
Episode sebelumnya..
"Dokter?"
"Iya ayu.. dokter kemal ini papa uda kenal lama loh.. orangnya pekerja keras dan tanggung jawab."
"Maaf kalau mengagetkanmu ayu. Boleh saya perkenalkan diri sekali lagi?"
Ayu mengangguk.
" Perkenalkan nama saya Kemal Dirgantara. Saya bekerja sebagai dokter di rumah sakit xxx. Usia saya saat ini 30 tahun. Mungkin itu dari saya kalau ada yang mau ditanyakan silakan."
"Tidak.. sudah cukup." Jawab ayu singkat.
"Jadi apa kamu bersedia menjadi istri saya?"
"Iya aku bersedia."
Mama dan papa ayu tampak sangat senang mendengar keputusan ayu yang tak terduga.
Acarapun dilanjutkan dengan pemilihan tanggal pernikahan ayu dan kemal.
---------------------------------
Beberapa menit sebelum ayu keluar kamar untuk menjawab lamaran kemal.
"Duh apa yang harus aku lakukan?"
Ayu membuka jendela kamarnya.
"Apa aku lompat saja dari sini? Ah tidak tidak.."
Ayu masih bingung harus bagaimana menanggapi situasi yang serba mendadak. Baru saja kemarin dia lulus kuliah, lalu operasi, dan sekarang menikah.
Cukup lama dia berputar putar dalam kamar. "Ah ya.. aku tau.. baiklah sepertinya aku menemukan alasan untuk menerima lamaran ini."
Ayupun keluar untuk bertemu dengan calon suaminya.
------------------
"Saya terima nikahnya Ayunda putri ..."
Dalam sekali hembusan napas, kemal berhasil mengucapkan akad pernikahanya.
Semua orang yang telah hadir dan menyaksikan bersamaan mengucap kata "sah" sebagai tanda bahwa ayu telah resmi dipersunting kemal. semua tamu kemudian mendoakan pengantin pria dan wanita yang menjadi bintang pada acara hari ini.
Kemal melaksanakan akad seorang diri dan mempelai wanita akan keluar setelah akad selesai.
Ayupun telah siap untuk keluar dari kamarnya menuju ke sisi kemal. ia keluar dengan mengenakan balutan gaun pengantin berwarna putih ala eropa. Ia terlihat sangat cantik dan elegan.
__ADS_1
"Cantik sekali.. istriku..” batin kemal.
pipi kemal tampak merah seketika.
Ayu telah duduk disisi kemal dan mereka kembali melanjutkan prosesi akad hingga selesai. Acarapun dilanjutkan dengan resepsi hari itu juga di kediaman ayu.
Pernikahan yang terbilang memiliki persiapan cukup singkat hanya sebulan itu beruntungnya berjalan lancar hingga akhir.
Malam telah tiba, usai resepsi ayu dan kemal langsung berpamitan dan pulang ke rumah kemal. Kemal yang telah mapan tentu sudah mempunyai tempat tinggalnya sendiri untuk ia tempati bersama ayu, istrinya.
"Jaga diri ya nak.. jaga baik-baik rumah tangganya.. sering-sering mampir ke mama ya."
"Iya ma.."
"Kami pamit dulu.." kata kemal.
"Iya.. hati hati dijalan.."
---------------------------------
"Ayu.. kita sudah sampai.."
Sepanjang perjalanan ayu telah tertidur pulas. ia kelelahan karena menemui teman-teman kuliahnya yang hadir pada resepsinya.
Kemal yang mengetahui ayu sangat nyenyak, tentu tidak tega membangunkan ayu.
Ayu membuka matanya dan berusaha mengumpulkan separuh nyawanya.
Ayu masih merasa sangat asing berada di rumah mewah dan luas milik kemal. "bagaimana bisa pria itu tinggal seorang diri disini?" Batin ayu.
Kemal menunjukkan kamar tidur yang akan ditempatinya bersama ayu sebagai pasangan suami istri. Kamar itu adalah kamar utama. Kamar yang paling luas daripada kamar lainnya. Kamar itu telah dihias indah dengan aksen bunga segar di dinding dan langit-langit.
