Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Remake ex Novel Forbidden Love - TMDDK Episode 6 - Cinta Pertama


__ADS_3

Episode sebelumnya..


Kemal telah berada di depan pintu.


"Aku membeli sate ayam saat perjalanan pulang kerumah. Ayo kita makan bersama."


"Oh sate? Oke..ayo makan sate." ayu berjalan mendekati kemal dan melewati pria itu sambil tersenyum kecil. Sate adalah makanan kesukaan ayu. Ayu tahu pasti mama yang telah memberitahu kemal tentang sate.


"kalau begitu aku turun dulu ya.. kamu mau mandi dulu kan?"


"Ya.. jika kamu sudah sangat lapar, kamu boleh makan tanpa aku."


"Tidak.. tidak.. aku akan menunggumu. Bagaimana bisa aku makan tanpa kamu yang sudah membelikan satenya."


"Hahaha baiklah aku akan mandi dengan cepat."


Ayu terkejut karena baru pertama kalinya ia melihat kemal tertawa. Anehnya lagi, ayu tersipu melihat kemal yang ternyata tampan.


"Kemana aja kamu selama ini ayu?" Batin ayu.


Jantungnya masih berdebar-debar.


"Jangan sampai kemal mendengar suara jantungku. Aku harus cepat turun." Batin ayu.


-----------------


"Hahaha.. aku gak nyangka aja ternyata kamu dulu kayak gitu.." ayu tertawa karena cerita kemal tentang masa lalunya.


"Iya jadi gitu.. karena aku suka sekali minta ditraktir jadi aku bisa berhemat."


"Kayaknya bahaya deh kalau sampai anak kamu nanti menirukan kebiasaanmu itu.."


"Ups aku ngomong apaan sih? Duh! Dasar deh ayu kebiasaan mulut gak ada akhlak yaa suka ceplas ceplos!" Batin ayu.


Kemal yang mendengar ucapan ayu barusan langsung terdiam membisu.


"Hoaam.. aku sepertinya sudah mulai mengantuk, aku ke kamar dulu ya.."


"Ok.."


ayu tersenyum tipis sambil mengambil segelas air dan meminumnya perlahan.


kemal yang melihat itu entah ia mendapat dorongan darimana, tiba-tiba saja ia ingin sekali menyentuh pipi ayu.



Ayu diam membeku dan matanya saling bertemu dengan tatapan hangat kemal.


"Aku berharap kamu adalah ibu dari anak-anakku kelak ayu.." kata kemal.


Kini giliran Ayu yang diam membisu.


"Maaf sepertinya kamu kurang nyaman dengan sikapku barusan. Aku sungguh minta maaf." Kemal menarik kembali ujung tangannya yang gak tau diri itu. Bisa-bisanya bergerak diluar kendalinya.


Sudah beberapa kali kemal menahan diri dari melihat wajah cantik ayu dan dengan tingkah polah nya yang menggemaskan.


"Aku janji lain kali tidak akan ku ulangi lagi. Aku akan ke ruang kerja sekarang karena ada yang harus aku selesaikan malam ini jadi kamu lebih baik tidur lebih dulu."


"Oh ok."


Kemal beranjak dari tempatnya duduk dan pergi meninggalkan ayu yang masih diam membeku dengan segelas air es di tangannya.

__ADS_1


"Bagaimana jika yang dikatakan mama itu benar? Kemal mulai menyukaiku?tidak.. itu tidak mungkin.. padahal aku sudah berusaha membuat pria itu ilfeel sama aku supaya dia gak suka sama aku dan akhirnya kami akan berpisah lebih cepat."


Ngomong ngomong soal kerja seperti yang kemal katakan pada ayu barusan. Ayu jadi ingat sesuatu.


Wanita itu bergegas naik ke kamar dan meraih ponselnya. Ia baru ingat bahwa ada hal penting yang harus dia lakukan.


----------------


Beberapa menit sebelum ayu keluar kamar untuk acara akad.


"Duh apa yang harus aku lakukan?"


Ayu membuka jendela kamarnya.


"Apa aku lompat saja dari sini? Ah tidak tidak.."


"Duh apa aku benar-benar tidak bisa kabur dari sini?" Batin ayu.


Cukup lama dia berputar putar dalam kamar. Tiba-tiba ponselnya bergetar. Dia mendapat telepon masuk dari seseorang.


"Halo.."


"Hai ayu.. bagaimana kabarmu?"


"Disaat seperti ini kenapa kak izal menghubungiku?" Batin ayu.


Izal adalah cinta pertamanya yang bertepuk sebelah tangan selama empat tahun ayu berada di bangku kuliah. Selama empat tahun itu pula ayu dan izal berteman baik hingga masing-masing dari mereka tidak ada yang berani lebih dahulu mengutarakan perasaannya karena tidak ingin merusak pertemanan yang telah lama terjalin.


