
" Aku merasa risih menjadi sorotan semua karyawan karena makan siang denganmu. "
" Kenapa harus risih, kau kan kekasihku sekarang, " jawab Tuan Angga santai sambil tetap menikmati makan siangnya.
Febby hanya diam tak menimpali.
"Ah sudahlah bisa bisa aku darah tinggi kalau berdebat dengan dia. "
Mereka menghabiskan makan siang tanpa berbicara apapun. Febby diam begitupun Tuan Angga. Saat mereka ingin kembali ke kantor tiba tiba ponsel Febby berbunyi.
" Neddy ... " gumam Febby dalam hati melihat nama dilayar ponselnya.
" Hallo kak ... ada apa? "
" Ahh iya Elsa maafkan aku, maafkan aku tidak ada disampingmu saat kau membutuhkanku. Aku baru saja pulang dari luar kota. Saat aku mendengar kabar ayahmu aku lngsung segera menyelesaikan urusanku lalu segera pulang, " ucap Neddy merasa bersalah karena tidak bisa menemani Febby saat dia sedang terpuruk. Neddy biasa memanggil Febby dengan panggilan Elsa. Baginya itu panggilan kesayangannya, karena Neddy menyukai Febby sejak dulu mereka sekolah bareng di SMA.
" Ah iya gapapa kok, yaudah nanti aku tunggu dirumah, okey? aku lanjut kerja dulu ya, daaa .... " jawab Febby seraya mematikan telfon nya. Tuan angga melihat Febby dengan tatapan kesal.
" Dari siapa? "
" Aa ... anu ini temenku, nanti malam mau datang kerumah. "
" Laki laki? "
Febby hanya mengangguk singkat. Dia malas menjawabnya.
" Aku akan mengantarmu pulang dan menginap dirumahmu, " ucap Tuan Angga datar.
" Apaaa? tidak bisa! ahh iya maaf, maksud saya anda mana mungkin bisa tidur dirumah saya. Rumah saya jelek tidak semewah rumah anda Tuan, " jawab Febby gugup.
__ADS_1
" Jadi aku tidak boleh? apa kau ingin selingkuh dariku? Apa kau lupa kalau kau adalah kekasihku ?! " ucap Tuan Angga tegas penuh penekanan.
Febby hanya bisa menghela nafas panjang. Dia benar benar merasa kesal dengan Tuan Angga yang terlalu posesif dan suka memaksa.
" Aku tidak mungkin selingkuh, bagaimana mungkin aku selingkuh dari pria tampan seperti dirimu sayang, " ucap Febby meyakinkan agar Tuan Angga tidak tidur dirumahnya atau akan terjadi perang dunia ketiga.
" Apa? bisa kau ulangi lagi ucapanmu barusan? " jawab Tuan Angga senang karena Febby memujinya dan memanggil sayang.
" Tidak ada tayangan ulang. "
" Ayolah kumohon sekali saja kau ulangi ucapanmu itu. "
" Udah ketelen gabisa dimuntahin lagi kan, weekkkkkk .... " ucap Febby sambil menjulurkan lidahnya mengejek Tuan Angga seraya pergi meninggalkannya.
Jadi kau sudah berani denganku rupanya, hemm?
Gumam Tuan Angga dalam hati sambil tersenyum melihat tingkah Febby yang lucu seraya berjalan mengikuti Febby.
" Aah harusnya tadi aku tidak seberani itu mengejeknya. Apa dia marah karena aku mengejeknya atau dia cemburu padaku, ahh tidak tidak mana mungkin dia cemburu padaku."
Batin Febby sambil terus menatap Tuan Angga. Tuan Angga terlihat sangat tampan saat sedang serius seperti itu. Membuat Febby terus menatapnya sampai tidak sadar bahwa Tuan Angga sudah berdiri didepannya.
" Apa aku sangat tampan? " suara Tuan Angga membuyarkan lamunan Febby.
" Iya kau sangat tampan, eh Tuan tidak tidak maksud saya tadi ... " belum sempat Febby meneruskan kata katanya tiba tiba Tuan Angga sudah mengecup bibir Febby. Membuat Febby menjadi malu dan salah tingkah, wajahnya memerah seketika menahan malu.
" Aku tau kau sebenarnya juga menyukaiku kan? "
" Ciiihhhh percaya diri sekali anda. Tadi saya hanya bercanda, ya sebenarnya kau tampan ya lumayanlah sedikit diatas SNI. Tapi sayang sifatmu yang menyebalkan itu membuatmu menjadi tidak semenarik itu bagiku. " jawab Febby asal karena bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
" Apa aku sebegitu menyebalkan untukmu sayang? Sepertinya tidak kan? " ucap Tuan Angga lagi sambil mendekatkan wajahnya kepada Febby. Membuat Febby semakin gugup dan salah tingkah. Itu terlihat jelas dari wajahnya yang tiba tiba memerah seperti udang rebus.
" Tok ... tok ... tok ... permisi Tuan, " suara itu membuyarkan adegan saling menatap mereka.
" Huft selamat ... selamat .... " batin Febby lega karena merasa ada pertolongan.
"Sial ... mengganggu saja, " maki Tuan Angga kesal dalam hati .
" Masuk ... ada apa? "
" Maaf Tuan nona Siska memaksa untuk masuk padahal saya sudah melarangnya. "
" Sayangg ... (mendekat lngsung memeluk) tolong maafkan aku. "
" Kau lagi, sudah berapa kali aku memperingatkan mu untuk tidak menunjukkan wajahmu dihadapanku. "
" Tapi kau tidak bisa meninggalkanku, atau aku akan bunuh diri, " ucap siska mengancam sambil menangis.
" Apa yang kau lakukan, apa kau sudah tidak waras? Dengarkan aku baik baik jangan pernah menyakiti dirimu sendiri. "
" Tapi kau sudah tidak mencintaiku lagi. Mana janjimu dulu akan selalu mencintai dan menjagaku sampe kita menua bersama. Mana ... mana jawab aku!!! " ucap Siska masih menangis sesenggukan dan menarik jas Angga.
" Siskaa ... maafkan aku, " ucap Tuan Angga sambil memeluk Siska erat.
Febby yang menyaksikan adegan itu hatinya merasa sesak, semacam perasaan tidak rela dan terhianati.
Mengapa denganku, mengapa hatiku sakit saat melihat ini. Harusnya aku senang itu artinya aku bisa bebas sebentar lagi, tapi ini ....
Febby memegangi dadanya yang terasa sesak. Dia segera pergi meninggalkan mereka brdua karena tidak tahan melihat semua itu.
__ADS_1
Dia berjalan keluar kantor sambil meneteskan air mata hingga ia memutuskan untuk pulang lebih dulu tanpa meminta izin dari bosnya Tuan Angga.