Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Remake ex Novel Forbidden Love - TMDDK Episode 7 - Makan Malam


__ADS_3

Tik tik tik..


"Hassh.." kemal menghembuskan napas dalam.


Saat ini Otaknya sedang tidak bersahabat. Ia benar-benar kehilangan fokus kerja setelah kejadian di meja makan tadi. Ia memutuskan untuk beristirahat dan pergi ke kamar.


Tapi kemudian langkahnya terhenti dibalik pintu kamar bagian luar.


Ia mendengar suara ayu yang seperti sedang berbicara dengan seseorang.


Kemal mengintip sedikit demi sedikit.


Benar saja, Ayu tampak sedang asyik berbicara dengan seseorang di telepon. Wajah ayu tampak tersipu-sipu bahkan orang lain pun akan tahu bahwa ayu berbicara seperti orang yang sedang kasmaran.


Kemal pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar dan kembali ke ruang kerjanya.


Dan kali ini tidak ada alasan lagi untuk menunda pekerjaannya.


--------------


Keesokan harinya ayu pergi kerumah orang tuanya dan hari itu juga ia telah selesai menyiapkan berkasnya.


"Sip deh.. sekarang tinggal nunggu waktu lowongan itu dibuka."


Drrt.. drrrt..


"Kak izal? Ada apa dia telpon aku di jam segini?"


"Halo ayu? Kamu dimana?"


"Halo kak aku masih dirumah. Kenapa ya?"


"Aku kebetulan lagi mau istirahat makan siang. Apa Kamu mau makan siang bareng? Sekalian aku kenalin profil perusahaannya biar kamu mudah nanti waktu di interview."


"Hmm oke deh kak,sharelock aja dimana ya aku kesana."


"Aku aja yang jemput kamu ayu.."


"Gausah kak gapapa aku aja yang kesana."


"Yaudah kalau gitu sebentar aku sharelock ya.."


"Oke.."


--------------


"Dok.. dokter kemal?"


Kemal masih tidak menjawab.


"Dokter kemal? Dokter!"


"Oh iya ada apa Suster Santi maaf saya melamun barusan"


"Pasien kemarin minta malam ini pulang dok, sebenarnya masih perlu beberapa hari perawatan."


"Kalau keluarganya memaksa yasudah tidak papa. Saya akan memberikan obat jalan tolong beritahu untuk istirahat total dirumah ya."


"Baik dok.. terimakasih saya permisi."


"Iya"


"Huf.." kemal menghela nafas panjang.


Ia memijat kecil pelipisnya yang terasa sedikit pening.


"apa yang sedang aku pikirkan sih.." gumam kemal.


Sebenarnya kemal sedang kepikiran tentang siapa orang yang ayu hubungi kemarin malam.


-----------


Di tempat lain di sebuah restoran makan. Seorang pria yang juga tak kalah tampan dari kemal.sedang menanti kedatangan ayu.


Ayu datang lebih cepat dari perkiraan pria itu. Wanita itu mengenakan blouse berwarna oranye senada dengan jas coklat yang dikenakannya.


"Cantiknya.." batin pria itu.



Ayu berjalan perlahan mendekat ke arahnya. Hampir terhipnotis oleh kecantikan ayu. Pria itu lantas segera berdiri dan menyapa.


"Hai ayu.. bagaimana kabarmu?"


"Kabarku baik.. kak izal sendiri gimana kabarnya?"


"Baik.. hari ini kamu cantik sekali.."


"Makasih kak.."


"Silahkan duduk" izal memapankan kursi makan untuk ayu duduki.


"Jadi hari ini kamu mau makan apa? Aku yang akan traktir."


"Maaf kak tapi Tidak perlu begitu, kakak sudah baik memberiku kabar lowongan pekerjaan itu. Aku tidak mau lebih merepotkan lagi."


"Tidak merepotkan sama sekali kok ayu. Justru aku sangat senang kita bisa bertemu lagi. Jadi untuk kali ini tolong jangan ditolak. Oke!"


