
Selamat membaca Readers..
.
.
.
.
.
Satu bulan kemudian.
.
.
.
Disebuah kamar yg berantakan. Seorang pria terlihat sangat frustasi. Yap siapa lagi kalau bukan Afrizal. Dia benar-benar down setelah ditolak Ayu. Apalagi langsung dipertemukan dengan sosok pria yg tak lain adalah suami ayu.
"Ternyata dia sudah menikah.. aaaarrrggh!!! Tidaaak!!! Kenapa ayu?? Kenapa Devia??!! Takdir Apa ini? Kenapa semua wanita yg ada dihidupku tak ada satu pun yg bisa kumiliki!!!?? Ini tak adil Tuhan.. aku tidak terima ini.. aku tidak akan menyerah untuk kali ini.. aku.. aku.. akan mengejarmu ayu..!! Aku harus memilikimu..!!! Aku pasti akan menemukan mu!!.." Kata Afrizal.
.
.
.
Ditempat lain, berbeda ruang dan waktu.
Kemal dan ayu sangat bahagia dengan pernikahan mereka. Setiap hari semakin harmonis.
Pagi ini ayu tampak pucat sekali, kemal tentu sangat mengkhawatirkan istri tercinta nya.
"Sayang kamu kurang sehat? Ayo ikut aku ke rumah sakit ya biar aku periksa."
"Ehm iyaa iyaa suamiku ini memang seorang dokter tentu aku tidak perlu khawatir kalau sakit nanti.. tapi untuk saat ini aku gapapa kok sayang aku bisa jaga diri kok. Uda jangan khawatirin aku.. kamu berangkat aja sayang."
"Beneran yaa.. kalau ada apa apa kamu telpon aku ya sayang.."
"Iyaa sayaang..."
Kemal mendaratkan kecupan manis dikeningku.
Setelah Alphard putih Kemal menjauh dan tak terlihat lagi, kututup pintu.
.
.
.
.
Hari ini aku memang merasa pusing dan lemas.. seharian aku hanya terbaring di ranjang.
>>>Panggilan masuk dari kemal<<<
"Halo sayang.. gimana keadaan kamu, Uda baikan sayang?" Tanya kemal
"Aku sedikit pusing sayang. Seharian aku tidur. Maaf ya sayang jadi gak bisa masak. Nanti kamu beli aja ya.."
"Oalah iya gapapa sayang kamu istirahat aja, bentar lagi aku pulang. Tunggu ya sayang"
"Iya sayang.."
.
.
Selang telepon dari kemal berakhir.
>>>panggilan telepon dari nomor tak dikenal<<<
"Halo Siapa ini?"
"Ayu.. apa kabar?"
"A.. Afrizal..?"
"Iya ini aku.. kamu masih ingat?"
"Iya masih, ada apa izal?"
"2 hari lagi aku ke Indonesia, kamu bisa temani aku untuk beberapa hari saja selama disana?"
"Hmm.. ada acara apa izal?"
"Tidak ada, hanya ingin mengunjungi kampus lamaku Ayu.. bisa ya please.. untuk sekali ini saja.. kumohon"
"Ehm.. baiklah.. kutunggu.. "
"Terimakasih ayu..."
"Sama sama.. yauda aku tutup dulu ya aku mau istirahat.."
"Lho kamu sakit? Sakit apa? Sudah berobat?"
"Gpp kok cuma capek aja.. "
"Maaf yaudah kamu istirahat ayu.."
.
.
.
.
.
Aku merasa benar-benar lemas dan pusing.
Kemal sebentar lagi pulang, aku akan tidur sebentar saja.
Saat aku terbangun, samar samar kulihat ruangan yg berbeda. Bukankah tadi aku dikamar ?
"Sayang kamu sudah sadar.. syukurlah.." kata kemal
"Kok aku dirumah sakit sayang? Tadi aku kan tidur dikamar."
"Waktu aku pulang, aku langsung lihat kamu di kamar, kamu demam tinggi sayang. Aku langsung membawamu kesini."
Tiba-tiba mama datang...
