Tertambat Bad Boy Insyaf

Tertambat Bad Boy Insyaf
Malam Pesta


__ADS_3

Bukan hanya Kenzo saja yang melihat Diandra dengan pria paruh baya itu, tetapi Bram juga tidak sengaja melihat ke arah yang sama dan sangat terkejut melihat seseorang yang tak asing baginya serta membuatnya menjadi ketakutan.


"Ken, Papi lupa kalau malam ini ada urusan penting, kamu saja ya yang masuk ke dalam," kata Bram tiba-tiba.


"Urusan apa Pi? Papi yang memaksa mengajakku ke sini dan sekarang Papi mau pergi begitu saja?" Tanya Kenzo terlihat sangat kesal.


"Ken, tolonglah. Kamu masuk ke dalam mewakili Papi ya dan sampaikan saja salam Papi pada Tuan Harry, katakan juga Papi ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan. Nanti jika urusannya cepat selesai, Papi pasti akan datang ke sini lagi. Papi juga akan tinggalkan mobil, nanti kamu saja yang membawanya pulang, oke!" Kata Bram yang langsung saja memberhentikan taksi yang kebetulan baru saja menurunkan penumpang, lalu Bram pun masuk ke dalam taksi tersebut dan segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Harry.


Sedangkan Kenzo sebenarnya sangat enggan berada di acara tersebut, akan tetapi ia juga penasaran dengan Diandra yang di saat itu datang bersama dengan seorang pria tua, yang menurutnya sama sekali tidak pantas.


*****


Saat masuk ke dalam acara pesta, terlihat ramainya orang yang datang di sana dan tentunya merupakan para kerabat, sahabat, pegawai dan juga klien Harry. Mereka semua berpenampilan sangat tampan dan anggun baik yang muda maupun yang tua. Membuat Diandra benar-benar takjub, untungnya ia dapat menyeimbangi dengan pakaian yang ia gunakan saat ini.


"Diandra!" Panggil Sasa yang melambaikan tangannya.


Diandra yang melihat sahabatnya itu pun langsung membalas lambaian tangan tersebut.


"Pa, itu Sasa dan keluarganya. Ayo Pa kita ke sana," ajak Diandra dan disetujui oleh ayahnya itu.


"Hai Sa, Kak Satria. Om dan Tante selamat ya, mudah-mudahan langgeng sampai akhir hayat," ucap Diandra, begitu juga dengan Danu yang ikut mengucapkan selamat kepada bos dan istrinya itu.


"Hai juga Di," ucap Satria yang begitu terpesona melihat kecantikan Diandra.


"Terima kasih Diandra, Pak Danu sudah hadir dan atas ucapan serta doanya," ucap Harry, lalu sang istri.


"Iya sama-sama Tuan Harry," jawab Danu.


"Pi, di sana ada teman-teman Mami yang baru datang. Mami hampiri mereka dulu ya," kata Jasmine, ibunya Sasa dan Satria.


"Oh iya Mi, Papi dan Pak Danu juga harus menemui klien kita di sana. Tahu sendiri dong Pak Danu 'kan baru saja naik jabatan, jadi Papi mau memperkenalkan Pak Danu kepada klien-klien Papi. Satria, Sasa, Kalian temani Diandra ya," ucap Harry.


"Baik Pi," jawab Sasa.


"Tenang saja Pi, aku pasti akan menemani dan menjaga Diandra dengan sepenuh hati," jawab Satria yang mereka pun tersenyum.


"Terimakasih Pak Harry. Diandra, kamu di sini baik-baik ya. Papa mau ikut Pak Harry dulu," ucap Danu yang sangat menyayangi keluarga satu-satunya itu.


"Oke Pa," jawab Diandra.

__ADS_1


"Diandra, kamu cantik banget sih pakai gaun ini. Cocok banget sama kamu, aku sampai pangling loh tadi untuk memastikan kamu itu Diandra atau bukan," puji Sasa. "Kak Satria aja sampai bengong gitu, iya 'kan Kak." Sasa menyenggol lengan dan menggoda kakaknya itu, sehingga membuat Satria pun menjadi malu.


Sama halnya dengan Diandra yang saat ini terlihat wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


"Ih apaan sih lebay banget. Tapi terimakasih banyak ya Sa dan ini semua juga karena kamu. Tadinya aku bingung mau pakai gaun apa ke sini, tapi karena kamu udah kirim gaun ini ke rumah di waktu yang sangat tepat, aku jadi nggak susah-susah lagi untuk mencari gaun lama," ucap Diandra apa adanya, tetapi malah membuat Sasa merasa kebingungan.


"Wait … wait … maksud kamu apa sih Di? Aku nggak merasa kirim gaun ini untuk kamu," kata Sasa yang membuat Diandra pun terkejut.


"Serius? Terus kalau bukan kamu siapa? Kenapa dalam kartu ucapannya tertulis meminta aku untuk menggunakan gaun ini di malam acara orang tuanya. Atau … ," ucap Diandra.


Diandra dan Sasa saling bertatapan dan keduanya pun langsung menatap ke arah Satria. Di saat itu terlihat Satria yang menjadi salah tingkah dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal serta cengir kuda yang keluar dari sudut bibirnya itu.


"Kak Satria, pasti Kakak 'kan yang kirim gaun ini untuk Diandra?" Tanya Sasa untuk memastikan.


"He … he … he … , iya aku yang kirim untuk Diandra. Tapi bagus 'kan dan ternyata sangat cocok untuk kamu Di," kata Satria yang langsung mengakuinya.


