
Sebagai seorang lajang, kemal memulai semuanya serba
sendiri. Mulai dari bangun pagi, memasak sarapannya, membersihkan rumah,
mencuci pakaian dan belanja di akhir pekan.
“yang kanan atau yang kiri ya?” kemal sedang bingung memilih
antara dua merk daging kalengan yang berada di kedua tangannya. Seperti biasa
setiap hari minggu dia akan menghabiskan waktunya di swalayan untuk belanja
mingguan.
“sebaiknya kau berhenti mengkonsumsi daging kalengan
dokter.” Tiba-tiba terdengar suara dari belakang.
Suara itu terdengar sedikit familiar di telinga kemal.
Rasanya sudah hampir sepekan ia tidak mendengarnya.
“oh hai dokter chika, kau juga sedang berbelanja?”
“ya.. kadang-kadang aku ingin membuat saladku sendiri.” Kata
chika sambil berjalan mendekati kemal lalu mengambil dua benda yang ada
digenggaman kemal dan meletakkan kembali ke raknya.
Kemal hanya bisa diam melihat dua kaleng makanan kesukaannya
itu diletakkan kembali ke tempatnya.
“ta-tapi.. aku..”
“ayo ikut aku.” chika menarik troli kemal dan mulai mengajak
pria itu ke bagian daging segar.
Sesampainya disana.
“nah mulai sekarang lebih baik kau pilih daging yang ini
saja.”
“tapi dok..”
“udah jangan ada tapi tapian..”
Plung! (daging pilihan chika sudah berada dalam troli kemal)
“ok sekarang aku tahu yang kita butuhkan adalah karbo. Ah
ya.. ini pas sekali.” Chika mengambil kantong plastik yang mengambil secukupnya
kentang segar mentah dari freezer.
“anu dok.. aku..”
“sssstttt... sudah jangan banyak anu!”
Plung!
“kentang segar sudah.. ah ya sekarang sayurnya.. pas sekali
aku juga akan membuat salad. Ayo kesana. Aku akan titip saja sayurku nanti di
trolimu ya.”
Chika benar-benar terlihat sangat suka berbelanja. Kemal
yang melihat itu lantas tersenyum dan mengikuti saja kemauan wanita itu.
Saat chika sedang memilih sayuran segar.
“dok.. boleh aku tahu berapa usiamu sekarang?” tanya kemal.
“hmm.. sekitar 25 atau 26. Kenapa? Apa aku terlihat lebih
tua dari itu?”
“oh tidak.. tidak.. kau cantik dan tampak lebih muda”
tiba-tiba saja kata-kata itu seperti loncat dari mulut kemal.
Chika berhenti dan menatap kemal sambil menahan tawa.
Lalu, “hahahahaha.....”
“apa? Kenapa kau tertawa?” tanya kemal.
“entahlah apa itu tadi sebuah pujian atau lainnya tapi jujur
saja aku lebih suka dibilang tampak lebih tua dari usiaku.”
“eh kenapa?”
Alasannya adalah
karena ia ingin terlihat sepadan dengan dokter kemal jika suatu hari ia berada
disisi pria itu.
“ah sudahlah.. jangan membahas itu lagi.. ayo ..” chika
berjalan lebih cepat karena menyembunyikan wajahnya yang merah.
>>><<<
Sesampainya di rumah kemal.
“Terimakasih sudah memberiku tempat berteduh dok..” kata
chika.
“anggap saja rumah sendiri. Ah ya sebentar akan aku ambilkan
handuk untuk rambutmu. Maaf aku lupa memasukkan payung dalam mobilku..”
“it’s ok..” sambil menerima handuk dari kemal.
Tanpa sadar kemal sedang memperhatikan chika yang mengelap
rambutnya yang tergerai panjang dan terlihat sangat cantik. Tubuh kemal terasa
panas dan pipinya mulai memerah.
Ya ampun apa-apa an
sih aku ini.. hah sudahlah ayo ke dapur saja.
Kemal mengambil segelas air untuk mendinginkan tubuh dan
pikirannya.
“Apa kau butuh bantuan?”
“Ah ya ampun kau mengagetkanku!”
“hahaha.. maaf.. kupikir aku harus membantumu memasak
sebagai tanda terimakasih”
“hmm.. jujur saja aku tidak bisa memasak daging mentah jadi
itu sebabnya aku sering membeli daging kalengan yang siap makan.”
“oh i see.. ok kalau begitu duduklah. Aku saja yang
memasak.” Kata chika sambil merenggangkan jari jemari dan lehernya.
