Terpaksa Menikahi Duda Tampan

Terpaksa Menikahi Duda Tampan
Dea diculik


__ADS_3

Pesta pernikahan berlangsung hingga malam hari. Namun Febby sudah lebih dulu kembali kekamarnya. Dia sudah sudah berganti pakaian dan mandi tapi dia belum tidur karena menunggu Tuan Angga kembali. Karena bagaimanapun sekarang dia adalah suaminya.


Jam menunjukkan pukul 10 malam, namun Tuan Angga tak kunjung kembali kekamar.


Febby masih tetap menunggu meski akhirnya dia tertidur disofa.


Sesampainya Tuan Angga kembali dari pesta dia mendapati Febby sudah tertidur. Perlahan dia mendekat dan memperhatikan Febby dengan tatapan lembut.


" Akhirnya kau bisa menjadi milikku seutuhnya. Aku tak peduli kau mencintaiku atau tidak, akan kubuat kau mencintaiku, " ucap Tuan Angga lirih lalu berlalu pergi untuk mandi dan ganti baju.


Tuan Angga menggendong Febby untuk tidur ditempat tidur. Dia tidak tega membangunkan Febby yang sudah terlelap. Sebelum tidur Tuan Angga menatap wajah cantik Febby sangat lekat, lalu mengecup lembut kening Febby.


" Selamat istirahat istriku, " kemudian dia pun tidur disamping Febby.


Pagi hari Febby terkejut mendapati dirinya yang sudah ada ditempat tidur.


" Mengap aku disini, semalam ... ahh tidak, " gumam Febby sambil melihat dirinya sendiri namun pakaiannya masih utuh.


" Huft syukurlah aku selamat. "


" Selamat dari siapa? " jawab Tuan Angga yang keluar dari kamar mandi mendengar celotehan Febby. Sontak saja suara itu tiba tiba mengagetkan Febby, dan spontan membuat Febby takut. Ya meskipun dia adalah suaminya sekarang namun Febby rasanya belum siap untuk bisa melakukan tugasnya sebagai seorang istri untuknya.


" Aaa ... anu Tuan itu ... saya ...." belum selesai Febby melanjutkan ucapannya Tuan Angga sudah mendaratkan ciumannya. Dia ******* lembut bibir istrinya, tak ada perlawanan dari Febby namun juga tak ada balasan.


" Kau harus siapkan tenagamu untuk malam pertama kita nanti. Jadi istirahatlah aku akan kekantor sekarang, " ucap Tuan Angga sambil melepaskan ciumannya lalu berganti pakaian.


" Aku belum siap, aku ingin pulang Dea dirumah sendirian kasian dia, " bantah Febby mencari alasan.

__ADS_1


" Dea ada dirumahku, jangan takut dia sendirian disana banyak pelayan lagipula aku sudah menyuruh temanku untuk menjaganya."


" Tapii aku .... "


" Jangan banyak membantah, atau aku akan berlaku kasar padamu !! " ucap Tuan Angga tegas penuh penekanan dan berlalu pergi meninggalkan Febby.


Habislah aku nanti, apa aku kabur saja ya ... tapi bagaimana dengan Dea.


Fikiran Febby kemana mana. Disatu sisi dia ingin lari dari Tuan Angga namun disisi lain masih ada Dea yang masih berada dibawah pengawasan Tuan Angga.


DISISI LAIN


" SIAL..!!! tidak akan pernah kubiarkan kau merebut wanitaku ********! "


Kemarahan nampak jelas diwajah Neddy, berita pernikahan Tuan Angga rupanya sudah sampai ditelinga Neddy.


»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»


Hari sudah malam namun Tuan Angga tak kunjung pulang. Febby sedikit lega setidaknya dia selamat malam ini, namun dia juga khawatir jika terjadi sesuatu dengannya.


Tiba tiba dia mendapat pesan dari nomor tak dikenal.


" Temui aku digedung tua dekat dengan Danau kota, sekarang!!! Jika kau tidak ingin terjadi sesuatu dengan adikmu, " isi pesan tersebut. Tanpa pikir panjang Febby langsung menuju ketempat yang disebutkan.


Sesampainya disana, tak ada siapapun dan tempat itu sangat gelap. Tiba tiba Febby mendapatkan pesan lagi.


" Adikmu bersamaku, dan jika kau ingin adikmu selamat, kau harus membunuh suamimu. "

__ADS_1


Febby mencoba menghubungi nomor itu namun sudah tidak aktif. Dia mencari disegala arah namun tetap tak melihat siapapun.


" Apa yang harus kulakukan, aku memang tidak mencintai dia tapi aku juga tidak mungkin membunuhnya. Tapi bagaimana dengan Dea, " gerutu Febby menyesali nasib sialnya.


Akhirnya Febby kembali pulang ke Hotel dimana dia melangsungkan pernikahan. Berharap suaminya sudah pulang dan ingin menceritan apa yang sudah terjadi.


Sesampainya di Hotel suaminya belum pulang juga. Febby merebahkan dirinya disofa. Pandangannya kosong, yang ada difikirannya hanya Dea dan Dea. Tiba tiba suara pintu terbuka membuyarkan lamunan Febby.


" Kau menungguku sayang? maafkan aku. Aku terlambat karena tadi ada sedikit masalah dikantor, " ucap Tuan Angga sambil mengecup kening Febby.


" Iya tidak apa apa, Tuan ada yang ingin saya bicarakan dengan anda. "


" Tuan!!! aku sekarang suamimu bukan bosmu. Jadi ganti panggilanmu itu! " ucap Tuan Angga marah dengan panggilan yang diberikan Febby.


" Iya baiklah Tuan, ah suamiku. Apakah begitu cocok? " tanya Febby sedikit kesal.


" Hemm begitu juga boleh, yasudah aku mandi dulu. Kita bicara nanti setelah aku mandi, " lalu Tuan Angga bergegas menuju Kamar Mandi.


Tiba tiba Febby mendapat pesan lagi.


" Jangan berani mengadukan kepada suamimu, jika suamimu sampai tahu maka akan kupastikan adikmu tidak akan selamat. "


Wajah Febby menjadi pucat seketika setelah membaca pesan tersebut. Keringat dingin mengucur membasahi wajahnya, pandangannya menjadi kosong membayangkan jika terjadi sesuatu dengan adiknya.


Angga sudah selesai mandi, dia mendekati istrinya yang sedang melamun.


" Apa yang sedang kau fikirkan sayang, apa ada masalah selama aku dikantor? " Suara Angga membuyarkan lamunan Febby.

__ADS_1


__ADS_2