Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Season 3 #Episode 7


__ADS_3

"Hoaaam.." ayu baru saja tersadar dari tidur lelapnya. Baru kali ini ia bisa tidur nyenyak setelah beberapa hari yang lalu ia mengalami susah tidur.


Beberapa detik kemudian baru ingat bahwa semalam kemal menginap dirumahnya. Tapi bagaimana bisa dia tidak ingat kapan dan bagaimana dia bisa terbaring di ranjangnya.


Mata ayu tampak menyapu sekeliling kamarnya, tak didapati sosok kemal disana. Ia berdiri dan berjalan keluar mencari keberadaan kemal.


Ayu mendengar suara di dapur.


"Mungkinkah?"


Tak tak tak.. chop.. chop.. chop..


Suara pisau dapur memecah kesunyian pagi.


Alea yang sudah mandi dan terlihat rapi dengan balutan seragam sekolah tengah menyantap roti isi telur sosis dan keju buatan kemal.


Sambil mengunyah alea berkata, "pa.. mama kok belum bangun ya.. apa alea kesana aja bangunin ya?"


"Aleaa jangan bicara saat makan nanti tersedak. Mungkin sebentar lagi mama juga akan bangun."


Sahut kemal sambil menyiapkan omelet. Makanan sederhana yang biasa dia masak sendiri dirumah.


"Eheeem.. " ayu sudah berdiri dibelakang alea dan kemal sejak tadi.


"Hmm.. bau masakannya tercium sampai ke kamar mama loh! Kok kalian tega sih gak bangunin mama?"


Kemal dan alea kompak menatap ke arah datangnya suara ayu.


"Eh mama.. tadi alea mau kesana tapi.."


"Iyaa.. iya.. uda ditelan dulu itu rotinya sayang.. aduh sampe belepotan gini."


Setelah mengelap bibir alea dengan tisu, ayu menghampiri kemal.


"Kamu lagi masak apa mas?"


"Omelette, kamu suka? Ini buat kamu. Aku cuma bisa bikin ini selain nasi goreng dan mie rebus."


"Hahaha..oke juga kok sini aku coba gimana rasa dari masakannya chef kemal"


Ayu mengambil sendok dan mencoba omelet yang telah matang.


"Hmm.. gurih mas, kamu pakai keju ya.. enak aku suka. ini buat aku kan mas? Aku habisin ya.."


"Yaa syukurlah kalau enak.."


"Hari ini mas gak ada kegiatan kah? Aku mau minta tolong jemput alea nanti mas. By the way mas kapan balik?"


"masih Bisa sih kalau pagi. Aku balik nanti set tiga sore."


"Papa.. alea mau ikut.."


"Alea.. papa kan harus kerja. Nanti kalau liburan sekolah papa jemput deh ya . Papa janji."


"Tapi kapan ma alea libur?"


"Ssst,. Alea.. anak pinter kan. Katanya mau jadi dokter kayak papa. Nah kalau gitu harus rajin sekolahnya gak boleh libur terus. Ngerti?"


"Ngerti ma.."


"Alea nanti papa jemput ya.."


"Horeee..."


"Yaudah aku siap siap dulu ke kantor ya mas."


"Iya."

__ADS_1


Alea dan kemal berangkat bersama dengan mobil yang khusus kemal rent selama disana. Sedangkan ayu berangkat dengan mobilnya sendiri.


Sebelum masuk ke mobil.


"Sebelum ke bandara nanti makan siang bareng dulu ya mas." Kata ayu.


"Ok wa aja lokasinya, aku sama alea nanti kesana."


"Ok."


///


Satu minggu sebelumnya.


Sekembalinya ayu dan alea dari Indonesia, ayu mengalami pendarahan hebat.


Malam itu kebetulan rick sedang tidak lembur.


"Astaga ada apa ini sayang? Ayo aku antar kamu ke rumah sakit."


Ayu tidak mampu berkata-kata. Tubuhnya lemas. Penglihatannya mulai kabur.


Sesampainya di rumah sakit dan ayu mendapatkan perawatan.


Dokter dan rick tampak sedang membicarakan hal yang serius.


Tiba-tiba rick terduduk lemas setelah mengetahui kabar dari dokter itu.


Ayu berada didalam ruang operasi semalaman.


Keesokan harinya, rick datang menemui ayu dengan ekspresi wajah yang berbeda tak seperti biasanya.


"Sayang ada apa? Apa yang terjadi padaku?"


Rick tidak menjawab.


"Sayang kenapa diam saja? Katakan sesuatu."


"A-apa?" Mata ayu mulai berkaca-kaca.


"Kamu pasti tahu ini kan sejak awal? Katakan ayu! Benar kan! Dokter bilang pendarahan ini tidak akan terjadi jika sejak awal kamu sudah melakukan cek kandungan. Kamu pasti berusaha mempertahankan ini karena takut aku akan marah kan!? Kamu salah ayu! Justru aku semakin marah karena mimpiku memiliki putra telah musnah."


