
Rick : "Ada apa? Apa yang terjadi?"
Ayu hanya diam saja dengan ekspresi wajah yang berbeda dari biasanya.
Bagi Rick beberapa hari yang lalu saat bersamanya ayu tampak lebih cerah dan bebas. Tapi, hari ini ia melihat sisi lain dari wanita itu.
Rick tahu bukan saatnya menanyakan kenapa atau apa yang terjadi. Ayu sekarang menemuinya karena ia merasa nyaman didekatnya. Maka, dia harus bisa menghibur Ayu.
Rick: "Ayo..ikut aku.."
Ayu: "kemana?"
Rick : "percayalah padaku.. kamu akan menyukainya"
Rick mengajak ayu ke rooftop gedung paling atas. Disana ia bisa melihat dengan jelas langit yang bertabur bintang dan merasakan hembusan angin malam yang dingin dan menyejukkan.
Rick: "Kau suka?"
Ayu merasa sedikit tenang dan mulai melupakan semua kejadian sore tadi.
Ayu: "Ya.. indah sekali, apa sebelumnya kamu suka kesini sendirian?"
Rick: "Ya.. mungkin bisa dikatakan ini adalah best camp ku. Selamat datang sayang.."
Ayu mulai bisa tersenyum kembali.
Rick yang melihat itu pun ikut senang karena kekasihnya akhirnya terhibur. Ya walaupun Ayu masih belum mau menceritakan kepadanya tentang apa yang terjadi.
***
Beberapa jam sebelumnya.
Alea tampak sangat menikmati kebersamaannya dengan ayah biologisnya, kemal.
Ayu: "Alea.. mama mau keluar dulu ya.."
Alea: "Iya ma.. apa mama dijemput om Rick?"
Mendadak suasana menjadi beku seketika saat anak polos itu mengungkapkan nama pria lain diantara ayu dan kemal.
Kemal yang mendengar itu tampak tertunduk menahan kesedihannya.
Apa sudah sedekat itu putri kecilnya mengenal calon ayah tirinya? Ini tidak bisa dibiarkan.
Ayu juga sedikit kurang nyaman karena keberadaan kemal dirumahnya sekarang.
Ayu: "Nggak Alea. Mama sendirian. Om Rick masih ada kerjaan gak bisa ditinggal"
Ayu pergi begitu saja tanpa berpamitan pada kemal.
***
Cukup lama ayu menunggu Rick sampai selesai rapat.
Tiba-tiba ponselnya berdering.
Panggilan masuk dari Kemal.
Mau apa lagi dia?
__ADS_1
Alea: "Halo ma.."
Ayu: "Ada apa alea?"
Alea: "Ma, hari ini papa boleh ya nginep dirumah.. please.. alea mau ditemani papa.."
Pasti ia meracuni pikiran anakku!
Ayu menghela napas berat. Bagaimana caranya menjelaskan pada putrinya agar tidak sampai menyakiti perasaannya yang tipis setipis kaca itu.
Ayu: "Hmm Alea mama pernah bilang kan kalau papa pekerjaannya adalah dokter dan dibutuhkan oleh semua orang. Jadi.. alea gak boleh egois gitu ya sayang.. papa malam ini pasti juga punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Alea paham?"
Alea: "Tapi ma.. papa bilang hari ini libur jadi bisa temani alea tidur."
Ayu sudah tidak tahan lagi. Ia ingin sekali berteriak pada pria itu.
Ayu: "Alea.. tolong berikan ponselnya ke papa ya.. mama mau bicara."
Kemal: "Halo.."
Ayu: "Keluarlah dulu dari kamar alea."
Kemal : "Baiklah, sudah.. "
Ayu: "Apa maumu sebenarnya? Untuk apa kamu mau tidur dirumahku! Aku tidak akan mengizinkanmu!"
Kemal: "Satu kali saja ayu.. kumohon demi alea."
Ayu: "Baiklah, lakukan sesuai kemauanmu. Memang seperti itulah kamu dari dulu!"
Kemal: "Maafkan aku ayu.. aku akan berusaha untuk berubah."
