
Keesokan harinya ayu pergi ke kantor seperti biasa.
Tiba-tiba seorang wanita datang ke meja kerjanya dan memberikan secarik kertas.
"Ini dari Pak Rick. Bukalah. Aku permisi."
Wanita itu lalu pergi begitu saja.
Perlahan ayu membuka isi surat itu . Betapa terkejutnya ia bahwa itu adalah surat pemecatannya.
Dia tidak menyangka bahwa rick akan tega melakukan hal itu.
"Bagaimana dengan papa.."
Baru saja ia memikirkan tentang papanya, ayu telah menerima panggilan masuk dari papa.
"Halo.."
"AYU! Apa yang sebenarnya terjadi!? Kenapa papa diusir dari kantor papa sendiri! Kemana Rick? Aku harus bicara dengannya! Satpam itu bilang kalau mereka mendapat perintah dari rick!"
"Papa.. ayu kesana sekarang. Tunggu ayu."
Beberapa menit kemudian ayu telah sampai didepan kantor papanya.
Ia melihat papanya duduk di taman depan kantor.
"Bahkan papa tidak diperbolehkan duduk diruang tamu? Tega sekali kamu rick!" Gumam ayu dalam mobil.
Ayu menyeka air matanya dan berusaha untuk tetap tegar dihadapan papanya.
Setelah menjemput papanya, ayu pulang ke rumah dan menjelaskan semuanya. Awalnya memang papa ayu sangat marah karena perbuatan Rick. Tapi jika itu demi keselamatan cucunya alea, pada akhirnya papa ayu menerima kenyataan pahitnya.
"Baiklah.. papa sudah tidak muda lagi.. mungkin ini waktunya papa pensiun agar bisa sering sering bertemu dengan cucu kesayangan papa , alea."
"Ayu akan pesan tiket pulang hari ini juga pa.. jadi papa bisa mulai bersiap."
"Tunggu ayu, bagaimana dengan mamamu? Apa dia tahu?"
"Mama sudah tahu pa.."
"Baiklah kalau begitu, ayo kita pulang. Kasian mamamu sendirian."
Ayu sudah memberitahu mamanya juga sebelumya bahwa ia akan pulang hari itu juga. Tentu saja mamanya sangat gembira mendengar kabar kepulangannya walaupun sebenarnya keluarganya sedang mengalami kebangkrutan.
Setibanya di kampung halamannya. Ayu memeluk tubuh mamanya.
"Gapapa nak.. ini rumahmu.. kamu bisa pulang kapan saja kamu mau.. mama senang bisa berkumpul bersama keluarga seperti dulu lagi."
"Makasih ma.."
"Yasudah kamu istirahat sayang.."
Malam harinya, ayu berpikir tentang bagaimana selanjutnya ia menjalani hari-harinya setelah dipecat.
Ayu masih belum ingin kembali bekerja di sebuah kantor atau perusahaan. Dia ingin membuat usaha kecil-kecilan dengan sisa tabungan yang dimilikinya.
"Harusnya sih cukup.. besok akan kubicarakan dengan mama dan papa."
Ditempat lain.
__ADS_1
"Terimakasih dokter."
"Sama-sama semoga lekas sembuh."
Baru saja seorang pasien selesai menemui dokter kemal.
"Huft.. hari ini lumayan banyak juga pasiennya." Kemal melihat jam di tangannya tepat pukul 10 malam.
"Apa dia sudah tidur ya jam segini?"
"Tapi kalau aku telpon, takutnya akan mengganggu. Hmm coba aku kirim pesan saja. Entah kenapa sejak terakhir kali bertemu dia sama sekali tidak memberi kabar. Aku jadi sedikit khawatir."
Kemal mengirim sebuah pesan kepada ayu
Sudah tidur?
Belum mas. Kenapa?
Boleh mas telpon? Alea sudah tidur ?
Boleh mas telpon aja.
"Halo.. alea sudah tidur?"
"Iya sudah mas.. ada apa mas?"
"Gimana keadaan kamu? Aku cuma.."
