Tertambat Bad Boy Insyaf

Tertambat Bad Boy Insyaf
Menjalin Hubungan Kembali


__ADS_3

Sebelum mengantar Diandra pulang ke rumahnya, Kenzo membawanya ke suatu tempat terlebih dulu, yaitu taman terbuka yang dihiasi dengan bunga-bunga begitu indah, sehingga membuat Diandra pun merasa takjub melihatnya.


"Ken, kenapa kamu mengajakku ke sini? Bukannya tadi kamu bilang mau mengantarku langsung pulang?" Tanya Diandra.


"Sebelum pulang memangnya salah kalau kita jalan-jalan dulu? Lagipula ini 'kan masih sore," ucap Kenzo.


"Ya nggak salah sih, tapi kamu nggak bilang sebelumnya sama aku," tukas Diandra.


"Surprise dong. Kamu suka nggak aku ajak ke sini?" Tanya Kenzo.


"Suka lah, suka banget malah. Tamannya indah banget, kok aku baru tahu ya kalau di sekitar sini ada taman bunga seperti ini," ungkap Diandra yang tak henti-hentinya berdecak kagum.


"Kamu sih di rumah terus, jadinya nggak tahu kan tempat-tempat bagus," hardik Kenzo, meskipun ia juga baru kali ini mengetahuinya karena rekomendasi dari sahabatnya.


"Ya maklum aja Ken, aku memang nggak pernah kemana-mana. Yang aku tahu hanya kuliah dan rumah, itu aja," ucap Diandra.


"Oke, kalau begitu mulai sekarang aku pasti akan membawa kamu ke tempat-tempat indah seperti ini," ucap Kenzo dan hanya ditanggapi senyuman oleh Diandra.


"Oh ya Di, kita ke sana yuk. Aku mau menunjukkan sesuatu sama kamu," ajak Kenzo yang menggandeng lembut tangan Diandra. Meskipun saat ini keduanya tidak tahu jelas apa status hubungan mereka, tetapi Kenzo selalu saja bersikap manis kepada Diandra dan tentunya sama sekali tidak menolak dari wanita yang dicintainya itu.


Lalu mereka pun menaiki bukit yang membuat Diandra lagi-lagi merasa takjub karena melihat pemandangan dari atas yang begitu indah. Di atas sana juga berdiri kokoh 1 pohon rindang yang terdapat sebuah meja dan dua kursi dibawahnya, memang sudah dipersiapkan untuk Diandra dan Kenzo.


"Ini tempat apa Ken?" Tanya Diandra.


"Ini tempat duduk khusus untuk kita berdua. Oh ya aku juga sudah memesan makanannya, paling sebentar lagi akan ada yang datang mengantar makanan kita," kata Kenzo.


"Kita makan di sini?" Tanya Diandra untuk memastikan.


"Iya dong, kamu belum pernah 'kan menikmati makan di alam terbuka, apalagi di atas bukit seperti ini sambil menikmati pemandangan di bawah? Sebentar lagi kita juga akan menyaksikan sunset hingga matahari terbenam," ucap Kenzo.

__ADS_1


"Ya belum lah, memangnya kamu sudah pernah?" Tanya Diandra balik.


"He … he … he … belum juga sih," jawab Kenzo nyengir kuda.


"Aku kira sudah pernah," hardik Diandra.


"Ya karena belum maka itu aku mau mencoba sesuatu yang baru dengan kamu. Kamu mau tahu nggak kalau tempat ini rekomendasi dari Riko," ucap Kenzo.


"Hah Riko? Pasti pengalaman berpacarannya sudah banyak ya, jadi dia tahu tempat-tempat seperti ini," ujar Diandra.


"Sebenarnya nggak juga sih. Riko memang pernah pacaran beberapa kali, tapi selalu saja gagal di tengah jalan dan membuatnya sudah malas untuk berpacaran lagi. Tapi sekarang dia lagi naksir sama seorang wanita katanya," kata Kenzo.


"Oh ya?" Ucap Diandra dengan wajahnya yang tampak murung tiba-tiba. Ia teringat akan sahabatnya yang menyukai sahabat dari Kenzo itu, tetapi Diandra juga tidak mungkin menyampaikan hal tersebut kepada Kenzo untuk saat ini. Pastinya Sasa akan merasa malu apalagi setelah mengetahui Riko sudah menyukai wanita lain.


"Iya. Ya sudah untuk apa juga kita bahas soal Riko, lebih baik sekarang kita bahas soal kita aja," ucap Kenzo.


"Bahas soal kita? Bahas apa?" Tanya Diandra mengernyitkan dahinya.


"Memangnya kamu mau bicara apa Ken?" Tanya Diandra penasaran.


"Kita duduk dulu aja ya," ajak Kenzo, lalu keduanya pun duduk di kursi yang berada di bawah pohon tersebut.


Kenzo tampak menghela nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan. Ia seperti sedang menetralisir perasaannya sebelum berbicara dengan wanita yang saat ini ada di hadapannya itu, lalu ia pun menatap Diandra kembali dengan sangat serius.


