
Keesokan harinya.
Cika: "Sepertinya Arya dan Dito melakukan tugasnya dengan baik. Kulihat pagi ini dokter kemal sudah mau berjalan jalan di halaman."
Bella: "Iya dok sepertinya begitu.. lumayan ada kemajuan.."
Cika: "Baiklah panggil aku jika dia sudah kembali ke kamarnya."
***
Cika: "Selamat pagi dokter kemal."
Kemal: "Ya pagi."
Cika: "Sepertinya Anda sudah lebih baik."
Kemal: "Ya begitulah."
Cika: "Kau tahu dokter kemal, dulu saat aku pertama kali kesini, aku masih menjadi mahasiswa magang. Saat itu hujan turun sangat deras. Tiba-tiba ambulance datang dengan seseorang yang terluka parah karena mengalami kecelakaan. Aku masih sangat muda dan belum memiliki banyak keberanian untuk melihat pasien yang terluka parah itu. Tapi kemudian seorang dokter pria dengan sigap menolong dan menangani dengan sangat cepat dan ahli. Sejak saat itu aku jadi termotivasi untuk bisa seperti dokter itu. Dan kau tau dokter kemal siapa dokter yang sangat cepat dan ahli itu ? Kulihat didada kirinya tertulis Dr. Kemal ."
Kemal terdiam dan terpaku mendengar cerita Cika.
Cika: "Sejak saat itu aku mulai membuka mataku bahwa menjadi seorang dokter adalah panggilan dari hati nurani. Jadi bagaimana pun kondisi pasien, dokter harus selalu siap dalam memberikan pelayanan yang terbaik."
Kemal : "Siapa namamu?."
Cika: "Cika."
Kemal : "Cika.."
Cika: "Iya.. apa anda ingat saya? Selama ini saya dan ketiga rekan saya telah merawat Anda Dokter Kemal."
Kemal: "Terimakasih."
Cika: "Tidak.. saya yang berterima kasih kepada Anda dok.. karena Anda telah menginspirasi saya sejak awal."
Kemal: "Inspirasi? Saya menginspirasimu? Kurasa kamu keliru."
Cika: "tidak.. saya tidak keliru.."
Kemal: "Sebaiknya Anda lupakan saja tentang mengidolakan atau inspirasi? Hah itu lucu sekali. Kau lihat kan kondisiku sekarang ini? Apa orang seperti ini bisa menginspirasi banyak orang?"
Cika: "Ya. "
Kemal: "Katakanlah bagaimana bisa ?"
__ADS_1
Cika : "Sebelum aku memberikan jawabannya, aku meminta satu hal saja dari Anda Dokter kemal. Bisakah anda berjanji satu hal saja untuk ku?"
Kemal: "satu saja kan? Baiklah apa itu?"
Cika: "Berjanjilah untuk keep moving forward. Memaafkan masa lalu dan melanjutkan kehidupan yang lebih baik."
Kemal: "Baiklah.. tergantung pada jawaban mu. Jika itu mampu mengubah persepsi ku."
Cika: "Apa kamu benar-benar percaya bahwa cinta hanya bisa memberikan kebahagiaan, kesetiaan, kegembiraan? Tidak dokter Kemal, terkadang cinta juga bisa memberikan kesakitan, kebencian, kesedihan, sakit hati, dan hilang harapan . Aku yakin itu semua akan memberikan penderitaan dalam suatu waktu. Dan aku juga yakin Anda sudah pasti akan diberikan kekuatan oleh Tuhan untuk bisa melalui semua ujian hidup itu. Bukankah itu semua adalah yang disebut dengan cinta?"
Kemal tertegun mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut wanita itu.
Hati dan pikiran nya mulai terbuka kembali.
Kemal meraih tangan wanita itu.
Kemal: "Jadi karena itu aku bisa menginspirasi semua orang?"
Cika mengangguk pelan.
Kemal : "Maaf aku memegang tanganmu tanpa izinmu. Aku mulai mengerti tentang arti cinta. Tidak selamanya akan berakhir indah seperti yang aku harapkan."
Cika menyentuh pipi kemal yang tampak sedih.
***
Sejak saat itu kesehatan kemal berangsur membaik. Kemal telah menemukan jalan hidupnya kembali karena seorang wanita yang bernama Cika.
Beberapa hari kemudian dokter kemal telah dinyatakan sehat dan diperbolehkan untuk pulang.
***
Kemal:. "sebelum pulang bisakah aku bertemu dengan dokter cika? bisa kau panggil kan dia sebentar saja?"
Kemal bicara kepada Bella yang sedang melepas infus dan merapikan alat-alat medis yang berada di sekitar kemal.
Bella: "Dokter Cika.. sebenarnya.. dia sedang.."
kemal: "baiklah tidak apa jika dia sedang sibuk."
bella: "tidak.. maksud ku dia telah berpesan pada saya jika anda membutuhkan bantuannya, anda bisa menghubungi nya langsung. ini nomer telponnya."
__ADS_1
kemal: "baiklah terimakasih.."
***
Kemal mengirimkan pesan singkat. Ia takut jika saja Cika sedang rapat atau semacamnya.
# Halo Dokter Cika. apa kau lupa dan tidak mengucapkan selamat untuk ku? hari ini aku akan pulang . Kemal. #
Kemal benar-benar menanti balasan dari Cika. Berkali-kali ia memainkan ponselnya seperti anak kecil. sesekali juga ia menatap keluar jendela kamarnya.
Ia benar-benar tidak akan pergi sebelum bertemu dengan wanita itu.
Kling
Suara nada pesan berbunyi.
# Cika : Tunggu aku. aku kesana. #
Kemal tersenyum tipis melihat balasan singkat dari Cika.
***
Cika: "Permisi.. Halo dokter kemal.. maaf aku terlambat mengucapkan selamat karena hari ini Anda sudah diperbolehkan untuk pulang."
Kemal: "Tidak apa.. aku baru mau berganti baju dan selesai siap-siap kok."
Cika duduk disisi kemal. Kemal memutar tubuhnya menghadap wanita itu.
Cika: " Semoga dokter kemal tidak melupakan satu hal yang saya minta."
Kemal: "Aku mengingat nya."
Cika: "Tetaplah menginspirasi banyak orang.. saya akan mengucapkan ini sebelum anda pulang nanti."
Kemal: "Katakan saja.."
Cika mendekat, mendekatkan wajahnya hingga kening mereka saling bertemu.
Cika: "Hiduplah dengan lebih baik."
Kemal tersenyum balik membalas senyuman tulus dari Cika.
Hatinya yang dingin telah tersentuh oleh kehangatan sentuhan tangan wanita itu.
Kemal: "Ya.. aku janji.. akan hidup dengan baik.."
__ADS_1
.
to be continued