Chika melipat kemejanya sampai ke siku dan mulai mencuci
daging. Kali ini ia akan membuat steak.
Kemal tidak enak hanya duduk saja dan hanya melihat chika
memasak sendirian. Akhirnya dia memutuskan untuk membantu.
“permisi..” kemal mengalungkan apron ke kepala chika dan
mengikat tali apron itu dari depan tubuh chika.
Deg!
Ini terlalu dekat.. ya
ampun jantungku kenapa berdetak kencang sekali? Jangan sampai dia mendengarnya.
Kata chika dalam hati.
“eum.. dokter chika?” kata kemal sambil masih menalikan
apron.
“ya ?”
“ah tidak jadi.. sudah bisa.”
Sebenarnya kemal ingin menanyakan kenapa jantung chika
berdetak begitu cepat hingga terdengar olehnya.
Apa ini pertama
kalinya dia dekat dengan seorang pria? Kata kemal dalam hati.
“terimakasih.” Kata chika.
“apa yang bisa kubantu? Katakan saja.”
“bisa tolong kau cucikan sayurannya? Aku akan membuat
sausnya sembari menanti dagingnya matang.”
Kemal melakukan sesuai yang diarahkan oleh chika.
“dok..”
“bisakah kau memanggil namaku saja dokter kemal? Kita kan
sedang tidak sedang berada di rumah sakit saat ini.”
“oh ok kalau begitu kau juga boleh memanggilku kemal.”
“apa? Tidak.. tidak,, itu tidak sopan.”
“tidak apa.. cobalah.”
“ke.. kemal?”
“ya begitu bagus..”
Ah rasanya aneh
sekali..
>>>><<<<
Di tempat lain.
“APA INI?” suara keras wanita itu menggema di dalam rumah.
Wanita itu berteriak sambil menunjukkan kemeja berwarna putih yang memiliki
noda lipstik berwarna merah muda di bagian keranya.
“Itu Cuma salah paham sayang.. bukan seperti yang kamu
pikirkan. Percayalah padaku.” jawab seorang pria.
“sudah jangan banyak alasan lagi! Dimana kamu melakukannya
tadi malam? Apa kamu sudah bosan denganku? Dan menyesal menikah denganku?”
“ya ampun sumpah sayang.. semua yang kamu katakan itu tidak
benar. Aku masih sangat mencintaimu.. aku tidak pernah menyesal menikahimu.”
Wanita itu mengingat kembali masa lalunya, kali ini ia tidak
mau gegabah mengambil keputusan. Kali ini ia akan memberikan kesempatan untuk
suaminya membuktikan bahwa tuduhannya tidak benar.
“baiklah kalau begitu buktikan kalau kalian tidak ada
hubungan apa-apa.”
“baiklah sayang aku akan memecat wanita itu hari ini juga.”
“ya aku akan ikut denganmu! Ke kantormu hari ini.”
>>><<<
Sesampainya di kantor, Ayu membuktikan sendiri bahwa Rick
memecat langsung wanita yang telah menggoda suaminya itu. Wanita itu juga telah
mengatakan bahwa itu hanya salah paham karena kemarin malam ia mabuk dan salah
mencium orang.
“Rick maaf aku telah berburuk sangka padamu..”
“Its ok sayang, itu tandanya kamu sangat mencintaiku ya
kan?” Rick mencium bibir ayu dan memeluk istrinya penuh cinta.
“apa sebaiknya kita tidak masuk saja hari ini?” kata rick
__ADS_1
dengan nada menggoda. Pria itu terus meremas dada ayu.
“hmm.. sudahlah kita lanjutkan nanti saja setelah pulang
kerja. Kita harus profesional kerja ingat!”
“ah tapi...”
Cup!
Ayu mengecup bibir Rick sekali lalu hendak pergi kembali ke
kantornya.
“sampai ketemu nanti sayang..” kata ayu.
“ah.. dia selalu membuatku penasaran! Itu yang membuatku
tidak bisa berpaling darimu sayang..” gumam Rick.
>>><<<
“Sialan! Aku dipecat!” kata wanita itu sambil meneguk
segelas wine.
“apa? Kenapa?” tanya seorang pria.
“aku hanya menyukai bosku yang sudah beristri apa itu
salah?”
“hah kamu gila Fris! Benar saja kamu dipecat!”
“apa? Jadi kamu pikir ini semua salahku? Apa kamu tidak
berpikir kalau semua bos itu pasti punya affair sama sekretarisnya sendiri!”