"Ayu.. kamu gapapa nak?"
"Mama kok sampai kesini, aku gapapa kok ma.."
"Mama bukan cuma khawatir sama kamu nak tapi juga sama cucu mama.."
"Cucu???" Sahutku.
Kemal dan mama kompak tersenyum mencurigakan. Sedangkan aku? Apa aku melewatkan sesuatu saat aku pingsan tadi?
"Sayang.. kamu hamil.. anak kita.." kemal mengelus dahi dan perutku.
"Alhamdulillah.. sebentar lagi mama bakal gendong cucu.. kamu pengen makan apa nak? Pasti mama masakan khusus buat kamu.." kata mama. Kulihat mama senyumnya lebar banget.. sebegitu bahagianya mendengar kabar kehamilanku ini.
"Ehm.. nggak usah maaa.. mama kan juga perlu istirahat.. ayu gak mau mama capek."
"Sassttt.. kamu ini ngomong apa sih.. mama tuh seneng malahan kalau kamu nyidam masakan mama. Nanti cucu mama biar Deket sama mama. Yaudah mama mau buatin ayam kecap kesukaan kamu. Gimana?"
"Kedengarannya enak tuh ma.. "
"Yaudah mama nanti balik lagi ya.. kamu jaga kesehatan nak.. "
"Iya ma..."
"Kemal antar ya ma.."
"Mama telpon mang Udin aja biar jemput, Uda kamu temenin ayu aja ya.."
Mang Udin adalah supir pribadi mama.
Mama pergi meninggalkanku dan kemal.
"Sayang kamu mau aku kupasin apel?"
"Boleh.. oh iya sayang, memang Uda berapa usia kandungan aku sekarang?"
"Jalan 3 Minggu sayang.. tenang aja sayang bayi kita sangat sehat dan kuat.." kemal mencium telapak tanganku.
Aku mengelus perutku.. ah iya.. aku jadi ingat telepon Afrizal kemarin, berarti besok dia akan datang ke Indonesia. Apa aku harus bilang pada kemal? Ehm.. sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat. Mungkin nanti jika aku sudah pulang kerumah.
"Sayang apa aku sudah boleh pulang hari ini?"
"Tidak.. tidak.. kamu masih lemah sayang.. belum bisa pulang. Malam ini aku akan menemanimu dan bayi kita."
"Tapi aku gak nyaman disini sayang.. aku pingin pulang.."
"Iya.. besok pagi kita akan pulang.."
.
.
.
.
.
❤️ Keesokan harinya ❤️
Aku sudah kembali kerumah. Kemal menggendongku. Dia tidak membiarkan ku beranjak dari tempat tidur.
"Hari ini aku off sayang, aku mau temani kamu dan bayi kita. Apapun yg kamu mau akan aku turuti." Kata kemal
"Ehm.. beneran kamu mau turuti apa aja yg aku mau sayang?"
"Iya.. sayang.. kemauan kamu sama dengan kemauan bayi kita kan.. "
"Aku pingin makan es krim sayang.."
"Es krim ya sayang, oke." Kemal tampak menelepon seseorang.
"Halo bi.. tolong kalau masih dijalan sekalian belikan es krim Magnum ya 5 nanti aku ganti uangnya. Makasih ya bi.."
.
.
"Kamu manggil bibi hari ini?" Tanyaku.
"Iya sayang, mulai hari ini biarkan bibi aja yg bersih-bersih rumah. Kamu fokus saja dengan bayi kita ya.."
"Hmm.. oke .."
.
.
Tiba-tiba kemal menerima telepon masuk.
"Sayang aku angkat telepon dulu ya ."
"Iyaa.."
.
.
__ADS_1
.
Beberapa menit kemudian, kemal menghampiri ku..
"Sayang maaf aku ....."
"Aku tahu, aku gak papa, Uda kamu berangkat aja.. pasti operasi mendadak kan"
"Iya.. maaf ya sayang padahal aku Uda janji mau temani kamu seharian ini.. "
"Iya gapapa.. kamu lebih dibutuhkan disana.. aku ngerti kok."
