Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Season 2 #Pendekatan Pertama


__ADS_3


•Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga


Merasa sedih, hampa, atau putus asa hampir sepanjang hari dan hampir setiap hari.


Hilang semangat, motivasi, energi, dan stamina seolah-olah tidak ada harapan lagi


Sulit mengambil keputusan


Makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya


Penurunan berat badan atau kenaikan berat badan drastis


Tidur lebih sebentar atau lama dari biasanya


Tidak mampu/ kehilangan minat untuk bergerak


Sulit berkonsentrasi dan berpikir jernih


Sulit mengingat


Merasa bersalah, gagal, dan sendirian


Berpikiran negatif secara terus-menerus (merasa rendah diri dan tidak berharga).


Mudah kecewa, marah, dan tersinggung


Rasa cemas yang berlebihan.


Sulit menjalani kegiatan sehari-hari


Hilang minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati


Adanya pikiran untuk bunuh diri dan/atau mencoba bunuh diri


Arya: "itu semua adalah gejala-gejala depresi karena patah hati seperti yang tertera dibuku ini."


Dito: "Berarti sudah jelas ini lah penyakitnya. sekarang bagaimana caranya menyembuhkan itu?"


Cika: "Tunggu dulu, lanjutkan bacanya.. "


Arya: " kondisi ini bisa berlangsung terus-terusan selama enam bulan atau lebih."


Bella: "satu pekan sudah berlalu, berarti peluang dia sembuh masih besar. karena kita lebih cepat mengetahui penyakitnya kan?"

__ADS_1


Dito: "Ya kita harus segera bertindak."


Arya: " Depresi karena patah hati bisa dicegah. Tidak apa untuk mengambil waktu menyendiri setelah ditinggal oleh orang tercinta. Memendam emosi justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan fisik, juga mental."


Arya: "Pelan - pelan buat dia menerima kenyataan, hal ini akan membuat lebih mudah melalui cobaan tersebut, daripada berusaha melawan atau menolak mentah-mentah."


Bella : "Benar juga , selama ini dokter kemal memang menolak semua obat dan makanan yang diberikan para perawat."


Cika: "Bukan itu.. maksudnya sampai sekarang dokter kemal masih belum menerima kenyataan kalau istrinya sudah menikah lagi."


Dito : "Ya aku setuju dengan Cika."


Arya:


"Penyangkalan


Proses terjadinya depresi diawali proses penyangkalan (denial). Pertanyaan seperti “Mengapa begini, mengapa bukan begitu? Seharusnya begini, seharusnya tidak begitu. Dst.” adalah contoh bentuk bentuk penyangkalan. Apabila proses ini tak segera disadari,  penderita depresi akan sampai pada proses berikutnya.


Amarah


Penyangkalan berlarut larut bisa menyeret  penderita depresi pada kondisi tak terbendung, yakni kemarahan. Apabila terus terhanyut dalam penyangkalan dan kemarahan, ia akan protes terhadap “si depresi”, bahkan terhadap dirinya sendiri. Kondisi ini sering menyudutkan  penderita depresi pada kondisi alone ‘n lonely (sendiri dan kesepian), ia merasa yang paling menderita di dunia.


Penawaran


Penawaran. Ini adalah anak proses berikutnya apabila  penderita depresi tak mampu memahami dan mengatasi depresinya. Apabila individu yang sedang berdepresi merasa “mengapa ini terjadi pada saya? (mengapa bukan pada individu lain)”, pertanda ia sudah berada dalam proses pra proses terjadinya depresi.


terjadinya depresi, kemampuan mengatasi proses terjadinya depresi tidak ditentukan oleh besar kecil atau berat ringannya depresi, karena hal ini bersifat subjektif. Berat bagi individu, belum tentu berat bagi yang lain. Dan ternyata kuncinya adalah persepsi diri. Individu yang memiliki persepsi diri baik (positif), lebih mudah lepas dari jerat proses terjadinya depresi. Sebaliknya, individu dengan persepsi diri buruk (negatif), justru lebih suka bergulung gulung dalam depresinya.


