Terpaksa Menikahi Duda Tampan

Terpaksa Menikahi Duda Tampan
Berbohong


__ADS_3

Setibanya di hotel, Tuan Angga langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Febby.


" Silahkan Tuan Putri kita sudah sampai," ucapnya bak pangeran yang mempersilahkan tuan putrinya.


Febby turun dari mobil dengan sungkan. Tanpa memperdulikan suaminya Febby langsung berjalan masuk meninggalkan suaminya. Yang ada pikirannya dia harus melakukan sesuatu supaya suaminya tak jadi memakannya.


Aku harus melakukan sesuatu, aku masih belum siap kalau harus melakukan itu dan punya anak darinya. Ayolah Febby berfikir ....


Febby berjalan sambil melamun, memikirkan cara bagaimana supaya bisa selamat malam ini. Tanpa disadari Tuan Angga sudah berdiri di depan pintu menunggu Febby.


Seketika Febby langsung menhentikan langkahnya saat melihat suaminya sudah berdiri di depan pintu kamar hotelnya.


" Ka ...kamu kenapa bisa sampai duluan? " tanya Febby kaget sekaligus takut.


" Karena aku lebih cerdik darimu, dasar payah, " jawab Tuan Angga mengejeknya.


" Aku ada yang ketinggalan di mobil, akan kuambil sebentar, " ucapnya langsung balik badan ingin kabur. Namun Tuan Angga dengan cepat menarik tangan Febby dan menariknya masuk ke dalam kamar.


" Hey apa yang kau lakukan, aku harus mengambil ponselku tertinggal di mobil, " ucapnya mencari alasan sambil meronta.


Tuan Angga langsung mengambil ponsel Febby yang di genggam ditangannya.


" Ini apa? apa ini roti? Ini ponselmu. Jangan mencari alasan, " ucap Tuan Angga dengan senyuman yang menggoda namun tatapannya mematikan.


Ahh Febby kenapa kau bisa bodoh sekali. Kali ini sepertinya aku tidak mungkin selamat, huhu ....


" Hehe iya ya aku lupa, " jawab Febby sambil cengengesan.


Tuan Angga hanya tersenyum melihat tingkah konyol Febby. Dia tahu Febby sedang berusaha menghindar darinya. Namun tingkahnya benar benar lucu di matanya.


" Lalu apa sekarang kau sudah siap? " tanya Tuan Angga sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Febby. Membuat Febby semakin gugup dan salah tingkah.


" Si ... siap apanya? aku belum siap. Pokoknya aku belum siap," jawab Febby panik sambil lari menghindar masuk kedalam kamar mandi. Dia langsung mengunci pintu kamar mandi, dan bersender di balik pintu. Febby menghela nafasnya, bingung mencari alasan agar bisa selamat malam ini.


Ayolah Febby berfikir, atau kau akan menjadi santapan singa itu.

__ADS_1


Febby mondar mandir sendiri, bingung mencari alasan namun tak kunjung menemukan cara. Sampai akhirnya Tuan Angga memanggilnya dan terus mengetuk pintu kamar mandi.


" Buka pintunya atau aku dobrak."


" Iya iya sabar, " Febby keluar sambil tersenyum kaku.


" Lama sekali, ngapain di dalam tidur ya? " Tuan Angga tampak kesal karena menunggu Febby terlalu lama.


" Hehe ... sayang maaf ya, tapi kali ini aku enggak bisa melakukan itu denganmu."


" Kenapa? masih mau mencari alasan apalagi untuk menghindar," jawab Tuan Angga ketus.


" Aku datang bulan, hehe ...." ucap Febby sedikit canggung.


Ya ampun Febby, kamu mengatakan ini? Kenapa tidak terpikirkan dari tadi. Ahh kamu memang pintar Febby, hehe.


Febby senyum senyum sendiri dengan alasan yang keluar begitu saja dari mulutnya. Namun tidak dengan Tuan Angga, ada rasa kecewa sekaligus marah. Kali ini dia tidak bisa memaksa Febby, yah mau gimana lagi dia harus sabar menunggu kurang lebih sampai satu minggu.