“yaa.. yaa.. aku tahu itu.. tapi mungkin bosmu kali ini adalah
sebuah pengecualian, atau... mungkin kamu yang kurang menarik!”
“ah dasar mulutmu itu kurang di vitamin ya?”
“ya maka dari itu beri aku vitamin!”
Pria itu mendekat dan mencium wanita itu penuh hasrat sambil
terus memainkan pucuk dadanya yang telah mengeras.
“ah eum.. tapi kau tahu sayang.. bosku itu mungkin saja
sedikit tertarik padaku.. hanya saja dia telah menikah. Hmm.. seandainya saja
dia belum menikah.. mungkin dia bisa menjadi mangsaku kali ini... aaah..
pelan..pelan..”
“ah sudah masuk sayang..” kata pria itu.
“ahh.. yaa terus sayang..”
“Fris.. didalam ya?”
“apa? Ahh.. huh.. ah.. Ja-jangan bodoh sa-sayang.. ahh.. ku
belum mau hamil..”
“Ah baiklah..”
Beberapa menit kemudian. Pria dan wanita itu terkulai lemas
setelah menyalurkan hasrat mereka bersama.
“Jadi Frisku sayang, kali ini apa rencanamu?”
Wanita itu mendekat ke telinga pria itu dan berbisik membuat
pria itu mengulas senyum licik yang diikuti oleh fris.
...
Fris adalah wanita yang sangat cantik dan bertubuh seksi.
Dia memanfaatkan paras dan tubuhnya untuk memikat para ceo atau pejabat untuk
meraup keuntungan atau memanfaatkan kelemahan pria untuk mendapatkan uang
sebanyak-banyaknya. Sedangkan pria yang bersamanya adalah kekasih Fris yaitu
Nath. Nath adalah seorang bartender dan juga pria yang sangat mencintai dan
setia pada kekasihnya. Nath tidak keberatan dengan sikap Fris yang matre,
bahkan ia mendukung dan membantu Fris memuluskan rencana-rencananya agar bisa
mendapatkan keuntungan lebih besar. Meski tak jarang Fris menggunakan tubuhnya
untuk memuaskan pria lain. Nath masih tetap menerima Fris apa adanya.
...
“Baiklah kalau begitu aku butuh lebih banyak energi agar
bisa bekerja besok.”
“Ahhh.. ya ampun sayang kamu mau lagi?”
“tentu saja! Aku selalu keras saat berada didekatmu fris
sayang!”
“ehm.. ahh.. terus sayang..”
“suaramu semakin membuatku ingin terus dan terus melahapmu
sayang..”
“Ayo Nath.. lebih cepat lagi..”
“kita coba doggy style, kau menyukainya kan!”
“ahhh baiklah..”
>>><<<
“Hmm.. steak buatanmu enak juga..”
“benarkah? Bagaimana jika aku buka restoran sekaligus
menjadi dokter?”
“hmm.. itu akan membuatmu sangat sibuk nanti.. sebaiknya
jangan.”
“jangan?”
“ya..”
“karna aku ingin punya lebih banyak waktu bersamamu.”
Deg!
Apa yang sedang dia
bicarakan sebenarnya?
“aku menyukaimu chika.”
Kemal sudah tidak tahan untuk mengatakannya sejak beberapa
minggu yang lalu ia tidak pernah bisa bertemu dengan chika dan sekarang adalah
kesempatan baginya untuk mengatakan perasaannya.
Chika masih terdiam membatu. Dia tidak tahu harus bicara apa
saat ini.
“chika?”
“ya?”
“apa kau mau menjadi kekasihku? Maaf jika saat ini aku belum
bisa melamarmu tapi suatu hari nanti pasti aku akan melamarmu. Karena aku tahu
kita akan membutuhkan sedikit waktu untuk saling mengenal satu sama lain.”
“kemal..”
“ya.. akhirnya kau memanggil namaku.”
“aku butuh waktu..”
“aku tahu itu.. aku bisa mengerti.. aku akan menunggumu.”
“terimakasih”
Chika dan kemal kembali melanjutkan makan malam bersama dan
kemudian mengantar chika kembali ke rumahnya dengan selamat.
Keesokan harinya.
“Kau sudah bangun sayang? Apa kau memperhatikan aku selama
aku tidur tadi?” tanya Rick.
“Ya.. aku memperhatikan wajah suamiku yang lucu saat sedang
tidur.” Jawab ayu.
“terimakasih sayang..”
“untuk apa?”
“karena kau masih percaya padaku.”
“tentu saja aku percaya pada suamiku.”