"Rick.. aku tidak tahu kalau aku hamil anggur.. sumpah aku tidak bohong."


"Ah sudah aku tidak mau mendengar penjelasan apapun lagi."


Rick pergi meninggalkan ayu yang menangis seorang diri.


Rasanya luka jahitan diperutnya tidak lebih sakit dari luka di hatinya.


Bagaimana bisa pria itu malah pergi meninggalkannya disaat ia jatuh dan butuh support seperti ini.


Tak lama kerabat yang lain berdatangan menjenguk ayu. Mereka semua tidak tahu apa yang telah terjadi sebelumnya antara ayu dan rick.


Dua hari setelah operasi , ayu diperbolehkan pulang.


Ayu diantar papanya pulang.


"Keterlaluan sekali rick, apa sesibuk itu sampai tidak bisa menjemput istrinya pulang dari rumah sakit."


"Sudahlah pa.. its ok.. kan ada papa.."


Selama masa pemulihan ayu melakukan semuanya sendiri. Alea saat itu telah dititipkan dirumah papanya karena ayu pasti akan kuwalahan jika harus merawat alea disaat kondisinya masih seperti sekarang.


//


Suatu malam ayu menunggu rick pulang. Sudah sejak percakapan terakhirnya di rumah sakit, rick tidak bicara lagi padanya. Rick hanya pulang di malam hari dan berangkat esoknya.

__ADS_1


Tapi kini ayu ingin sekali berbicara dari hati ke hati.


Ceklek. Rick pulang. Ayu telah berdiri dihadapannya.


Rick hanya menatap sekilas lalu masuk dan hanya melewati ayu begitu saja.


"Sayang.. aku mohon sebentar saja, aku ingin bicara."


"Apa kau tidak lihat aku lelah setelah seharian bekerja. Aku mau tidur."


Ayu tak tahan lagi dibuat seperti patung di rumah.


"Sayang aku tahu kau masih marah tapi jujur aku tidak tahu sama sekali kalau aku..."


"SUDAH CUKUP! satu kata lagi keluar dari mulutmu aku akan menceraikanmu saat ini juga.!"


"A-apa maksudmu rick? Apa kamu berniat untuk cerai?"


"Ya! Aku sedang mempersiapkan semua berkas perceraian kita!"


"Tapi rick, kenapa?"


"Kamu masih tanya kenapa? Aku sudah muak melihatmu dan membesarkan anakmu itu, dia bukan darah dagingku ayu! Tapi aku dengan besar hati memberikan uangku untuk pendidikannya yang terbaik disini. Lalu? Lalu ibunya membohongiku dengan memberikan harapan bahwa sebentar lagi aku akan punya anakku sendiri. Tapi apa? Kebohonganmu itu sudah cukup membuatku ingin mengakhiri hubungan ini."


Braak..


Ayu terduduk di lantai. Kakinya melemah tak dapat lagi menopang berat tubuhnya.


Rick yang seolah tak peduli berbalik dan hendak masuk ke kamar.


"Oh ya. Anggap saja rumah ini hadiah dariku. Aku tidak akan meminta apapun darimu. Apa saja yang sudah kuberikan juga tidak akan aku tarik lagi. Malam ini aku akan pergi darisini."


Ayu berusaha bangkit lagi dan dengan berjalan tertatih menghampiri rick yang tengah berkemas.


Ayu mencoba menghentikan rick. Tapi tampaknya percuma saja.


"Rick... Jangan begini.. tolong rick.."


"Lepaskan tanganmu! Atau aku akan.."


"Akan apa rick? Apa kau akan membunuhku?"


"Aaaaa!!!!" Rick mengibaskan pegangan tangan ayu hingga membuat tubuh ayu terpelanting ke tembok.


Rick yang melihat ayu kesakitan terdiam sejenak sampai kemudian dering telponnya berbunyi.


Rick memutar tubuhnya membelakangi ayu.


"Sayaaaang!!! Lama sekali sih ! Lekas kesini lah!!"


" Ya sebentar lagi aku kesana."


Rick buru-buru menutup telponnya.


Ayu mendengar semuanya. Suara telepon itu terdengar keras dan nyaring.


"Siapa dia?"


"Ka-kamu tidak perlu tahu."


"Rick katakan siapa perempuan barusan ?"


"Bukan perempuan, kamu salah dengar!"


"Jelas sekali dia memanggilmu sayang!"


"Hei kenapa jadi kamu yang marah! Sudah sana urus saja dirimu sendiri." Rick bergegas pergi setelah mengemas semua pakaiannya.

__ADS_1


"Rick!! Tunggu!!"


Teriakan ayu sudah tak didengar lagi. Rick telah menutup pintu dan pergi begitu saja.


__ADS_2