"Makasih ya sayang.. aku bakal cepet balik kok, berangkat dulu ya sayang." Kemal meninggalkan kecupan manis di kening dan perutku . "Nak papa berangkat dulu ya.. jaga mama untuk papa ya.."
.
.
.
.
.
Selama kemal pergi, aku bosan sekali hanya terbaring di ranjang. Aku turun kebawah, tampak bibi sedang memasak didapur.
"Loh mbak ayu kata mas kemal gak boleh banyak jalan.. nanti saya antar makanan keatas mbak.."
"Gapapa bibi.. aku mau nonton tv disini kok.."
"Oh gitu yauda mbak, saya lanjut masak ya.."
"Iya bi.."
.
.
.
Ting tong.. terdengar bunyi bel rumah. Bibi segera membuka pintu.
"Benar dengan rumahnya pak kemal?"
"Iya betul, maaf tapi mas kemal sedang tidak ada dirumah."
"Tapi istrinya ada dirumah kan?"
"Ooh mbak ayu, iya ada. Maaf nama nya mas siapa ya nanti saya sampaikan dulu."
"Saya Afrizal."
.
.
.
.
Bibi datang menghampiri ku di ruang tv.
"Siapa bi?" Tanyaku
"Namanya Afrizal mbak.. nyari mas kemal."
Whats!!!! Afrizal? Kok tahu rumahku sih!?
"Suruh masuk duduk dulu ya bi.. nanti aku temui, aku mau mandi dulu."
"Masak iya aku mau ketemu tamu kecut gini. Uda dua hari lagi belum mandi." Batinku.
.
.
.
.
Beberapa menit kemudian. Aku melihat Afrizal. Dia tampak lebih kurus dari sebelumnya.
"Halo.. maaf membuatmu menunggu.. bagaimana bisa tahu rumahku zal?" kataku.
"Ada deh.. eh iya jadi kan temeni aku jalan-jalan disini?"
"Eh itu.. aku sebenarnya belum bilang suamiku.."
"Yaaahh padahal kamu kan kemarin udah janji.. cuma satu hari ini aja ayu.."
.
.
"Ehm ok, sebentar aku bilang bibi dulu.."
.
.
.
Didapur.
"Bi aku keluar sebentar ya.. nanti bilang sama mas kemal aku keluar sama Afrizal. Ini nanti berikan ke mas ya.. makasih bi.."
Kataku sambil menulis nomor telepon Afrizal dikertas. Entahlah tiba-tiba terbesit saja ingin menulis nomor telepon Afrizal.
.
.
.
.
.
Selama dimobil Afrizal tampak fokus menyetir,
Afrizal tak menjawab ku. Laju mobilnya semakin cepat.
"Izal kita mau kemana?"
Kulihat arah mobilnya semakin menjauh dari kota. Aku mulai gelisah. Aku mengirim sharelock ke kemal.
"Izal plis ngomong dong kita mau kemana?"
"Ssstt... Ayu.. nanti kamu juga tahu kalau sudah sampai."
.
.
.
.
Beberapa jam kemudian kami sampai di sebuah hotel. Hotel? Untuk apa izal mengajakku ke hotel?
.
.
"Ayo turun.."
"Ngapain kesini zal?"
"Ada sesuatu yg mau aku tunjukkan"
Aku menurutinya. Mungkin dia hanya ingin menunjukkan sesuatu setelah itu kami kembali pulang. Aku mengikutinya ke sebuah kamar hotel. Dia membuka kenop pintu, tiba-tiba dia mendorongku masuk, memegang erat kedua tanganku sambil menutup pintu dengan kakinya.
"Izal apa apa an ini? Kenapa kamu begini? Apa salahku?"
Izal mengikat kedua tanganku. Menarikku paksa ke atas ranjang
"Izal plis lepasin, aku minta maaf ..." Pintaku tapi sepertinya dia tak bergeming.
Dia malah mengikat mulutku juga. Air mataku mengalir.. aku menyesal tidak meminta izin kemal untuk pergi dengan pria gila ini.
