
Episode sebelumnya..
"Ayu! Kamu itu istriku! Sudah kewajiban kamu sebagai seorang istri yaitu melayani aku suamimu!"
Kemal memegang erat lengan ayu. Sedangkan ayu berusaha untuk melepaskan diri dari cengkeraman tangan kemal.
"Gak mau mas tolong ngertiin aku! Aku belum siap mas!" Ayu menangis tersedu-sedu.
"Mau sampai kapan aku menunggu! Kamu dengar sendiri kan kalau kedua orang tua kita sudah sering bertanya tentang kehamilanmu! Bagaimana kamu bisa hamil? Aku bahkan belum pernah menyentuhmu!"
"Sakit mas.. lepaskan tanganku mas.."
"Mas.. mas.." gumam ayu dalam tidurnya. Sontak ia membuka matanya dan terbangun. Dadanya berdegup kencang. Napasnya tersengal sengal.
"Ya ampun untung saja cuma mimpi.."
Tangannya meraba selimut yang menutupi tubuhnya.
"Loh ini kan selimutnya.. apa jangan-jangan mas kemal."
Ayu bangun dan berjalan menuju ke kamar.
Ia mengintip dari balik pintu sebelum masuk untuk memastikan apakah kemal telah tertidur atau belum.
Ayu melihat kemal terbaring di ranjang, tapi ia tidak dapat melihat apakah mata kemal sudah terpejam.
Ia menarik napas dalam-dalam dan memberanikan diri untuk masuk.
Pintu telah terbuka, tidak ada respon dari kemal. Ayu berjalan berjinjit dan melihat kemal sudah tertidur. Perlahan ia mengembalikan selimut milik kemal ke tubuh pemiliknya.
"Huf.. Rasanya ini lebih menegangkan daripada mimpi tadi" batin ayu.
Ayu kembali ke posisinya dan kembali tidur. Disisi lain, Kemal tersenyum tipis. Dia merasa senang mendapat sedikit perhatian dari istrinya.
"Terimakasih ayu.." batin kemal.
Ia berharap kedepannya hubungannya dengan ayu bisa terus membaik.
Kemal tidak akan berhenti berusaha untuk membuat ayu bisa menyukainya sedikit demi sedikit.
-----------
Pagi harinya ayu dan kemal duduk bersama di ruang makan.
Ini adalah pertama kalinya mereka menghabiskan waktu sarapan pagi bersama.
Suasana masih hening diantara keduanya. baik ayu maupun kemal masih sama-sama bungkam seribu bahasa. Hanya terdengar suara lirih nyaring sendok dan garpu yang mereka kenakan.
Tapi tiba-tiba saja.
"Uhuk.. uhuk.." ayu tersedak.
kemal segera menuangkan air ke gelas ayu yang masih kosong.
__ADS_1
Setelah meminum beberapa tegukan barulah ayu bersuara. "Terimakasih.."
Kemal tersenyum dan mengangguk perlahan.
"Pelan-pelan saja makannnya." Kata kemal.
"Bagaimana aku bisa makan dengan tenang ditengah tekanan seperti ini? Rasanya aku seperti sedang makan sambil diawasi olehmu." Batin ayu.
"Hari ini apa kamu ada waktu?" Tanya kemal.
Ayu tidak menjawab. Wanita itu tampak sedang asik dengan dunianya sendiri.
"Ayu.. ayu?" Kemal mencoba memanggil lagi.
"Ya.. apa maaf kamu bilang apa barusan?"
"Aku tadi bertanya apa hari ini kamu ada waktu? Aku ingin mengajakmu pergi ke luar, terserah kamu mau kemana aku akan antar. Karena kupikir mungkin saja kamu merasa bosan jika terus menerus dirumah. Hari ini aku off kerja."
"Hm.. baiklah.."
"Jadi apa kamu sudah memutuskan akan pergi kemana?"
"Ya aku masih memikirkannya.."
"Baiklah katakan saja."
"Tapi itu adalah tempat yang cukup jauh."
"It's ok."
"Pantai?"
"Ya.. benar..pantai.."
Kemal melirik jam tangannya.
"Ini waktu yang bagus, baiklah mari kita bersiap setelah selesai sarapan."
"Apa? Tapi.. itu jauh. Tidak.. tidak usah pergi kesana. Aku berubah pikiran."
