Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Season 2 #Cinta Lama


__ADS_3

Andi mencoba menerjemahkan maksud kata mal barusan


an: apa itu mal? malam? mall? Malaysia? aaaahh apa maksudnya? Laura.. coba ucapkan sekali lagi..


.


.


Tidak ada respon dari Laura.


sepertinya ia tidur kembali


.


.


Pagi ini Kemal , Ayu dan Alea sudah berada di bandara. Meski sebenarnya kemal masih ingin berlama-lama dengan keluarga kecilnya tapi ia tetap harus profesional dalam bekerja. waktu cuti yang diberikan telah habis. ia harus kembali ke rutinitas yang padat sebagai dokter bedah.


ay: Safe flight sayang . kabari segera ya kalau sudah sampai.. (tersenyum)



ke: iyaa sayang.. kali ini tolong lebih berhati-hati ya jaga alea baik-baik. (mengecup kening ayu).


Kemudian kemal berjongkok dan memandang lekat wajah Alea, putrinya.


ke: Sayang.. papa berangkat kerja dulu ya.. alea selama dirumah gak boleh nakal ya.. harus jagain mama.. terus lebih hati-hati lagi kalau main jangan didekat tangga ya .. sama kalau alea ingin jadi dokter kayak papa, berarti alea harus apa hayo?


al: alea harus belajar yang rajin kan pa?


ke: betul sekali.. sekolah yang pinter yaa sayang.. nanti biar bisa ikut papa kerja kalau nilainya bagus terus. yauda papa berangkat ya.. (mencium pipi alea)


al: iya pa..



kemal berjalan masuk dan sesekali melambaikan tangan ke arah ayu dan alea.


.


.


.


.


Ditempat lain, Laura kembali menunjukkan tanda-tanda kondisinya sudah semakin membaik. meski telah aktif merespon setiap pertanyaan ,namun ia masih enggan membuka matanya.


Andi, calon suaminya yang begitu setia selalu mendampingi Laura.


An: Sayang.. bukalah matamu lihatlah diluar cerah sekali.. udaranya juga segar.. apa kamu tidak ingin merasakan itu?


Jari telunjuk Laura merespon dengan satu ketukan yang lemah


An: baiklah aku tidak akan memaksamu kali ini untuk menikah jika kau tidak menginginkan nya tak apa aku tidak akan marah.. aku akan terus menunggu sampai kamu siap..


tidak ada respon dari Laura


An: Ah maaf sepertinya kamu tidak suka aku membicarakan ini ya.. baiklah akan aku ganti topiknya. bagaimana jika kamu sudah sadar, aku traktir makan mie ramen pedas level tertinggi? itu kan kesukaanmu sayang?


Ya, kali ini Laura merespon kembali.


An: Hehehe kamu curang sayang, giliran ditraktir aja kamu responnya cepat. giliran diajak nikah malah kabur...



.


.


.


.


*flash back on*


1 minggu sebelum hari pernikahan.


Andi dan Laura sedang makan malam bersama di sebuah restoran mewah.


An: hmm jadi sayang kamu sudah memutuskan mau bulan madu kemana nanti?


L: aku mau ke Bali bagaimana menurut kamu? kamu belum pernah kesana kan?


An: belum sayang, aku setuju dengan apapun pilihan kamu.. yang penting kamu bahagia (tersenyum)


L: Sayang makannya pelan dong tuh sampai belepotan..

__ADS_1


An: mana? usapin dong sayang..


Laura mengambil tisu dan membersihkan bagian bawah bibir Andi, saat itulah tiba-tiba matanya menangkap sosok pria yang dulu pernah mengisi hatinya.


Pria itu nampak berjalan memasuki restoran bersama 2 orang lainnya.


Kedua mata Laura terus mengikuti setiap pergerakan pria itu. ada sedikit rasa rindu terselip di dalam hatinya.



Kemal? Bagaimana kabarmu?


Rasanya ingin sekali bertegur sapa dan menanyakan kepada dia secara langsung.


.


Sejak hari itu, entah kenapa tiba-tiba Laura penasaran dengan kehidupan mantan pacar yang sudah 10 tahun ini tidak pernah


bertemu.


.


.


Ia mengetahui keberadaan kemal di salah satu rumah sakit. ia menguntit layaknya penggemar rahasia. suatu hari saat ia mengikuti kemal. ada 2 orang suster sedang membicarakan tentang sosok dokter tampan dan kharismatik siapa lagi kalau bukan kemal


Sus 1 : andai saja dokter kemal masih lajang aku mau jadi kekasihnya.. sayang sekali dia sudah menikah.. aku lihat barusan dia video call dengan istrinya.


sus 2: hah sudah menikah benarkah? apa dia cantik?


sus 1 : siapa?


sus 2 : ya istrinya! masak dokter!?


sus 1 : ih mana ku tahu, tapi dari percakapan mereka kedengarannya sangat intim dan aku juga mendengar suara anak kecil.


sus 2 : anak kecil? jangan-jangan sudah punya anak ?


sus 1 : hmm.. kalau dilihat dari usianya dokter kemal memang wajar saja jika dia sudah menikah dan bahkan punya anak


sus 2 : iiiihhh aku jadi pengen nikah sama dokter jugaa!!!


sus 1 : huh dasar cewek centil! cari noh sana dokter lainnya yang masih muda!


sus 2: hih aku tuh seleranya suka sama yang udah mateng! manis tau!


sus. 2: iiihh apaan sih kamu nih!!! otak ngeres!


sus 1: kan betul. kamu aja yang berpikiran negatif!


sus 2 : udah ah aku mau balik aja, kelamaan disini otakku jadi terinfeksi virus kotormu.


sus 1: pergi jauh jauh sana pergi . pergi..


