
Selamat membaca readers ❤️
.
.
.
.
.
Setelah mendapat kontak devia, izal segera menelepon.
"Halo .. ini siapa ya?" Suara ini.. persis seperti wanita yg aku cintai dulu.. (batin afrizal)
"Halo assalamualaikum.."
"Waalakumsalam. Siapa ya?"
"Devia?"
Sejenak hening telepon.
"Ini .. "
"Iya.. ini aku.. kamu masih ingat aku kan.. kamu dimana sekarang? Aku ingin sekali bertemu denganmu.."
Tak ada jawaban.
"Halo devia kamu masih disana?"
Tuut.. tuut.. tuut.
Dia mematikan teleponnya? Kenapa? Apa salahku? Batin izal.
Tapi izal tak berhenti sampai disitu. Dia meminta tolong teman IT nya untuk mengecek lokasi Devia dari jejak sambungan telepon tadi .
.
.
.
Semalaman Izal dan temannya tidak tidur, dia berusaha sekuat tenaga menemukan cintanya yg lama hilang.
.
.
.
.
Ditempat lain.
"Sayaaang uda belum ??? Sini aku mau liaaat..!!" Rengekku
"Duuuh sayaang kamu ngidamnya aneh banget siiih.. aku malu.."sahut kemal.
"Ohgitu gamau yauda gapapa biarin aja dedek ngeces terus."
"Ah sorry sorry uda ini aku uda pake ini loo .liat. uda puas?"
"Apaan sih kamu kok kayak gak ikhlas gitu sih."
"Ikhlaaas sayaaaaang,......."
Kemal keluar dari kamar ganti. Dia memakai kaos v neck dan skinny jeans berwarna pink.
Sejenak aku mengamati mulai atas sampai kebawah.
"Gimana? Cocok?" Kata kemal
"Hm.. wkwkwkwkwkwk... Kamu gak cocok sayang. Uda uda lepas sana gih.. wkwkwkwkw aku gak tahan liat badan kamu pake kain itu ketat banget sampai menonjol semua." Aku tertawa sampai sedikit menangis.
Pipi kemal tampak merah seperti nya dia benar benar malu. Segera dia berganti baju. Memang aku pingin liat suamiku kayak oppa oppa korea tapi kayaknya udah kejauhan umurnya. Dia jadi aneh banget kalau pake style anak muda. Sedangkan aku bosan liat style dia yg formal dan maskulin.
.
.
.
Kemal menghampiriku. "Kamu senang sayang?"
"Iya aku senang.. hihihi tunggu sebentar aku masih ingin tertawa"
"Oooo jadi aku gak cocok nih jadi oppa oppa korea kayak yg kamu mau?"
__ADS_1
"Bukan gitu... Cuma.."
"Cuma apaa??"
"Cuma.. kamuu.. lebih cocok jd ahjussi.. wkwkwkwkw"
Kemal berlari ke arahku dan menarik kedua pipiku.
"Istriku mulai pinter ngomong ya..sini biar aku beri pelajaran.."
.
.
.
.
Di suatu tempat. Di apartemen mewah.
Seorang wanita sedang berada di balkon menikmati pemandangan malam.
Tiba-tiba terdengar dering ponselnya.
"Hmm nomer tak dikenal " gumam wanita itu .
"Halo .. ini siapa ya?"
"Halo assalamualaikum.."
"Waalakumsalam. Siapa ya?"
"Devia?"
Deg tiba-tiba mata wanita itu terbelalak
"Afrizal" batinnya.
"Ini .. " sambungnya
"Iya.. ini aku.. kamu masih ingat aku kan.. kamu dimana sekarang? Aku ingin sekali bertemu denganmu.."
Airmata wanita itu terus menetes. Dia tak mampu berkata kata.
"Halo devia kamu masih disana?"
Tuut.. tuut.. tuut.
.
.
.
