
Para pria tampan saat ini tampak bengong menatap seorang wanita yang begitu nekat datang sendiri dan masuk ke dalam kamar Kenzo. Tentu saja mereka juga sama sekali tak mengenalinya terkecuali Kenzo, dan itu pun hanya melihatnya di kampus saja.
"Kau? Untuk apa kau datang ke sini?" Tanya Kenzo yang terlihat sangat tidak menyukainya.
"Sorry Ken, aku datang ke sini hanya ingin memastikan apakah keadaanmu baik-baik saja?" Tanya wanita tersebut.
Wanita tersebut adalah Laura, dia yang sudah mengetahui tentang kondisi Kenzo, saat nekat datang menjenguk pria tersebut dengan memanfaatkan situasi yang sedang terjadi saat ini.
"Maksudmu apa? Dari mana kau tahu soal kondisiku?" Tanya Kenzo.
"Sebenarnya aku tidak ingin mengakui hal ini Ken, tapi aku benar-benar khawatir denganmu. Aku ingin melihat kondisimu langsung, aku minta maaf ya karena waktu itu aku meninggalkanmu di rumah sakit," ucap Laura yang terlihat menyesal, membuat mereka yang mendengarnya pun merasa terkejut.
"Apa maksud ucapanmu itu? Apakah kau yang menolong Kenzo waktu itu?" Tanya Bobby.
"Iya, memang aku yang waktu itu menemukan Kenzo di jalan. Kalau kalian tidak percaya, waktu itu aku tidak sengaja menjatuhkan gelangku di sana dan aku tidak sempat mengambilnya. Saat ini aku masih mencarinya, mungkin saja masih ada di sana," ucap Laura meyakinkan.
"Kau yakin? Apa kau punya bukti untuk memperlihatkan gelang itu kepada kami?" Tanya Teddy.
"Ya, tentu saja aku punya buktinya," ucap Laura, lalu ia pun menunjukkan sebuah foto yang ada pada ponselnya, dimana ia memakai gelang yang sama persis dengan yang saat ini dipegang oleh Kenzo.
"Ternyata benar gelang itu memang milik wanita ini," ucap Bobby, karena memang dia lah yang menemukan gelang tersebut dan tau persis bagaimana gelangnya.
"Oke, kalau memang kau yang waktu itu menolongku, lalu kenapa kau meninggalkanku di rumah sakit dan Dokter mengatakan jika kau tidak ingin diketahui identitasmu itu. Tetapi kenapa tiba-tiba sekarang kau datang dan mengakuinya sendiri?" Tanya Kenzo yang belum mengerti akan hal itu.
"Itu karena aku takut Ken, mengingat bagaimana sikap dingin kamu terhadapku waktu itu. Kau selalu mengabaikanku, padahal aku hanya ingin berteman denganmu saja. Maka itu aku meminta Dokter untuk menyembunyikan identitasku, tapi pada kenyataannya aku tidak bisa menyembunyikan bahwa aku menghawatirkanmu dan aku juga merasa bersalah karena waktu itu aku telah meninggalkanmu. Kalau bukan aku, dari mana aku tahu soal kamu, bahkan pihak kampus saja tidak tahu kenapa kau tidak datang ke kampus hari ini," kata Laura yang membuat Kenzo tampak berpikir, memang benar jika Kenzo maupun orang tuanya belum ada yang mengabarkan kepada pihak kampus tentang kondisinya saat ini.
"Sudahlah Ken, seharusnya kau itu senang karena pada akhirnya kau tidak perlu lagi mencari tahu siapa yang wanita yang telah membawamu ke rumah sakit. Lagipula wanita ini cantik 'kan, mungkin saja dia bisa mengobati lukamu di masa lalu," ucap Riko.
__ADS_1
"Jangan membahas soal masa lalu," ucap Kenzo yang mendadak emosi.
"Seharusnya kau tidak membahas masa lalu itu lagi Rik," bisik Teddy.
"Aku minta maaf soal itu Ken. Tapi memang benar 'kan jika saat ini kau sudah menemukan siapa yang menolongmu. Jadi Sudah sepantasnya kau berterimakasih kepadanya," ucap Riko.
"Iya Ken, ayolah. Tidak ada salahnya juga 'kan kau berterimakasih kepada orang yang sudah menyelamatkan nyawamu? Jika waktu itu wanita ini tidak segera menolongmu, entah bagaimana nasibmu di jalanan," sambung Bobby.
"Tidak masalah kok, aku juga tidak mengharap ucapan itu dari Kenzo. Yang penting bisa melihat Kenzo baik-baik saja aku sudah sangat senang," ucap Laura mengulas senyum tipis, sangat pandai bersandiwara.
