Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Yang Seharusnya


__ADS_3

Selamat membaca Readers 💕


Keesokan harinya, jam menunjukkan pukul setengah 10. Dikelas hanya tinggal aku, Ciko dan seorang lagi yg belum kukenal. Dia terlihat sangat tampan seperti model .


Mungkin dia yg namanya Afrizal. Batinku.


Aku mendatangi mereka. Dan duduk disebelah Ciko, "kurang berapa nomor?"


"Kurang 2 sih..hmm uda sampai brp bro? Wadaaaw dia kurang 5 nomor. Ayu You can help him .."



"Hmm apa kau butuh bantuan?" Tanyaku


"Gak usa, aku bisa sendiri" jawabnya dingin.


OMG ini cowok sombong banget, jadi nyesel tadi muji dia kayak oppa oppa Korea. yaudah aku biarin aja. Meski belum selesai aku gak bakal nungguin dia!


Sudah jam 10.00. Ciko: "Yes! Im done! Nih Ayu. Aku duluan ya bro.. laper mau makan" katanya sambil menepuk pundak Izal.


"Kamu belum selesai?" Tanyaku.


Izal hanya diam dan terus menulis.


"Halooo... Aku mau ngumpulin tugas sekarang...???"


Izal tetap menulis.


Persetan dengan Izal! Aku berdiri dan akan pergi ke ruang Miss Mira. Baru sampai di depan pintu kelas.. tiba-tiba


"Tunggu!" Izal berdiri mendekatiku dan memberikan kertas jawabannya.


"Maaf membuatmu menunggu. Lain kali tidak akan kuulangi lagi. Ayo ku antar kesana.".


DEG! Sejenak aku terhipnotis dengan ketampanannya yg ah kamvret berasa ketemu artis Korea.


"Halo... Ayu? "


"Eh iya ayo kesana.." aku terbangun dari lamunanku.


"Syukurlah Miss Mira gak marah.. huuuft..." Kataku, kulirik Izal disampingku masih sama seperti yg tadi wajahnya flat tapi imut banget.


"Ayo aku traktir makan." Tanyanya


"Yakin mau nraktir aku? Aku makannya banyak lho..!?"


"Iyaa.. sebanyak apapun aku traktir kok"


"Hehehe.. aku bercanda kok.. emang mau traktir aku dimana?"


"Kau suka mie pangsit?"


"Hmm...... lumayan sih cuma paling suka sih sate. Aah aku jadi kangen sate khas Indonesia."


"Ok kalau gitu , Ayo ikut aku."


Aku mengikuti nya sampai parkiran, dia memakai motor matic hitam.


"Ayo." Katanya.


"Tapi aku gak pake helm."


"Uda naik aja dulu.."


Okelah aku terhipnotis untuk yg kedua kalinya.


Akhirnya kami sampai di sebuah restoran.


"Disini bagaimana?"


"Hmm.. okelah.. " aku turun. Aku sudah lapar jadi tak peduli mau makan dimana aja yg penting kenyang.


Aku mencari tempat duduk dekat colokan guna menghidupkan laptopku. Tampak si Cha Eun Woo hehehe (sebutanku untuk Afrizal) sedang memesankan makanan untukku.


"Aku pesankan Sate ya.. "


"Boleh juga, ada ya disini?"


"Ada lah.. ini adalah restoran milik keluargaku." Tampak dia melambaikan ✋ tangan memanggil pelayan.


"Sate ayam nya 2 ya, minumnya apa Ayu?"


"Es kopi susu aja"


"Wah apa itu minuman favorit kamu?"

__ADS_1


"Iya..."


"Sama aku juga suka, yauda itu tadi ya pesanannya."


"Baik pak" sahut pelayan.


"Kamu sedang apa? Bukankah tugasnya sudah selesai?" Tanya Izal.


"Aku.. oh ini.. iya aku lagi nyicil bab 1" jawabku.


"Kamu orang Indonesia kan? Indonesia mana? Aku juga campuran Malaysia-indo"


"Jakarta"


"Wah sama dong"


"Iya.. kah.. hehehe.. ini seperti kebetulan ya, hmm.. oh iya kenapa hari pertama kamu gak kuliah?"


"Hm.. sebenarnya waktu itu berbenturan dengan jadwal ku foto."


"Foto?"


"Iya Foto shoot. Kerja sampingan hehehe.."


What!!!!! Dia foto model? Ternyata mataku tak salah mengenali dia seperti oppa oppa Korea. Ternyata benar kan dia tu model!!! Punya restoran lagi!!


"Ayu? Ayu?"


Ah aku sejenak tertegun.


Beberapa menit kemudian pesanan kami tiba.


Setelah makan, dia mengantarku pulang ke apartemen ku.


"Terimakasih ya hari ini aku benar benar kenyang hehehe, next time gantian aku yg traktir kamu."


"Oke siaaap.. aku pulang dulu ya... See you"


"See u to.."


Keesokan harinya saat aku mengunjungi papa. Aku tak sengaja mendengar percakapan papa di telepon.


"Halo ada apa kemal?"


"Bang, besok aku mau kesana nengok Ayunda sekaligus ngecek laporan bulan ini"


"Oke besok jam berapa kesini? Nanti sekretaris ku biar siapkan laporannya"



Aaah sh*t! Kemal kesini besok!!!!


Aku males bangeeeet!!!! Pasti dia bakal tidur di apartemen ku.



