Terpaksa Menikahi Duda Tampan

Terpaksa Menikahi Duda Tampan
Bab 122. Keanu pengen kawin


__ADS_3

"Terkadang orang menikah itu tidak harus sukses lebih dulu, Bi. Yang perlu diutamakan adalah sudah ada calon istri dan  restu dari orang tua, terutama ibu. Jangan terus berfikir kalau kamu sukses baru menikah, gimana kalau perempuan itu nggak sabar dan berpaling, kamu sendiri yang rugi."


Panjang lebar Yudha menjelaskan pada Bian dengan langkah yang harus diambil. Semenjak dekat dengan Hilya, pria itu semakin gelisah mengingat Hilya yang lebih pintar darinya. 


"Tapi jodoh tidak akan ke mana, Kak," bantah Bian seperti yang sering ia dengar. 


"Iya, buktinya aku dan kak Lintang bersatu, meskipun kami sempat terpisah. Dan bahkan, aku sudah pernah menikah, itu hanya masalah waktu dan takdir saja. Sekarang terserah kamu, aku cuma memberi saran."


"Sok bijak," ejek Lintang yang baru keluar dari kamar. Ia duduk di samping Yudha yang nampak sibuk dengan layar ponselnya. Menyalakan tv, mencari drama kesukaannya.


Yudha hanya tersenyum. 


Meskipun tidak ke kantor, pria itu tetap sibuk dengan pekerjaan. Apalagi Andreas masih menikmati bulan madunya, itu membuatnya harus turun tangan sendiri. 


"Gimana acara ulang tahun Indira kemarin, apa Keanu juga datang?" tanya Lintang yang belum tahu kabar terbaru, dikarenakan dirinya yang sibuk dengan Rembulan dan harus mengabaikan ponselnya. 


"Keanu melamar Indira."


Lintang menganga, terkejut mendengar ucapan Bian. "Lalu bagaimana dengan tante Sovia?" tanya Lintang pada antusias. 


Momen yang seharusnya ia saksikan dengan dua matanya, malah harus ketinggalan karena si bayi cantik yang belum bisa diajak ke mana-mana. 


"Mama setuju sih, Kak. Tapi ayah meminta Keanu untuk menunggu Indira sampai lulus kuliah."


"Aku nggak Yakin dia bisa tahan," imbuh Yudha keceplosan, meskipun matanya fokus pada map dan laptop di depannya, tetap saja telinganya bisa mendengar pembahasan antara Lintang dan adik iparnya itu. 


"Tahan apa?" tanya Bian dan Lintang serempak. 


"Tahan mengurung cucak rowonya yang hampir karatan." 


"Masss," pekik Lintang yang membuat Yudha menutup telinganya. 


Bian hanya menahan tawa melihat kedua kakaknya yang selalu bisa mencairkan ketegangan. 


"Itu fakta, umur Keanu sudah tiga puluh tiga tahun, tapi sekalipun ia belum pernah merasakan indahnya surga dunia, dan aku nggak yakin kalau dia bisa tahan sampai empat tahun. Ayah keterlaluan." Yudha menyalahkan sikap pak Juli yang terlalu tegas. "Seandainya aku yang ada di posisi Keanu, pasti aku sudah culik anak gadisnya." 


Lintang dan Bian meresapi setiap kata yang meluncur dari bibir Yudha. Mereka sependapat dengan Yudha yang ada benarnya. Apalagi Keanu adalah mantan mafia yang pasti tega melakukan apapun demi mendapatkan orang yang dicintai. 


"Daripada mereka melakukan hal yang tidak senonoh, lebih baik dinikahkan, toh Keanu juga laki-laki yang bertanggung jawab," imbuh Yudha meyakinkan. Melirik Lintang dan Bian bergantian. Sepertinya mereka sudah termakan ucapan mantan duda tampan itu. 

__ADS_1


Benar juga apa kata mas Yudha, kalau mereka melakukan itu, pasti semua keluarga akan malu.


"Ingat, setan mengintai dimana-mana, aku sudah mengingatkan."


Yudha terus meracuni pikiran Lintang dan Bian yang masih lumayan polos. Seketika itu juga mereka terhanyut dengan kata-kata dari Yudha yang sangat meyakinkan. 


"Lalu, apa yang harus aku lakukan, Kak?" tanya Bian.


"Kalau kamu bekerja saja, biar kak Lintang yang bicara dengan ayah." 


