Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya

Terpaksa Menikah Dengan Dokter Kaya
Dilema


__ADS_3

Selamat membaca Readers 💕.


.


.


.


.


.


Sejak saat itu aku semakin dekat dengan Afrizal. Dia kelihatan tulus mencintaiku. Kasih sayang yg dia berikan membuatku nyaman berada didekatnya. Tunggu.. hampir saja aku lupa statusku.. aku sudah menikah.. bagaimana aku menjelaskannya?


.


.


.


.


.


❤️Satu Minggu sebelum wisuda.❤️



Ting tong..


Bell apartemen ku berbunyi, Afrizal sudah berdiri dibalik pintu.


Kubuka pintu, terlihat dia membawa satu buket bunga mawar.


"Indah sekali.. " batinku.


"Ini untukmu ayu.. " kata dia.


"Ada apa ini tumben kamu bawa bunga segala zal?"


"Ah iya aku tadi lewat toko bunga tiba-tiba ingat kamu jadi aku berhenti dan beli sapa tau kamu suka"


"Iya suka kok.. yaudah masuk dulu yuk.."


.


.


.


.


Diruang tamu.


"Aku buatkan minum dulu ya.." aku beranjak dari sisinya tapi segera di memegang tanganku dan berkata, "nanti saja aku masih belum haus kok, ada sesuatu yg ingin aku bicarakan.."


"Hmm oke..." Aku duduk kembali disisinya.


"Ada apa zal?"


"Ayu maukah kamu jadi pacarku? "


DEG !


"Ehm.. "


Belum selesai aku bicara dia menimpali, "tak perlu dijawab sekarang.. aku akan selalu menunggumu.."


"Aduh gimana ini... Kalau aku jawab yang sebenarnya apa dia masih mau?" Batinku.


"Satu Minggu lagi kita wisuda, aku harap kamu sudah menemukan jawabannya ayu.. maaf aku harus segera kembali ke restoran karena ada beberapa hal yang harus aku lakukan.. aku permisi dulu.. "


Dia berdiri, aku juga berdiri mengantarnya sampai ke depan pintu.


"Nanti aku telpon ya.." kata izal.


"Iyaa.." jawabku, rasanya jadi canggung mau ngomong.


Izal memegang tanganku dan mencium keningku sangat lembut.. mataku terpejam sesaat merasakan kasih sayangnya yg hangat. Dia berkata, "I love you..." Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman.


Perlahan dia berjalan menjauh hilang dari pandangan ku.


.


.


.


.


Di dalam kamar.


Aku bingung setengah mati, perasaanku campur aduk! Aku harus bagaimana sekarang!!! Aku benar-benar bingung..


Saat wisuda nanti pasti papa, mama, daaan... Ah aku yakin pasti kemal juga datang..


Aku harus jawab izal seperti apa?


Tidak .. tidak.. aku tidak mau menyakiti izal lebih dalam nantinya kalau aku tidak jujur.


Aku harus jujur!


.


.


.


.


.


.


❤️Satu hari sebelum wisuda.❤️


>>>>panggilan masuk dari kemal<<<<


"Halo .. sayang. assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam ada apa kemal?"

__ADS_1


"Maaf sayang sepertinya mama gak bisa ikut kesana.."


"Lho kenapa?"


"Mama sakit sayang"


"Apa!! Sakit apa?" Mendengar mama sakit aku ingin sekali lari seandainya jarak ini tidak ada.


"Sayang kamu tenang aja aku udah rawat mama kok, cuma kalau dipaksakan untuk flight kesana belum bisa, badannya masih lemah. Mama kelelahan aja kok sayang"


"Fyuh.. syukurlah kalau gitu.. makasih ya kemal Uda jagain mama"


"Sama sama, bentar lagi aku berangkat ke bandara, sayang ada sesuatu yg mau aku bawain dari sini?"


"Hmm... Nggak ada.. "


"Yaudah aku siap siap dulu ya sayang.. I love you.."


"Mm... Iya ... Safe flight ya.."


>>>>>panggilan diakhiri<<<<<


.


.


.


.


.


Sore itu, aku menjemput kemal, dia tiba. Tampak dari kejauhan, sangat tinggi, tegap dan atletis. Sekejap aku tersadar dia adalah suamiku. Ya Tuhan seandainya istrinya bukan aku pasti akan sangat mencintai dia yg begitu karismatik. Sayangnya istrinya adalah aku. Iya .. aku yg sampai sekarang masih bingung sebenarnya siapa yg benar benar ada didalam hatiku.


.


.


.


.


.


Kemal sampai dihadapanku, dia memelukku. Aku hanya bisa diam. Mungkin ini pelukan rindunya yg selama ini ditahan.


"Sayang aku kangen..."


"Hmm.. iya iyaa Uda yuk malu dilihat orang.." kataku sambil melepas pelukannya.


"Hari ini kamu masak apa sayang? Aku laper banget nih.."


"Ehmm aku nanti juga kamu bakal tau di apartemen."


.


.


.


.


.


.


Kemal segera mandi dan beristirahat sejenak di kamar. Sedangkan Aku menghangatkan makanan dan membuatkan teh hangat. Setelah selesai kuintip kemal masih tertidur.


Kalau tidak bangun percuma dong aku siapin ini tadi. Ah sudahlah biar saja nanti juga bisa dipanasi lagi. Aku duduk di ruang tv. Tak terasa aku ketiduran sampai tengah malam.