"Hmm baiklah kak.."


Selama mereka menikmati makan bersama, sesuai tujuan ayu menemui izal adalah ia mendapatkan informasi tentang perusahaan yang akan ia tuju.


"Baiklah kak, aku akan berusaha mengingat itu semua."


"Aku yakin kamu pasti akan diterima."


"Amin.. semoga begitu kak.."

__ADS_1


"Hmm jadi ayu apa saja kegiatanmu sebelum ini?"


Deg. "Uhuk.. uhuk.."


Ayu tersedak.


Izal tampak panik dan segera mengulurkan minum pada ayu.


"Maaf kak.."


"Aku tidak mungkin menceritakan semuanya. Termasuk kemal." Batin ayu.


"Hmm.. tidak ada kegiatan khusus kak.."


"Kalau begitu besok bisa aku mengajakmu nonton?"


"Uhuk..uhuk.." ayu tersedak lagi.


"Apa kamu baik-baik saja? Apa steaknya terlalu keras?"


"Tidak.. tidak.. steaknya enak kok.. aku saja yang sedikit ceroboh saat menelannya."


Ayu malu dan bingung harus menjawab apa. Ini kali pertamanya izal bersikap seperti sedang berusaha dekat lagi dengannya.


"Maaf kak tapi bukankah kakak sudah punya pacar."


-------


Beberapa tahun yang lalu saat ayu dan izal masih kuliah.


"Hai ayu!"


"Halo kak izal.."


Ayu tengah duduk di taman sendirian.


Tiba-tiba izal datang sambil membawa segenggam bunga.


"Kak izal? Untuk apa membawa bunga? Apa itu untukku?" Batin ayu.


Izal tiba-tiba berlutut dengan satu kakinya seperti sedang melamar kekasihnya.


"Maukah kamu menjadi kekasihku?"


Seketika wajah ayu memerah.


"Kak izal? Ini serius?" Batin ayu.


Selang beberapa detik kemudian izal bangkit dan duduk di sisi ayu.


Ayu yang melihat itu kaget dan menatap izal.


"Bagaimana menurutmu ayu? Apa sudah bagus aktingku barusan?"


"Apa! Akting?" Batin ayu.


"Aku nanti malam ada janji bertemu dengan seorang wanita. Dia sangat cantik. Kamu pasti tahu siapa wanita itu."


"Siapa?"


"Dian. Dia putri kampus. Tahu kan?"


"Oh ya aku tahu."


"Nanti aku akan menyatakan perasaan ku padanya. Jadi aku ingin berlatih lebih dulu agar aku tidak gugup."


"Jadi itu tadi cuma latihan" batin ayu.


"Ya ampun maafkan aku ayu. Kamu sedang belajar ya.. aku mengganggumu ya?"


"Nggak kok kak.."


"Ya sudah maaf aku pergi dulu lanjutan belajar nya.. semangat ya.." izal mengelus kepala ayu sebelum ia pergi.


Ayu mengulangi elusan izal dikepalanya.


"Kenapa kak izal tega banget sama aku? Padahal aku pikir dia menyukaiku karena kita sering bertemu." Ayu menangis tanpa suara. Air matanya mengalir deras.


-----


"Maaf kak tapi bukankah kakak sudah punya pacar."


"Hahaha.. siapa? Dian maksud kamu?"


Ayu mengangguk pelan.


"Kami sudah lama putus ayu."


"Oh.."


"Jadi bagaimana besok apa kamu bisa ?"


"Nanti aku hubungi kakak ya kalau memang aku bisa datang."


"Oke.. aku tunggu.. oh ya ayu maaf sepertinya aku harus kembali ke kantor. Apa kamu baik-baik saja aku tinggal dulu?"


"Oh gapapa kok kak.. terimakasih untuk makan siangnya kak.."


"Sama-sama.. aku tunggu kabarnya ya.."


Izal pun pergi. Tinggalah ayu seorang diri yang masih tetap duduk di meja makan restoran western itu.



