
1 tahun pun telah berlalu, sejak Diandra pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah S2-nya, hari-hari yang dijalani Kenzo tanpa Diandra tentunya sangat sepi. Apalagi dengan kesibukan mereka masing-masing membuat keduanya juga tidak bisa selalu untuk berkomunikasi melalui ponsel, terkadang hanya 1 kali saja dalam sehari. Bisa dikatakan hanya sebagai absen atau mengirim pesan sekedar untuk memberikan kabar saat mereka sudah berada di rumah.
Hari ini, Kenzo terlihat begitu sibuk. Pasalnya ia akan menangani sebuah proyek besar secara langsung dan akan bekerja sama dengan perusahaan dari luar negeri dengan keuntungan yang tidak main-main. Tentunya hal ini membuat Kenzo begitu gugup luar biasa, orang-orang terdekatnya termasuk Diandra sudah memberikannya semangat, tetapi sangat berbeda di saat Diandra berada di sampingnya. Apalagi Kenzo juga baru 2 tahun memimpin perusahaan, membuatnya benar-benar merasa takut akan kegagalan.
Hingga di saat itu pun rapat telah berakhir, klien dari luar negeri sangat menyukai presentasi yang diberikan oleh Kenzo serta langsung setuju untuk bekerja sama dengan perusahaannya. Kenzo begitu sangat senang, ia juga ingin langsung menyampaikan kepada kekasihnya bahwa ia telah berhasil.
"Ken, selamat ya. Papi sudah katakan kamu pasti bisa dan ternyata apa yang Papi katakan itu benar 'kan? Papi sangat percaya dengan kamu Ken, Papi bangga dengan kamu. Kamu sudah memimpin perusahaan dalam negeri selama 2 tahun dengan baik, jadi menurut Papi sama sekali tidak sulit untukmu bekerja sama dengan perusahaan luar negeri," ucap Bram yang merangkul anaknya itu. Ia begitu bangga karena Kenzo benar-benar menjalani bisnis yang telah ia wariskan dengan sangat baik.
"Terimakasih Pi, ini semua juga berkat dan doa Papi, tanpa Papi aku bukan siapa-siapa. Oh ya Pi, aku permisi ke ruangan dulu ya. Aku mau menghubungi Diandra," ucap Kenzo.
"Ya Ken, memang sudah seharusnya," jawab Bram, lalu Kenzo pun segera saja keluar dari ruang rapat dan menuju ke ruangannya.
Setelah tiba di ruang CEO, Kenzo pun langsung merogoh ponsel di dalam saku celananya lalu menghubungi Diandra. Akan tetapi sudah beberapa kali ia mencoba menghubungi kekasihnya itu, nomornya tidak aktif, tidak seperti biasanya. Bahkan Diandra sama sekali tak memberinya kabar sejak pagi, membuat Kenzo benar-benar takut terjadi sesuatu dengan wanita yang dicintainya itu.
Tok … tok … tok …
Terdengar suara ketukan pintu ruang CEO.
"Masuk!" Teriak Kenzo, hingga terlihat seseorang yang membuka pintu dan masuk ke ruangan tersebut.
Kenzo membuka matanya lebar-lebar, ia bahkan mencubit pipinya sendiri karena merasa sedang bermimpi dengan apa yang dilihatnya saat ini. Ia tak percaya saat melihat seorang wanita cantik, menggunakan dress selutut dan juga high heels yang sudah setahun tidak dilihatnya secara langsung, saat ini berdiri tepat di depannya.
__ADS_1
Ia pun langsung saja beranjak dari tempat duduk dan mendekati wanita tersebut untuk memastikan bahwa dirinya memang tidak sedang bermimpi.
"Sayang, ini benar-benar kamu 'kan," ucap Kenzo yang langsung saja memeluk erat wanita tersebut, siapa lagi kalau bukan Diandra. Ya Diandra memang sengaja pulang tanpa memberi kabar dulu kepada Kenzo.
"Ya Sayang, ini aku Diandra," jawab Diandra yang membalas pelukan tersebut.
"Sayang, kamu kok nggak bilang-bilang sih mau pulang? 'Kan aku bisa jemput kamu Sayang. Aku senang kamu pulang, tapi aku juga khawatir karena kamu tadi nggak ada kabar sama sekali," ucap Kenzo.
"Maaf ya Sayang, aku sengaja mau kasih kejutan buat kamu," ucap Diandra.
Kenzo yang sudah sangat merindukan kekasihnya itupun langsung saja menyambar bibir Diandra dan melum*tnya dengan sangat lembut. Diandra pun tak tinggal diam, ia juga membalas ******* bibir Kenzo dengan tak kalah gairahnya. Rasa rindu yang terpendam selama 1 tahun ini benar-benar mereka curahkan dengan hasrat yang menggebu di dalam ruangan Kenzo yang sudah dikunci sebelumnya. Keduanya benar-benar merasa bahagia karena setelah lama tidak bertemu, kini mereka bisa dapat bertemu kembali dan tentunya setelah ini mereka tidak akan terpisahkan lagi. Kenzo dan Diandra sudah sepakat untuk membahas soal pernikahan di saat Diandra pulang dari luar negeri dan berhasil untuk membuka perusahaannya sendiri.
