
Selamat membaca Readers 💕
.
.
.
Keesokan harinya, kulihat Kemal sudah berangkat ke perusahaan papa. Dia memang memiliki 30% saham disana, mungkin ini juga faktor lain papa menikahkanku dengan Kemal.
Aku tak peduli dengan nya. Aku masih tak terima dengan apa yg terjadi semalam.
Terserah dia mau ngapain aku benar benar gak peduli!!!!!!!!!! Aku makin benci sama dia!!!!!!!!!
.
.
.
.
.
*WhatsApp*
Izal : "Dimana? Makan yuk"
Aku: " di restoran kamu?"
Izal : "iya, mau kujemput?"
Aku: "hmm boleh. "
Izal: " in a minute ."
.
.
.
Beberapa menit kemudian, izal sampai didepan apartemen ku. Hari ini aku spesial lebih feminim daripada biasanya. Yup! Dandan! Kayak mau kencan aja. Xixixi. Aku dan izal berjalan di koridor bersama dan menunggu lift terbuka.
"May I ?" Tanya Izal meminta izin untuk menggenggam tanganku.
"Yes ." Kami saling berpegangan.
Tiba-tiba.. lift terbuka.
JEDAR!!! Kayak ada petir di siang bolong.
Aku terciduuuk... aku seperti istri yang tertangkap basah sedang berselingkuh dengan pria lain. "Ah bodo amat!" Batinku.
Ya! Pria didalam lift itu Kemal. Dia tampak marah, aku tau wajahnya merah.
"Ayo masuk" kata izal.
"Ah iya.." akupun masuk.
OMG!!!! Kita bertiga satu lift!!!!! Semoga tidak terjadi apa-apa. Kulihat di pantulan dinding lift kemal tak melepaskan tatapannya padaku. Aku mengalihkan pandanganku. "Aaaaarrggg!!! Ngapain sih lihat lihat!! Ngapain juga kamu semalam kasar sama aku!!! Ini pembalasanku buat kamu!!!"
DING! Lift terbuka.
Izal tetap menggandengku, aku keluar tak menghiraukan Kemal yg sepertinya mengikuti ku.
.
.
.
.
Yap! Dia benar-benar mengikutiku seperti pembunuh bayaran!!!
.
.
.
Sesampainya di Restoran Izal.
Kami duduk bersama.
"Ingin makan apa ? Hari ini spesial aku bakal masakin buat kamu"
"Wah serius kamu bisa masak?"
"Ayo ikut aku ke kitchen .. " dia menggandengku ke dapur.
.
.
Waaarrrrbiasyaaaa!!!! Aku terperangah melihat aksinya memasak! Benar-benar Chef! .. Izal membuat beef steak..
"Well done , silahkan cicipi tuan putri" izal menyuapiku.
"Terimakasih enak banget.. the best deh"
Kami keluar kitchen.
DEG! "Aaaiiidaa.. kemal lagi.. ". Batinku. Kemal duduk di sisi lain dari mejaku, dia pasti tau aku duduk disana karena dikursi ada tasku.
Aku dan izal kembali duduk dimeja.
__ADS_1
"Hmm sejak kapan kamu belajar masak?" Tanyaku
"Sejak ibuku tiada, aku jadi harus bisa masak sendiri."
"Ups sorry.. "
"Its ok.. kalau mau lagi, aku buatin lagi." Izal tersenyum tipis.
"Hmm ini cukup kok, makasih ya.. kok kamu gak makan ?"
"Aku lihat kamu makan uda kenyang"
"Duh izal gak biasanya kamu seromantis ini.. " batinku.
Tiba-tiba ... Piyaaaaaarrrrrr...
Sepertinya kemal memberi kode keras kalau dia ada disana dan mendengarkan semuanya. Tampak pelayan mebersihkan pecahan gelas dimeja kemal.
>>>> Panggilan masuk dari kemal <<<<
Huuft!! Aku males angkat!
*WhatsApp*
Kemal : aku mau bicara plis angkat telponnya.
Aku : gak ada lagi yg perlu dibicarakan!
Kemal : penting aku tunggu di toilet.
.
.
Kemal berdiri menuju ke toilet.
"Izal maaf aku mau ke toilet sebentar ya"
"Ok .. "
.
.
Di toilet. Kemal menarikku ke kamar mandi wanita paling ujung. Kemal menindih tubuhku ke dinding dan mencengkeram daguku,
"Inikah pembalasan untuk yg semalam sayang?" Belum sempat aku menjawab, dia sudah menciumku dengan buas. Air mataku mengalir. Aku gak suka dikasari kayak gini. Aku mendorong dadanya sekuat tenaga. "Please.. stop.." kataku lirih. Kemal mengusap air mataku. Dan memegang tanganku. "Sorry.. aku memang egois, maaf ayu.. aku memaksamu mencintai ku. please kasih aku kesempatan.. Please pulang sama aku ya.. aku tunggu di mobil..." Aku diam.
