Tertambat Bad Boy Insyaf

Tertambat Bad Boy Insyaf
Dalang


__ADS_3

Sebulan pun telah berlalu, Kenzo dan Diandra terlihat semakin menempel seperti perangko. Tiada hari tanpa bersama barang sekalipun saat di kampus jika mereka memiliki waktu luang. Terlihat jelas jika saat ini Kenzo benar-benar sudah berubah menjadi lebih baik, bahkan ia yang tadinya sangat malas untuk belajar sekarang terlihat serius agar bisa lulus dengan nilai yang baik juga. Ia sama sekali tak menggubris jika Satria dan 2 sahabatnya datang untuk mengganggu, ia tetap fokus belajar tanpa menganggap mereka ada.


Danu dan Bram sebagai orang tua juga merasa bangga karena anak mereka berdua menjalin hubungan dengan sangat positif, bahkan Bram juga sangat berterimakasih kepada Diandra karena benar-benar telah merubah Kenzo menjadi pribadi yang baik. Bram juga saat ini sudah sering meluangkan waktunya untuk di rumah demi memperhatikan Kenzo, ia juga sudah tak lagi bersikap kasar terhadapa anak satu-satunya, membuat hubungan anak dan ayah itu semakin harmonis.


Saat ini Diandra dan Kenzo sedang berada di perjalanan hendak menuju ke sebuah restoran, Kenzo yang mengajak Diandra untuk makan di luar setelah satu minggu mereka tidak bertemu kecuali di kampus.


Drt … Drt … Drt …


Tiba-tiba saja ponsel Kenzo yang ia letakkan di samping kursi pengemudi itu bergetar, ada panggilan masuk dari Riko.


"Sayang, angkat tuh ada telepon dari Riko," titah Diandra karena sedari tadi Kenzo mengabaikan teleponnya itu.


"Nanti aja, ini 'kan lagi di jalan Sayang. Nanti biar aku telepon balik kalau sudah sampai restoran," tukas Kenzo.


"Kan bisa berhenti sebentar atau nggak pakai headset bluetooth kamu dong. Biasanya juga kamu bisa kok jawab telepon di jalan, telepon aku juga bisa selalu kamu jawab dimanapun kamu berada, siapa tahu ini penting," ujar Diandra.


"Ya kalau kamu beda dong," tutur Kenzo.


"Apanya yang beda? Ini sahabat kamu loh, aku nggak mau ya kamu lebih mementingkan aku daripada sahabat kamu. Sahabat itu juga penting di hidup kamu, apalagi Riko yang pertama kali mengenal kamu, menemani hari-hari kamu daripada aku. Kamu harus ingat itu jangan seperti kacang lupa kulit," ucap Diandra.


"Iya Sayang iya, aku jawab," ucap Kenzo lalu memberhentikan mobilnya di tepi jalan.


"Halo Rik, ada apa?" Tanya Kenzo yang menjawab telepon tersebut.


"Apa? Kau serius?"

__ADS_1


"Oke, aku akan segera ke sana."


Setelah mendapatkan kabar dan penjelasan dari Riko, Kenzo terlihat murka dan mengakhiri telepon tersebut.


"Ada apa?" Tanya Diandra penasaran, karena melihat kekasihnya itu begitu terkejut.


"Aku harus ke markas Geng Motor Eagle sekarang. Mereka sudah menemukan siapa dalang di balik kekacauan selama ini," ucap Kenzo.


"Tapi kamu bukannya sudah janji nggak mau lagi terlibat masalah ini, aku takut kamu kenapa-napa. Lagipula kamu bukan bagian dari geng motor lagi," kata Diandra yang merasa sangat khawatir.


"Sayang, aku mohon kamu mengerti ya. Aku memang bukan bagian dari geng motor lagi, tapi aku tetap bagian dari mereka, di sana ada sahabat-sahabat aku. Kamu sendiri tadi yang bilang jangan membedakan antara kamu dan mereka 'kan? Lagipula mereka menemukan dalang dibalik semua ini, aku pernah menjadi salah satu korbannya. Aku hanya ingin membantu mereka untuk menyelesaikan masalah ini, aku janji setelah ini aku tidak akan terlibat apapun lagi dengan geng motor. Oh iya satu lagi, ini semua juga ada kaitannya dengan orang yang mengkeroyok Adik kamu waktu itu," ucap Kenzo yang membuat Diandra pun membelalakkan matanya.


Sebenarnya Diandra sama sekali tak ingin membahas soal ini lagi. Ia sudah mengikhlaskannya, tetapi karena Kenzo mengatakan ini semua ada hubungannya dengan adiknya yang sudah tiada, pada akhirnya ia pun mengizinkan Kenzo untuk pergi tetapi dengan syarat, "Aku ikut," ucapnya.


