Terpaksa Menikahi Duda Tampan

Terpaksa Menikahi Duda Tampan
Malam Pertama


__ADS_3

" Apa yang sedang kau pikirkan sayang, apa ada masalah selama aku dikantor? " Suara Angga membuyarkan lamunannya.


" Ahh anu ... enggak kok, aku hanya bosan seharian disini. Kapan kita bisa pergi dari sini? " jawab Febby sekenanya mencari alasan.


Tuan Angga mendekat kearah Febby lalu memeluknya dan secepat kilat sudah mencium bibir tipis Febby.


Febby seketika kaget dan wajahnya memerah malu,dia meronta berusaha lepas namun sia sia. Sesekali Angga melepaskan ciumannya memberi nafas kepada Febby.


" Setelah malam pertama kita selesai, besok kita pulang kerumahku, " jawab Tuan Angga lalu mencium kembali bibir tipis Febby.


Ciuman itu berganti menyusuri lehernya, menghisapnya sampe meninggalkan bekas merah. Dia memberinya stampel kepemilikan.


" Aarghhh ... Tuan lepaskan, kumohon, " Febby meronta namun sia sia. Tenaganya sama sekali tidak ada apa apanya dengan Tuan Angga.


Bagaimana ini, aku tidak ingin mahkotaku direnggut olehnya. Tapi aku sekarang adalah istrinya. Sial sekali hidupku, huhu.


Tuan Angga membopong Febby keranjang. Melucuti semua pakaian Febby dan juga pakaiannya sendiri. Dia menelan ludahnya, Tuan Angga memandangi tubuh seksi istrinya itu tanpa terlewatkan satu sentipun. Ketakutan tampak jelas terlihat diwajah Febby, berusaha menutupi tubuhnya dengan selimut.


Namun Tuan Angga tidak memperdulikan ketakutan Febby sama sekali. Gairahnya sudah naik sampe ke ubun-ubun. Dia langsung menindih Febby dan mencium bibir tipisnya, ciumannya bergeser keleher dan kembali memberikan tanda merah pada Febby.


" Uuummhhhhh Tuan jaa ... ngann ...." ucap Febby disela sela nafasnya, namun Tuan Angga tak menghiraukannya.


Tuan Angga semakin gencar melakukan serangan demi serangan, membuat Febby semakin mengerang tak karuan. Malam yang panjang pun telah dimulai.


Keesokan harinya, Febby terbangun lebih awal dan jam menunjukkan pukul 05:00 pagi. Dilihatnya suaminya yang masih tertidur pulas disisinya.


Dia bergegas turun dari ranjangnya, berjalan menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi dia bergegas ganti baju dan menyiapkan sarapan untuk suaminya.


" Aku memang tidak mencintainya tapi dia suamiku, lagipula semalam kita sudah ... huftt .... " Febby menarik nafas panjang setelah mengingat kejadian semalam. Walau bagaimanapun itu adalah pengalaman pertamanya. Dia tak kuasa menolak ajakan suaminya, meskipun mulutnya berkata tidak namun tubuhnya menerimanya.


Febby kembali untuk membangunkan suaminya.


" Tuan ayo bangun ini sudah pagi, " sambil menggoyang goyangkan tubuh suaminya.


" Aku ini sekarang suamimu bukan majikanmu, jangan panggil aku Tuan terus, " jawab Tuan Angga serak suara khas bangun tidur.


" Iya iya suamiku ayo bangun. "


" Cium aku, baru aku akan bangun, " ucap Tuan Angga sambil tersenyum menggoda Febby.


" Ya kau tinggal pilih mau aku cium pake tangan kanan atau yang kiri! " jawab Febby kesal sambil menunjukkan tangannya yang mengepal secara bergantian.

__ADS_1


"Jangan galak-galak, nyonyaku itu orangnya lemah lembut. Kau tidak pantas jika pasang muka galak seperti itu, " jawab Tuan Angga sembari menarik tangan Febby hingga jatuh kepelukannya.


Sontak wajah Febby menjadi memerah seperti udang rebus karena malu.


" Kauu !!! aku sudah berbaik hati padamu dengan memberikan malam pertamaku padamu. Jadi jangan menggodaku seperti itu! " jawab Febby ketus namun tak melepaskan diri dari pelukan suaminya.


" Tapi kau menikmatinya bukan? " balas Tuan Angga lebih menggodanya.


Febby menarik dirinya dari pelukan suaminya.


" Sudahlah aku malas berdebat denganmu, sudah sana mandi lalu sarapan sudah aku siapkan. "


" Aku ingin mengulanginya sekali lagi, bolehkan? " rayu Tuan Angga sambil melingkarkan tangannya pada perut Febby.


" Aaaaa kamuu ... cepat lepaskan aku! " jerit Febby sambil menutup matanya menyadari bahwa suaminya masih telanjang bulat tanpa pakaian.