"Diandra seperti yang kamu tahu kalau aku masih sangat mencintai kamu dan aku juga tahu bahwa rasa cinta kamu untuk aku itu masih ada. Buktinya akhir-akhir ini kita dekat, hanya saja kita nggak tahu apa kejelasan dari hubungan kita ini. Kamu sendiri yang mengatakan bersedia untuk menjalin hubungan kembali denganku jika aku bersedia meninggalkan geng motor, aku sudah meninggalkannya Diandra. Aku sudah memikirkannya matang-matang selama 2 minggu ini meskipun semuanya sangat berat, sama seperti pertama kali aku meninggalkan geng motor. Tapi kali ini aku yakin aku benar-benar sudah insaf, aku tidak mau lagi bergabung dengan geng motor yang aku rasa sudah banyak merubah hidup aku menjadi tidak baik dan sekarang aku ingin menjadi lebih baik. Apa kamu mau menjalin hubungan denganku lagi? Aku merasa jika hidupku saat ini lebih berarti karena ada kamu. Hubunganku dengan Papi juga sudah membaik dan satu lagi aku sudah menerima kenyataan jika Mami aku sudah menikah dengan pria yang dicintainya, aku sama sekali tidak berhak melarang kebahagiaan orang tuaku, seharusnya sebagai anak aku mendukung mereka asalkan itu masih di jalan yang benar," ucap Kenzo dengan begitu tulus.


"Syukurlah jika kamu memang udah insyaf. Aku senang Ken dan seperti yang kamu bilang tadi bahwa aku memang masih mencintai kamu, tentunya aku mau lah menjalin hubungan kembali dengan kamu. Sepertinya hati ini memang sudah Tertambat Bad Boy Insyaf," ucap Diandra tersenyum.


"Serius? Terimakasih ya Sayang," ucap Kenzo tersenyum lalu menggenggam erat kedua tangan Diandra yang diletakkan di atas meja.

__ADS_1


"Ya serius lah. Iya sama-sama sayang, terimakasih juga ya karena kamu sudah rela berubah salah satunya demi aku," ucap Diandra pula.


"Iya Sayang. Oh ya kamu bilang apa tadi, tertambat bad boy insyaf? Kamu itu sama aja tahu nggak sama 3 sahabat aku yang menjuluki aku sebagai bad boy. Memangnya aku seburuk itu ya?" Tanya Kenzo.


"Memang iya 'kan, kamu itu memang bad boy. Dari awal bertemu aja aku sudah bisa melihat sikap buruk kamu itu. Tapi terlepas dari itu semua kamu juga memiliki sisi baiknya kok, aku juga sudah jatuh cinta sama kamu sebelum kamu insyaf dari geng motor 'kan. Aku sendiri juga bukan wanita yang baik, jadi kita bisa sama-sama belajar ya untuk menjadi yang lebih baik," ucap Diandra yang membuat Kenzo begitu tersentuh.


"Kamu benar, aku juga menyadarinya kok kalau aku ini memang pria buruk. Setiap ada masalah, pasti aku selalu saja melakukan kekonyolan-kekonyolan tanpa memikirkan apa akibat buruknya. Sekali lagi terimakasih ya Di karena kamu sudah mau menjalin hubungan kembali denganku. Aku janji Diandra aku akan menjaga kamu dengan baik," ucap Kenzo yang sangat beruntung karena telah mengenal Diandra.


"Iya sama-sama. Tapi sekarang ini 'kan kita masih kuliah, jadi aku harap meskipun kita menjalin hubungan tetapi tidak akan mempengaruhi kuliah kita. Ya kita harus selesai kuliah dengan tepat waktu, lalu mencapai impian kita masing-masing," ucap Diandra.


"Siap Bos. Aku yakin kok dengan adanya kamu di samping aku, semua itu akan terasa sangat mudah. Lagipula aku juga nantinya akan meneruskan bisnis Papi, karena hanya aku satu-satu harapan Papi, jadi aku akan berusaha untuk lulus dengan nilai yang baik agar tidak mengecewakan Papi dan pantas untuk melanjutkan perusahaannya," ucap Kenzo.


"Harus lah, itu sudah kewajiban kamu Ken," ucap Diandra.


"Iya Di, terus kalau kamu sendiri setelah lulus kuliah nanti apa planning kamu?" Tanya Kenzo.


"Ada deh, nanti kamu juga bakalan tahu kok," jawab Diandra.


"Iya deh nggak apa-apa kalau kamu sekarang masih merahasiakannya. Tapi aku janji jika aku nanti jadi suami kamu, aku pasti akan mendukung kamu kok. Apapun itu pekerjaan kamu," ucap Kenzo dengan sangat yakin.


"Suami?" Tanya Diandra tak mengerti .


"Iyalah Di memang kamu pikir aku menjalin hubungan sama kamu hanya ingin berpacaran saja, nggak Di. Tentunya aku ingin menikahi kamu," kata Kenzo.


"Apaan sih, kenapa kamu malah jadi membahas soal pernikahan. Itu masih jauh lah Ken," ujar Diandra.


Waktunya itu nggak akan terasa Di kalau kita terus bersama. Tahun ini aku akan lulus kuliah dan kamu 2 tahun lagi juga akan lulus, jadi nggak ada salahnya 'kan kalau kita merencanakan sekarang. Kita berdua sudah dewasa, bukan anak SMA lagi. Atau jangan-jangan kamu nggak mau ya nikah sama aku atau sebenarnya kamu nggak cinta sama aku." Kenzo beralibi.


"Iya, iya, aku cinta kok sama kamu dan aku juga mau nikah sama kamu. Tapi itu bahasanya nanti aja ya," ucap Diandra.

__ADS_1


Di saat itu pun waiters datang mengantarkan makanan yang telah dipesan oleh Kenzo dari restoran yang tidak jauh dari taman tersebut. Lalu Diandra dan Kenzo langsung saja menikmati makanan itu sambil sesekali bertatapan dan tersenyum, merasakan bahagia karena keduanya baru saja menjalin hubungan kembali.


Bersambung …


__ADS_2