
“terimakasih dokter
chika atas bantuannya..” kata kemal sambil menggendong alea.
“sama-sama dokter kemal.. kapanpun anda butuh bantuan saya
bisa. Baiklah kalau begitu sampai ketemu lagi ya alea sayang..”
“dada dokter chika..”
“da..da..”
.
Di tempat lain
“ayu kamu sendirian nak kesini? Mana suami kamu?”
“iya ma tadi rick sih ikut tapi tiba-tiba ada urusan penting
dari kantor jadi dia langsung flight lagi pulang. Maaf ya ma..”
“gapapa sayang.. terus alea dimana?”
“alea lagi sama papanya ma.. dia lagi libur sekolah terus
kangen papanya..”
“yaudah besok kalau bisa ajak alea kesini ya nak..”
“iya ma.. yaudah ayu mau mandi dulu ya ma..”
“iya..”
.
.
Saat mama ayu sedang duduk di ruang tamu tiba-tiba terdengar
“assalamualaikum..” kata alea
“waalaikumsalam.. eh alea cucuku datang..”
Disusul kemal masuk dan bersalaman dengan mama ayu.
“mama sehat?”
“iya sehat alhamdulillah.. ayo duduk dulu..”
Alea duduk dekat mama ayu. “jadi alea lagi liburan ya
disini?”
“iya nek.. “
“alea tidur disini aja sama nenek ya?”
“iya nek.. tapi hari ini alea uda janji mau tidur sama
papa.. mungkin besok ya nek?”
“ok deh kalau gitu nenek tunggu yaa besok..”
“iyaa nek..”
/ ayu muncul
“mama!”
“loh alea? Tumben sudah pulang mas?” tanya ayu.
“iya sudah selesai kok jadi tadi mampir kesini dulu karena
alea bilang kangen neneknya.”
“oh gitu..”
“mama.. alea lapar..”
“oh ya nenek tadi masak sop loh kesukaan alea.. ayo makan
dulu.. oh ya ayu ayo ajak kemal juga makan bareng..”
Mama ayu mengajak alea masuk lebih dulu. Tinggal ayu dan
kemal berdua di ruang tamu.
__ADS_1
Suasana memang sedikit canggung diantara keduanya.
“ayo makan dulu mas..” kata ayu
“terimakasih.. aku masih kenyang kok.. kalian makan saja
dulu..”
“kapan mas makan?”
Ayu meraih kedua tangan kemal. “Tuh kan dingin tangannya,
pasti belum makan. Ayo..”
Ayu menarik kemal ke dapur bersamanya. Kemal hanya terdiam
sambil menatap punggung ayu yang masih sama seperti beberapa tahun yang lalu. Kemal
masih bisa merasakan kelembutan kulit tangan ayu yang dulu sering ia genggam
saat masih menjadi isterinya.
“ini salahku.. tidak sepatutnya aku meninggalkanmu waktu itu
ayu.. mungkin ini adalah hukuman dari Tuhan untukku karena tidak bisa menjagamu
dengan benar.. seandainya ada kesempatan kedua.. aku pasti akan sangat
bersyukur untuk itu.. tapi.. itu tidak mungkin karena kau sudah bahagia dengan
pria lain.. bahkan sekarang kau sedang mengandung buah hatinya..” kata kemal
dalam hati
>>>
Setelah selesai makan bersama, kemal dan alea berpamitan
pada mama ayu.
“loh mama kenapa gak ikut?”
“mama tidur sama nenek ya alea..”
“gak mau.. alea pingin sama mama sama papa..”
Mama ayu memegang pundak ayu, “sudahlah sekali ini
saja..demi alea.. pergilah nak..”
“hmm.. baiklah..”
Akhirnya ayu ikut bersama alea dan kemal.
>>>
Di dalam mobil.
“maaf ayu..”
“gapapa mas..”
“nanti aku akan tidur di kamar tamu.”