Izal mendekat, dia memang tampak tampan dulunya tapi tak ku kira dia berdarah dingin.
"Ayu dengarkan aku.. aku akan berusaha membahagiakan mu lebih baik daripada suamimu.. jadi tinggalkan kemal dan terima aku.." kata izal tepat disamping telinga kananku.
Aku menggeleng kan kepala tanda tak setuju dengan ucapannya. Dia tampak kesal. Lalu mencengkeram daguku. "Seandainya saja kamu belum menikah apa kamu menerima ku?"
"Sepertinya pilihanku tepat, aku memilih suamiku daripada kamu." Batinku.
Aku menggeleng lagi. Dia kini terlihat sangat marah.
PPYYAAAARRRR... Izal membanting gelas ke lantai.
"Kuberi waktu satu jam saja untuk memikirkan kembali tawaranku. Aku akan membelikanmu makanan."
.
.
.
.
.
❤️Di kediaman Kemal.❤️
"Loh bibi kok sendiri mana ayu?" Tanya kemal
"Anuu mas kemal tadi ada temannya mbak ayu namanya Afrizal ngajak keluar. Ini mbak ayu nulis nomernya dikertas."
Kemal melihat WhatsApp terakhir istrinya. Segera dia bergegas kembali ke mobil untuk menjemput istrinya.
.
.
.
.
.
.
❤️satu jam kemudian, Dihotel tempatku disekap.. Izal datang membawa makanan.
"Sayang ini aku bawakan beef steak kesukaan kamu. Ayo makan aku suapi ya.."
Izal membuka pengikat mulutku.
Aku menutup mulutnya rapat rapat.
"Dulu kamu bilang beef steak buatanku enak sayang? Kenapa sekarang kamu tidak mau ?"
Ayu hanya diam saja. Hal ini membuat izal geram.
PYAAAAARRRR!!!! Izal melempar piring ke lantai. "Terserah kamu mau makan atau tidak."
Izal pergi ke balkon. Dia membayangkan bertemu dengan kekasihnya dulu 'devia'
"Dimana kamu.. Devia.." gumamnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
❤️Disisi lain, kemal sudah sampai pada titik lokasi terakhir istrinya mengirimkan sharelock. Lalu kemana selanjutnya?
Kemal melihat ke sekeliling. Matanya tertuju pada gedung paling tinggi. "Pasti disana."
Segera dia menuju ke tempat tersebut.
.
.
.
.
Sesampainya dimeja resepsionis.
"Permisi saya sudah janjian sama teman saya namanya Afrizal . Dia sudah memesan lebih dulu kamar . Saya mau pesan kamar disebelah nya. " Kata kemal.
"Owh baik pak . Ini kamarnya ada di lantai 6 ."
"Ternyata benar mereka kesini" batinnya.
Dia naik ke lantai 6. Dilihatnya kamar Afrizal dan ayu.
"Apa istriku selingkuh? Tapi jika selingkuh untuk apa dia kirim sharelock ke aku?" Batinnya lagi.
Dia masuk ke kamar sebelah. Berharap mendapatkan petunjuk lagi.
Dia coba mendengarkan dari balik tembok, tiba-tiba terdengar suara piring pecah.
Kemal tampak kaget. Apa yg terjadi dengan istrinya dan pria itu. Langkahnya ingin segera mendobrak pintu kamar Afrizal tapi urung dilaksanakan. "Ini terlalu gegabah, aku harus susun strategi."
Kemal mengintip ke balkon, benar saja disana ada Afrizal. Dia mendengar satu nama tapi bukan nama istrinya yg disebut melainkan. "Devia?"
.
.
.
.
.
.
❤️Kembali ke Izal dan ayu.
Aku hanya diam saja daritadi. Aku bersandar di dipan, diriku sangat lemah.
Izal masuk kedalam dan duduk didekatku.
"Malam ini kamu akan jadi milikku." Kata Izal.
"Kamu gila." Jawabku
"Iya aku memang gila, kenapa?"
"Lepaskan aku.."