Baru beberapa menit saling diam, pintu depan terbuka lebar. Pak Juli dan Bu Fatimah datang. Seperti janjinya kemarin, mereka membawa makanan kesukaan Yudha dan Lintang. 


"Sudah makan, Nak?" tanya Bu Fatimah pada Lintang yang berjalan menghampirinya. 


"Tadi sudah, Bu. Tapi sekarang lapar lagi," ucap Lintang yang membuat mata Yudha membulat sempurna. Menatap Lintang dari atas hingga bawah. Setelah melahirkan wanita itu memang menambah porsi makan hingga tubuhnya sudah mulai melebar, namun Yudha tak berani berkomentar apapun mengingat sensitifnya ibu satu itu. 


"Bawa sini, Bu. biar aku yang suapi." 


Meskipun sibuknya luar biasa, tetap saja Yudha melayani istrinya dengan baik dan sabar. 


"Bian, ini semuanya sudah. Nanti kamu bikin laporan untuk pak Setiawan."


Lintang berbisik di telinga Yudha yang membuat sang empu mengangguk. 


"Hati-hati jalannya, jangan lebar-lebar kalau melangkah." Yudha selalu memperingatkan Lintang untuk lebih halus saat bertindak. 


Lintang menghampiri pak Juli yang ada di ruang depan. Duduk di samping sang ayah. 


"Ada apa, Lin? Katanya mau makan."


"Nanti saja, aku mau bicara dengan ayah, ini tentang Indira dan Keanu."


"Ada apa dengan mereka?" tanya pak Juli. Fokus dengan wajah Lintang yang nampak serius. 


"Apa nggak sebaiknya mereka segera menikah, Yah," ucap Lintang masih ragu. Sebab, ia sendiri pun belum tentu bisa menjalani pernikahan di usia muda. Namun harus memberi  pendapat pada sang adik. 


"Memangnya kenapa?" tanya pak Juli lagi. 


"Tidak ada apa-apa, aku cuma nggak mau Indira melewati batas. Dia itu masih labil dan gampang terpengaruh, sedangkan aku sudah dewasa, aku takut mereka melakukan sesuatu yang tak diinginkan. 

__ADS_1


Pak Juli tersenyum, ia memang tak pernah berpikir sejauh itu, namun setelah mendengar ucapan Lintang, hatinya sedikit  cemas. 


"Tenang saja, Keanu tidak mungkin melakukan itu pada Indira."


"Kalau begitu ayah harus membatasi mereka untuk tidak saling bertemu. Ini terlihat sepele, Yah. Tapi sebenarnya sangat serius. Aku  hanya takut saja."


"Baiklah, ayah akan bicarakan lagi dengan mereka. Jika itu jalan yang terbaik kenapa tidak."


Yes Yes Yes 


Hati Yudha bersorak penuh kemenangan. Sandiwara yang dirancang sedemikian rupa berhasil juga. Lintang tak hanya memuaskan di ranjang, namun juga membuatnya mudah menjalankan misi. 


"Sayang, aku ke kamar sebentar," teriak Yudha menatap Lintang dari jauh. 


Setelah mendapat jawaban anggukan, Yudha langsung berjalan menuju kamar. Ia menutup pintu lalu duduk di tepi ranjang. Menghubungi seseorang yang ada di seberang saja. 


"Ada apa, Yud?" tanya seorang pria dengan suara berat. 


"Aku sudah membujuk Lintang untuk bicara dengan ayah, dan dia berhasil, Ke."


"Lalu apa jawaban ayah?" tanya Keanu girang. 


"Ayah akan membicarakan masalah kamu dan Indira lagi," jawab Yudha. 


Keduanya tertawa lepas. Merayakan keberhasilan Yudha yang sangat cerdik dalam hal membujuk istrinya. 


"Oh, jadi kamu sekongkol dengan Keanu supaya ayah tidak menunda pernikahan Indira?" cetus seseorang yang baru saja masuk. 


Yudha terlonjak kaget hingga benda pipih yang ada di tangannya terjatuh. 


"Sayang, kamu ngagetin saja." 


Keanu yang sudah mencium bau menyengat langsung memutus sambungannya. Ia takut jika Yudha dan Lintang berperang. 


"Kamu bicara apa saja dengan Keanu?"


"Keanu pengen kawin."


Yudha mengangkat tubuh Lintang dan membawanya keluar dari kamar. 

__ADS_1


__ADS_2