Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Season 3 #Episode 9


__ADS_3


Tak tak tak tak...


Ayu sedang berusaha berkonsentrasi dalam pekerjaannya. Baru kali ini dia merasa sulit sekali berkonsentrasi.


Ah ya ampun... Ada apa dengan isi kepalaku ini.. kenapa aku selalu memikirkan mas kemal..


Kata ayu dalam hati.


Dia melihat ponselnya,


Apa barusan aku berharap mas kemal menghubungiku? Apa yang terjadi denganku?


"Sepertinya aku butuh minum kopi."


Jam istirahat kantor tiba. Ayu berjalan sendiri menuju kantin. Seperti rencananya beberapa menit yang lalu, dia memesan es kopi dan macaroon.


"Mas kemal jam segini pasti lagi sibuk. Sebaiknya aku tidak menggangunya."


Saat ayu sedang menikmati macaroon dan melihat lihat ponselnya,


Tiba-tiba rick sudah duduk di depannya dengan segelas es kopi yang sama.


Ayu sedikit terkejut.


Mau apa lagi dia menemuiku? Kupikir urusanku dan dia sudah berakhir kemarin. Kata ayu dalam hati.



"Kenapa ekspresimu begitu? Ingat Aku masih suamimu, semua orang disini tau itu. Jadi jaga sikapmu."

__ADS_1


Ayu hanya diam dan pura-pura tidak mendengar kata kata rick barusan.


"Dengarkan aku baik-baik. Aku kesini bukan memintamu untuk kembali lagi padaku jadi jangan berharap. Tujuan ku kesini adalah untuk memberikan ini."


Rick meletakan berkas perceraian yang butuh di tanda tangani oleh ayu.


Ayu tidak bereaksi sedikitpun.


"Hei jika kau tetap diam seperti patung, aku akan melakukan berbagai cara agar kau mau menandatangani ini."


Ayu masih tidak peduli dengan rick


"Baiklah kalau itu maumu."


Rick tampak sedang berusaha menghubungi seseorang.


Ayu melihat itu.


Mata ayu sontak melotot ke arah rick.


"Tunggu sebentar nanti aku hubungi lagi."


Rick menutup telponnya. "Ada apa ayu? Tadi kau tak bereaksi sedikitpun, tapi saat aku sebut nama alea. kau malah melototiku. Apa kau penasaran?"


"Cukup hentikan rick. Jangan jadi seperti pengecut. Urusanmu denganku bukan alea."


Ayu tidak menyangka rick akan mengancamnya dengan menggunakan alea sebagai alat.


"Hahahaha.. baiklah kalau begitu cepat tanda tangani."


Ayu melihat isi berkas itu.

__ADS_1


Benar di dalamnya ada surat perceraian. Tapi..


"Apa apa an ini ?”


"Yaa itu terserah padamu.. jika mau putrimu selamat sebaiknya kau tidak perlu ragu untuk menandatanganinya."


"Rick! Aku tidak menyangka kamu selicik ini!"


Isi surat perjanjian itu adalah ayu setuju memberikan semua saham perusahaan yang dimilikinya untuk Rick. Dengan kata lain dia sudah keluar dari grup pemegang saham.


"Apa kau tidak percaya kalau alea sedang berada dibawah kendaliku? Baiklah akan aku hubungi bawahanku."


Rick menunjukkan video call seorang pria yang sedang bersama dengan alea. Terlihat alea sedang tertidur didalam sebuah mobil.


Meski ayu sebenarnya sangat panik, tapi ia berusaha untuk tetap terlihat tenang didepan rick


"Aku mau anakku dulu. Baru aku janji akan menandatangani ini."


"Hahaha.. baiklah kalau itu maumu.


Bawa anak itu ke kantor sekarang."


Beberapa menit kemudian seorang pria datang dengan menggendong alea yang tertidur karena bius.


Ayu berdiri dan segera mengambil alih alea. "Apa yang terjadi pada alea?"


"Tenang saja, dia hanya sedang tidur karena bius. Sebentar lagi juga akan bangun. Ayo sesuai janjimu tadi kau akan tanda tangan." Rick menunjuk dokumen dimeja.


Ayu akhirnya terpaksa menandatangi dokumen tersebut. Setelah rick puas dan mendapatkan apa yang dia mau, dia pun pergi.


Ayu tidak mungkin melanjutkan pekerjaannya disaat alea dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Ia pun meminta izin pulang lebih awal untuk merawat alea.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2