Penerimaan


Inilah proses pelepasan alias proses penggembosan depresi. Saat individu menyadari depresinya, dan kemudian berinisiatif mengambil solusi, biasanya ia sudah sampai pada proses penerimaan. Pemahaman sesindividu terhadap depresi menjadi pembuka sumbat depresinya.


Pemahaman menumbuhkan keikhlasan,  berbeda dari kepasrahan, yang terkesan fatalistik (menyerah dan tidak berbuat apa apa lagi). Keikhlasan memberi ruang pada  penderita depresi memahami depresinya dan berani mengambil langkah. Sesungguhnya proses Acceptance bukan anak proses ke 5 yang harus dicapai setelah individu  penderita depresi melalui dulu 4 anak proses sebelumnya.


Sebab, siapa pun  penderita depresi bisa segera sampai pada proses ini, sehingga ia tidak perlu sampai pada proses proses terjadinya depresi. Dengan demikian, bisa saja begitu muncul depresi, individu segera sadar diri untuk berada pada posisi Acceptance, sehingga tidak perlu lagi ada Denial atau ada Anger atau ada Bargaining."


Cika: "Baiklah aku mengerti, saat ini dokter kemal masih dalam tahap awal penyangkalan. kurasa waktu sepekan adalah waktu yang cukup lama untuk dokter kemal bersedih. Sekarang sudah waktunya kita bekerja!"


Dito: "Yap! aku sudah tidak sabar .. apa yang harus kita lakukan?"


Bella: "Iya apa yang akan kita lakukan?"


Cika: "Bercerita. Buat dia mau bercerita dengan kalian. jadi satu persatu dari kalian harus juga membangun kedekatan dengan pasien supaya dia mau bercerita. intinya jangan buat dia merasa semakin kesepian dan sendirian."


Arya: "aku mengerti."

__ADS_1


Dito: "baiklah akan kucoba."


Bella: "tapi aku bingung topik apa yang akan aku bahas nanti?"


Cika: "Hindari pembicaraan tentang pernikahan atau rumah tangga. Coba bangkitkan passionnya di pekerjaan ini atau pengalaman saat menjadi dokter, buat kalian seperti fans beratnya yang melihat dia adalah sosok yang sempurna sebagai teladan dokter. bisa?"


Bella, Arya, Dito: "Ya!"


Cika: "Demi nilai kita!"


Bella, Arya, Dito: "Demi nilai kita!"


Arya: "Tunggi dulu, kau masih sungguh-sungguh ingin makan beef steak selama sebulan penuh dokter cika?"


Dito: "Hahaha mana mungkin kan kemarin cuma bercanda kan dok?"


Cika: "Apa aku pernah bercanda?”


Arya dan Dito tertunduk malu dan bella tertawa geli melihat tingkah kedua rekannya.


Cika: "Hari ini giliran kalian dulu kan kalian jaga malam. aku dan bella akan mulai besok pagi."


Arya & Dito: "Siap dok."


Cika: "Jika pendekatan kalian berhasil , akan lebih cepat bagi pasien beradaptasi dengan orang baru, maksudku dengan aku dan bella besok. Baiklah aku pulang dulu. "


Arya, Dito & Bella: "Hati-hati dijalan dok.."


Cika hanya melambaikan tangannya.


Arya: "Kenapa kau masih disini?"


Bella: "Kenapa? apa aku tidak boleh menunggu jemputan disini?"


Dito: "Apa kalian rujuk?"


Bella: "Assh ya ampun, urus saja urusanmu! kenapa kalian jadi kepo sama kehidupan pribadi ku."


Arya: "aku kembali dulu, ada yang harus aku lakukan. Dit, kamu juga harus ikut."


Dito: "padahal aku ingin menemani bella.."


Bella: "its ok, kalian pergi aja sana. aku ditemani bartender tampan itu kok. "


Dito: "Aiih hentikan kebiasaan burukmu itu.."

__ADS_1


Bella: "hahaha..sudah sana pergi.."



__ADS_2