"Aku baik-baik aja kok mas.."
"Oh gitu.. yasudah kalau baik semua. Kapan alea libur lagi? Aku benar-benar ingin liburan dengan alea."
Kemal yang mendengar suara mantan ibu mertuanya itu langsung menebak bahwa ayu berada di rumah mamanya.
"Halo ayu? Kamu dirumah mama sekarang?"
"Aduh hmm.. sebentar mas aku tutup dulu telponnya nanti aku telpon lagi."
"Halo ayu?? Halo?"
Kemal meraih jasnya dan bergegas menuju kediaman keluarga ayu.
Dia yakin pasti terjadi sesuatu dengan mantan istrinya itu.
"Dokter kemal.. mau kemana?"
Cika memanggil kemal yang tampak berjalan tergesa-gesa. Tapi sepertinya kemal tidak mendengar dan terus pergi begitu saja.
"Kenapa dia pergi terburu-buru begitu. Apa terjadi sesuatu dengan alea? Ah tidak mungkin. Ah sudahlah cika fokus pada pekerjaanmu!"
Beberapa menit mengemudi kemal sampai juga didepan rumah ayu. Dia hanya berhenti dan melihat dari kejauhan saja. Karena ia tahu waktunya tidak tepat jika bertamu malam-malam.
Kemal mencoba menghubungi ayu.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif."
"Duh kenapa gak aktif?"
Hampir setengah jam kemal menunggu. Tapi masih tidak ada tanda-tanda kepulangan ayu.
Akhirnya kemal memutuskan untuk kembali.
__ADS_1
Tapi saat mesin mobil telah dinyalakan.
Ceklek.
Pintu rumah ayu terbuka.
Kemal mematikan kembali mobilnya dan berharap seseorang dibalik pintu itu adalah ayu.
Deg deg deg
"Aneh sekali rasanya. Kenapa jantungku berdebar kencang begini." Gumam kemal.
Tiba-tiba bibir kemal terangkat karena senyumnya yang mengembang saat ia melihat seorang wanita keluar dari rumah itu.
Wanita itu keluar dan duduk di teras seorang diri.
Hampir saja kemal ingin berlari menghampiri ayu. Tapi kembali lagi ia ingat bahwa sekarang sudah malam. Tidak baik jika mereka bertemu karena pasti akan muncul gunjingan dari para tetangga ayu.
Kemal cukup melihat dari dalam mobil yang tidak diketahui oleh ayu.
Ayu sedang menikmati suasana tenang malam hari didepan teras sendiri sambil menatap langit.
"Mungkin sebaiknya aku tidak memberitahu kamu mas tentang kondisiku sekarang. Kamu terlalu baik untukku. Kamu sudah melakukan banyak hal untukku. Tapi sejauh ini aku hanya bisa membuatmu menderita. Apa ini karma untukku?" Kata ayu dalam hati.
Tak terasa air mata ayu jatuh membasahi pipinya.
"Ayu.."
"mas kemal?"
kemal berjalan mendekat dan memeluk tubuh mungil ayu.
"jangan sedih ayu.."
"mas.." ayu tidak bisa bicara. kalimatnya tersendat karena menahan tangis.
tiba-tiba.
tok tok tok
"permisi.."
terdengar suara seseorang yang daritadi telah mengetuk kaca mobil kemal.
seorang satpam mendatangi mobil kemal yang terlihat mencurigakan.
"pak mau kemana ya? kok daritadi diam disini? kalau mau bertamu besok saja pak, ini sudah malam."
"oh baik pak, ini saya juga mau pulang. bapaknya bikin kaget aja."
Kemal pun pulang.
sepanjang perjalanan dia ngedumel karena satpam tadi telah membuyarkan lamunannya tentang ayu.
"ah dasar..."
disisi lain yang sebenarnya terjadi, ayu telah masuk kedalam rumah karena tidak tahan dengan dinginnya angin malam dan matanya terkena debu jadi berair bukan karena sedih seperti yang dipikirkan oleh kemal.
To be continued
__ADS_1