" Kau serius atau hanya berbohong? " tanya Tuan Angga penuh selidik.


" Te ... tentu saja aku serius. Apa kau tidak percaya? kau boleh memeriksanya sendiri, " balas Febby ketus.


" Baiklah aku percaya. Ya sudah sana kamu ganti baju terus tidur, " ucap Tuan Angga lembut penuh perhatian.


" Apa kau tidak marah? " tanya Febby heran kenapa suaminya bisa berubah sebaik itu.


" Kenapa harus marah? setelah kau selesai nanti kau harus membayar hutangmu hari ini. Hem? " ucap Tuan Angga dengan senyum menggoda.


Febby hanya menatapnya dengan tatapan kesal. Namun dia lega setidaknya dia bisa lepas malam ini. Akhirnya mereka tidur pulas sampai pagi tanpa terjadi apapun, yah meskipun sebenarnya Tuan Angga sangat kesal karena lagi lagi dia gagal.


Keesokan hari


" Dertt ... dertt ... dertt .... " suara panggilan ponsel Tuan Angga.


Dengan masih setengah sadar, Tuan Angga mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa yang menelfonnya sepagi itu.

__ADS_1


" Hallo kawan, bagaimana bulan madumu, apa semuanya lancar? " suara seseorang diseberang sana yang tak lain adalah Marcel.


" Hem," jawab Tuan Angga singkat.


" Ha ha ha dari nada suaramu, biar ku tebak. Pasti gagal kan? ha ha ha ...." suara gelak tawa Marcel saat mengatakan itu.


" Hey diam kau, lihat saja nanti akan ku kasih bukti untukmu, " jawab Tuan Angga ketus.


" Bukti apa? ayolah cepat aku sudah tidak sabar ingin lihat bukti apa. Ha ha ha ...."


Tuan Angga langsung mematikan telfonnya. Dia lalu membangunkan Febby.Menggoyang goyangkan tubuh Febby pelan.


" Sayang ... bangun, hey ayo bangun."


" Umhh .... " Febby tidak bangun dan hanya menggeliat.


" Aku hitung sampai tiga, kalau kau masih tidak bangun juga akan kucium kau," ancam Tuan Angga.


" Iya iya aku bangun, ada apa? " dengan sangat terpaksa Febby akhir bangun meskipun dia masih sangat mengantuk.


" Mama minta foto kita pagi ini. Jadi kau harus mau foto denganku, dan berpose semesra mungkin. Mengerti? "


Karena masih ngantuk, Febby hanya menganggukkan kepalanya.


Dengan Senyum terpaksa, Febby menyandar di dada bidang Angga sambil tersenyum lebar, dengan muka khas bangun tidur.


" Nice. Foto yang sangat mesra, terima kasih sayang kau boleh tidur lagi," ucap Tuan Angga. kegirangan karena akhirnya dia bisa foto mesra diranjang bareng Febby. Namun Febby tak menjawab. Saat Tuan Angga menoleh ke arahnya, ternyata Febby sudah tertidur lagi.


" Hem sudah tidur lagi ternyata, aku mencintaimu sayang, " ucap Tuan Angga sambil mengecup kening Febby.


Akhirnya aku dapat fotonya. Aku harus segera mengirimnya ke Marcel. Aku ingin lihat setelah melihat foto ini apa dia masih akan mengejekku.


Tuan Angga langsung mengirim foto itu kepada Marcel.


" Lihatlah wajah cantiknya, bahkan dia sangat ceria pagi ini. Apa kau masih meragukanku? " begitulah isi pesan text yang dikirim kepada Marcel.

__ADS_1


" Wow! pejantan tangguh kawan. Ya sudah lanjutkan bulan madumu, sorry ya aku mengganggumu, " begitulah jawaban pesan dari Marcel.


Tuan Angga tampak tersenyum puas. ya meskipun dia harus berbohong, setidaknya dia bisa mendapatkan senyum cantik dari Febby pagi ini. Tuan Angga lalu kembali tidur sambil memeluk Febby.


__ADS_2