
Pada akhirnya ayu menceritakan tentang rencananya yang akan melamar pekerjaan di perusahaan tempat izal bekerja besok pagi.
Ayu menunggu tanggapan kemal setelah selesai menceritakan itu, tapi kemal yang tanpa ekspresi susah sekali menebak apakah pria itu akan marah atau tidak.
"Mungkin dia sedang mencerna ceritaku barusan. Tapi setidaknya katakan sesuatu. Kenapa wajahnya datar begitu." Batin ayu.
"Ayu.."
"Akhirnya kamu bicara." Batin ayu.
"Ya..”
"Apa nafkah yang kuberikan selama ini masih belum cukup? Jika memang begitu aku akan berusaha lebih keras lagi. Aku akan kerja saat weekend dan tanggal merah. Aku akan cari kerja sampingan pada malam harinya. Aku akan membuka lagi cabang usaha. Semua akan aku lakukan untukmu agar tidak sampai kamu capek-capek bekerja."
Ayu terkejut mendengar pernyataan kemal barusan. Padahal uang yang selama ini diberikan kemal sudah lebih dari cukup. Bahkan ayu bingung harus untuk apa uang segitu banyak, jadi ia hanya menabungnya saja.
"Bu-bukan itu maksudku. Uang yang kamu berikan sudah cukup bahkan lebih. Aku hanya ingin mencari pengalaman bekerja setelah lulus kuliah. Itu saja. Aku harap kamu mengerti.."
"Huft.." kemal menghela napasnya.
"Jadi begitu.. aku pikir kamu merasa kurang aku nafkahi. Baiklah kalau begitu aku memberi ijin untuk bekerja. Tapi kamu harus janji."
"Janji?"
"Kamu harus bisa menjaga kesehatan. Jangan sampai lembur dan telat makan. Janji?"
"Aku janji.."
"Baiklah kalau begitu sekarang kita pulang saja karena kamu harus mempersiapkan diri untuk interview besok."
"Iya.."
Ayu senang mendapat respon positif dari kemal. Dia tersenyum Sepanjang jalan. Bukan karena sebentar lagi ia akan bekerja di perusahaan yang sama dengan izal dan ia akan terus bertemu dengan cinta pertamanya tapi karena memang ia betul-betul berniat untuk bekerja. Sedangkan izal adalah bonusnya.
---
__ADS_1
Keesokan harinya..
"Jangan gugup ayu.. coba tarik napas sebentar lalu hembuskan.. cobalah untuk tenang dan semua akan lancar."
Kemal berusaha menenangkan ayu yang tampak sangat gugup karena interview kerja pertamanya.
"Semoga berhasil ayu.."
"Terimakasih.." kata ayu sambil melempar senyum.
Ayu memasuki kantor.
Dari kejauhan terdengar suara seseorang yang memanggilnya.
"Ayu.."
"pagi kak.."
"Pagi juga.. kamu sudah siap?"
"Siap kak.."
"Oke tunggu sebentar lagi akan dipanggil."
Setelah melewati tahap walk in interview ayu resmi diterima bekerja di perusahaan itu.
Izal lalu mengantar ayu pergi ke ruang kerjanya yang satu divisi dengannya.
Ayu telah sampai di sebuah ruangan yang bertuliskan divisi pemasaran. Didalam ada sekitar tujuh orang karyawan yang terdiri dari 4 orang pria dan 3 orang wanita .mereka semua sedang fokus bekerja di depan laptop masing-masing.
Izal lantas masuk dan menyapa semua orang "Selamat pagi semuanya.."
__ADS_1
"Pagi pak.." sahut semua staf
"Mulai hari ini kita ketambahan satu staf baru namanya adalah Ayu."
"Hai ayu.." sahut semua staf.
"Mohon bantuannya semua." Kata ayu.
"Baiklah ayu kamu silahkan bergabung dengan tim ladies. Nanti pelan-pelan saja belajarnya ya.. mereka akan menjelaskan jobdesk kamu."
"Terimakasih kak."
Ayu tidak menyangka bahwa ia akan bekerja dibawah kendali izal karena pria itu ternyata adalah kepala divisi bagian pemasaran.
"Perkenalkan namaku diyah"
"Aku Felyta panggil saja fely"
"Aku Ima."
"Oh iya saya ayunda. Biasa dipanggil ayu."
"Seperti biasanya nanti kamu akan diajari sama Diyah ya.. karena dia yang sudah senior disini." Kata fely
"Iya kalau aku dan fely juga sama kayak kamu ayu.. baru seminggu ini masuk" kata ima.
"Oh baik.."
Semua berjalan dengan baik pada hari pertama Bekerja.
Izal yang melihat ayu tampak nyaman dan diterima di lingkungan kerja ikut senang. Ia tersenyum sambil terus memperhatikan setiap gerak gerik ayu.
"Sudah lama aku tidak memperhatikanmu seperti ini ayu.. kamu semakin cantik, tidak bahkan lebih cantik." Batin izal.
__ADS_1