Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Kedekatan


__ADS_3

Selamat membaca Readers 💕.



❤️ AUTHOR ❤️


>>>Pertama Tama sorry kalau Up nya lama ya kak :( dikarenakan aktivitas yang cukup padat dan menulis novel ini author butuh tempat yang tenang hehe.. tapi aku terima kasih banget buat dukungan dari kakak semuanya.. Mohon doanya juga ya kak untuk kontes kali ini ❤️.. semoga novel ini bisa terus berkembang hingga menumbuhkan kesan tersendiri di hati para Readers.❤️<<<


1 tahun telah berlalu. Sejak Kemal kembali ke Indonesia. Kami jarang berkomunikasi. Dia sepertinya benar-benar memegang janjinya.


*Flashback ON , Afrizal POV 1 tahun yang lalu*


Ting tong! Suara bel rumah berbunyi.


"Ini kan hari Minggu, siapa sih pagi pagi gini ganggu banget!" sambil berusaha beranjak dari ranjang. Dengan rambut acak-acakan, mata merem melek, piyama amburadul, wanita ini berjalan membuka pintu dan JRENG!!!!


"Loh yang!!"


segera ia berlari ke kamar mandi. "Kok kamu gak kasih kabar dulu kalau mau kesini??"


"Hehe maaf sayang, kamu gak perlu malu gitu.. meski begitu kamu tetap cantik kok."


Segera ia membersihkan wajah dan Merapikan segalanya yg tampak gak banget dilihat oleh kekasihnya. Lalu keluar dan melihat pria bertubuh cukup proposional mengenakan kemeja putih polos rapi dan wangi tengah duduk di kursi ruang tamu nya. Yap Afrizal.


"Ada apa pagi banget yang? Kamu mau aku buatin sarapan apa?"


Pria itu berdiri menghampiri nya dan memeluk dengan penuh cinta. "Aku suka apapun yg dimasak sama kamu sayang.."


"Hmm.. kalau aku kasih kamu makan cuma nasi sama garam , emang kamu tetep mau sama aku?"


"Hmm kalau kamu tega banget sih daripada aku makan nasi sama garam kayaknya aku masak sendiri lagi aja sayang, hehehe.. bercanda sayang.."


"Hmm iyaa.. iya.. kamu kan memang jago masak.. gimana dengan restoran mu? Lancar?"


"Lancar sayang.. Minggu depan mama papaku kesini, kamu bisa kan sayang ikut aku"


Wanita itu tampak sibuk menyiapkan roti selai dan tidak terlalu menghiraukan perkataan pria itu. Masih segar diingatannya saat mama Afrizal menelepon nya malam itu...


>>>>>


"Halo.."


"Iya halo.. siapa ini?"


"Kamu Devia?"


"Iya ini siapa ya?"


"Saye Daddynye Afrizal. tolong you jangan dekati die. Putuskan hubungan you dengan Izal. Apa you nak jadi penghalang keberjayean anak saye!? Saye tu bayar studynya tak main main tau! Camkan tu!" Kata papa Afrizal dengan logat khas Malaysia.


Tut ..Tut..Tut..


<<<<<


Izal mencoba mengulang pertanyaan nya. "Sayang.. aku ingin segera melamarmu.. tapi sebelum itu aku ingin memperkenalkan mu pada papaku."


Pertanyaan Izal membuyarkan lamunan Devia.


"Eh apa kamu bilang apa barusan? Aku? Ketemu papa kamu? Hmm aku belum siap buat merried yang.. umurku masih terlalu muda, aku masih ingin bekerja."


"Oh come on Sayang.. kamu boleh tetap bekerja kok meski Uda nikah nanti."


"Bakal beda ceritanya yang kalau Uda nikah nanti bukan cuma kamu yg aku hadapi tapi juga keluarga kamu. Bagaimana kalau mereka yg tidak mengizinkanku untuk bekerja? Apalagi pekerjaan ku yg sekarang pasti hanya akan mempermalukan keluargamu.."


"Duuuh apa salahnya sih kalau istriku kerja di restoran cepat saji. Toh nanti kalau kamu jadi istriku, kita bakal besarin restoran yg Uda aku bangun sayang.."


"Gak mau yaaang.. aku mau menghasilkan uang dari jerih payahku sendiri.. selama aku masih muda dan masih bisa bekerja"


"Oke oke aku kalah.. kamu menang.." kata izal sambil kembali duduk.



Devia adalah seorang yatim, ibunya sakit sejak ia masih sekolah dan masih terus memerlukan biaya pengobatan. Sejak sekolah ia terbiasa bekerja, sampai lulus SMA ia terus bekerja di sebuah restoran cepat saji dekat kampus Afrizal. Karena seringnya mereka bertemu, cintapun bersemi diantara keduanya.