Izal berlalu pergi mengambil botol minum.
"Aku akan melepaskanmu setelah kamu minum ini"
"Lepaskan ikatanku dulu."
Izal melepas ikatan di tanganku. Aku mengambil botol minum itu, aku tau pasti ada sesuatu didalam air ini.
"Ayo minum, bukankah kamu sudah janji tadi."
Aku melempar botol minum itu kelantai. Izal tampak sangat marah.
"Marah saja, bunuh saja aku" teriakku.
Izal mencoba menahan amarahnya. Mana mungkin dia membunuh wanita yg dicintainya. Tidak bukan ayu, tapi Devia yg ada didiri ayu.
"Berdiri. " Perintah izal
Aku tetap duduk didepan. Tubuhku lemah mana kuat mau berdiri.
"Kenapa? Kamu lemas? Belum makan?" Tanya izal
Aku diam.
Izal tiba-tiba mendorong ku ke posisi tidur, dia berada diatasku.
"Mau apa kamu?"
"Memakanmu"
Aku mendorong izal dengan sisa tenagaku. Tapi dia pria dan kuat. Percuma aku meronta dia menahan tubuhku.
.
.
.
.
.
ditempat lain, teriakan istrinya terdengar sampai ke telinga kemal.
"aku tidak bisa hanya diam. aku harus segera menghubungi pihak hotel." Kata kemal.
dengan sigap kemal dibantu pihak hotel membuka pintu kamar tempat izal dan ayu dengan kunci cadangan.
.
.
.
.
.
"Hentikaan!!!" kemal langsung menarik afrizal menjauh dari istrinya dan menjatuhkan tinjuan keras dipipi kanannya. Terlihat beberapa orang membantu melerai dua pria yg memperebutkan seorang wanita.
.
.
.
.
.
❤️Ayu POV❤️
Aku mendorong izal dengan sisa tenagaku. Tapi dia pria dan kuat. Percuma aku meronta dia menahan tubuhku.
"Kamu Gila!!! Jangan sentuh aku!!"
.
.
tiba-tiba..
BUG! BRAK!
aku kaget setengah mati saat tubuh izal terhempas ke dinding karena seseorang tiba-tiba muncul dan memukul izal. samar samar aku berusaha tersadar bahwa ternyata dia .. kemal suamiku datang menyelamatkanku. air mataku mengalir, seseorang membantu melepas ikatan ditanganku. sedangkan beberapa orang masih sibuk melerai kemal dan afrizal.
.
.
.
.
.
❤️ beberapa menit kemudian ❤️
aku duduk di lobby hotel ditemani resepsionis. sedangkan para pria sedang berdebat didalam kantor pemasaran hotel. entah apa yg sedang mereka bicarakan. yg kutahu aku sudah aman selama ada kemal.
.
.
.
lalu kemal keluar lebih dulu dari ruangan itu, dia menghampiriku. "sayang kamu gapapa? bayi kita gapapa?" tanya dia.
"gapapa sayang, aku lelah.. aku ingin pulang" jawabku.
"ayo sayang, aku gendong kamu." dia menggendongku sampai ke parkiran mobil.
.
.
.
.
.
dimobil kemal diam seribu bahasa. aku penasaran bagaimana dan apa saja yg terjadi selama di kantor pemasaran tadi. tapi aku tak sanggup bicara karena lemah.
"sayang kamu belum makan kan.. ayo makan dulu ya ke resto terdekat." kata kemal.
aku memegang tangan kemal dan menggelengkan kepala tanda tidak mau.
"baiklah pesan drivethru aja ya"
aku mengangguk. bersyukur dia paham yg aku mau.
.
.
.
.
"makan pelan pelan sayang... " kata kemal
"anak kita yg laper sayang.." jawabku.
"hehe... iya iya.. "
.
.
.
.
.
.
bersambung.
bagaimana dengan afrizal?
apa yg terjadi antara kemal dan izal selama di kantor pemasaran?
.
.
__ADS_1
.
thanks readers ❤️jangan lupa tap dan komentar dibawah ya.. 😊