Drrt.. drrt..


"Halo.."

__ADS_1


"Halo.. ayu? Kata bibi kamu pergi kerumah orang tuamu? Jika sudah selesai aku akan menjemputmu."


"Iya maaf aku tidak memberitahumu sebelumnya."


"Apa kamu akan marah padaku? Baguslah kalau kamu marah." Batin ayu.


"Tidak papa kok ayu.. jadi apa aku bisa kesana sekarang?"


"Tidak.. tidak perlu.. aku bisa pulang sendiri kok.."


"Hmm serius aku tidak perlu menjemputmu?"


"Iya .. aku sudah dijalan pulang kok.."


"Yasudah kalau begitu hati-hati dijalan ya.."


"Iya.."


"Huf..." Ayu menghela napas.


"Rasanya aku dan kemal masih tetap saja canggung." Batin ayu.


----


Ting tong.. ting tong..


Ayu telah sampai dirumah.


Ceklek.. pintu terbuka.


"Selamat datang ayu.."


-----


Beberapa menit sebelumnya dirumah kemal.


"Tapi pak.. saya saja yang memasak."


"Sudah bibi boleh pulang, hari ini saya ingin memasak untuk istri saya."


"Kalau begitu saya bantu menyiapkan bahan-bahannya ya pak biar cepat bagaimana pak?"


"Boleh bi. Siapkan saja setelah itu bibi boleh pulang lebih cepat."


"Ya ampun pak kemal benar-benar berbeda sekali dari biasanya."


"Memang biasanya saya seperti apa bi?"


"Eh bibi salah bicara maaf pak.."


"Gapapa bibi bilang aja, biasanya saya gimana?"


"Biasanya kan pak kemal gak banyak bicara. Tiap hari ya kerja. Pulang cuma tidur sama makan sudah. Senyumpun jarang. Tapi semenjak menikah ini saya lihat pak kemal jadi lebih ceria."


"Ah bibi bisa aja. Ini sudah kan bi?"


"Iya pak.."


---



"Selamat datang ayu.."


Kemal membukakan pintu. Pria itu tampak masih mengenakan kemeja putih dengan wajah penuh keringat.


Ayu yang melihat itu tampak terkejut.


"Apa yang terjadi? Apa yang dia lakukan sampai berkeringat begitu?" Batin ayu.


"Ayo masuklah.."


Ayu pun masuk mengikuti langkah kemal.


"Apa kamu sudah makan? Aku sudah memasak makan malam khusus untuk malam ini."


Ayu melihat meja makan dipenuhi makanan yang khas rumah.


"Apa semuanya kamu yang memasak?"


"Iya.."


Ayu masih tertegun.


"Baiklah cuci tanganmu dulu." Kemal menggandeng ayu ke wastafel dan menuangkan sabun cair ke telapak tangan ayu.


"Selamat makan.." kata kemal.


"Selamat makan.." sahut ayu.


"Hm.. keasinan." Batin ayu.


"A-ayu.. jika kamu tidak suka kamu boleh tidak memakannya. Aku akan pesankan makanan dari luar."


"Tidak usah tidak papa kok.. aku lebih suka makan dirumah"


"Entah kenapa masakan yang dibuat oleh kemal terasa lebih nikmat walaupun asin dibandingkan dengan steak di restoran yang dibelikan izal." Batin ayu.


"Maaf ayu.. aku akan berusaha belajar memasak lebih keras lagi."


"Hihihi.." ayu tertawa kecil.


Kemal tampak senang melihat ayu yang tertawa karenanya. Baginya sungguh suatu anugerah melihat ayu bahagia.


"Lain kali aku juga ingin memasak makan malam." Celetuk ayu.


Wanita itu melempar senyum kepada kemal.

__ADS_1


"Tapi malam ini, terimakasih karena sudah memasak."


Kemal pun tersenyum kecil walaupun sebenarnya ia malu karena masakannya tidak seenak seperti yang ia bayangkan.


__ADS_2