“kalau begitu aku akan berusaha untuk menjaga kepercayaanmu
sayang.”
“hmm..”
“apa kau libur hari ini? Tumben sekali biasanya kau sudah
berpakaian rapi.”
“ya.. aku rasa aku kurang enak badan. Pagi ini aku sudah dua
kali muntah. Itu sebabnya aku bangun lebih awal darimu.”
“benarkah? Baiklah hari ini aku juga akan libur dan
menemanimu periksa ke dokter.”
>>><<<
“jadi bu ayu apa benar bulan ini mengalami keterlambatan
menstruasi?” tanya dokter
“sepertinya ya dok..”
Rick yang mendengar itu sontak menoleh menatap wajah ayu
seperti sedang mengatakan “benarkah kau
hamil?”
“Hei kenapa kau
menatapku seperti itu ?” kata ayu dalam hati.
“apa sudah coba di tes sebelumnya?”
“belum dok..”
“kalau begitu silahkan lakukan tes dulu. Ini alatnya.”
Ayu memegang tespack yang diberikan dokter lalu menatap
Rick. Rick membalas dengan anggukan lembut menandakan ia juga menantikan
hasilnya.
Beberapa menit kemudian setelah ayu keluar dari kamar mandi.
“bagaimana bu ayu ? jika terlihat dua garis merah tandanya
benar ibu sedang hamil.”
Ayu masih diam sambil menggenggam tespacknya.
Rick yang sudah tidak sabar menanti hasilnya segera
mengambil tespack dari tangan ayu dan melihat sendiri bahwa ada dua garis merah
disana.
“istriku hamil dokter!” kata Rick.
Pria itu tidak bisa menyembunyikan nanar kebahagiaan di
wajahnya. Betapa bahagianya dia sebentar lagi akan memiliki anaknya sendiri
dengan ayu. Ayu yang melihat Rick sangat bahagia tentu saja ikut juga merasakan
__ADS_1
kebahagiaan seperti yang dirasakan suaminya.
“selamat bu ayu dan pak rick.. untuk selanjutnya nanti akan
dilakukan kontrol secara berkala jadi jangan terlambat untuk check kesehatan
janinnya ya..”
“baik dok terimakasih.”
>>><<<
Kabar kehamilan ayu begitu cepat menyebar hingga sampai ke
telinga kemal, mantan suaminya.
“papa! Kata mama sebentar lagi alea mau punya adik!”
“benarkah itu? Wah selamat ya alea.. papa gak sabar ingin
lihat adiknya alea nanti.”
“papa kenapa gak pernah kesini lagi? Alea kangen pa..”
“hmm.. alea kapan libur panjangnya? Nanti biar papa bilang
ke mama ya buat ajak alea main sama papa disini.”
“alea gatau papa kapan liburnya.”
“yaudah nanti biar papa tanya sama mama ya.”
“ok pa..”
“papa boleh bicara sama mama sebentar?”
“boleh pa..”
“maaa...” alea memanggil ayu yang sedang memasak di dapur.
“ada apa sayang?”
“papa mau ngomong ma..”
“yaa halo? Ada apa mas?”
“benar kamu hamil ayu?”
“ya.. kenapa mas?”
“selamat ya.. aku ikut senang mendengarnya..”
“terimakasih..”
“oh ya aku ingin mengajak alea kesini saat liburan, apa
boleh?”
“boleh kok mas.. kebetulan besok sudah mulai libur
panjangnya.”
“benarkah? Baiklah apa aku kesana menjemputnya?”
“tidak.. tidak perlu.. aku saja yang kesana, aku mau nengok
mama mas.”
“oh ya ayu.. apa tidak sebaiknya kamu kembali kesini dan
menemani mama?”
Kenapa mas kemal tanya
gitu sih..apa jangan jangan dia masih punya niat buat kembali sama aku lagi?
“hmm.. nanti deh mas aku pikir-pikir dulu..”
“ok kalau gitu besok aku jemput alea di bandara ya.”
“ok..”
“jaga kesehatanmu ya ayu..”
“iya mas juga..”
>>><<<
Keesokan harinya.
Ayu, Rick dan Alea telah tiba di bandara. Kemal sudah
menanti kedatangan mereka sejak beberapa jam yang lalu.
“Papa!” alea berlari menuju kemal.
Sebuah pemandangan yang cukup mengharukan melihat anak dan
ayah yang sudah beberapa bulan ini tidak pernah bertemu.
Ayu dan Rick menghampiri Kemal dan Alea.
