
Waktu berjalan begitu cepat tak terasa sudah dua hari ayu dan alea menginap di rumah kemal.
selama dua hari itu juga menjadi momen yang mungkin bisa dibilang paling dirindukan bagi kemal. yaitu berkumpul bersama keluarga.
"Ayo alea say goodbye ke papa.." kata ayu
alea mencium telapak tangan kemal dan memberikan pelukan hangat sebelum pergi kembali ke Malaysia.
"Alea jadi anak yang baik ya nak. sering sering telpon papa ya.." kata kemal.
"oke pa.. kapan kapan alea boleh kan pa main lagi ?"
"tentu saja boleh dong sayang.. papa justru seneng banget alea lama main disini."
"alea?" tanya ayu
"iya ma.."
alea perlahan berjalan menjauhi kemal dan meraih genggaman tangan ayu.
ayu menatap kemal dan juga sebaliknya. ayu melempar sedikit senyuman diwajahnya.
katakan kita akan berjumpa lagi suatu saat nanti ayu..
"mas aku balik dulu ya.. jaga kesehatanmu.. jaga pola makanmu juga mas.."
kata katanya masih sama seperti yang dulu.. dia tidak pernah berubah.. kata kemal dalam hati
"tentu.. kamu juga.. kabari kalau sudah lahiran ya.."
ayu melihat ke perutnya dan tersenyum lembut. "baik.. sampai jumpa lagi.. bye.."
"bye.."
----
drrrt.. drrrt..
ponsel kemal berdering.
"halo ya ada apa ?"
"halo dok bisa ke rumah sakit sekarang? ada keadaan darurat.."
"baik aku akan segera kesana.."
"terimakasih dok.."
----
beberapa jam kemudian.
__ADS_1
ayu dan alea telah sampai dibandara di susul suaminya.
tanpa berkata kata mereka saling melepas rindu dengan berpelukan.
"bagaimana kabarmu alea? apa kau bersenang senang selama liburan disana?"
"iya pa.. alea senang diajak ke taman bermain."
"wah.. papa sangat ingin pergi kesana.. kapan kapan ajak papa juga kesana ya?"
"iya pa.."
sebenarnya alea menerima pernikahan kedua ayu namun ia masih menganggap sepenuhnya posisi papa adalah milik kemal. walaupun alea kecil tapi dia mengerti bahwa jika ia merestui hubungan antara mama dengan suami barunya maka hal itu akan membuat mamanya bahagia.
walau terlihat akrab namun alea tidak mau begitu dekat dengan suami baru ayu apalagi setelah ia tahu ayu sekarang akan melahirkan seorang bayi yang akan menjadi adik alea.
sama seperti kebanyakan anak seusianya, alea merasakan posisinya akan sedikit terancam. ia sudah membayangkan dan melihat sendiri bagaimana teman-temannya yang juga memiliki seorang adik kecil. tentu saja perhatian dan kasih sayang dari mama dan papanya pasti akan terbagi. mengingat sekarang saja dia sudah sering ditinggal sendirian bagaimana nanti jika bayi itu lahir? ia pasti akan dilupakan.
tapi alea mengingat kata-kata papanya kemal .
" alea.. jangan sedih kalau nanti mama masih merawat adik bayi ya.. alea kan sebentar lagi jadi kakak yang baik.. nah kakak yang baik tentu saja akan mengerti dan mau sabar menunggu ya.. jika alea bosan sendirian, alea bisa telpon papa kapansaja."
.
kembali ke situasi sebelumnya.
"bagaimana kabar anak yang satu lagi ni??"
"hahaha... tentu saja I juga nak tau kabarnya."
"aku, alea dan bayi kita sekarang lapar sekali.. dan kami ingin makan ayam goreng! bagaimana alea?"
"mau maa.. alea mau.."
"ok lets go!"
---
di tempat lain situasi genting tengah berusaha dilalui kemal. sebenarnya sudah bukan hal yang wah bagi kemal karena seringnya dia melalui keadaan darurat.
setelah hampir 3 jam bekerja keras dalam ruang operasi. kemal mencuci tangannya dan keluar menuju ke ruangannya untuk beristirahat sejenak.
tok tok tok..
baru saja kemal duduk dan merebahkan pundaknya, seseorang mengetuk pintunya.
"siapa?"
"ini aku dokter cika"
"oh masuklah.."
__ADS_1
"maaf jika aku mengganggumu sebentar."
"tidak apa duduklah.. ada apa?"
"apa kau belum tahu?"
"belum tahu apa?"
"ah ya ampun sepertinya anak itu lupa memberitahumu."
"siapa? tentang apa?"
"baiklah aku akan bicara langsung saja karena kulihat kau sudah sangat lelah dari kantung matamu itu sepertinya kau tidak bisa tidur karena terlalu senang bertemu putrimu alea, benar kan."
kemal tersenyum.
"tepat sekali, so ada 2 kabar. kabar pertama kita ditunjuk menjadi perwakilan untuk mengikuti seminar penting tahunan. kabar kedua besok berangkat dan tempatnya di Malaysia."
"apa!?"
"ahaha tepat lagi seperti dugaanku kau pasti akan terkejut dok.. entah karena kita akan berangkat besok pagi atau karena lokasinya di Malaysia." cika menggoda kemal
"a tentu saja karena itu mendadak sekali, aku kan belum ada persiapan sama sekali."
"orang yang berusaha menyembunyikan sesuatu biasanya cenderung menggunakan kata yang sama berulang kali tanpa dia sadari. hahaha baiklah maaf aku akan berhenti mengganggu mu. cukup itu saja. beristirahat lah aku pergi sekarang.
"tunggu dokter cika."
"ya.. ada apa lagi dokter kemal?"
"tadi kau bilang pagi kita berangkat?"
"ya, jam 9 sudah flight apa perlu aku menjemputmu?"
"tidak tidak.. kita bertemu saja langsung dibandara."
"hmm oke see you then.."
kemal masih berusaha menutupi perasaan bahagianya karena akan pergi ke Malaysia. beberapa hari bersama alea rasanya masih belum cukup mengobati rasa kangennya yang selama ini terpendam. meski terselip sedikit juga rasa rindu dengan ayu tapi kemal sadar itu hal yang terlarang karena ayu sudah bukan miliknya lagi. kemal akan berusaha melupakan perasaannya untuk ayu dan hanya akan fokus ke putrinya,alea.
---
to be continued
**sorry bgt baru update..
semoga semuanya selalu sehat ya..
jadi selain karena pandemi, beberapa bulan yang lalu ada kendala yang harus aku hadapi sampai tidak sempat menulis huhuhu x_x jujur thor sedih bgt dan berharap kalian masih setia mau nunggu aku..
makasih banget banget banget buat kalian yang uda share love buat novel forbidden love ini.
__ADS_1
thor mau ucapin stay healthy buat kalian semuanya ya.. semoga pandemi ini segera berakhir aamiin**