
Hari demi hari telah berlalu berganti dengan minggu, minggu berganti bulan dan bulan pun berganti tahun. Setelah Kenzo dinyatakan lulus kuliah dengan nilai terbaik, ia pun langsung saja menjalani bisnis perusahaan ayahnya selama 1 tahun dan setelah itu Bram menyerahkan perusahaannya itu sepenuhnya kepada sang anak. Lalu kemana perginya Bram? Ia menyerahkan diri ke polisi atas apa yang pernah dilakukannya dulu terhadap Danu. Ia hanya ingin menebus semua kesalahannya meskipun Danu sama sekali tak menyetujui, tetapi itulah bentuk rasa menyesalnya dan demi persahabatan mereka.
Kenzo sendiri pun menerimanya dengan ikhlas, ia tetap menjalani hari-hari seperti biasa, tak lepas dengan menjenguk sang ayah yang telah divonis hukuman penjara selama 1 tahun setelah dikurangi masa hukuman yang sebenarnya.
Akan tetapi perusahaan yang telah berjalan tetap sudah Danu ikhlaskan untuk dikelola oleh Kenzo, karena saat ini ia dapat membangun perusahaannya kembali dan bekerjasama dengan perusahaan milik Bram tersebut. Begitu juga dengan perusahaan Harry yang selama ini sudah membantunya untuk bangkit, mereka dapat membangun kerjasama dengan baik sehingga membuat perusahaan kian maju. Meskipun Satria sudah dijebloskan ke dalam penjara waktu itu, sama sekali tak mengubah sikap Harry kepada keluarga Danu karena memang Satria lah yang bersalah dan saat ini Satria, Andre beserta teman-temannya juga sudah bebas dari penjara karena mereka hanya menjalani hukuman selama 1 tahun saja. mereka juga sudah berubah menjadi lebih baik karena merasa kapok berada di jeruji besi.
Lantas bagaimana dengan hubungan Kenzo dan ibunya? Sudah lebih baik meskipun Kenzo menolak untuk tinggal bersama ibu, ayah tiri dan saudara tirinya itu. Ia tetap memilih tinggal di rumah lamanya yang sudah banyak menciptakan seribu kenangan masa kecilnya di sana saat masih memiliki keluarga yang utuh.
*****
"Sayang, 2 hari lagi kamu sidang 'kan? Bagaimana perasaan kamu?" Tanya Kenzo saat mengunjungi kekasihnya itu ke kediamannya.
"Perasaan aku? Yang jelas aku dag dig dug banget," jawab Diandra.
"Semangat ya Sayang, aku yakin kamu pasti bisa," ucap Kenzo.
"Aamiin, terimakasih ya Sayang. Oh iya tadi aku buatin kamu cake coklat karena kamu bilang mau ke sini. Bentar ya aku ambilkan dulu," ucap Diandra.
"Wah … seharusnya kamu nggak perlu repot-repot gitu dong Sayang. Oh ya Papa kamu mana?" Tanya Kenzo yang belum melihat ayah dari kekasihnya itu, padahal ini hari libur.
"Nggak repot kok, lagipula aku memang lagi pengen bikin cemilan juga. Kalau Papa tadi pagi tiba-tiba ditelepon, katanya ada meeting mendadak, jadinya langsung pergi deh," terang Diandra.
"Berarti kamu sendiri dong," ujar Kenzo.
"Sama Bibi lah, tapi Bibi lagi di dapur tuh masak," jawab Diandra.
Ya memang saat ini Diandra dan Danu sudah pindah ke rumah yang lebih besar, serta mempekerjakan seorang ART dan supir yang merupakan pasangan suami istri. Karena Danu sudah berhasil membangun perusahaannya sendiri seperti dulu, sehingga keuangan mereka sudah mulai normal kembali.
"Oh gitu, ya sudah aku tunggu ya cake-nya," ucap Kenzo tersenyum.
------
Tidak lama kemudian, Diandra telah kembali dengan membawa kue coklat yang tadi telah dibuatnya lalu memberikan kue tersebut kepada Kenzo.
__ADS_1
"Suap dong," pinta Kenzo seraya membuka mulutnya.
"Sejak kapan kamu jadi manja seperti ini," tukas Diandra.
"Memangnya nggak boleh? Lagipula aku 'kan manjanya sama kamu aja. Memangnya kamu mau kalau aku manja sama cewek lain," kata Kenzo.
"Coba aja kalau berani. Ya udah sini aku suapin," ucap Diandra yang langsung saja duduk di samping Kenzo lalu mengambil sepotong kue dan menyuapkannya ke mulut Kenzo.
"Kamu juga makan dong Sayang, masa aku sendiri sih yang makan," ujar Kenzo.
Diandra tak menolak, ia pun ikut makan kue coklat yang memang sama sekali belum sempat dicicipinya tetapi sudah yakin saja dengan skill-nya yang memang sudah terbiasa membuat kue.
Di saat itu pun terlihat coklat yang berserakan di bibir Diandra, sehingga dengan spontan Kenzo langsung saja memegang bibir mungil kekasihnya itu untuk membersihkan coklat tersebut. Tentu saja hal tersebut membuat Diandra merasa sangat terkejut, selama setahun mereka berpacaran tetapi sangat jarang sekali mereka seintim ini. Ditambah lagi Kenzo yang tiba-tiba saja menempelkan bibirnya pada bibir sang kekasih, membuat Diandra semakin terkejut dan membelalakkan matanya. Akan tetapi tiba-tiba saja …
"Non, ini minuman-"
Suara Bibi yang datang membawa minuman itu pun mengejutkan Diandra dan Kenzo, membuat mereka sama-sama menjauh dan terlihat menjadi salah tingkah.