"Indahnya.." sejenak ayu terkesima melihat kamar pengantin baru.
" tunggu dulu.. tidak ayu ini tidak benar! Aku tidak bisa tidur disini. ingat alasanmu mau menikah dengannya ayu! kamu tidak akan pernah jatuh cinta padanya karena ini hanya pernikahan politik saja!" Batin ayu.
meski begitu pikiran ayu yang kemana-mana membuat pipinya berubah warna menjadi merah tomat.
"Malam ini aku tidur di ruang tamu saja." Kata ayu.
"Apa? Tidak ayu, sekarang adalah musim dingin. Diluar tidak ada pengatur suhu ruangan. Aku tidak akan membiarkan istriku menggigil kedinginan." kata kemal.
"Tapi aku belum siap untuk ini."
"Aku mengerti.. kamu jangan khawatir.. aku janji ayu.. aku tidak akan memaksa sampai kamu benar-benar siap. Malam ini tidak akan terjadi apa-apa. Aku hanya akan tidur disisi ranjang dan kamu disisi satunya. Kamu boleh memberi guling sebagai pembatas ditengahnya. Bagaimana apa kamu setuju?"
"Ya aku setuju."
"Baiklah kalau begitu kamu gunakan kamar mandi dalam, aku akan pakai kamar mandi di lantai bawah."
__ADS_1
Ayu mengangguk setuju.
Ia merasa sedikit lega karena kata-kata kemal barusan. Tapi tetap saja walaupun tidak akan ada aktivitas fisik diantara keduanya, tidur di ranjang yang samapun tetap membuat ayu was was karena bisa saja bukan kemal yang menyentuhnya lebih dulu tapi dirinya yang tak tahu diri saat tidur. Ayu adalah tipe orang yang tidak bisa tenang waktu tidur. Posisinya akan berubah-ubah sepanjang malam. Ia takut jika tanpa sadar akan menyentuh atau bahkan menindih tubuh kemal.
"Sepertinya aku harus taruh bantal guling banyak banyak di tengah ranjang." gumamnya
Ayu mengambil bantal punggung yang ada di kursi-kursi ruang tamu dan menata bantal persegi itu layaknya sedang membangun sebuah benteng pertahanannya.
"Baiklah kalau begini aku baru bisa tidur dengan tenang."
Beberapa jam kemudian kemal masuk ke dalam kamar. Betapa terkejutnya dia melihat banyak sekali tumpukan bantal berada di tengah ranjang. Hampir saja dia tertawa tapi langsung ia tahan karena sepertinya ayu sudah tertidur.
"Hehehe.. lucu sekali." Batin kemal.
kemal mendekat dan mulai berbaring di sisi ranjang yang kosong.
-----------
"auh" kemal mengerang kaget saat kaki ayu tiba-tiba menendang pahanya.
"huuf.." kemal menghela napas.
hampir saja ayu menendang aset berharga miliknya.
"untung aja masih selamat." batin kemal.
kemalpun terkekeh geli melihat tingkah polah ayu yang tidur tak beraturan.
tampaknya bantal bantal itu tak mampu menahan tingkah polah ayu saat tidur.
entah sudah berapa kali ayu menendang kemal sepanjang malam.
-----
keesokan harinya,
"pak kemal tumben sudah bangun sepagi ini. bukankah masuknya masih 2 jam lagi ya?" tanya bi sri (asisten rumah tangga kemal)
"iya bi gapapa ada urusan penting."
kemal buru-buru menyelesaikan sarapannya.
"bi nanti istri saya kalau sudah bangun minta tolong buatin sarapan ya.. saya harus berangkat dulu."
"baik pak kemal."
kemal berangkat lebih pagi ke rumah sakit agar bisa tidur sejenak di ruangannya. semalam dia terjaga dan tidak bisa tidur karena ayu terus menendangnya. sebenarnya bisa saja dia pindah tidur di kamar lain, tapi entah kenapa dia malah senang melihat wajah ayu saat tidur dan enggan pindah dari ranjang itu.
"hoaaam.. aku akan tidur sebentar saja."
to be continued
__ADS_1