Tiba-tiba suara gemericik air kran membangunkan ku.. kulihat kemal selesai mencuci piring. Kututup kembali mataku.


"Sayang pindah ke kamar ya.. disini dingin.."


Kata kemal sambil berusaha menggendongku.


"Ehm.. jangan jangan aku bisa jalan sendiri..."


Elakanku tak mempan dia tetap kekeh menggendongku ala princess.


"Gapapa sayang, aku kangen gendong kamu.."


.


.


.


Sesampainya di kamar. Dia merebahkanku dengan lembut dan perlahan. Dia mencium keningku. "Terimakasih sayang untuk masakan dan teh nya.. aku suka.. selamat tidur sayang" dia pun tidur disisiku dan menggandeng tanganku..



"Kemal... Apa kau sudah tidur? Apa mamaku baik baik saja ?


"Mama baik baik saja kok.. uda sayang jangan khawatir ya.. setelah upacara wisuda kita langsung balik ke Indonesia. Aku Uda pesen 2 tiketnya." kemal mengusap pipiku.


Entah kenapa sentuhannya kali ini membuatku nyaman.



Aku tersenyum kecil, tiba-tiba aku teringat Izal. Aku harus memberikan jawaban untuk nya besok. Aku harus jawab apa?



"Kemal.. apa kau mencintaiku?"


"Tentu saja sayang aku sangat mencintaimu.. kenapa kamu masih bertanya?"


"Ehm.. sebenarnya aku belum yakin kalau aku satu-satunya wanita dihatimu. Bisa saja ada orang lain sebelum aku?"


Kemal mengambil posisi duduk. Dia mendekat padaku dan memelukku.


"Sayang.. setiap orang pasti punya masa lalunya masing-masing, tapi bukan berarti kamu menilai orang hanya dari masa lalunya, bagaimana jika dia bisa berubah lebih baik? Setiap orang punya kesempatan. Dulu ku akui memang aku punya banyak teman wanita karena memang tuntutan profesi juga. Tapi semenjak aku menikah denganmu, aku sudah membatasi kontak dan komunikasi dengan mereka seperlunya saja. Itu semua karena aku menghargai mu sebagai istriku. Aku tidak mau menyakiti hatimu. Kamu adalah amanah dan tanggung jawab terbesar dihidupku."


.


.


.

__ADS_1


Aku merasa bersalah selama ini kemal sangat baik padaku tapi apa yg kulakukan? Tapi ini semua juga diluar keinginanku. Aku sendiri masih belum bisa memahami isi hatiku. Di satu sisi kemal adalah suamiku dan masih asing bagiku, disisi lain ada Afrizal yg menunggu Jawabanku.


.


.


.


.


.


.


.


.


❤️Keesokan harinya. Saat yg paling kutunggu, Wisuda.❤️


"Congratulation! Sayang... " Kemal memelukku. Lalu Kami berfoto bersama mengabadikan momen kelulusanku.


Kulihat sekitar, belum nampak Afrizal keluar dari gedung.


"Ayo sayang kita langsung ke bandara satu jam lagi. "Kata kemal.


"Aku masih mau pamitan sama temen-temen. Kamu duluan ke mobil ya"


"Ok sayang .."


Kemal pergi meninggalkan ku.


aku masuk ke gedung mencari Afrizal. tiba-tiba dari belakang ada seseorang yg menutup kedua mataku.


"Afrizal?"


"kok tahu"


dia tersenyum padaku. Oh Tuhan aku tak tega menyakiti pria didepanku ini.. tapi jika tidak ku katakan yg sebenarnya aku malah akan menyakiti dia lebih dalam lagi.


"ehm.. jawaban untuk waktu itu.. bisakah kamu ikut dengan ku sebentar , ada yg ingin aku tunjukkan."


aku berjalan ke depan gedung dan izal tampak mengikuti ku dari belakang.


aku berhenti dan menghubungi Kemal.


"Halo.. ada apa sayang?"


"Ehm.. bisakah kau keluar dari mobil sebentar. aku tak tau kamu pakai mobil apa?"


"Apa kamu mau aku menjemputmu sayang?"


"boleh juga, aku tunggu ya.."


"oke.."


.


.


.


Izal hanya diam, pasti dia punya banyak sekali pertanyaan dibenaknya, kenapa aku tidak menjawab cintanya dan malah menelepon seseorang.


.


.


.


tak lama kemudian.


"Sayang, ayo.." Kemal menghampiriku dan ada tentu ada izal disampingku.


"ehm.. Kemal perkenalkan ini Afrizal dia teman satu kelasku." kataku.


Kemal menjabat tangan, "Owh terimakasih selama ini atas bantuannya pada istri saya, perkenalkan nama saya Kemal Sinatra , Suaminya."


OH God! semoga Afrizal tidak terlalu sakit mendengar ini. kulihat izal tersenyum dan membalas jabatan tangan kemal.


"Saya Afrizal . salam kenal. istri anda sangat baik. anda beruntung sekali. saya permisi dulu."


Afrizal pergi begitu saja. dia tak melihatku sama sekali. seperti nya dia marah padaku.


.


.


.


Selama di pesawat aku tak banyak bicara. aku memikirkan Afrizal. apa dia baik-baik saja? apa dia akan sangat membenciku?


.


.


.


Bagaimana selanjutnya?


Mungkinkah Ayu mulai membuka hatinya untuk Kemal?


.


.


.


klik ❤️ dan komentar ya kak terimakasih ❤️





.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2