"Nggak, aku nggak mau kamu ikut. Aku takut ini sangat berbahaya karena Riko juga bilang bukan hanya satu orang, tetapi ada beberapa orang yang terlibat di sana. Aku nggak mau kalau nantinya mereka mengamuk dan kamu menjadi sasarannya. Aku mohon kamu percaya sama aku, aku pasti akan memberi kabar ke kamu. Sekarang aku antar kamu pulang dan aku akan ke markas, please setelah semuanya selesai aku akan menghubungi kamu," ucap Kenzo memohon kepada kekasihnya itu.


"Kamu benar nggak apa-apa pulang naik taksi? Aku temani kamu cari taksi dulu ya," kata Kenzo.


"Iya, aku nggak apa-apa kok. Ya sudah yuk," ucap Diandra.


Lalu mereka pun segera turun dari mobil dan mencari taksi untuk Diandra, setelah menemukannya kini mereka berpisah dengan tujuan masing-masing.


*****


"Jadi ternyata kau dalang dibalik ini semua? Aku tidak tahu bagaimana tanggapan Diandra kalau dia mengetahui bahwa Kakak tersayang dari sahabatnya ternyata yang sudah menyebabkan kekacauan, bahkan kau juga yang sudah terlibat dalam pengeroyokan adiknya hingga meninggal. Aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Adikmu dan juga keluargamu jika mengetahui ini semua," kata Kenzo setelah ia tiba di markas Geng Motor Eagle dan menemui Satria bersama 2 sahabatnya Joe dan Endru dalam posisi diikat di kursi, karena merekalah dalang dibalik kekacauan di jalanan selama ini.

__ADS_1


"Cuih, atas dasar apa kalian menuduhku adalah dalang dibalik ini semua?" Tanya Satria yang meludah di depan Kenzo dan anggota Geng Motor Eagle lainnya.


"Heh kau masih bertanya juga, kami sudah mempunyai semua buktinya. Apa kau pikir selama ini kami diam-diam tidak mencari tahu ha? Sekarang kau masih juga menyangkal jika itu bukan perbuatanmu, dasar bangs*t" ucap Riko yang memukul wajah Satria dengan emosi.


"Riko hentikan! Apa kau sengaja ingin membuatnya mati. Kalau manusia ini mati, itu terlalu enak buat dia, dia tidak akan bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya," bentak Kenzo sehingga Riko pun mencoba untuk bersabar.


"Cih, wakil ketua geng sama sekali tidak ada harga dirinya. Hanya karena dibentak oleh mantan anggotanya saja bisa terdiam seperti itu," cibir Satria yang sengaja memanas-manasi Riko, akan tetapi tak membuat Riko dan yang lainnya bergeming.


"Dimana Andre? Kenapa dia tidak ada di sini? Kenapa ada masalah seperti ini ketua Geng Motor Eagle malah tidak berada di sini?" Tanya Kenzo yang baru menyadari jika Andre tidak berada di tempat.


"Bagaimana mungkin ketua geng motor kalian itu berada di sini, karena yang sebenarnya dalang dibalik ini semua itu dia bukan kami. Tentunya dia sudah kabur dari sini," ucap Joe tersenyum sinis, membuat Kenzo dan teman-temannya itu pun merasa sangat terkejut.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu? Kau telah menganggap Andre berkhianat di geng motor ini?" Tanya Kenzo yang menatap tajam.


"Dasar bodoh, bukankah kalian mencari tahu selama ini, bahkan kalian sudah menemukan bukti bahwa aku dan sahabatku adalah dalang dibalik ini semua. Tapi kenapa untuk menemukan pengkhianat di dalam geng motor ini saja kalian tidak bisa," ledek Satria.


Hingga di saat itu pun terlihat Bara beserta beberapa anggotanya datang membawa Andre yang di saat itu sudah terlihat babak belur.


"Dia adalah pengkhianat di geng motor kalian," ucap Bara yang mendorong tubuh Andre dengan kasar hingga tersungkur dan jatuh tepat di bawah Kenzo.


Lalu Bara pun menceritakan hal yang sebenarnya hingga di saat itu Andre mengakui jika memang dialah yang telah bekerja sama dengan Satria untuk menghancurkan Geng Motor Eagle dan mengadu domba antar geng motor, tujuannya karena nantinya mereka ingin membuat geng motor satu-satunya dan sangat berkuasa.


Begitu juga tentang pengeroyokan adik Diandra yang ternyata dalang dibalik semuanya adalah Satria. Ya Satria yang tak mau mengotori tangannya sendiri, dengan sengaja memerintahkan anak-anak jalanan untuk mengeroyok Doni dan teman-temannya. Pasalnya anak SMA itu tidak mau ikut bergabung dengan geng motor mereka, hingga pada akhirnya Satria baru mengetahui jika salah satu di antara mereka adalah Doni, adik Diandra. Yang membuatnya pun menyembunyikannya dengan rapat-rapat.


Pengakuan mereka sama sekali tak bisa diterima oleh Kenzo mau pun yang lain karena telah merugikan banyak orang lain termasuk Kenzo dan Satria yang dibuat koma, untungnya mereka masih bisa selamat. hingga pada akhirnya mereka dilaporkan ke polisi dan mendapatkan hukuman yang setimpal sebagai efek jera.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2