*****
"Terimakasih untuk kalian semua yang sudah mendukung aku dan telah hadir di sini. Terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Papa, untuk Kenzo dan Om Baram, untuk Om Harry, Tante Jasmine, Sasa sahabat terbaik aku, Kak Satria, Riko, Bobby, Teddy dan juga teman-teman yang lainnya karena kalian selama ini sudah mensuport aku. Tanpa kalian aku nggak mungkin bisa berdiri di sini untuk meresmikan perusahaan ini dan hari ini aku nyatakan Perusahaan D²R telah diresmikan," ucap Diandra, lalu ia yang diiringi oleh ayahnya itupun memotong pita.
Plok … plok … plok …
Terdengar suara riuh tepuk tangan dan juga ucapan selamat untuk Diandra. Diandra sengaja memberi nama perusahaannya dengan singkatan inisial namanya sendiri dan kedua orang tuanya Danu dan Rita. Salah satu tujuannya untuk mengenang sang ibu yang telah tiada. Tentunya Rita pasti sangat bangga karena saat ini melihat anaknya telah berhasil. Meskipun Rita sudah tidak lagi ada di dunia, tetapi bagi Diandra dan Danu, wanita itu akan selalu hidup di hati mereka untuk selamanya.
Setelah Diandra lalu Danu memberikan kata sambutan, kini giliran Kenzo memberanikan dirinya untuk maju di depan banyaknya orang, mendekati kekasihnya itu. Ia juga memegang mic karena akan menyampaikan sesuatu.
__ADS_1
"Maaf saya mohon waktunya sebentar. Di depan orang tuaku, orang tua kekasihku, keluarga Sasa yaitu sahabat kekasihku, para sahabat dan di depan hadirin semua, aku ingin menyampaikan sesuatu kepada Diandra, wanita yang sangat aku cintainya. Aku ingin kalian semua menjadi saksi, jadi aku mohon luangkan waktu kalian sebentar untuk mendengarkan aku berbicara," ucap Kenzo sehingga suasana seketika menjadi hening. Semuanya menatap ke arah Kenzo dan merasa sangat penasaran menunggu apa yang akan disampaikannya, tak terkecuali Diandra dan Danu.
Kenzo tampak berlutut di hadapan Diandra, lalu ia pun mengeluarkan kotak beludru berwarna merah dari saku kemejanya dan membuka kotak tersebut di depan Diandra. Membuat Diandra sangat terkejut, karena di dalamnya adalah sebuah cincin yang begitu indah.
"Ken, maksud kamu apa?" Tanya Diandra.
"Diandra aku bukanlah cowok romantis, aku juga tidak bisa berjanji untuk hal yang tidak bisa aku tepati. Tetapi aku berjanji akan selalu menjagamu dengan segenap jiwa dan ragaku, karena aku mencintaimu Diandra. Apakah kamu bersedia untuk menjadi istriku?" Ucap Kenzo yang melamar kekasihnya itu di depan banyaknya orang.
"Ya ampun Kenzo sweet banget sih," ucap Sasa yang begitu takjub melihat keromantisan yang dilakukan oleh Kenzo.
"Kamu tenang saja, aku nanti bisa melakukan hal yang lebih lagi dari Kenzo," bisik Riko sehingga membuat Sasa pun tersenyum.
Sedangkan Diandra masih tampak terdiam, ia sangat terharu bahagia dan masih tak percaya jika Kenzo telah melamarnya.
"Terima, terima, terima."
Hingga terdengar suara teriakan dari para sahabatnya, membuat Diandra pun tersenyum dan telah siap dengan jawaban apa yang akan ia berikan.
"Iya Kenzo aku mau," jawab Diandra diiringi anggukan kepalanya, membuat Kenzo merasa sangat bahagia begitu juga dengan mereka yang menyaksikan akan hal itu.
Kenzo memasangkan cincin yang begitu indah dan sangat pas di jari manis calon istrinya itu. Setelah itu ia berdiri dan mencium kening Diandra dengan sangat mesra, lalu keduanya pun saling berpelukan erat.
__ADS_1
...……… Tamat ………...
Sampai di sini dulu ya guys kisah Kenzo dan Diandra. Terimakasih buat yang sudah membaca dan mendukung karya aku, mohon maaf karena masih banyak kekurangan. Jangan lupa mampir di karya Author Rya Kurniawan yang lain ya. See you next time, bye … bye … . Sayang kalian banyak-banyak 😘🥰🤗