
Ayu buru-buru masuk ke kamar mandi.
Dia tidak tahu harus berbuat apa selain menyembunyikan wajahnya yang merah. Dia berjongkok di kamar mandi sambil sesekali memegang bibirnya dan membasahi bibir bawahnya yang kering.
"Oh my apa yang barusan terjadi? Pria itu menciumku! Tidak.. ini ciuman pertamaku. Kenapa harus disaat aku tidak sadarkan diri?!" Batin ayu.
Ayu masih shock dengan apa yang barusaja terjadi. Wanita itu bingung bagaimana selanjutnya dia akan bertatap muka dengan kemal.
-----
Beberapa waktu yang lalu..
"badannya panas sekali."
Kemal baru saja pulang kerja. Seharian dia berusaha menghubungi ayu tapi tidak ada jawaban dari wanita itu.
Betapa terkejutnya ia melihat wanita itu tergolek lemah di ranjangnya.
Segera dia mengambil kompres dan berusaha membangunkan ayu.
"Ayu.. bangunlah.. buka matamu.."
Ayu masih belum juga bangun.
"Dia harus segera minum obat penurun panas agar panasnya cepat turun. Maaf ayu ini demi kebaikanmu."
Kemal mengubah posisi ayu dari yang tadinya berbaring menjadi setengah terduduk.
Lalu ia meminum pil dan sedikit air tanpa menelan ia langsung memberikannya ke mulut ayu.
Ayu yang dengan mata tertutup tanpa sadar menelan obat itu.
Setelah kemal yakin ayu telah menelan obatnya iapun pergi ke dapur untuk membuatkan ayu bubur nasi.
Saat dirasa kemal telah pergi dari kamarnya, ayu membuka matanya. Ia sebenarnya telah sadar beberapa saat setelah menelan obat. ia sadar disaat bibirnya dan bibir pria itu masih saling berpagutan.
Ayu buru-buru masuk ke kamar mandi.
Dia tidak tahu harus berbuat apa selain menyembunyikan wajahnya yang merah. Dia berjongkok di kamar mandi sambil sesekali memegang bibirnya dan membasahi bibir bawahnya yang kering.
"Oh my apa yang barusan terjadi? Pria itu menciumku! Tidak.. ini ciuman pertamaku. Kenapa harus disaat aku seperti ini.." Batin ayu.
Ayu masih shock dengan apa yang barusaja terjadi. Wanita itu bingung bagaimana selanjutnya dia akan bertatap muka dengan kemal.
"Apa sebaiknya aku pura-pura tidak tahu?" Gumamnya.
"Sepertinya aku akan pura-pura tidak tahu saja. Selanjutnya aku akan berterima kasih padanya karena telah merawatku." Tambahnya.
Wanita itu segera kembali ke ranjang sebelum kemal kembali untuk mengecek keadaannya.
Betul saja, tak berapa lama ayu berpura-pura tidur. Kemal memasuki kamar dengan semangkuk bubur nasi.
"Ayu.. bangunlah.."
__ADS_1
"Hm.."
"Syukurlah kamu bangun.. ayo makanlah bubur ini.. semoga kamu suka."
"Te-terimakasih.. maaf aku jadi merepotkanmu.."
"Kenapa kamu tidak menghubungiku kalau kamu sakit ? Aku berkali-kali menelponmu karena khawatir dengan keadaanmu."
"Iya maaf.."
"Apa kamu ingat janji kamu?"
"Iya aku ingat.."
"Lalu?"
"Aku minta maaf.. aku kurang bisa menjaga kesehatanku."
"Ok kalau begitu.."
"Tapi aku mohon jangan menyuruhku berhenti bekerja." Potong ayu.
"Siapa yang menyuruhmu berhenti bekerja. Aku hanya akan mengatakan kalau begitu kamu harus lebih banyak minum vitamin dan makan makanan yang bergizi."
"Oh.."
"Hahaha.. yasudah setelah makan itu coba buat tidur semoga besok pagi demammu hilang."
"Iya.. terimakasih.."
"Sama-sama.. oh ya malam ini aku akan tidur di sofa. Kamu tidur saja yang nyenyak.ok."
Keesokan paginya ayu sudah merasa lebih baik daripada kemarin. Tapi dia masih merasa lemas.
"Halo kak.."
"Bagaimana kondisimu sekarang?" Tanya izal
"Aku sudah lebih baik daripada kemarin kak. Terimakasih karena sudah mengantarku kak.."
"Sama-sama.. oh ya hari ini kamu istirahat saja dulu. Aku sudah buatkan kamu ijin sakit selama dua hari."
"Ya ampun kak jangan.. aku bisa masuk kok hari ini."
"Tidak.. tidak bisa begitu.. kamu harus benar-benar sembuh dulu. Oh ya apa aku boleh mampir nanti saat istirahat?"
"Tentu saja boleh kak.."
"Baiklah cepat sembuh ayu.."
"Iya kak.."
Wanita itu bangun dari ranjang setelah menerima morning call dari izal.
Ia turun dan melihat ke dapur. Disana sudah ada bibi yang memasak.
__ADS_1
"Bi.."
"Loh mbak ayu jangan kesini. Nanti bibi Antar makanannya ke kamar mbak.."
"Jadi bibi sudah tahu."
"Iya bibi dikasih tau pak kemal kalau mbak sakit."
"Pak kemal kemana bi?"
"Tadi sudah berangkat mbak katanya sih urgent."
"Oh.."
"Yasudah mbak ayu naik aja ke kamar ya.."
"Hmm ok bi.. makasih ya.."
"Sama sama mbak.."
---
Ting tung..
Bel rumah ayu berbunyi. Bibi yang sedang berada di dapur langsung membukakan pintu.
Ceklek.
"Ayunya ada bu?"
"Ada mbak ayu sedang sakit pak. Maaf dengan siapa ya?"
"Saya atasannya di kantor mau jenguk ayu bu. Tadi pagi saya sudah bilang kalau mau kesini."
"Oh sebentar silahkan duduk dulu.."
"Terimakasih."
Bibi pun naik ke kamar ayu.
Tok tok tok
"Mbak ayu ada tamu.."
"Oh iya bi sebentar." Kata ayu dari dalam kamar.
Setelah dirasa majikannya tahu, bibi pun turun ke dapur untuk membuatkan minum.
Selang tak lama kemudian ayupun keluar dan bergegas turun untuk menemui izal. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti.
"Ya ampun.. aku lupa menaruh itu dikamar." Batin ayu
Wanita itu berhenti karena izal sedang menatap fotonya saat mengenakan gaun pernikahan.
"Aduh bagaimana ini.. bagaimana aku menjelaskannya.. tidak ada cara lain selain.."
__ADS_1
----