"Maaf, Bibi benar-benar tidak sengaja. Ini minumannya, silahkan diminum Tuan, Nona," ucap Bibi yang langsung saja kembali ke dapur.
"Iya deh maaf," ucap Kenzo lalu keduanya pun tersenyum.
*****
Setelah menjalani sidang skripsi dengan baik, kini telah tiba hari kelulusan Diandra yang itu artinya masa belajarnya di universitas tersebut telah selesai. Sama halnya dengan Kenzo, Diandra juga berhasil lulus dengan nilai yang terbaik bahkan ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S2 di luar negeri. Tentunya hal tersebut sudah ia sampaikan kepada Kenzo dan ayahnya, tetapi sampai saat ini Kenzo masih belum memberikan jawaban apapun karena tentunya sangat berat jika harus berpisah dengan kekasihnya itu. Berbeda halnya dengan Danu, ia akan mendukung apapun yang terbaik untuk anaknya karena ia juga sangat ingin melihat Diandra sukses dengan jerih payahnya selama ini.
Beberapa hari kemudian, Diandra, Danu, Kenzo dan Bram yang sudah keluar dari penjara, serta keluarga Sasa sedang berada di restoran untuk menikmati makan malam sekaligus merayakan hari kelulusan Diandra dan Sasa. Mereka tampak saling bercerita, bercanda, mereka terlihat sangat bahagia.
"Diandra, jadi kamu sudah yakin akan pergi ke luar negeri? Apa Kenzo dan Ayah kamu sudah menyetujuinya?" Tanya Jasmine.
"Iya Tante, minggu depan aku pergi. Papa sudah setuju kok dari kemarin dan Kenzo juga sama," jawab Diandra.
"Iya Tante, aku akan mendukung apapun yang sudah menjadi keputusan terbaik Diandra. Aku sadar kalau aku tidak boleh egois, karena itu juga merupakan cita-cita Diandra. Lagipula hanya 1 tahun saja, buat aku itu tidak lama. Jangankan 1 tahun, menunggu 2, 3, 4 tahun pun-" Kenzo terdiam sejenak. "Aku tidak sanggup," sambungnya yang membuat semua yang ada di sana pun tertawa, sedangkan Kenzo menjadi salah tingkah dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Berarti ada yang LDR-an dong nanti," sindir Sasa.
"Ya nggak masalah lah, nanti 'kan kita bisa komunikasi lewat HP setiap saat, setiap waktu. Jaman sekarang itu nggak ada yang susah supaya bisa merasa saling dekat," ucap Diandra.
"Iya deh iya, aku percaya kok. Tapi kalau aku sih nggak sanggup ya," tukas Sasa.
"Tenang saja Sa, Riko nggak akan kemana-mana kok, jadi kalian berdua nggak akan LDR-an," kata Kenzo yang membuat Sasa pun membelalakkan matanya.
"Kenzo … ," ucap Sasa memberi gestur agar pria itu diam.
"Oh jadi kamu benar-benar sudah mempunyai hubungan ya dengan Riko?" Tanya Satria yang memang sudah curiga terhadap adiknya itu.
"Enggak Kak, aku sama Riko masih dekat gitu aja kok," jawab Sasa beralasan.
"Sasa, kamu ngaku aja. Lagipula kalau kamu mempunyai hubungan dengan Riko, Mami dan Papi setuju kok. Riko itu pria yang baik," ucap Jasmine.
"Iya Papi setuju dengan Mami kamu," sahut Harry.
"Serius? Ya udah deh kalau gitu aku ngaku, aku sama Riko memang udah pacaran," ucap Sasa malu-malu.
"Tuh kan ngaku juga, lihat saja nanti aku pasti akan temui laki-laki itu untuk memberi peringatan jangan sampai dia menyakiti adikku," ucap Satria.
"Ih Kakak, awas aja kalau berani," ucap Sasa kesal.
"Satria, Sasa, sudah dong ini 'kan acara makan malam, bukan mau mendengar kalian ribut," ucap Harry.
"Biasa lah Pak anak muda. Pak Harry, Bu Jasmine, Satria, Sasa, Kenzo, Bram, terimakasih karena kalian semua sudah hadir di sini. Selain merayakan kelulusan Diandra dan Sasa, kalian juga Ikut mendoakan kesuksesan Diandra yang nantinya akan melanjutkan pendidikannya di luar negeri. Saya sangat bahagia karena memiliki orang-orang terdekat seperti kalian, yang sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri," ucap Danu terlihat sedih.
"Iya sama-sama Danu. Justru aku yang harusnya banyak-banyak terimakasih karena kamu sudah begitu baik terhadapku. Apalagi kita akan menjadi besan, jadi kamu jangan sungkan seperti itu terhadapku," ucap Danu.
"Sama-sama pak Danu, kita ini sudah begitu dekat, jadi jangan sungkan jika memang ada perlu apa-apa. Saya juga sudah menganggap pak Danu dan Diandra sebagai keluarga saya sendiri, meskipun kita tidak bisa jadi besan," ucap Harry membuat Satria menjadi malu.
Lalu mereka pun melanjutkan makan malam sebagai tanda perpisahan juga terhadap Diandra yang akan pergi ke luar negeri.
__ADS_1
Bersambung …