“gak perlu mas.. aku aja yang tidur di kamar tamu.”
“tidak.. biar aku saja..”
“mas...? sudah hentikan.. sampai kapan kita akan berdebat
masalah ini?”
“hahaha.. baiklah maaf.. sepertinya alea puas makan dirumah
mama, dia tertidur sangat pulas.”
“ya.. dia akan makan banyak saat suasana hatinya sedang
baik.”
“mirip sekali denganmu..”
“mas..?!”
“hahaha maaf aku hanya bercanda..”
>>>
__ADS_1
Sesampainya di rumah kemal.
“aku sudah menidurkan alea di kamar..”
“iya makasih ya mas..”
“kau pasti juga lelah kan.. kau bisa tidur disisi alea.”
“tidak aku ingin duduk sebentar di sofa.”
“baiklah aku akan membuatkan mu jus jeruk..”
“jangan mas..”
“sudahlah.. jus sangat baik untuk ibu hamil. Kau duduk saja
dengan tenang. Ok?”
“hmm.. baiklah.. terimakasih..”
>>>
ayu masih merasakan suasana rumah kemal yang sama seperti beberapa tahun yang lalu. tidak ada yang berubah. benda-benda masih sama letaknya dan bahkan foto pernikahan mereka masih tetap terpajang didinding.
"maaf menunggu lama.." kemal duduk diseberang ayu dan meletakkan segelas jus jeruk dimeja.
"nggak kok mas.."
"minumlah.. jangan khawatir aku tidak memasukkan hal-hal aneh didalamnya kok.."
"hahaha.. apaan sih mas.. aku tidak berpikiran seperti itu kok ke kamu."
"jadi.. sudah jalan berapa bulan?"
"hm..masih sangat awal mas.. itu sebabnya aku masih bisa riwa riwi kesini. ehem..uhuk.."
ayu tersedak dan itu membuat kemal super panik. kemal langsung mendekat dan menepuk nepuk pelan punggung ayu.
"apa tidak enak jusnya? aku bisa buatkan yang baru kalau itu tidak enak."
"ehm.. tidak.. tidak.. jusnya enak kok mas..aku hanya tersedak karena terlalu cepat minumnya.."
ayu menatap tangan kemal yang berada di pundaknya.
"maaf aku akan pergi kalau kau merasa kurang nyaman ada aku disini."
"jangan mas.. ini kan rumah kamu.. aku minta maaf membuatmu khawatir tadi."
"oh ya dimana suami kamu? bukannya tadi dia datang juga kesini?"
"iya.. karena urusan penting dia harus kembali lebih dulu."
"oh gitu.."
"hmm.. mas boleh aku tanya?"
"ya.."
"kenapa masih memajang foto pernikahan kita dulu?"
"oh itu.. aku bingung harus diapakan jadi aku belum memutuskan untuk melepasnya."
"sebaiknya dilepas saja mas.. kan kalau dilihat sama calon isteri kamu nanti jadi bikin salah paham kan.."
"apa? calon isteri? hahaha.. kau ini bisa aja ayu.."
"hmm.. apa mas belum kepikiran buat nikah lagi?"
"aku belum ingin menikah lagi."
"tapi kan kalau mas nikah jadi pekerjaan mas lebih ringan karena ada yang bantu dirumah."
"kalau cuma buat bersih-bersih rumah, masih ada bibi yang biasanya bersih rumah."
"ya.. kan mas biar gak kesepian maksudku.."
"apa kau mengkhawatirkanku ayu?"
"tidak.. bukan itu maksudku.."
"sudahlah tenang saja.. aku baik-baik saja kok. aku permisi dulu.. ada sesuatu yang harus kerjakan. jika kau lelah istirahatnya bersama alea."
kemal pergi begitu saja.
"apa mas kemal marah karena ucapanku barusan? ah aku jadi merasa tidak enak.. apa sebaiknya aku minta maaf saja?" kata ayu dalam hati.
__ADS_1
to be continued