Beberapa menit kemudian panggilan masuk dari Malaysia.
"Halo.." kata wanita itu.
"Kenape honey, are u ok?"
"Its ok, ada apa?"
"Esok I nak jumpe you jam 8 jangan lupa hias diri seecaantiik mungkin ye.."
"Ok itu aja?"
"Iye da tu pergi tidur. Good night honey.."
"Good night.."
.
.
.
.
Wanita itu masih menatap wallpaper ponselnya. Masih sAma seperti beberapa tahun yg lalu. Fotonya bersama kekasih nya . Iya , izal.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Keesokan harinya, pukul 8 pagi
Usaha Afrizal mencari tahu keberadaan devia tak sia-sia. Kali ini dia sudah tiba didepan gedung apartemen mewah devia.
"Benarkah dia tinggal disini? " Batin izal.
Izal mencoba terus menghubungi devia. Tapi tak jua ada tanggapan.
Mobil Afrizal masih terparkir didepan
Apartemen. Tak lama kemudian terlihat seorang wanita cantik ,putih dan berambut panjang tengah mengenakan dress putih selutut tampak keluar dari gedung tersebut. Seperti menantikan seseorang yg akan menjemputnya.
"Devia.. ternyata benar kamu tinggal disini, mau kemana kamu?" Gumam izal dalam mobil.
Selang beberapa menit ada mobil sport merah tiba dan menjemputnya.
"Sial siapa dia!" Kata izal.
Izal mengikuti terus dari belakang.
"Arah ini menuju ke bandara? Mungkinkah dia akan pergi? Atau.."
Sampai bandara, devia tampak turun dari mobil dan berjalan masuk.
"Aku harus terus mengikuti nya."
Izal memarkir mobilnya dan berlari menuju devia. Tapi tiba-tiba langkah kakinya terhenti saat ia melihat seorang pria sedang memeluk wanitanya. Wajah nya tertutup masker dan kacamata hitam.
"Siapa dia? Kekasih? Atau mungkin suami? Ah.. hatiku sakit sekali.. devia.." batin izal.
Ia tak jadi mendekat, semua pemandangan itu ia saksikan langsung sampai devia dan pria itu hilang dari pandangannya.
"Tak apa jika memang kamu sudah memilih pria lain tapi setidaknya ucapkan salam perpisahan untukku.." gumam izal.
.
.
.
.
.
Ditempat yg berbeda seperti biasa ibu hamil ngidamnya mulai lagi yg aneh aneh
.
"Sayaaaaaang sudah beluuum???" Kataku
"Aduuuh ampuun deh sayaaang kamu ngidamnya bisa yg lain gak?” jawab kemal
"Jadi kamu nyerah nih?"
Kemal keluar dari kamar ganti.
"Bukan nyerah sayaang cuma ini uda siang sayaang masak iya aku harus pake baju eskimo? Gerah banget sayang.."
"Iih lutuuuuuu banget... Sini sini aku pengen pegang bulu nya.."
"Huuft.. demi kamu , jadi apa aja aku mau deh sayang.. asal kamu bahagia."
"Beneran ini? "
"Iyaaa...” kemal mencium keningku mesra.
"Yaudah gi berangkat."
"Aku ganti dulu.."
"Gak usah ganti sayang! Gitu aja.!"
"Apa? Yg benar saja sayang masak aku ngobati pasien pake baju eskimo?"
"Iya aku gak pengen tubuh kekar kamu keliatan. Uda ayo berangkat."
"Kamu ikut? Gak usa sayang dirumah aja."
"Oh jadi kamu malu ajak istri yg lagi hamil gini ke tempat kerja kamu? Oke aku memang jelek kamu pasti malu."
"Bukan gitu sayang.. maksud ku... Hmmm.. yadaa yada ayo ayo..udahan ngambeknyaa yaaa kan uda papa turuti semuanya." Kata kemal sambil mencium perutku.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1