"Sampai sana sekitar jam 8 pagi"


"Ok"


Aku jadi males mau ketemu papa. Pasti bakal bahas kemal lagi. Aku pun langsung kembali ke kampus.


Dikampus tentu saja masih sepi, kelas baru dimulai jam 10 nanti, dan aku jam 8 sudah disini!!!!


"Ah tidur dulu ah.."


Baru beberapa menit terlelap, handphone ku berdering.🎵 Panggilan masuk dari kemal.


"Hmm halo.." jawabku setengah sadar.


"Halo assalamualaikum sayang kamu dimana? Aku ntr siang flight kesana, kamu pulang kuliah jam berapa? Aku jemput ya"


"Hmm what!! Ah gak usa dijemput nanti kamu langsung istirahat aja di apartemen."


"Ok sayang.."


Sekarang aku harus siap siap ngadepin si kemal.


Sore ini aku males banget pulang ke apartemen dan ketemu suamiku, kemal. Karena aku yakin pasti dia bakal minta jatah, apalagi uda 2 minggu sejak aku tinggal di negeri orang. Habis aku pasti! Batinku.


🎵 Panggilan masuk. Kemal


"Halo sayang dimana? Aku jemput ya, aku uda sampai apartemen kamu tapi kamu belum pulang. Belum selesai kah kelasnya?"


Duh kenapa jadi berasa kayak anak yg lagi dimarai bapaknya yaa . Batinku.

__ADS_1


"Hm .. aku masih ada urusan, kamu tidur duluan aja ya.."


"Mana bisa tidur sayang kalau kamu masih belum pulang, aku kepikiran"


"Hmm iya iya bentar lagi"


"Ok jam 7 sudah disini ya sayang. Aku tunggu kamu siapin makan malam ya.. lama gak makan masakan mu nih.."


"Ok aku belanja dulu nanti."


Jam 7 malam.


Kubuka pintu apartemen ku. Kulihat sekeliling, sepi dimana dia?


Kubuka pintu kamar, kosong. Eits tunggu, dia dibalkon. Tiba-tiba terbesit ingin mendorong nya wkwkwkw gila gila ini gak lucu!!! . Dia ternyata merokok!


Tapi kenapa selama di indo dia gak pernah merokok didepanku.


Aiisssh dia melihatku!


"Loh sayang kamu uda pulang." Katanya sambil mematikan rokoknya. Dan berjalan mendekatiku diambang pintu kamar.


"Sejak kapan kamu merokok? Kok aku baru tahu?"


Dia tak menjawab pertanyaan ku, malah memperhatikan tubuhku dari bawah ke atas.


"Sayang malam ini ml yuk"


Apaan sih kemal ini to the point banget!!!


"Kamu katanya laper? Ini aku bawa makanan cepat saji. Kalau mau masak keburu laper." Kataku berusaha mengalihkan topik.


Saat aku berbalik akan ke dapur, dia mencengkeram lenganku sangat kuat sampai aku merasakan sakit.


"Kemal apaan sih . Sakit .. lepasin.."


Dia hanya diam. Tampak wajahnya merah seperti nya dia marah.


"Aku salah apa? Kenapa kamu marah?"


Dia menarikku dan melemparku ke ranjang. Keras sekali. "ADUH!"


Dia melepas kemejanya dan melempar ke lantai. Aku turun dari ranjang dan berlari ke sudut ruangan. "Stop kemal!"


Dia mendekatiku. "Jangan takut sayang, aku suamimu.. gak akan menyakitimu.."


"Barusan kamu sakiti aku!!!" Jawabku.


Dia memegang tanganku, dan menyuruh ku duduk dikursi.


"Cepat buka sayang"


WHAT!!! Yg benar saja aku gak mau s*x oral.


"BUKA!!"


Aku terjingkat mendengarnya teriak. Terpaksa aku membuka resleting celana nya. Dan mengeluarkan benda miliknya yg sedari tadi sudah sesak didalam sana.


"Kemal pliss jangan seperti ini.. kenapa kamu berubah.. apa salahku katakan?"


Kemal tidak menjawab, dia langsung menyodorkan itu kedalam mulutku.


Akkhhh... Dia mendorong maju mundur sampai ujung tenggorokanku. Tak terasa air mataku mengalir.


Aku gak bisa diam saja, aku mendorong kemal sekuat tenaga dia mundur beberapa langkah.


Aku berusaha lari keluar kamar. Tapi kemal sigap memelukku dari belakang.


Dia mencium tengkuk leherku. "Kenapa kamu belum bisa mencintai ku ayu.." bisiknya.


Aku diam, kenapa dia bisa tahu?. Batinku.


"Aku harus bagaimana supaya kamu bisa mencintai ku?" Tanyanya sambil membalikkan badanku.


Kami saling berhadapan. Dia menatap mataku tajam. "Aa. . Aku gak tahu.." jawabku lirih.


"Apa kamu sudah berusaha? Bisakah kamu membuka sedikit pintu hatimu untukku? Aku hanya ingin kau tau, aku adalah suamimu sekarang. Maaf jika aku sudah kasar tadi..kau berhak benci padaku. Aku akan pergi."


Dia melepasku. Dan pergi keluar kamar.


Malam ini dia tidur dikursi ruang tamu.


Aku tidak bisa tidur . Memikirkan semua ini. Entah bagaimana aku menghadapinya besok pagi.


__ADS_1


__ADS_2