"Aku baik.. kak izal sendiri gimana kabarnya?"


"Aku baik juga.. lagi sibuk apa nih sekarang?"


"Oh aku.. gak lagi sibuk apa-apa sih kak, ada apa ya?"


"Wah benarkah? Sepertinya aku tertarik kak."


"Sudah kuduga pasti kamu akan suka. Nah lowongannnya dibuka seminggu lagi. Jadi kamu masih ada waktu buat siapin berkas lamaran kamu."


Tok tok tok


"Ayu? Apa kamu masih lama?" Tanya mama ayu yang sudah berada didepan pintu kamar ayu


"Iya ma sebentar.."


"Halo? Ayu?"


"Halo iya kak?"


"Sepertinya mama ada perlu sama kamu. Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya ya.."


"Oh ok kak maaf ya kak."


"It's ok no problem."


"Oh ya kak."


"Ya ayu?"


"Hmm, Makasih ya kak infonya tadi.. aku akan siapin berkas lamarannya. Nanti aku hubungi lagi ya kak."


"Iya aku tunggu.."

__ADS_1


"Bye kak.."


"Bye.."


Tak terasa mata ayu berkaca-kaca. Yang sebenarnya ingin sekali ayu katakan pada izal tadi adalah bisakah izal membawanya kabur dari rumahnya sekarang juga karena saat ini dia akan menikah dengan seorang pria yang tidak pernah dia kenal? Tapi tidak semudah itu ferguso.. mungkin cara seperti itu berguna di dalam sinetron-sinetron yang sering ia tonton. Sedangkan untuk kasusnya kali ini tentu saja jauh berbeda. Jika ayu batal menikah maka keluarganya akan jatuh bangkrut.


"Ah mengingat alasan kenapa pernikahan ini terjadi membuatku merasa seperti orang tuaku sedang menjualku kepada seorang saudagar kaya raya di negeri ini" batin ayu.


Pernikahan tertutup ayu dan kemal hanya dihadiri oleh keluarga inti saja. ayu yang sejak awal tidak menyetujui pernikahan itupun akhirnya memutuskan untuk tidak memberitahukan kabar pernikahannya kepada semua teman-temannya. Padahal kabar itu seharusnya menjadi kabar yang membahagiakan dan terjadi hanya sekali seumur hidup.


"Ah ya.. aku tau.. baiklah sepertinya aku menemukan alasan untuk menerima pernikahan ini." Batin ayu.


"Aku akan membuat pria itu tidak tahan hidup denganku. Lalu dia akan menceraikanku dan aku bisa bebas." Gumam ayu.


-----------


"Astaga.. hampir saja aku lupa tentang lowongan pekerjaan yang dibicarakan kak izal waktu itu.”


"Aku masih punya waktu beberapa hari untuk mengiapkan berkas lamaran pekerjaan."


"besok aku harus ke rumah mama untuk mengambil semua berkas yang aku butuhkan."


"Apa aku harus menghubungi kak izal ya? Bukankah aku sudah berjanji akan menghubunginya lagi waktu itu?" Batin ayu.


Ayu menekan nomor telepon izal.


Tak lama terdengar suara pria itu.


"Halo ayu?"


"Halo kak izal? Maaf mengganggu malam malam begini."


"Tidak papa aku sedang free. Ada apa ayu?"


"Hmm waktu itu aku kan sudah berjanji untuk menghubungi kakak lagi. Jadi sepertinya tentang lowongan pekerjaan itu.. ayu.. akan menyiapkan berkasnya."


"Benarkah, jadi kamu sudah mempertimbangkan untuk melamar dikantor tempat aku kerja?"


"Iya kak.."


"Baguslah kalau begitu, kita bisa sering bertemu seperti dulu di kampus. Apa kamu masih ingat waktu itu kamu..........."


--------


Tik tik tik..


"Hassh.." kemal menghembuskan napas dalam.


Saat ini Otaknya sedang tidak bersahabat. Ia benar-benar kehilangan fokus kerja setelah kejadian di meja makan tadi. Ia memutuskan untuk beristirahat dan pergi ke kamar.


Tapi kemudian langkahnya terhenti dibalik pintu kamar bagian luar.


Ia mendengar suara ayu yang seperti sedang berbicara dengan seseorang.


Kemal mengintip sedikit demi sedikit.


Benar saja, Ayu tampak sedang asyik berbicara dengan seseorang di telepon. Wajah ayu tampak tersipu-sipu bahkan orang lain pun akan tahu bahwa ayu berbicara seperti orang yang sedang kasmaran.


Kemal pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar dan kembali ke ruang kerjanya.


Dan kali ini tidak ada alasan lagi untuk menunda pekerjaannya.

__ADS_1



to be continued


__ADS_2