Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Remake ex Novel Forbidden Love - TMDDK Episode 12 - Nostalgia


__ADS_3

"satu.. dua.. tiga.."


Cekrek.


"Aku lihat kak.." ayu melihat hasil fotonya di ponsel izal


"Bagus kan?"


"Bagus kak.."


"Ini ponsel keluaran terbaru, kamu mau coba foto sendiri?"


"Oh nggak deh kak. Aku gak begitu suka selfie."


"Yaudah gak papa ini pakai ponselku coba kamu selfie sekarang ."


"Tadi kan udah kak.. aku malu kak.."



Izal mengingat kembali saat momen kedekatannya bersama ayu semasa kuliah.


"Padahal aku memintanya foto selfie karena aku ingin menyimpan fotomu ayu.." gumam izal sambil memegang segelas wine di tangannya.



---


Di tempat lain


Ayu telah selesai makan bersama kemal.


"Aduh.." ayu merasakan sakit di pergelangan kaki dan tumitnya.


"Sepertinya aku belum terbiasa mengenakan high heels." Batin ayu.


Ini kali pertamanya memakai sepatu hak tinggi sepanjang hari selama di kantor. Biasanya dia hanya memakai heels untuk menghadiri acara tertentu saja itupun hanya beberapa menit ia sudah tak tahan.


"Ada apa ayu?" Tanya kemal.


Ayu menggelengkan kepalanya karena tidak mau membuat kemal khawatir.


Tapi dilihat dari sisi manapun kelihatan sekali bahwa wanita itu sedang menahan rasa sakit di bagian kakinya.


"Tunggu.. kamu sedang apa?" Tanya ayu. Ia terkejut melihat kemal tiba-tiba berjongkok didepannya.


Tanpa perlawanan ayu membiarkan kemal melepas heelsnya dan melihat luka lecet di kedua kakinya.


"Bagaimana bisa kamu bertahan seharian dengan kaki luka begini ayu?"


"Aku baik-baik saja kok. Aku masih bisa jalan. Tolong berdirilah. Orang-orang memperhatikan kita." Bisik ayu.


Bukannya berdiri, kemal malah menyiapkan punggungnya yang bidang.


"Naik ayo.. aku akan menggendongmu sampai ke mobil."

__ADS_1


"Tapi aku malu.."


"Atau aku gendong depan?"


"Ap-apa! Ya ampun baiklah aku naik."


Ayu tidak bisa menolak. Ia pun naik ke punggung kemal.


"Aku berat." Gumam ayu disisi telinga kiri kemal.


"Aku kuat kok." Jawab kemal.


Deg.


Pipi ayu memerah, jantung berdebar tak beraturan.


"Oh my ! Tenang ayu.. jangan sampai dia mendengar debar jantungmu itu!" Batin ayu.



Sesampainya di rumah.


Kemal sudah siap untuk menggendong ayu lagi. Tapi ayu menolak dan memilih untuk berjalan tanpa alas kaki dari garasi ke rumah.


Walaupun dengan tertatih-tatih.


Sejak hari itu baik kemal maupun ayu mulai merasa nyaman satu sama lain.


Hubungan mereka sudah tidak secanggung saat awal pernikahan. Walaupun ayu masih belum sepenuhnya merasakan perasaan suka seperti yang kemal rasakan. Tapi ia tetap menghormati posisi kemal sebagai suaminya. Sedangkan Kemal mengerti apa yang dirasakan oleh ayu. Ia masih sabar menunggu cinta ayu.


---


Siang hari pada jam istirahat. Ayu dan izal sudah selesai makan siang bersama dan akan kembali ke kantor.


Tapi tiba-tiba..


"Ayuu!.." sontak izal terkejut karena tubuh ayu yang hampir saja jatuh ke depan.


"Ya ampun maaf kak.." suara ayu sangat lemah


"Kalau kurang enak badan kamu boleh ambil pulang." Kata izal sambil memegang kening ayu.


"Karena sepertinya kamu demam."


Ia lantas melepas jasnya dan memakaikannya pada ayu.


"Aku gak papa kok kak.. aku masih kuat bekerja sampai nanti waktunya pulang."


"Tidak boleh begitu. Aku tidak mau demammu semakin parah. Aku akan mengantarmu sekarang."


Ayu yang sedikit limbung karena merasakan demam tak bisa menolak ajakan izal. Ia pun hanya bisa mengangguk.


"Apa kamu masih kuat berjalan?"


"Iya kak.."

__ADS_1


Izal pun menuntun ayu ke mobilnya.



"Kita sudah sampai ayu.."


Ayu terlihat sedang tertidur pulas. Izal tidak berani membangunkan ayu.


--


Sekitar satu jam kemudian, ayu terbangun. Ia melihat seorang pria sedang tertidur disisinya.



"Astaga! Aku ketiduran!"


Suara ayu yang cukup keras berhasil membangunkan izal.


"Maaf kak aku.."


"Sst.. its ok.. berkat kamu aku bisa beristirahat sejenak."


"Kakak ayo mampir dulu. Aku akan membuatkan teh hangat."


"Tidak ayu.. kamu sedang sakit. Lain kali saja. Aku juga masih ada urusan di kantor."


"Baiklah kalau begitu aku masuk ya kak.. terimakasih banyak kak.."


"Sama-sama.."


Izal menanti ayu sampai masuk ke dalam rumah sebelum akhirnya ia kembali ke kantor.


"Apa yang sudah kamu lakukan izal? Bagaimana bisa kamu melakukan itu saat ayu sedang tertidur?" Gumam izal. Baru saja ia teringat kembali saat-saat dimana ayu sedang tertidur satu jam yang lalu


Sesampainya di kamar, ayu langsung berganti baju dan merebahkan tubuhnya di ranjang.


"Ya ampun! Sepertinya demamku belum juga turun." Gumam ayu.


Ia memejamkan matanya untuk sesaat. Namun tiba-tiba ia melihat sekelebat ingatan saat dirinya bersama izal.


"Bayangan apa itu barusan?"


Ia mengusap bibirnya. "Kenapa terasa nyata?" Batin ayu.


"Apa kak izal menciumku saat aku tidur? Ah itu tidak mungkin! Pasti ini efek demam jadi aku mulai berhalusinasi. Ah sudahlah lebih baik aku tidur."


---


"Ayu.. apa kamu mendengarku?" Kata izal dengan nada rendah.


Ia lalu mendekati ayu semakin dekat dan semakin dekat hingga tidak ada jarak diantara keduanya.


"Aku sangat mencintaimu ayu." Batin izal.


Bibirnya menyentuh leher ayu, kemudian pipi dan bermuara di bibir mungil ayu.

__ADS_1


"Maaf ayu karena melihatmu seperti ini aku tidak bisa menahan untuk tidak menciummu. Mungkin aku termasuk fakboy karena memanfaatkan situasi saat kamu lemah demi diriku sendiri." Batin izal.



__ADS_2