke siapa. Yang dia punya adalah alea. Tapi alea masih terlalu kecil untuk diajak bercerita.


"Ceritakan ayu.. aku akan mendengarkan."


Kemal duduk dibawah ayu yang sedang duduk di sofa. Kemal paham ibu hamil pasti emosinya tidak stabil. Mungkin ini masa sulit bagi ayu karena disaat hamil muda, rick tidak selalu berada disampingnya.


"Dia selingkuh mas! Dia sudah seminggu ini tinggal dengan wanita itu! Padahal dulu sebelum menikah, dia bilang akan hidup bahagia sama aku! Tapi ternyata semua itu bullshit! Dia bilang dia keberatan jika merawat anak yang bukan darah dagingnya sendiri mas."


"Tapi bukankah sebentar lagi kalian akan memiliki bayi bersama?"


Ayu terdiam.


Bibirnya tampak bergetar.


"A..aku hamil anggur mas. Setelah rick tau itu dia jadi tidak pernah melihatku sama sekali."


"A.. apa? Tapi tadi kamu bilang?"


"Iya aku bohong mas kalau aku mau cek kandungan. Aku belum bilang pada alea tentang semua ini. Makanya saat aku tau kamu datang tiba-tiba sejenak bebanku hilang karena melihat alea bahagia bersamamu mas."


"Ayu.. aku tahu kamu wanita yang kuat. Dan ini semua bukan salahmu.."


"Tidak mas! Ini semua salahkuuu... Huhuhu.."


Dalam hati kemal,


Sepertinya bukan waktunya sekarang memberi pengertian padanya. Emosinya sangat besar. Aku tidak bisa berkata-kata bijak karena pasti dia tidak mau mendengar.


Terpaksa aku.


Maaf ayu.

__ADS_1


Kemal berdiri dan memeluk ayu. Dia menepuk lembut pundak ayu sambil sesekali berkata pelan "ssst.. sudah.. sudah.. tidak apa.. menangislah.."


To be continued


__ADS_2