Namun papa izal tau apa yg terjadi dengan putranya selama kuliah S1 di Indonesia. Ia terus memantau putranya melalui ajudan rahasia yg diutus untuk mengawasi Izal. Ia tahu anaknya mulai terpecah fokus antara kuliah dan pacaran. Hal ini membuatnya geram dengan wanita yg bernama Devia. Ia berusaha bagaimana pun caranya memisahkan 2 insan ini. Sampai suatu ketika ibu Devia kritis, dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Negeri. Tentu saja akan sangat mahal biaya nya.


Tiba-tiba.. Devia menerima telepon masuk dari Malaysia.


"Halo Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam"


"Iya .. ada yg bisa saya bantu?"


"Tak perlu lah you cari muke, saye tau you butuh duit buat mak you. Saye bantu full! tapi you harus go away from kehidupan Izal."


Devia terdiam, airmatanya mengalir.


"Halo! You dengar? Saye beri you waktu satu jam"


Tuut..tuut..


.


.


.


Devia tak punya pilihan lain.. dia masih lebih membutuhkan ibunya daripada kekasihnya.


Ia pun menyetujui tawaran itu.


Sejak ibunya telah terawat dengan baik dan kecukupan, Devia benar benar menjauh dan pergi ke luar kota.


.


.


.


Izal berusaha menghubungi Devia yg hampir seminggu tak ada kabar dan tak ada di tempat kerja.


"Devia.. kalau kamu sejak awal tidak ada niat meneruskan hubungan ini, setidaknya bicaralah.. kenapa kamu jadi pengecut!!! Aku benci kamu deviaaaa!!"

__ADS_1


.


.


.


.


Setelah lulus kuliah Izal kembali ke Malaysia dan melanjutkan S2 disana. Ia berusaha melupakan kenangan yang buruk selama di Indonesia. Namun ingatan itu kembali seketika sejak bertemu dengan wanita yg benar-benar mirip dengan kekasihnya dulu.. namanya Ayunda..


.


.


.


*Flashback off*


.


.


.


.


Afrizal POV *flashback episode "yang seharusnya" *


"Duh, berisik sekali sih aku masih mengerjakan tugas ini" batinku.


Siapa wanita yang menggangguku ini?


Ciko: "Yes ! Im done!"


Suara Ciko semakin membuatku mempercepat gerakan penaku.


"Haloo aku mau ngumpulin tugas sekarang"


Aaaarrrggh suara wanita ini lagi..


"Iyaa iya ini loh Uda.."batinku.


Terdengar langkah kakinya menjauh dan sampai di ambang pintu. Ku panggil dia. Dia berhenti. Saat ku mendekatinya..


DEG !


Mataku sejenak seperti melihat Devia kembali dihadapanku. Bibirnya, matanya, dan rambutnya yg panjang terurai sangat mirip dengan Devia.


Segera aku berkata, "maaf membuatmu menunggu. Lain kali tidak akan kuulangi lagi, ayo kuantar ke sana."


.


.


Namanya Ayunda.. sejak saat itu entah kenapa aku berusaha mendekatinya. Mungkin aku belum bisa sepenuhnya melupakan Devia. Sudah setahun sejak kepergian Devia dalam hidupku. Aku masih berusaha mencari jejaknya namun Nihil.


Mungkin Tuhan mengirimkan seseorang yg lain yg mirip dengannya untuk mengobati rasa rinduku.


.


.


.


Sampai pada suatu masa dimana sejak dulu aku ingin mengajak Devia ke restoran ku di Malaysia. Aku ingin sekali dia mencicipi masakan yg kubuat.


aku mencoba mengirim WhatsApp dulu ke Ayu, berharap dia masih mau bertemu lagi denganku. Ternyata dia bersedia, rasanya hatiku yg dulu gersang kembali dialiri air dan menjadi basah. Aku segera menjemput Ayu di apartemennya. Dia tampak sangat cantik. Iya.. cantik sekali.. seperti Devia..


Ku ingin sekali lagi menggandeng tangan Devia.. tapi aku tahu yg ada di dekatku saat ini adalah Ayu.. ku meminta ijinnya lebih dulu, dan dia mengizinkanku menggenggam tangannya..


Sesampainya di restoran ku, aku memasakkan beef steak favorit Devia. Dia(ayu) tampak sangat menikmati dan menyukai masakanku.


Belum lama dan aku masih ingin bersamanya, tiba-tiba dia mendadak harus pergi. Sedikit sedih mendengarnya harus perdi . Dengan berat hati dan sadar diri karena aku memang bukan sesiapanya dia tentu bukan hakku menahannya untuk pergi.


Ku hanya bisa melihat nya berjalan menjauh dengan rambut panjang tergerai sangat indah.


*Flashback off*


Dikantin kampus.


"Ayu.. "


Aku mendengar Izal memanggilku, kutoleh dia menghampiriku.