Laura yang berada dibalik tembok dan sedari tadi mendengar tiba-tiba meneteskan air mata.


Kemal.. aku senang mendengar kau telah hidup dengan sangat baik. Aku pikir setelah kita putus dulu, kamu tidak bisa bangkit lagi..


tapi mengapa hatiku sakit ???


perasaan apa ini??!


kurang beberapa hari lagi aku akan menikah dengan Andi, tidak seharusnya aku melakukan ini. Stalking mantan???


apakah ini godaan? semakin mendekati hari H , godaannya semakin besar?


Laura mengusap air matanya dan kembali pulang.


*flashback off*


.


.


Di tempat lain, kemal telah sampai di apartemennya. segera ia memberikan kabar ke ayu bahwa ia sudah sampai dengan selamat.


huuft... perjalanan yang melelahkan..


aku akan tidur sebentar ..


.


.


Kemal memiliki jadwal malam hari ini, segera setelah ia sampai rumah sakit, lalu mengecek semua keadaan pasien-pasiennya.


sus 1: ini dokter daftar pasien dan kondisi terkini

__ADS_1


Kemal membaca dengan detail layaknya scanning. tiba-tiba matanya tertuju kepada pasien bernama Laura.


Ke: Pasien atas nama Laura sudah lebih baik ya?


sus 1 : sudah dokter.. tapi belum sadar, ia hanya merespon aktif dengan gerakan jarinya namun gerakannya tidak begitu bertenaga


Ke: baiklah aku akan melihat nya sekarang, akan aku ubah dosis obat dan infusnya.


sesampainya diruangan Laura, tampak Andi sedang tertidur disisi ranjang wanitanya sambil menggenggam jari jemarinya.


sus 1 : Pak Andi maaf mengganggu.. dokter kemal akan mengecek kondisi bu Laura


Andi seketika terbangun dan sadar


an: baik.. bagaimana kabarmu dokter? (tersenyum)


ke: baik. . maaf jika aku mengganggu waktu istirahat mu..


an: tidak.. tidak.. kondisi laura tentunya lebih penting , saya akan duduk di sofa.


kemal mendekati Laura, dimulainya pengecekan seperti biasa karena memang pasien sudah lepas dari alat-alat berat..


saat kemal menyentuh jarum infus di pergelangan tangan laura..


ia merasakan gerakan..


tiba-tiba..


"Laura.."


suara Andi memecah keheningan malam itu.


ya! Laura membuka matanya dan orang pertama yang ia lihat ialah Kemal.


kemal? benarkah ini? dia dihadapan ku?


Laura meneteskan air mata.


melihat laura sadar, tentu kemal segera melakukan tindakan lanjutan


ke: suster tolong ambilkan saya .. (blablabla ini dan itu)


sus 1: baik dok..


Andi yang tadi duduk di sofa langsung beranjak mendekati Laura dan menggenggam tangan laura yang lainnya.


an: Laura.. aku disini , kamu akan baik-baik saja.. tenanglah jangan menangis..


Seketika Laura teringat kejadian naas yang menimpanya saat kabur dari upacara pernikahannya.


ah Andi..


ke: Maaf bu Laura.. apa yang anda rasakan sekarang?


Laura menatap kemal dalam-dalam..


sepertinya kali ini aku tidak akan melepaskan dirimu lagi kemal.. cukup kebodohan ku yang dulu dan aku sangat menyesalinya.. ternyata cintaku padamu begitu dalam kemal..


.


aku akan melakukan berbagai cara agar kamu dapat cinta padaku lagi seperti dulu..


aku akan berpura pura hilang ingatan dan akan hanya mengingatmu saja..


yaa! ini keputusan yang benar!


L: Sayang? kenapa aku berada disini? apa yang terjadi sebenarnya? ah kepalaku rasanya sedikit sakit.. (menatap bukan ke arah Andi tapi kemal)


An: Sayang aku disini...


Laura menoleh ke arah andi, "kamu siapa? aku belum mengenalmu.. apa kamu temannya kemal?"


Andi menatap tajam ke arah kemal.


kemal yang sedari tadi juga berusaha memahami situasi yang tidak lazim ini segera mengambil tindakan.


ke: beristirahat lah dulu.. aku ingin bicara dengan Andi.


Andi dan Kemal keluar ruangan meninggalkan Laura dan susternya.


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2