" Aku mencintaimu sayang, " bisik Tuan Angga lembut ditelingan Febby, lalu menjilat telinga Febby bergeser ke lehernya. Febby semakin merinding dibuatnya, tanpa sadar Febby mendesah menikmati setiap sentuhan yang diberikan suaminya.


Melihat Febby yang juga menikmati permainannya. Tuan Angga langsung membopong Febby keranjang dan melepas semua pakaian Febby. Lagi lagi dia dibuat takjub dengan pemandangan didepannya, istrinya yang begitu seksi menggoda.


Tuan Angga langsung mencium bibir Febby dan dibalas dengan Febby, dan sekali lagi Tuan Angga melakukannya dengan Febby.


Setelah selesai mereka bergegas mandi, ganti baju dan sarapan bersama. Hanya ada keheningan diantara mereka, Febby memberanikan diri membuka percakapan.


" Sekarang, setelah selesai makan kita pulang," ucap Tuan Angga santai masih dengan mengunyah makanannya.


»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»


Setibanya dirumah, mereka langsung disambut oleh para pelayan dan Marcel. Marcel adalah sahabatnya sekaligus orang kepercayaannya. Ya Marcel sengaja diperintahkan Tuan Angga agar menginap dirumahnya untuk menjaga Dea.


" Dea dimana, kok gak ikut nyambut, " ucap Febby membuka percakapan.


" Iya nona dari kemarin Dea tidak pulang. Dia hanya mengirim pesan katanya dia menginap dirumah temannya, " jawab Marcel menjelaskan panjang lebar.


Febby menghela nafas, dia bingung harus bagaimana memberitahu kepada suaminya dan juga Marcel bahwa Dea sebenarnya diculik.


Dea diculik tau, kau ditipu tapi bagaimana aku memberi tahumu dan ancaman itu.


Tiba-tiba hp Febby berdering.


" Hallo ... "

__ADS_1


" Kak tolong aku kak, tolong lepaskan aku kak. Aku takut disini, huhuhuhu .... " suara Dea yang menangis meminta tolong kakaknya.


" Dea ... Dea kamu dimana ... Dea! " teriak Febby yang langsung terlihat panik namun ternyata telepon sudah dimatikan.


Tuan Angga dan juga Marcel yang mendengarkan percakapan Febby lewat telepon langsung bertanya penuh selidik.


" Ada apa dengan Dea sayang? " tanya Tuan Angga yang juga ikut khawatir dengan Dea.


Bagaimana ini apa yang harus kulakukan, kalau aku bilang Dea diculik nyawa Dea akan lebih terancam. Tapi...


" Ahh tidak apa apa dia hanya minta dijemput sekarang, aku pergi dulu ya, " jawab Febby mencari alasan.


" Biar kuantar, walau bagaimanapun keselamatanmu tanggung jawabku. "


" Tidak ... tidak ... aku bisa pergi sendiri. Lagipula aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan dia, " tolak Febby mencari alasan.


" Baiklah, hati hati dijalan ya. Kalau begitu biar diantar oleh supir. "


Tanpa menggubris tanggapan Tuan Angga Febby langsung pergi meninggalkan suaminya.


" Nyonya kita mau menjemput Non Dea kemana ? " tanya sang supir kepada Febby.


Febby yang bingung mau mencari Dea kemana akhirnya minta untuk turun di Kafe dekat sekolah Dea.


" Antar aku ke Kafe dekat sekolah Dea saja pak. "


" Baiklah. "


Setibanya di Kafe Febby menyuruh sang sopir untuk pulang dulu. Dia masuk kedalam kafe dan menghubungi Neddy. Dia berpikir hanya Neddy yang bisa membantunya sekarang.


Tak lama kemudia Neddy pun datang menemui Febby, dia berlagak seolah tak tahu bahwa Febby sudah menikah.


" Halo Elsaku, aku kangen banget sama kamu, " ucap Neddy sambil memeluk Febby yang sedang duduk dari belakang.


" Ehhh kamu udah datang ya, " ucap Febby yang tersenyum melihat kedatangan Neddy.


" Katakan padaku, pasti kangen kan sama aku makanya ngajak ketemuan dikafe? " ucap Neddy menggoda Febby dengan senyum manisnya.


" Ye pd amat sih jadi orang, aku sebenarnya ingin minta tolong sama kamu, " ucap Febby lirih sambil menunduk.


Neddy hanya tersenyum dengan ucapan Febby. Karena sebenarnya dia tahu bahwa Febby akan meminta tolong untuk menyelamatkan Dea. Neddy berlagak seolah tidak tahu apa apa, padahal penculikan Dea adalah rencananya.

__ADS_1


Maafkan aku sayang, aku terpaksa melakukan ini padamu. Karena hanya dengan cara ini aku bisa memilikimu dan membalaskan dendamku.


__ADS_2