
Selamat membaca readers ❤️
Keesokan harinya.
Kami sarapan bersama seperti biasa.
Tapi pagi ini sedikit berbeda, kemal tak banyak bicara.
"Ehem.." aku mencoba membuka percakapan.
"Ada apa sayang?" Tanya kemal.
"Kenapa aku didiemin sih? Kamu masih marah ya?"
"Gak kok sayang, aku gak marah."
"Terus kenapa kamu diem aja? Kalau gak suka makan bareng aku pergi aja makan ditempat lain."
Kemal menghampiriku, duduk disebelahku dan mengecup keningku. "Sayang.. kamu gak ada salah kok sama aku.. aku yg minta maaf ya uda cuekin kamu.. aku tahu perasaan ibu hamil lagi sensitif."
"Iya kalau kamu uda tahu kenapa diem aja ? Emang gak ada yg perlu kamu omonging gitu?" Sahutku sedikit memancing masalah yg kemarin.
"Hmm.. yaudah aku crita ini ya.. sebenarnya waktu aku dan izal sedang didamaikan sama pihak hotel. Dia uda janji gak bakal ganggu hidup kamu lagi. Tapi aku juga janji bakal bantuin dia nyari seseorang."
"Seseorang? Siapa?"
"Kekasih nya yg sebenarnya. Namanya devia. Dia itu melihat kamu mirip dengan kekasihnya dulu yg hilang, jadi sejak awal kuliah dia melihat kamu seperti bayangan kekasihnya dulu."
"Hmm... Jadi gitu.. terus gimana caranya nyari devia?"
"Devia terakhir bilang kalau ibunya sedang dirawat dirumah sakit dan butuh biaya pengobatan yg cukup besar. dilihat dari kondisinya ini sepertinya sakit nya khusus dan hanya bisa ditangani di rumah sakit yg lengkap fasilitasnya. Hmm.. ya gitulah sayang uda kamu jangan khawatir aku pasti bisa nemukan devia."
"Oke deh aku percaya kamu bisa.. hmm... sekarang aku pingin cilook... " Rengekku..
"Cilok? Makanan gak sehat itu sayang.."
__ADS_1
"Aaahh gamau tahu aku mau cilok!"
"Hmmmbb yauda gini aja nanti biar bibi aja yg buatin ciloknya ya khusus tanpa msg, micin dll. Murni sayur dan daging"
"Terserah pokoknya cilok"
"Ya ampuun kamu kalau kayak gini gemesin banget sih! Aku jadi pingin makan kamu sayang.." bisik kemal
"Iiiihhh gak boleh kata bidannya kalau baru trisemester pertama! Msh Rawan keguguran"
"Ooohhh.. ok deh aku puasa ini ya ceritanya."
"Iya kamu puasa dulu hihihi"
"Tapi cium masih boleh kan"
"Kemaaaaaal...!!!!!"
Selama hamil, kemal benar benar jadi suami siaga. Semua yg aku konsumsi terjaga, kontrol tak pernah telat, vitamin susu tercukupi. Sampai tak terasa tri semester pertama telah kulewati.
Malam hari di kamar.
"Haloo.. anak papa didalam lagi apa?" Kemal setiap malam melakukan percakapan ringan dengan bayi dalam perutku sebelum tidur.
Masih belum tampak besar memang tapi aku sedikit mulai merasakan pergerakan kecilnya.
"Sayang.. gimana hasil pencariannya?" Kamu masih kontak kontakan sama afrizal?" Tanyaku
"Sudah hampir mendekati titik terang sayang. Aku uda kerahkan semua kolega dokter di rs indo-malaysia buat cari. Ada 1 rs yg mengatakan pernah menangani pasien dengan riwayat keluarga tunggal yaitu anak perempuan saja. Benar saja devia namanya."
"Terus terus gimana?"
"Selanjutnya aku serahkan ke afrizal, dia tadi pagi flight ke indo . Mungkin sekarang dia uda ke rs itu buat mencari tahu lebih dalam. Aku cuma bisa bantu sampai disitu sayang."
Aku terdiam sesaat.
__ADS_1
"Sayang .." kata kemal.
"Uda boleh 'itu' lagi? Kan uda lewat trisemester pertama."
"Iiih... Kamu tuh omes banget sih.. puasa 9 bulan dulu ngapa sih.."
"Apaaa 9 bulan ? Lama lama jamuran ini sayang kalau dianggurin.."
"Kalau kamu rajin rawat gak bakal jamuran sayang! Uda aku mau tidur."
"Sayaaaang???"
"Tiduuur!!!" Sahutku..
Ditempat lain, di malam yg sama.
Seorang pria sedang berjuang menemukan cinta sejati nya.
Berbekal keyword teman dokter kemal dia dengan mudah mendapatkan informasi pasien.
"Dulu memang pernah ada yg sering kesini namanya bu devia ." Kata suster
"Dulu? Maksudnya sus?"
"Sekarang uda gak lagi pak. Pasien atas nama bu rahayu telah dinyatakan meninggal sejak 3 bulan yg lalu."
"Innalilahi wainnailaihi rojiun jadi ibunya devia telah meninggal."
"Iya pak."
"Boleh minta kontaknya devia ya."
"Bisa pak ini silahkan."
__ADS_1
bersambung..