"Benar apa yang dikatakan oleh teman-temanku. Aku mau mengucapakan terima kasih banyak karena kau telah menolongku waktu itu dan ini gelangmu," ucap Kenzo yang menyerahkan gelang tersebut kepada Laura, meskipun sebenarnya hatinya merasa sangat ganjal dan tidak yakin jika Laura adalah penyelamatnya waktu itu. Akan tetapi karena Laura sudah menunjukkan buktinya, maka untuk saat ini Kenzo mencoba untuk mempercayainya saja.
*****
Semenjak mengaku-ngaku bahwa dirinyalah yang menolong Kenzo waktu itu, membuat Laura saat ini terlihat dekat dengan Kenzo. Meskipun sebenarnya Kenzo sangat enggan, tetapi ia terpaksa hanya karena untuk membalas budinya saja. Terlebih lagi Kenzo juga sudah mengetahui jika Laura adalah mantan kekasih Satria, sehingga membuat Kenzo berkesempatan untuk membuat musuhnya itu pun merasa kesal.
"Di, kamu lihat deh itu. Kok bisa sih semakin hari Laura semakin nempel gitu sama Kenzo. Ya bukan apa-apa ya, aku nggak menyangka aja kok bisa seorang pria dingin seperti Kenzo kecantol dengan wanita yang keganjenan dan nggak bermoral seperti Laura. Sudah cukup deh Kakak aku aja yang menjadi korbannya, kenapa sekarang harus Kenzo juga," kata Sasa saat mereka berdua sedang berada di kantin, lalu melihat Kenzo dan Laura yang baru saja masuk.
"Bukan urusan aku dan itu terserah mereka lah. Lagipula untuk apa juga sih kamu kepo, mau tahu urusan orang lain. Sekarang Kak Satria sudah nggak ada hubungan apapun lagi 'kan dengan Laura? Jadi itu hak Laura mau dekat sama siapapun," kata Diandra ketus.
"Loh kok kamu jadi sewot sih Di, nggak asik banget. Ya udah deh aku nggak bahas mereka lagi," kata Sasa yang terlihat kesal.
"Itu lebih baik," ucap Diandra.
Hingga kini Kenzo dan Laura berjalan melewati mereka berdua.
"Eh ada duo ubur-ubur. Kenapa lihat-lihat, iri ya lihat aku sekarang sudah bisa dekat dengan pria yang lebih tampan dan lebih baik dari Kakakmu yang sok kegantengan itu?" Kata Laura dengan bangganya.
__ADS_1
"Ck, aku yakin saat ini Kenzo juga mau dekat denganmu hanya karena belum mengetahui siapa kamu sebenarnya," cibir Sasa.
"Diandra, kamu benar-benar berbeda dari yang lain," batin Kenzo yang melihat Diandra saat itu tampak asik mengunyah makanannya.
Di saat itu rasanya Laura sangat ingin menjambak-jambak rambut adik mantan kekasihnya itu. Akan tetapi demi menjaga image-nya di depan Kenzo, sehingga ia pun tetap berusaha untuk bersikap sabar.
"Ken, kita makan di sana saja ya," ucap Laura yang menggandeng tangan Kenzo.
"Lepaskan!" Titah Kenzo yang membuat Laura merasa malu dan melepaskan gandengannya itu.
Sementara itu terlihat juga senyum mengejek dari sudut bibir Diandra dan Sasa, yang membuat Sasa semakin merasa kesal. Di saat itu juga terlihat Kenzo yang kembali mencuri-curi pandang melihat ke arah Diandra. Diandra yang mengetahui akan hal itu pun hanya memutar bola matanya malas dan berpura-pura saja tidak mengetahuinya.
*****
Saat sedang di dalam perjalanan pulang ke rumah dan tepatnya berada di dalam mobil Sasa, terlihat Diandra tampak kebingungan mencari-cari sesuatu di bawah kolong tempat duduknya sehingga membuat Sasa pun merasa kebingungan.
"Di kamu sedang mencari apa?" Tanya Sasa penasaran.
"Aku cari gelang aku Sa. Kamu lihat 'kan, aku ibaru sadar kalau hari ini aku nggak pakai gelang persahabatan kita," kata Diandra panik dan membuat pandangan Sasa pun menatap ke arah pergelangan tangan Diandra.
Chit …
Tiba-tiba Sasa mengerem mobilnya itu secara mendadak, untungnya keadaan di jalanan saat ini sedang sepi, sehingga keduanya dalam baik-baik saja meskipun kepala keduanya sedikit terbentur.
"Ya ampun Di, jadi maksud kamu gelang yang aku beli di Jepang waktu itu dan aku pesan khusus hanya kita berdua yang punya, kamu hilangkan begitu saja?" Tanya Sasa yang yang menatap tajam ke arah sahabatnya itu.
Bersambung …
__ADS_1