"Iya Izal ada apa?"


"Boleh makan disini juga?"


"Boleh .. duduk aja.. kamu Sendiri aja? Ciko tumben gak ikut?"


"Ciko lagi sibuk dengan pekerjaan sampingan sekarang."


"Oh yaa? Kerja dimana?"


"Di rumahsakit xxx mungkin setelah lulus dia akan terus bekerja disana"


"Wah bagus tuh.."


"Ayu.."


"Iya.."


"Kalau kamu setelah lulus bagaimana?"


"Oh aku? Hmm.. kerja juga sih."


"Disini? Apa kembali ke Indonesia?"


"Balik sih.. kenapa zal?"


"Gpp sih, pingin tanya aja hehe.. Hari ini kamu sibuk gak?"


"Nggak sih kenapa?"

__ADS_1


"Mau aku ajarin masak ?"


"Wah serius? Mau mau... By the way kamu kok tahu sih aku gak begitu bisa masak hehe"


"Hehe maaf bukannya gitu, aku cuma mau bagi tips masak aja sama kamu"


Setelah kuliah kami ke restoran Izal. Dia benar benar memberikanku banyak ilmu memasak. Dia tampak tamvaaan njiiir! Sampe keringetan gitu Lo ngajarin aku tuh...


Ku ambil tisu dimeja dan melap dahinya.


"Sorry permisi ya Zal.. " aku tersenyum simpul.


Izal tampak terdiam. "Terimakasih ya.."


Dia membalas senyumku.


"Nah sudah matang, yuk makan... Kamu pasti Uda lapar kan" kata izal.


"Hmm sedap .. sedap .. sedap.. " sahutku logat Upin Ipin.


"Hehehe kamu bisa aja sih.. gemeees aku.." izal mencubit pipiku halus..


Di meja makan, kami makan bersama layaknya sepasang kekasih. Sesekali izal menyuapiku dengan lembut.


Setelah makan, dia mengantar ku pulang.


"Thanks banget buat hari ini aku happy banget sekaligus kenyang hehehe.."


"Sama sama yaudah istirahat ya.. besok ada kuliah pagi.. aku pulang dulu ya.."


"Masuk dulu dong, masak abis kamu traktir aku gak bales kebaikan kamu sih.. ayo masuk dulu.. " aku tarik izal masuk.


Izal tampak melihat ke sekeliling apartemen ku.


"Maaf kalau berantakan ya hehe.. mau minum apa?"


"Air putih aja.."


"Ya ampun izaaal low prifile banget sih kamu tuh.. masak iya air putih hmm, aku buatin teh aja ya"


"Hmm oke boleh juga"


Aku menyuguhkan teh dan duduk disebelah nya.


"Mau nonton film? Aku punya beberapa sih rekomended juga"


"Boleh apa itu, action ada? Superhero?"


"Ada dong.."


Sore itu Kami nonton film sampai larut.


Tiba-tiba hpku berdering,


>>>telepon masuk dari Kemal.<<<


Aku memberi isyarat ke izal untuk mengangkat telepon lebih dulu. Dia mengangguk.


Aku berlari ke kamar. "Halo.."


"Halo Assalamualaikum Ayu sayang, lagi apa sekarang, aku baru pulang kerja nih.."


"Hmm.. aku lagi ngerjain tugas nih"


"Pasti makin sibuk tugas akhir ya.. aku kangen ayu.. buruan balik ya kesini.. rumah sepi banget gak ada kamu.."


"Hmm.. iyaaa iya.. yauda aku tutup dulu ya . Kamu pasti belum mandi kan"


"Iya kok tau emang kecium sampe sana ya?"


"Ih nggak bisa lah.. kan kamu sendiri yg bilang tadi baru aja pulang."


"Yaudah sayang lanjutkan aku tutup ya assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.."


Aku kembali ke ruang tamu.


Tampak si Cha eun woo sudah selesai menonton film.


"Yaa.. sudah habis filmnya ayu..."


"Iya gpp kan bisa liat kapan kapan.."


"Uda malam aku pulang dulu ya.."


"Hmm iya .."


Aku mengantar izal sampai depan pintu apartemenku.


"Makasih ya zal buat hari ini"


"Sama sama.. ayu.."


"Hm.."


"Aku boleh mencium keningmu?"


Whaaat!!! Yg benar aja kenapa jujur banget sih.. iish merah pipiku.


"Maaf maaf aku bercanda hehe, bye ayu.."


"Hehe bye bye.."


Yaa.. gak jadi.. kecewa dikit sih wkwkwk..


Bersambung..


❤️Bagaimana jika Afrizal tahu Ayu sudah menikah? Akankah dia masih akan terus mendekati Ayu?❤️


.


.

__ADS_1


.


Jawab di kolom komentar ya kak ❤️❤️❤️


__ADS_2