"Aku juga sudah lama tidak melihat pantai. Hmm.. terakhir kali aku kesana mungkin sekitar dua atau tiga tahun lalu. Jadi ayo kita kesana."
Kemal telah selesai sarapan dan bersiap untuk berdiri. Tapi langkahnya terhenti saat ia melihat bibir ayu belepotan karena selai strawberry. Lalu ia mengambil sehelai tisu.
"Ayu.. boleh aku?" Kemal mengenakan isyarat bahwa ia akan mengelap sesuatu di bibir ayu.
Seketika pipi ayu berubah menjadi merah tomat. Kemal mengusap selai strawberry disisi bibir ayu. wajah mereka begitu dekat. Ayu menahan napasnya karena gugup bisa sedekat itu dengan kemal. Ayu bahkan bisa melihat kulit wajah kemal yang halus dengan pori-pori yang nyaris tak terlihat.
Ini adalah pertama kalinya ia sedekat itu dengan lawan jenisnya. Sebelumnya ayu belum pernah merasakan sedekat itu dengan pria manapun. Ayu adalah tipe wanita yang pendiam dan sangat tertutup. Tak heran dia tidak punya banyak teman kecuali keluarga terdekatnya saja.
"Sudah bersih.. baiklah aku ke atas dulu.." kata kemal sambil tersenyum manis pada ayu yang masih membeku dalam posisinya. Ia merasa malu bercampur gugup.
"A-aku juga harus cepat bersiap." Kata ayu.
__ADS_1
-----------------
Sepanjang perjalanan, ayu tampak sangat menikmati pemandangan yang berada di sisinya. Ia membuka kaca mobil lebar-lebar dan sesekali ia keluarkan tangannya.
Tentu saja untuk hal yang satu itu membuat kemal sangat khawatir. Ia khawatir jika nanti tangan ayu patah karena tersambar motor atau mobil yang lewat.
"Ehem.. bisa aku minta tolong.." kata kemal untuk mengalihkan perhatian ayu.
"Ya.."
"Aku haus.. boleh minta tolong bukakan itu untukku?"
Kemal menunjuk ke air mineral yang berada di sisi kemudi.
"Oh ini.. tentu.. sebentar."
Ayu membuka tutup air mineral dan memberikannya kepada kemal.
"Terimakasih.."
Saat kemal akan meraih botol minum, ayu menahannya.
"Biarkan aku yang pegang, kamu fokus aja menyetir." Kata ayu.
Pelan-pelan kemal minum air dari botol yang dipegang langsung oleh istrinya.
"Ini aneh sekali.. aku sudah sering sekali minum air mineral yang tidak ada rasanya. Tapi untuk pertama kalinya air mineral ini rasanya manis sekali." Batin kemal.
"Sudah selesai?" Tanya ayu.
Kemal mengangguk sambil tersenyum.
------------
Beberapa jam kemudian mereka telah sampai di pantai. Ayu tampak begitu antusias dan kemal yang turut bahagia melihat istrinya sangat senang. Mereka berdua bermain di tepi pantai hingga tak terasa matahari akan terbenam.
"Ya ampun bagaimana ini.. aku lupa waktu sampai larut begini.. aku minta maaf.."
"Gapapa ayu.. bagaimana kalau kita bermalam disini dan kembali besok pagi? Apa kamu bersedia?"
Karena ayu merasa bersalah, tidak ada cara lain selain tidak menolak ajakan kemal.
"Ba-baiklah kalau begitu.. kamu pasti juga butuh istirahat karena sudah mengemudi sejauh ini."
Walaupun ayu mengatakan dia mau bermalam disana tapi tampak sekali keraguan dan kekhawatiran di wajah ayu.
Kemal yang memperhatikan itu lalu berkata, "kamu tenang saja, tidak akan terjadi hal semacam itu. Bukankah aku sudah berjanji padamu ayu?"
"Ap-apa? Hal apa.. ya ampun aku tidak sedang memikirkan itu kok.. baiklah aku akan ambil tasku." kata ayu sambil berusaha menghindari percakapan dengan kemal barusan.
sikap ayu yang berusaha menghindar dan menyangkal tampak menggemaskan dan semakin membuat kemal menyukai ayu.
-----
__ADS_1
To be continued