
"Apa kamu sudah menikah?"
"Maaf kak.. aku.. sebenarnya."
"Syukurlah sepertinya kamu sudah baikan. Maaf sepertinya Aku harus pergi sekarang. Kata izal.
"Tapi kakak baru saja datang.."
Matanya tampak kosong, seketika ia kehilangan separuh nyawanya setelah mengetahui kenyataan pahit di depan matanya.
Izal keluar dari rumah ayu dan diikuti ayu dibelakangnya.
Ayu tidak bisa berbuat banyak. Ia tentu tidak akan menghentikan izal hanya untuk menjelaskan ceritanya yang sebenarnya.
"Maaf kak.." batin ayu.
"Aku cuma mau melihat keadaanmu saja. Aku sudah tidak khawatir lagi. Aku pergi dulu ya.. sampai ketemu besok di kantor jika kamu sudah baikan."
"Iya kak.. terimakasih.."
---
"Loh mbak ayu, tamunya kemana? Ini bibi buatin minum."
"Sudah pulang. Bibi minum aja ya.. maaf bi aku ke atas dulu ya.."
"Oh ok mbak.."
---
Sepanjang perjalanan izal tidak bisa berhenti memikirkan ayu. Tatapannya kosong. Hingga ia bolak balik hampir menabrak mobil orang di depannya.
Izal tidak mau menunjukkan sisi buruknya didepan ayu. Sisi dirinya yang sedang patah hati dan kehilangan.
Saat sendirilah adalah waktu yang tepat untuk melampiaskan emosinya.
__ADS_1
Berkali-kali ia memukul kemudi dan berkali-kali pula ia mengumpat.
"Oh God! Berarti kemarin aku baru saja mencium istri orang! Bodoh! Kenapa ayu! Kenapa kamu tidak mengatakannya dari awal!"
---
Mobil kemal tampak memasuki garasi rumah. Ayu melihat dengan jelas dari jendela kamarnya.
"Sebenarnya aku ini kenapa? kenapa aku harus takut jika kak izal mengetahui bahwa sebenarnya aku telah menikah? melihat reaksi kak izal tadi siang sepertinya dia kecewa sekali sama aku. Dia begitu percaya padaku sampai dia menghubungiku lagi dan memberikanku pekerjaan. Tapi apa yang sudah kulakukan? Aku malah membohonginya. bagaimana aku menatap wajahnya besok di kantor? Aduh ayu bodohnya dirimu.. ayo bangun ayu! Kamu pasti bermimpi untuk bisa jadi kekasihnya kak izal kan! Itu sudah tidak akan mungkin terjadi karena kamu sudah menikah dengan pria lain!" Batin ayu
"Ayu..? Bagaimana kondisimu? Apa sudah mendingan?"
Suara kemal membangunkan ayu dari lamunan dan pergolakan hatinya.
"Oh. kaget aku.."
"Maaf jika aku mengagetkanmu ayu.." pria itu berjalan mendekati ayu dan mengecek suhu tubuh ayu dengan menempelkan punggung tangannya di kening ayu.
"Sepertinya sudah tidak demam."
"Hanya ucapan terimakasih?"
"A-apa?"
"Aku bilang apa hanya ucapan saja?"
Kemal tersenyum menggoda.
Ayu heran dengan perubahan sikap pria itu.
"Apa maksudnya dia tidak ikhlas merawatku?" Batin ayu.
"Hahahaha.. kenapa kamu serius sekali." Kemal mulai berani menggoda ayu.
"Ya ampun kenapa kamu jadi begini. Aku jadi kaget lagi nih.."
"Hahaha ya sudah istirahatlah.. besok kamu sudah mulai bekerja lagi kan."
__ADS_1
"Iya.."
"Jika butuh sesuatu katakan saja, aku ada di ruang kerja. Ok.."
"Ok.."
"Hm tunggu!" Kata ayu.
Kemal yang akan melangkah keluar kamar seketika terhenti karena panggilan ayu barusan.
"Iya ada apa ayu?"
"Bagaimana kalau aku traktir makan sebagai tanda terimakasih."
"Hm.. kedengarannya bagus juga. Tapi aku mau makan daging. Bagaimana?"
"What the? Ah ya ampun pria ini kenapa jadi menyebalkan sekali.. daging pasti kan mahal! Sendirinya aja kemarin hanya mentraktirku soto!" Batin ayu
"Ayu? Bagaimana? Setuju?"
"Ok ok setuju."
"Hahahaha aku tak sabar menanti hari esok. Kalau begitu malam ini aku akan segera menyelesaikan tugas-tugasku. Sampai jumpa besok ayu.. bye.."
"Kenapa dia senang begitu? Ya ampun apa dia sebegitu inginnya makan daging? Bukankah dia punya banyak uang untuk makan daging setiap hari? Kenapa dia malah minta traktir aku yang baru bekerja beberapa hari dan bahkan belum menerima gaji pertama! Ya ampun... hari ini benar-benar bikin aku ingin berkata kotor! tapi tidak ayu.. itu tidak akan membantu.. yang benar adalah kamu harus koreksi lagi perasaanmu itu! Ya.. itu baru benar..koreksi hati!" Batin ayu.
Malam itu adalah malam yang mungkin akan menjadi malam paling diingat untuk izal.
Pria patah hati itu masih menyesali nasib cintanya. Ia yang selama ini sengaja menyimpan perasaannya pada ayu, dan hanya demi keagungan sebuah hubungan pertemanan, malah mendapati kenyataan pahit bahwa wanita itu sudah tidak mungkin dimilikinya lagi.
"Aku mencintaimu ayu....!!!!! Aku mencintaimu,..!!!" Izal berteriak sekuat-kuatnya. Air matanya mengalir membasahi pipinya. Baru kali ini dia menangisi sesuatu yang bahkan tidak pernah ia bayangkan yaitu karena seorang wanita.
"Ini salahku! Ini semua salahku! Padahal ayu jelas-jelas menunjukkan rasa sukanya padaku! Tapi aku malah menyakiti hatinya dengan memacari wanita lain! aku benar-benar pengecut! Aku takut kalau hubungan cinta akan berakhir dan kemudian berpisah, aku tidak mau itu terjadi ayu.. itulah kenapa sampai detik ini aku tidak berani mengatakannya, aku sangat mencintaimu setiap hari ayu.. setiap hari aku selalu memikirkanmu.. setiap hari aku selalu terbayang senyumanmu..setiap hari aku selalu merindukanmu.."
__ADS_1