"Ya ampun Kak, tapi lain kali nggak usah seperti ini lagi lah. Aku pikir ini dari Sasa, nanti setelah aku pakai, aku cuci dan aku kembalikan ya Kak," ucap Diandra.


"Eh jangan Di, jangan dong. Itu 'kan memang aku belikan khusus untuk kamu. Masa iya harus dikembalikan, terus nanti untuk siapa dong?" Tolak Satria.


"Aku juga ogah banget kalau dikasih yang seharusnya untuk orang lain," sahut Sasa. "Udah lah Di, itu untuk kamu aja ya. Lagipula jarang-jarang loh dapat kado dari Kak Satria," ucapnya.


"Iya Di, aku minta maaf ya Di," ucap Satria, akan tetapi ia merasa sangat senang dan tidak menyesal sekalipun karena pemberiannya itu telah diterima oleh wanita yang dikaguminya.


*****


Saat mereka bertiga sedang asik bercanda dan bercerita, di saat itu pula terlihat Laura yang datang bersama dengan kedua orang tuanya. Tiba-tiba pandangan mata Laura melihat bagaimana keakraban Satria dan Diandra serta melihat dari kejauhan bagaimana Kenzo melihat pemandangan itu dengan tatapan tidak suka, sehingga membuat Laura pun mengulas senyum tipisnya.


"Pa, Ma aku mau samperin teman aku dulu ya. Mama dan papa have fun ya dengan teman-teman kalian," kata Laura.


"Oh iya Sayang, kamu juga have fun ya."


Setelah mendapatkan ucapan tersebut dari ibunya, Laura pun melangkahkan kakinya dengan anggun hingga kini ia telah berada di samping Kenzo.


"Ken, kamu sini juga. Jadi ternyata orang tua kamu itu juga rekan bisnis orang tuanya Satria?" Tanya Laura.


"Aku juga tidak tahu, Papiku ada urusan mendadak jadi memintaku untuk mewakilinya datang ke sini. Jika aku tahu ini adalah acara orang tua Satria, aku tidak akan sudi berada di sini," kata Kenzo ketus.


"Oh jadi kamu sendirian. Ya sudahlah 'kan sudah terlanjur juga kamu ada di sini, nggak ada salahnya dong kalau kamu menikmati pesta sebentar. Bagaimana kalau aku temani kamu, kita samperin mereka dulu, selaku anak tuan rumah," ucap Laura.

__ADS_1


Entah kenapa di saat itu Kenzo pun langsung saja menyetujuinya, yang jelas karena ia benar-benar penasaran dengan Diandra saat ini.


"Hai … ," sapa Laura saat ia dan Kenzo sudah berada di hadapan Diandra, Sasa dan Satria.


Tentunya membuat ketiganya merasa sangat terkejut, terlebih lagi Sasa dan Satria yang merasa tidak suka melihat kedatangan Laura dan Kenzo.


"Kau, untuk apa kau ada di sini?" Tanya Satria yang langsung saja menatap tajam ke arah Kenzo.


"Sabar Kak, jangan merusak acara orang tua kita," ucap Sasa mengingatkan. "Dan Kamu, kenapa kamu bisa di ada sini? Siapa yang mengundangmu?" Tanyanya pula kepada Laura.


"Kamu lupa ya kalau aku ini adalah anak dari salah satu rekan bisnis orang tua kalian. Bahkan sewaktu aku masih menjalin hubungan dengan Satria, bukankah kedua orang tua kita sudah bertemu," terang Laura yang membuat Sasa pun terdiam dan membenarkan ucapan wanita tersebut.


Sedangkan di saat itu terlihat Kenzo dan Diandra saling bertatapan, entah apa yang ada di dalam pikiran keduanya hanya merekalah yang tahu.


"Di, kamu mau nggak kita ambil minuman bareng. Di sana juga ada cake kesukaan kamu, pasti kamu suka deh," ajak Satria, sehingga membuat Diandra pun kini menghadap ke arahnya.


"Boleh Kak, Sasa kamu mau ikut sekalian nggak?" Tawar Diandra.


"Nggak usah deh, kalian berdua aja," tolak Sasa seolah mengerti jika kakaknya ingin berduaan dengan sahabatnya itu.


Diandra dan Satria pun segera saja pergi ke meja khusus jamuan tanpa memperdulikan Laura dan Kenzo. Sedangkan Laura di saat itu tampak tersenyum smirk melihat arah keduanya.


"Oh iya dan kamu Kenzo, kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Sasa yang sebenarnya juga merasa penasaran dengan kehadiran Kenzo, terlebih lagi ia bisa datang bersama Laura.


"Oh, jadi aku anak dari salah satu rekan bisnis orang tuamu. Tadinya aku pergi dengan Papi, tapi tiba-tiba saja beliau ada urusan jadi aku diminta untuk mewakilinya. Boleh aku bertemu dengan orang tuamu," terang Kenzo.


"Tentu saja boleh, itu Papi ada di sana. Yuk ke sana," jawab Sasa yang menunjuk ke arahnya.


"Ya sudah begitu aku ke sana dulu. Dan kau Laura, kau tidak perlu mengikutiku," sergah Kenzo.


"Oke, aku juga akan menghampiri orang tuaku," kata Laura.


Setelah melihat Kenzo yang di saat itu sudah menghampiri orang tua Sasa, Laura yang melihat Diandra sedang sendirian berdiri di tepi kolam pun segera melangkahkan kaki untuk menghampirinya.


Laura setengah berlari hingga terlihat tidak sengaja mendorong Diandra dan membuat wanita tersebut tercebur ke dalam kolam. Seketika membuat semua orang yang ada di sana terkejut dan melihat ke arah kolam renang.


Bersambung …


__ADS_1


__ADS_2