
Kemal: "Tidur dimana kamu semalam?"
Ayu mengernyitkan dahinya.
Ayu: "Apa hak mu menanyakan itu? Terserah aku mau tidur dimana saja."
Kemal: "Baiklah aku memang tidak punya hak untuk itu tapi bisakah hari ini kita luangkan waktu bersama untuk alea?"
Ayu: "tidak bisa aku sibuk."
Kemal: "oh ayolah ayu ini kan hari minggu.."
Ayu: "Stop! . Waktumu disini sudah habis. Aku mau kamu pergi sekarang."
Ayu mendorong kemal keluar dari kamarnya dan mengunci pintunya.
Tok tok tok
Kemal: "Ayu.. pikirkan lagi.. ini demi alea."
Kenapa dia selalu menjadikan alea sebagai alasan! Aku benci itu!
***
Diluar kamar ayu. Alea menarik baju kemal.
Alea: "Pa.. mama marah ya?"
Kemal: "Iya mama marah sedikit soalnya papa nakal, maaf ya alea.."
Alea: "Aku mau ngomong sama mama kalau papa sudah gak nakal lagi.."
Kemal tersenyum.
Kemal: "Yasudah alea coba bicara sama mama ya.."
Alea mengangguk kecil.
Kemal pergi ke ruang tamu. Meninggalkan alea didepan pintu kamar ayu.
Tok tok tok
Alea: "Ma.. ini alea ma.."
Mendengar itu ayu membuka pintunya.
Ayu: "Masuklah alea.."
Ayu: "Ada apa sayang?"
Alea: "Ma.. alea pengen jalan-jalan sama mama sama papa.. ayo ma.."
Ayu bisa saja menolak ajakan kemal, tapi tidak putrinya.
Hati ayu melunak karena alea.
Ayu: "Hmm ok tapi dengan satu syarat"
Alea: "Apa ma??"
__ADS_1
Ayu: "Alea gak boleh minta papa disini terus ya.. soalnya papa harus kerja ya sayang. Janji ?"
Alea: "Ok ma janji.."
Ayu: "Ya sudah kamu siap-siap sana ya sayang.."
Alea keluar dari kamar ayu dengan wajah ceria.
Kemal: "Bagaimana sayang? Mama mau?"
Alea: "Mau pa.. alea siap-siap dulu ya.."
Kemal tersenyum lebar. Rencananya telah separuh berhasil.
***
Kemal : "Baiklah kita sudah sampai.."
Alea dan ayu turun di sebuah taman bermain.
Ayu terpaksa berpura-pura bahagia didepan putrinya. Layaknya sebuah keluarga kecil yang bahagia.
Kemal yang melihat pemandangan langka itu sangat bahagia hingga tak hentinya ia mengulas senyum di wajahny
Tak terasa hari semakin sore. Bagi Ayu, sudah saatnya mengakhiri drama yang melelahkan ini.
Alea tertidur pulas selama perjalanan pulang.
Setelah menidurkan Alea, kemal pun berpamitan pulang.
Ayu sudah sangat lelah, bahkan untuk sekedar tersenyum.
Kemal : "Aku pulang.. hubungi aku jika kamu butuh bantuan."
Ayu: "Hm.."
***
Keesokan harinya,
Di tempat lain Laura sedang berada didekat jendela kamarnya. Ia selalu menanti kedatangan Kemal yang tak kunjung jua tiba.
Ia sangat merindukan pria itu walaupun cintanya masih bertepuk sebelah tangan.
Tin tin
Suara klakson mobil kemal terdengar jelas dari kamar Laura. wanita hamil itu berusaha bangun dari tempat tidur dengan tergopoh-gopoh karena perutnya yang semakin membesar.
Sangat tidak sabar wanita itu ingin bertemu dengan pria yang menghamilinya itu.
Lalu tiba-tiba terdengar suara "Aaaaaahhh!!!" bersamaan itu juga "Braaaak"
Kemal samar-samar mendengar suara teriakan Laura. Dia segera berlari ke dalam rumah.
Betapa terkejutnya dia melihat darah disekeliling tubuh Laura yang jatuh dari tangga.
Segera ia melarikan wanita itu ke Rumah Sakit.
__ADS_1
Beberapa jam telah berlalu, Laura masih dalam kondisi kritis.
Entah apakah bayinya selamat atau tidak, yang pasti saat ini keduanya sedang bertarung dengan takdirnya masing-masing.
Bukan kemal yang melakukan operasi kali ini.
Dia hanya menunggu didepan ruang operasi sendiri.
Ada sedikit gurat penyesalan diwajahnya. Bukan karena Laura, tapi ia menyayangkan bayi itu jika sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Tentu saja, ia akan sangat membenci Laura lebih dari saat ini.
Wanita bodoh! Jika sampai terjadi apa-apa dengan anakku, orang yang paling kusalahkan nanti adalah kamu!
***
Malam hari di bawah sinar rembulan, dua orang yang sedang dimabuk asmara sedang membicarakan tentang kelanjutan hubungan mereka.
Rick: "Jadi.. kapan aku boleh bicara dengan papa kamu?"
Ayu: "Memang kamu mau bilang apa ke papa aku?"
Rick: "Aku mau bilang kalau.. aku mau menikahi putrinya dan mau menghabiskan sisa hidupku dengannya."
Ayu: "Emang aku udah bilang mau gitu? nikah sama kamu?"
Rick: "Ah yaa.. aku lupa belum tanya kamu sayang, yaudah aku tanya deh sekarang. Kamu mau kan nikah sama aku sayang?"
Ayu: "Kamu ngelamar aku sekarang?"
Rick: "Mmm iya bisa dibilang begitu.."
Ayu: "Ih gak serius gitu! gak mau aku nikah sama cowok yang gak serius!"
Rick bangun dari pangkuan Laura dan duduk menghadap wanita itu.
Rick: "Aku serius.."
Ayu: "Aku janda satu anak lho! Kalau kamu nikahin aku, kamu dapat satu paket sama anak aku, Alea. Kamu mau?"
Rick: "Ya aku mau.. aku akan berusaha untuk jadi papa yang baik buat alea."
Ayu: "Hmm.. yakin nih gak bakal nyesel? Aku gak perawan lagi lho!"
Rick: "Aku terima kamu apa adanya sayang.."
Ayu: "Aku masih belum yakin nih.. gimana sama orang tua, keluarga besar kamu? emang mereka bakal terima aku sama alea ?"
Rick: "Cepat atau lambat mereka pasti akan menerima kamu dan alea sayang.. "
Ayu: "Ah.. obrolan kita terasa berat sayang.. aku sedikit lelah."
Rick: "Hahaha.. yasudah dilanjutkan lagi besok ya sayang.."
Ayu: "Iya, ayo masuk sayang, udara semakin dingin disini."
Rick: "Iya.. ayo.."
to be continued...
__ADS_1