Ayu: "tidak.. tidak perlu , karena pilihanku akan tetap yaitu tidak akan pernah kembali lagi padamu! Ingat itu!"
***
Ayu: "Terimakasih sayang.."
Rick: "Sama-sama.."
Senyum ayu mengembang, tandanya wanita itu sudah lebih baik.
Ayu sangat berterimakasih karena ditengah kesibukannya, Rick masih mau menemaninya bahkan sukses menghiburnya.
Setelah tenang, akhirnya ayu menceritakan semuanya yang terjadi hari ini.
Rick yang mendengar itupun merasa sedikit terganggu dengan kehadiran mantan suami ayu yang sepertinya masih belum bisa melepaskan ayu.
Rick: "Baiklah, jika kau mau kau bisa tidur di apartemenku. Aku janji akan tidur di sofa."
Ayu: "Hahaha.. apa yang kamu pikirkan?"
Rick: "Hei ingat aku juga pria normal sayang"
Ayu: "Lalu kalau kamu normal kenapa?"
Rick : "Ya.. jangan sampai membangunkan naluri kejantananku itu."
Ayu: "Hahaha.. sebaiknya kamu yang berhati-hati malam ini."
Ayu: "Karena aku lebih berpengalaman"
Ayu mengatakan itu sambil berlalu memasuki mobil Rick.
Rick yang masih polos tentu saja lebih takut pada ancaman ayu yang sepertinya lebih agresif di atas ranjang.
__ADS_1
Ayu: "Apa kau mau berdiri disana semalaman?"
Rick masih membatu, ia masih memikirkan kata-kata ayu barusan.
Rick : "Berjanjilah kau tidak akan memakanku malam ini sayang.."
Ayu: "Ya.. lihat saja nanti.."
Rick: "Apa?"
Ayu: "Hahaha.. lihat ekspresi wajahmu itu.. tenanglah.. aku hanya akan tidur malam ini. semua kejadian hari ini sudah menguras tenaga dan pikiranku. aku lelah dan ingin segera tidur."
***
Keesokan harinya.
Kemal yang menyadari mantan isterinya semalam tidak pulang menjadi semakin tidak tenang.
apa jangan-jangan mereka sudah tinggal bersama?
Ia ingin memastikan sendiri.
***
Ponsel ayu berdering.
Rick yang melihat ayu masih tidur dengan nyenyak segera mengambil ponsel itu.
Rick dan Ayu memang tidur diatas ranjang yang sama tapi sesuai kata-kata Ayu, tidak terjadi apa-apa.
siapa menelepon sepagi ini?
apa? siapa ini? nomornya belum disave?
Rick: "Halo.. siapa ini?"
Kemal: "Kamu siapa? ini ponsel ayu kan! dimana ayu?"
Rick: "Ya.. ini memang ponselnya. Dia masih tidur, ini siapa? kamu sampaikan saja padaku."
Kemal: "Memangnya kamu siapa?"
Rick: "Aku kekasihnya. kamu siapa?"
Kemal: "Oh!"
Kemal menutup teleponnya. Dia cukup syok mendengar kenyataan bahwa ayu bahkan sudah tidur bersama pacarnya. secepat itu kah wanita bisa melupakan mantan?
*tidak.. tidak.. aku tidak akan membiarkan itu terjadi lebih lama lagi..
sepertinya aku tidak bisa menunggu sampai Laura melahirkan bayi itu*.
tiba-tiba ponselnya berdering.
Laura? mau apa dia telpon sekarang!
Laura: "Halo.. sayang kamu dimana? apa kamu tidak pulang ? aku dan bayi kita sangat merindukan mu sayang"
Kemal: "Cukup hentikan aktingmu Laura. kau sudah tau kan kalau aku akan menceraikanmu setelah bayi itu lahir. jadi tugasmu sekarang cukup jaga dirimu baik-baik."
Laura: "Apa? kenapa kamu berubah? kemarin kamu sangat menyayangiku kenapa sekarang jadi begini?"
Kemal tak mau berlama-lama mendengar suara wanita itu. Ia menutup telepon dan kembali memeluk putri kecilnya, berharap Tuhan akan menyatukan kembali keluarga kecilnya.
__ADS_1