Kemal keluar.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Maaf lama nunggu aku ya ? Izal sorry aku harus balik duluan gpp ya..? Aku ada urusan mendadak"
" Owh ok aku antar ya.."
" Ah gak usa gapapa aku bisa pulang sendiri kok hehe.. besok ketemu lagi ya dikampus, bye... "
" Hati hati dijalan ya.. kabari kalau uda sampai ya.."
" Oke..."
.
.
.
Aku keluar dan melihat sekeliling, jangan sampai izal melihatku masuk ke mobil kemal.
.
.
.
Dijalan pulang, kemal hanya diam. Aku juga males mau ngomong atau debat sama dia. Sesampainya di parkiran basemen.
Kemal keluar lebih dulu, dia berlari dan membukakan pintuku.
"Makasih.."
"Jangan turun.. aku akan menggendongmu sampai apartemen."
"Apa.. jangan gak usa aku bisa jalan sendiri.."
"Tidak.. tidak.. anggap ini hukumanku karena sudah kasar padamu sayang.."
.
.
.
__ADS_1
Aaaaaaiiiish aku malu banget.. semua mata mengarah pada aku dan kemal.
Sesampainya didepan pintu, kemal tetap tidak mau menurunkanku..
"Kemal turunin aku.."
"Aku turunin kamu di kamar nanti sayang.. sekarang tolong kamu buka dulu ya pintunya ."
Huuuffttt!!! Okelah aku turuti kemauannya.
.
.
.
Sesampainya dikamar.
"Aku atau kamu duluan sayang yg mandi? Atau kita mandi bareng ?" Kata kemal sambil tersenyum geli.
"Ih apaan sih kamu , uda sana mandi aku tunggu aja gantian."
" Maaf bercanda sayang.. tolong siapin baju ganti ya sayang.."
"Oke.."
.
.
.
Setelah kami berdua selesai mandi. Malam harinya, Kami merebahkan diri di ranjang. Aku berusaha memejamkan mata. Tapi tiba-tiba kemal memanggilku.
" Ayu.. "
"Hmm.."
"Mulai sekarang aku janji aku tidak akan menyentuhmu tanpa izin darimu."
Aku mendadak melek, mimpi apa dia bisa bilang kayak gitu? Kulirik dia sedang melihat ke arahku.
"Janji?" Tanyaku
"Iya aku janji.." dia menyodorkan jari kelingking nya didepan mataku.
"Oke." Aku menyambutnya.
"Jadi sekarang kita teman ya.. "
"He'em.. hoaamb aku ngantuk. aku duluan ya.."
"Have a nice dream ayu.."
"You too.."
.
.
.
Malam ini aku dan kemal tidur dengan tenang. Meski sesekali dia masih tanpa sadar memelukku dan meremas pa****ku saat tidur. saat dia melakukan itu, aku menyingkirkan tangannya perlahan.
.
.
.
.
Keesokan harinya..
Aku mencium bau masakan khas Indonesia nih.. yaitu..
Indomie!!! Dasar ini pasti kemal. Segera aku bangun menuju dapur. Benar saja dia sedang masak mie.
"Ayu kamu sudah bangun. Mandi dulu dong baru sarapan. Sorry aku gak pandai masak jadi cuma bisa bikin mie yg aku bawa dari rumah"
"Its ok, aku juga kangen banget makan mie. Sisain buat aku ya.. kamu sarapan dulu aja gpp"
"Aku tunggu kamu aja, gak enak makan sendirian."
"Hmm ok ."
.
.
.
❤️Pagi ini kami sarapan bersama. Rasanya seperti ada pelangi setelah badai kemarin. situasi saat ini kembali seperti semula. mungkin ini namanya gencatan senjata xixixi.. tapi kali ini bukan gencatan senjata tapi gencatan sentuhan.
Kemal masih tinggal sehari lagi disini sebelum besok harus kembali menjadi dokter umum. Dokter umum? Hampir saja aku lupa kalau suamiku seorang dokter! Bukankah seharusnya aku patut bersyukur dan bangga? Ah sudahlah.. aku masih mau fokus kuliah S2 ku. Setelah lulus aku juga akan menjadi dokter ahli gizi. Baru aku dan kemal bisa setara.
.
.
.
Thanks Readers ! ❤️ Dont forget to tap love and thumb up . Thanks a lot. love you ❤️
__ADS_1