“Alea.. ingat ya.. selama sama papa kemal gak boleh nakal ya
nak.. janji harus jadi anak yang baik ya..” kata ayu.
“iya ma..”
“salim dulu dong sama papa mama..” kata kemal
Alea mengikuti perintah kemal.
“Alea sayang.. jaga kesehatan ya nak..” kata Rick
“iya papa rick..”
“kalau begitu aku permisi dulu..” kata kemal sambil
menggendong alea.
Ayu dan rick hanya tersenyum sambil mengangguk kecil.
>>><<<
“alea ikut papa ke tempat kerja papa mau ya?”
“tempat kerja papa? Wah mau paa!”
“ok lets go!”
Sesampainya di rumah sakit.
Alea benar-benar menjadi pusat perhatian semua dokter,
perawat dan staf rumah sakit.
“ya ampun cantik sekali putrinya dokter kemal..” kata
seorang perawat.
“iyaa.. jadi pingin gendong deh..”
“halah! Bilang aja mau digendong juga kayak gitu kan lu!”
“hei! Suster emi jaga mulutmu ya!”
“eh tapi gue juga mau aja sih sama duda keren kayak dokter
kemal! Dia tuh setia, baik, lembut, penyayang, aduuuuh rasanya pasti seneng
banget dimanjain sama cowok kayak gitu!”
“udah deh lu jangan ngimpi ketinggian!”
“hei! Kenapa sih lu nyolot mulu daritadi!”
Saat para perawat sedang asik bergosip tiba-tiba..
“ehem ehem..”
Suara dehem dokter chika membuyarkan kumpulan perawat tadi
dan mereka semua berhamburan pergi melanjutkan pekerjaannya.
“dasar perawat-perawat disini tukang ngerumpi!” gumam chika.
Chika tentu saja sudah tidak sabar menyapa putri kecil yang
berada di gendongan dokter kemal. Tapi sekarang belum saatnya karena dia masih
harus melanjutkan pekerjaannya.
>>><<<
Tok.. tok.. tok..
“ya masuk..”
“dokter kemal.. maaf menganggu waktunya.. tapi .. ada pasien
yang membutuhkan pertolongan dokter.”
“oh baiklah sebentar lagi aku kesana”
“iya dok..”
“alea sayang tunggu papa sebentar disini ya.. papa mau
menolong orang yang sakit dulu ya..”
“iya papa.. alea tunggu disini.”
Ceklek..
“maaf aku masuk tanpa mengetuk pintu.”
“dokter chika.. kebetulan sekali.. bisa aku titip alea
sebentar? Aku harus menangani pasien sekarang.”
“ya.. pergilah..”
Kemal bersiap siap dan sebelum pergi ia mencium alea.
“alea ditemani dokter chika ya..”
“ia pa..”
Kemal berjalan sampai di ambang pintu dan berbisik pada
dokter chika, “terimakasih..”
Chika pun tersenyum.
Alea adalah anak yang ceria dan mudah bergaul. Maka tidak
butuh waktu lama bagi chika untuk bisa dekat dengan putri kemal.
“hahaha.. tante chika lucu sekali..”
“benarkah? Apa tante lucu? Ah padahal tante ingin sekali
dibilang cantik.”
“hahaha.. tapi kalau tante memakai stetoskop itu untuk
kuncir rambut seperti ular yang sedang melingkar dikepala tante!”
“hehehe.. apa kau mau mencobanya?”
“ah tidak tidak.. aku tidak mau terlihat seperti medusa.”
“hahaha.. kau pernah melihat medusa ya?”
“ya aku pernah menonton filmnya dengan mama.”
“oh.. kalau begitu bisa kau ceritakan pada tante tentang
medusa?”
“bisa tante..”
“baiklah tante akan duduk manis dan mendengarkan.”
Alea suka sekali bersama dokter chika karena alea merasa
dirinya lebih banyak diperhatikan dan didengarkan. Berbeda seperti bersama
dengan ayu yang setiap hari ditinggal untuk bekerja atau berduaan saja bersama
papa rick.
“cerita yang sangat menarik alea.. tante jadi ingin sekali
melihat filmnya.”
Beberapa menit kemudian kemal datang.
“hai ladies.. sepertinya kalian asik sekali. Apa aku
mengganggu kalian?”
“papa! Tante chika lucu sekali orangnya.. alea suka.”
Deg!
Kemal menatap chika yang tampak menahan malu dengan rona
pipi yang kemerah-merahan.
Ya.. papa juga
__ADS_1
menyukai dokter chika sama sepertimu alea..
To be continued.